Dicintai Papa Seumur Hidupnya itu Ternyata Kurang Romantis, Kalau Nggak Dilengkapi dengan 1 Hal Ini!

Papa Cinta Keluarga

Dicintai Papa Seumur Hidupnya itu Ternyata Kurang Romantis, Kalau Nggak Dilengkapi dengan 1 Hal Ini!

1.2K
Papa mencintai mama seumur hidupnya? Coba, Ma, dipikirin lagi. Jangan sampai menyesal!

"Aku mencintaimu seumur hidupku", mungkin merupakan ucapan paling romantis yang pernah diucapkan oleh Papa pada Mama, ya. Apalagi saat masih pacaran dulu. Uhuks. Ngaku deh, Ma, mungkin dulu Mama akhirnya merasa menemukan pasangan hidup setelah terima pengakuan ini dari Papa. Iya nggak? Ow ow! Ketahuan. Hahaha.

Tapi, Ma, coba perhatikan kalimat tersebut deh.

"Mencintaimu seumur hidupku." Berarti mencintai Mama seumur hidup Papa.

Well, saya kasih tahu kenyataannya, Ma.

Ternyata mencintai Mama seumur hidup Papa itu sama sekali nggak romantis Ma. Itu nggak cukup. Masih kurang rasa cintanya. Bahkan bisa dibilang, Papa itu egois!

Lho, kok gitu?

Itu benar, Ma! Apalagi kalau dilihat dari segi keuangan keluarga. Saya kasih tahu bagaimana seharusnya ya.

Papa seharusnya bilang, "Ma, aku mencintaimu seumur hidupmu."

Lho, bedanya apa dengan kalimat pertama yang di atas sana? Kan sama-sama "mencintaimu"? Mencintai Mama?


Baca juga: Ini Dia 5 Tipe Pria Berdasarkan Kebiasaannya Mengelola Keuangan. Papa Tipe yang Mana Ya?


Hmmm, beda, Ma! Perbedaannya adalah pada kata "seumur hidupku" dan "seumur hidupmu". So,kalau Papa memang cinta pada Mama, ya, berarti Papa harus mencintai Mama seumur hidup Mama dong!

Gimana caranya Ma biar Papa bisa mencintai seumur hidup Mama?

Saya kasih tahu lagi caranya. Coba Mama cek, asuransi yang dibuat oleh Papa sudah mencukupi belum untuk mengcover hidup Mama dan si kecil, seumur hidup Mama!

Yes yes yes. Paham kan, sekarang situasinya, Ma? Hehehe.

Yah, kalau belum ... Nih, artikel ini merupakan pembahasan yang lebih mendalam dari artikel 6 Kesalahan Keuangan yang Sering Dilakukan Mama Demi Keuangan Keluarga yang pernah tayang di Rocking Mama beberapa waktu yang lalu.

Apa yang perlu dibahas secara mendalam mengenai keuangan keluarga ini? Coba kita lihat ya.


Kenapa asuransi Papa penting? Kan Mama perempuan mandiri yang bisa bekerja?


Ih, apaan sih ngomongin asuransi si Papa? Kan kita maunya sehat terus, bareng-bareng terus. Lagian kan kalau ada apa-apa sama Papa, Mama bisa kerja. Mama kan perempuan cerdas, mandiri dan punya kemampuan? Yamasa' ngarepin dari uang asuransi kalo Papa kenapa-napa?

Pernah kepikiran kayak gitu nggak, Ma?

Kalau pernah, saya sarankan coba diubah sedikit, Ma, sudut pandangnya. Kita semua sih memang berharap untuk sehat selalu dan tak kurang suatu apa pun ya. Tapi dalam hidup kan bukan kita yang menentukan. Tidak ada salahnya kan, kalau Papa mengambil langkah-langkah untuk menjamin kesejahteraan Mama dan buah hati yang sangat dicintainya dengan membeli asuransi?

Meskipun Papa pasti juga sudah tahu, bahwa Mama adalah seorang perempuan cerdas, mandiri, punya segudang kemampuan. Tapi Papa (yang baik dan cinta keluarga) pasti akan menyiapkan asuransi untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi apabila Papa merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga.

Amit-amit nih, Ma. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kehilangan Papa saja sudah cukup berat untuk Mama. Kalau bisa, pastinya jangan ditambah dengan beban yang lainnya. Salah satunya, adalah biaya kebutuhan keluarga. Betul, Ma? Uang pertanggungan asuransi Papa akan dapat membantu untuk menyingkirkan satu masalah yang harus Mama pikirkan ini.

Apabila kemudian Mama memutuskan untuk kembali bekerja, pastinya kan Mama juga membutuhkan periode penyesuaian diri kan? Dari sebelumnya bukan pencari nafkah utama, sampai menjadi pengganti Papa untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Uang pertanggungan asuransi yang dibeli Papa, bisa membantu Mama untuk menghadapi masa-masa transisi itu.


Baca juga: Lakukan 9 Langkah Anti Tekor Ini Agar Dompet Mama Selamat Menjelang dan Setelah Lebaran


Lalu, bagaimana memeriksa kecukupan uang pertanggungan asuransi Papa?




Pertanyaan terbesar yang kemudian Mama dan Papa ajukan adalah, seberapa besar uang pertanggungan yang perlu disiapkan Papa? Berapa besarnya uang premi yang harus dibayarkan tiap bulannya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, logika sederhananya begini, Ma.

Ketika pencari nafkah utama tidak lagi menghasilkan pemasukan untuk keluarga, uang pertanggungan asuransi ini dapat menyediakan pengganti pemasukan rutin untuk membiayai pengeluaran. Besarnya uang pengganti pemasukan seharusnya mencukupi sampai usia tertanggung paling muda, dalam hal ini anak paling kecil, bisa mandiri.

Karena itu, Mama dan Papa harus tahu berapa besar pasti pengeluaran keluarga setiap bulan per tahunnya. Tentu saja akan lebih bagus apabila uang pertanggungan Papa bisa diinvestasikan dengan hasil investasi yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Misalkan nih, ya, pengeluaran keluarga dalam satu bulan sebesar Rp. 5.000.000,-. Anak paling kecil sekarang berusia 1 tahun. Asumsinya dia akan mandiri di usia 20 tahun. Dari sini bisa dihitung, Ma, bahwa uang pertanggungan asuransi yang harus Papa siapkan adalah sebesar Rp. 5 juta x 20 x 12 = Rp. 1,2 Milyar.

Yes, dana sebesar itu akan cukup untuk membiayai kebutuhan selama 20 tahun. Pun dengan asumsi pengeluaran keluarga tidak akan mengalami kenaikan.

Atau cara kedua juga bisa nih. Yaitu dengan menghitung apabila dana uang pertanggungan diinvestasikan pada instrumen paling konservatif (deposito, misalnya), dengan pembayaran bunga bulanan yang diambil untuk membiayai kebutuhan keluarga.


Baca juga: Mau Buka Rekening Baru di Bank? Pastikan Mama Tahu 6 Hal Berikut Ini Lebih Dahulu!


Misalnya begini, deposito saat ini memberikan bunga 4.5% dengan pajak 20% atas bunga. Nah, dengan asumsi kondisi yang sama seperti di atas, untuk bisa menghasilkan penghasilan bunga sebesar Rp. 5 juta per bulan, maka uang pertanggungan yang perlu disiapkan oleh Papa adalah sebesar Rp. 1,7 Milyar, Ma.

Dana itulah yang apabila terjadi risiko pada Papa, harus Mama depositokan untuk kemudian diambil pembayaran bunga tiap bulannya, untuk kebutuhan keluarga. Nanti di akhir tahun ke 20, Mama masih memiliki pokok depositonya.

Tentu saja, mencari asuransi yang dapat memberikan uang pertanggungan sebesar itu adalah tugas Mama dan Papa berikutnya. Pastikan Mama dan Papa memilih asuransi yang bisa memberikan uang pertanggungan yang mencukupi dengan harga premi yang masih masuk ke dalam anggaran.


Data statistik mengungkapkan,bahwa usia harapan hidup Mama lebih panjang dari Papa!


Sepenting itukah asuransi yang harus dibeli oleh Papa? Meskipun mungkin Mama dan Papa menjalani kehidupan berkeluarga yang aman dan tanpa risiko (yang mana rasanya cukup tidak masuk akal saat ini)?

Ya, karena ada satu lagi alasan yang mungkin Mama patut pertimbangkan nih. Menurut data para ahli yang dihimpun dari berbagai negara yang dikutip oleh BBC secara konsisten menunjukkan, bahwa usia harapan hidup perempuan lebih panjang dibandingkan pria. Dengan kemajuan dunia kedokteran saat ini, usia harapan hidup perempuan adalah sekitar 83,5 tahun, sedangkan pria 79,5 tahun.

Memang tidak terlihat terlalu berbeda banyak ya, Ma, tapi ini adalah berdasarkan kondisi terbaik yang ada.

Nah, sekarang tinggal bagaimana dengan kondisi kehidupan Mama dan keluarga? Apakah akses keluarga ke kesehatan sudah sangat bagus?

Hmmm ... perlu dicek lagi tuh, Ma. PR ya! Hehehe.


Baca juga: Ini Dia 4 Jenis Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Standar yang Harus Dilakukan oleh Perempuan


Jadi bagaimana Ma? Sudah sependapatkah kalau ungkapan cinta dari Papa, "Aku mencintaimu seumur hidupmu" itu sudah tidak terlalu romantis lagi hari gini?

Kalau Papa mencintai Mama seumur hidupnya, sepeninggal Papa, terus siapa dong yang akan mencintai Mama? Mencintai seumur hidup Mama, dengan memastikan kesejahteraan Mama dan buah hati.

Jadi, pastikan bahwa Papa mencintai Mama seumur hidup Mama ya, Ma.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dicintai Papa Seumur Hidupnya itu Ternyata Kurang Romantis, Kalau Nggak Dilengkapi dengan 1 Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dani Rachmat | @danirachmat

An avid blogger with passion in financial planning at http://danirachmat.com

Silahkan login untuk memberi komentar