Ketika si Mbak Asisten Rumah Tangga Belum Juga Kembali, Jangan Panik!

Ketika si Mbak Asisten Rumah Tangga Belum Juga Kembali, Jangan Panik!

3.5K
Sudah biasa kala mbak asisten rumah tangga nge-PHP-in kita dengan nggak balik setelah mudik Lebaran. Nggak perlu panik, dan langsung ambil langkah penyelamatan ini, Ma!

Lebaran sudah usai. Pengasuh dan para asisten rumah tangga berjanji akan segera kembali. Seminggu, dua minggu, tiga minggu … hingga kemudian si mbak SMS. Katanya, nggak bisa kembali. Alasannya? Banyak!

Aduh! Gawat!

Padahal cuti Mama sudah habis, dan harus sudah kembali bekerja. Bagaimana ini?

Ya, inilah problema yang umum dihadapi oleh para mama nih ya. Sudah terbiasa dibantuin oleh asisten rumah tangga, pas habis Lebaran, si mbak nge-PHP-in dengan berbagai alasan. Hingga akhirnya benar-benar nggak balik.

Jadi, apa yang harus kita lakukan, Mama?


BACA JUGA


Pengin Menata Rumah tapi Mama Sibuk Banget, Coba Lakukan 10 Trik Beberes Rumah ala Busy Rocking Mama Ini!

Pengin Menata Rumah tapi Mama Sibuk Banget, Coba Lakukan 10 Trik Beberes Rumah ala Busy Rocking Mama Ini!

Menata rumah, menjaganya tetap rapi, memang jadi tugas kita ya, Ma. Supaya apa? Ya, supaya Papa dan anak-anak betah di rumah. Tapi bukan ...

Read more..


4 Hal yang bisa segera Mama lakukan saat tahu pengasuh dan mbak asisten rumah tangga nggak juga balik setelah Lebaran


1. Segera mencari pengganti


Nggak ada waktu buat panik dan meratapi nasib di-PHP-in si mbak asisten rumah tangga, Ma. Sekarang segera hubungi orang-orang yang mungkin bisa membantu Mama untuk menemukan asisten rumah tangga yang baru.

Kalau mungkin Mama nggak ada kenalan yang bisa membantu, maka segera kontak yayasan-yayasan yang sudah Mama percaya dan kenal baik. Lakukan wawancara dengan para kandidat segera.

Namun, ingat ya, Ma, meski mungkin ini sangat mendesak karena Mama sudah butuh sangat, tapi tetap ya, Ma, lakukan pengecekan mendetail tentang data diri dan kemampuan asisten rumah tangga yang Mama pilih. Jangan lupa menanyakan surat-surat si mbak asisten rumah tangga yang baru, juga gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai dirinya.

Juga soal tugas-tugas si Mbak asisten rumah tangga yang baru. Akan perlu sedikit waktu untuk mengajarinya. Maka, jika memungkinkan, mintalah cuti tambahan dulu ke kantor barang 1 – 2 hari untuk melatih kilat si mbak asisten rumah tangga yang baru.

Mama bisa berbagi tugas dengan suami untuk mengawasi si mbak baru di hari-hari pertamanya.


2. "Impor" Kakek dan Nenek


Jika Mama tinggal sekota dengan orang tua atau mertua, Mama bisa meminta kesediaan mereka untuk menolong Mama sementara waktu. Terutama untuk urusan menjaga si kecil.

Jika si kecil sudah sekolah, Mama bisa menitipkannya ke rumah kakek dan nenek sepulang sekolah, lalu menjemputnya kembali setelah Mama atau Papa pulang dari kantor.

Kalau kakek dan nenek anak-anak tinggal di luar kota, segera diskusikan kemungkinan untuk meminta mereka datang dan tinggal di rumah selama beberapa hari hingga si Mbak asisten rumah tangga yang baru datang. Pun Mama bisa meminta bantuan mereka untuk mengawasi si mbak yang mungkin belum terlalu terampil mengerjakan tugasnya.


BACA JUGA


Manajemen Rumah Tangga Tanpa ART - Rempong? Sama Sekali Nggak Tuh!

Manajemen Rumah Tangga Tanpa ART - Rempong? Sama Sekali Nggak Tuh!

Rumah tangga tanpa ART? Wah, kebayangkah repotnya? Padahal kalau sudah dijalani, rumah tangga tanpa ART itu malah jauh lebih simpel lho, dan ...

Read more..


3. Titip di daycare


Saya sendiri dulu memang memprioritaskan anak-anak kalau kondisinya si Mbak nggak ada, Ma. Soal bebersih rumah, masak, dan hal-hal lain masih bisa saya atasi sendiri. Tapi, kalau saya ngantor, benar-benar nggak ada yang bisa saya serahi tanggung jawab untuk menjaga si kecil di rumah.

So, pilihan saya waktu itu adalah menitipkan anak-anak di daycare, sampai saya mendapatkan mbak asisten rumah tangga yang baru, atau pengasuh.

Beberapa daycare memiliki semacam ‘program Lebaran”, atau program-program khusus yang menerima anak-anak hanya untuk beberapa hari atau beberapa minggu, tanpa keanggotaan tetap.

Kalau nggak ada program seperti itu, biasanya mereka juga bisa menerima anak-anak untuk harian atau mingguan saja.

Cobalah untuk mencari daycare yang paling dekat dengan tempat kerja Mama sehingga Mama bsia menitipkan anak di sana dengan nyaman, dan menjemputnya segera.

Jika lebih sreg dengan daycare yang cukup jauh, pastikan Mama dan Papa pulang tidak terlalu malam, sehingga bisa tiba tepat saat daycare habis jamnya.


4. Bawa ke kantor


Ini adalah pilihan terakhir saya dulu, Ma. Saya cukup beruntung punya bos yang memahami banget, gimana repotnya punya balita dan di-PHP-in sama mbak asisten rumah tangga. Hahaha. Jadi, beliau mengizinkan saya untuk membawa anak ke kantor kalau kondisi darurat.

Tapi, bagaimanapun, senyaman-nyamannya kantor saya, tetap saja, nggak akan senyaman di rumah bagi si kecil. Pun produktivitas saya sebagai karyawan juga terganggu.

So, kalau memang terpaksa, Mama bisa membawa anak-anak ke kantor selama masih belum mendapatkan mbak asisten rumah tangga yang baru.

Pastikan kondisi kantor memungkinkan Mama membawa anak. Bukan hanya demi kenyamanan si kecil, tetapi juga apakah kebijakan kantor memungkinkan karyawan membawa anak.

Jangan lupa minta izin atasan Mama ya. Pastikan Mama membawa keperluan si kecil dan berbagai benda untuk menemaninya, pun agar si kecil nggak bosan dan rewel.

Jika memungkinkan, berganti-gantilah dengan suami untuk membawa anak ke kantor, sehingga nggak setiap hari si kecil ikut Mama.


BACA JUGA


Bingung Memilih ART? Saran-Saran Rocking Mama Ini Bisa Bantu Mama!

Bingung Memilih ART? Saran-Saran Rocking Mama Ini Bisa Bantu Mama!

Jangan lupa untuk selalu memperlakukan dia seperti bagian dari keluarga dan penuhi haknya

Read more..


Nah, semoga dengan beberapa tips di atas, Mama segera bisa mengatasi masalah-umum-mama pasca Lebaran ini ya, dan semoga bisa segera mendapatkan mbak asisten rumah tangga yang baru.

Semangat, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika si Mbak Asisten Rumah Tangga Belum Juga Kembali, Jangan Panik!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar