Mama Sering Mengalami Khawatir Berlebihan? 7 Tips Ini Bisa Membantu Mama Mengatasinya!

Mama Sering Mengalami Khawatir Berlebihan? 7 Tips Ini Bisa Membantu Mama Mengatasinya!

860
Worrying is like sitting in a rocking chair. It gives you someting to do but it doesn't get you anywhere. -English proverb

“Duh, saya deg-degan besok pagi ada interview kerja nih."
"Uhmmm, bisa nggak ya, saya melunasi cicilan rumah selama 10 tahun?"
"Ke dokter nggak, ya? Takutnya benjolan ini bisa jadi tumor kali ya ..."

Pernah nggak sih, Ma, merasa khawatir yang berlebihan? Bahkan sampai mengganggu pikiran dan aktivitas Mama sepanjang waktu. Mulai dari gelisah, nggak bisa tidur, tangan berkeringat, denyut nadi makin kencang, lebih sensitif, dan mudah marah.

Ungkapan di atas adalah sebagian gambaran rasa khawatir yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Normalkah rasa khawatir terhadap sesuatu yang nggak pasti atau belum pasti terjadi?


Baca juga : Perempuan bossy - Nggak cuma sukses di karir, tapi juga sukses di urusan cinta! Ini 7 alasannya!


Khawatir Itu Ada Efek Positif dan Negatifnya


Sebenarnya kekhawatiran itu nggak selalu bersifat negatif kalau kondisi tersebut justru mendorong Mama untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Misalnya, Mama lebih mempersiapkan diri untuk interview kerja. Atau Mama bisa mengendalikan diri dalam hal berbelanja (walaupun sedikit sulit, yes?) agar dapat menyisihkan sebagian uang untuk dijadikan tabungan ataupun uang yang disimpan bisa digunakan untuk membayar cicilan rumah. Alhasil, Mama jadi lebih tenang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dan menepis segala kekhawatiran yang bersarang di pikiran Mama!

Tapi sebaliknya, jika Mama hanya terpaku dengan pemikiran seperti: bagaimana kalau nanti nggak diterima bekerja, ya? Bagaimana jika hasil pemeriksaan dokter ada penyakit tertentu di tubuhku? Dan segala macam kemungkinan buruk lainnya mulai bermunculan di pikiran Mama. Saat itulah, khawatir bisa jadi boomerang bagi Mama!

Kekhawatiran yang nggak bisa Mama atasi itu akan berakibat ke kesehatan Mama. Bisa jadi terkena maag, detak jantung makin cepat bahkan jika khawatir itu makin menguasai, Mama bisa stres dan paling buruknya adalah depresi! *hiks*

Pokoknya, jangan sampai rasa cemas itu lebih menguasai akal sehat Mama, ya! Rasa gelisah akibat khawatir yang berkepanjangan dan yang nggak jelas itu sesungguhnya sangat merugikan kita. Yang lucunya, seringkali Mama khawatir akan sesuatu yang sesungguhnya Mama pun nggak menyadari itu apa.

Khawatir yang berlebihan itu bisa menyerap kebahagiaan Mama! Itu yang perlu Mama ingat.

Setiap manusia pasti memiliki masalah. Khawatir sih fine saja, tapi perlu digarisbawahi Mama harus bisa mengendalikan kekhawatiran itu! Sesekali coba deh, Mama ngaca, kalo lagi khawatir wajah Mama akan nampak murung dan kusam. Mama nggak mau kan saat Papa pulang ke rumah disambut dengan wajah kusam?


Baca juga : Ini dia 4 kesalahan yang sering kita lakukan setiap hari tanpa sadar dan membuat kita selalu gagal meraih sukses!


7 Tips Ini Bisa Bantu Mama Tepis Segala Kekhawatiran!

Jangan berlarut-larut memendam kekhawatiran, Ma!

Bila rasa khawatir tersebut didiamkan dan jadi kebiasaan buruk yang dapat mengurangi kenyamanan hidup, malah bisa menjadi gangguan kecemasan menyeluruh yang ujung-ujungnya depresi. Semua kembali ke Mama, karena Mama yang lebih tau diri Mama. Solusi atas masalah itu sudah pasti ada. Hanya bagimana caranya Mama untuk mengarahkan khawatir itu berakhir dengan solusi, bukan dengan penyakit.

Mama bisa menghadirkan kondisi tenang dan positif dari khawatir yang muncul dengan 6 tips praktis berikut ini.


1. Kenali penyebab kekhawatiran Mama

Sebelum menjadi lebih cemas, lebih baik cari tau pasti apa yang membuat Mama jadi khawatir. Jangan biarkan rasa khawatir menguasai diri Mama adalah hal pertama yang harus Mama tanamkan di dalam pikiran. Karena bisa membuat hilang kendali. Setelah mengetahui apa yang dikhawatirkan, ceritakanlah pada Papa atau orang terdekat yang Mama percaya. Orang-orang terdekat biasanya sudah mengenal karakter Mama dengan baik, sehingga mereka bisa memberikan saran yang harus dilakukan. Pilih dengan cermat siapa orang yang dapat diajak tukar pikiran termasuk hal-hal pribadi. Jangan sampai kita dekat dengan orang-orang yang justru makin menambah kekhawatiran karena akan berpengaruh negatif.


2. Berdiam diri sejenak

Ketika menghadapi suatu masalah dan merasa nggak dapat melakukan apa-apa, tarik diri kita keluar dari masalah. Bukan untuk melarikan diri dari masalah lho, Ma. Tapi, berdiam sejenak untuk merenung. Dengan begitu, Mama bisa melihat posisi Mama seperti apa dan masalah yang sedang dihadapi.

Mama pernah nonton film India 3 Idiots? Ada satu kalimat dari film 3 Idiots bisa Mama jadikan sugesti positif di pikiran Mama. Caranya simpel saja, Mama duduk santai di sofa, pejamkan mata, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan dan ucapkan perlahan: all iz well. Lakukan hal tersebut beberapa kali, hingga Mama tenang.

Percaya deh, Ma, sugesti positif yang kita tanamkan di pikiran bisa berefek ketenangan dan lebih jernih dalam mencari ide dan membuat keputusan.


3. Be positive!

You are what you think!

Setuju, ya, Ma, dengan ungkapan di atas? Apa yang ada di pikiran kita akan terwujud dalam tindakan.

Biasakan diri untuk nggak berprasangka buruk terhadap apapun yang terjadi. Pikiran negatif hanya membuat Mama selalu dalam keadaan cemas yang ujung-ujungnya membuat Mama selalu takut untuk melangkah atau mengambil keputusan.

Kadang kala kita terlalu berlebihan dalam menanggapi perasaan nggak enak. Terlalu yakin dengan perasaan tersebut dapat memicu terjadinya bencana atau masalah besar. Abaikan perasaan tersebut, Ma! Karena semakin dipikirkan, justru hal buruk itu bisa lahir dari pikiran kita sendiri. Alihkanlah pikiran dari hal yang membuat cemas. PIkirkan hal yang menyenangkan dan tetap berpikir positif.


Baca juga : Begini cara menjadi perempuan yang mandiri, smart dan seksi!


4. Fokus jangka pendek

Hindari bayangan panjang ke masa depan ketika Mama berhadapan dengan hal-hal yang mengkhawatirkan. Lebih baik fokus pada hari ini atau saat ini saja (jangka pendek). Jika mulai terasa amat khawatir, katakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut nantinya akan berlalu juga. Pikirkan bahwa hal itu nggak ada gunanya dan keluarkan semua kekhawatiran itu sebanyak yang Mama bisa.


5. Buat perencanaan

Obat dari rasa khawatir adalah perencanaan.

Daripada 'memelihara' rasa khawatir, lebih baik Mama membuat sebuah perencanaan. Hadapi rasa khawatir dengan membuat persiapan menghadapinya. Misalnya saja, kalau takut bos marah karena terlambat datang ke kantor, cobalah untuk tidur lebih awal agar bisa bangun pagi. Kalau gugup menghadapi interview kerja, cobalah menenangkan diri dengan berdoa dan persiapkan dengan berbagai jawaban menghadapi kemungkinan pertanyaan yang diberikan. Dengan tau apa yang ditakutkan maka Mama dapat membuat perencanaan, bukan terus mengkhawatirkan hal tersebut.


6. Be grateful!

Menurut penelitian, orang yang selalu bersyukur dan menerima apapun yang terjadi pada hidupnya, dapat mengurangi kekhawatiran, terutama pada saat hendak tidur, beribadah, sedang sendirian. Lakukan semua dengan tulus, dengan kesadaran penuh bahwa apa yang telah diberikanNya adalah yang terbaik untuk kita.

Ma, hidup ini singkat, tetaplah tenang mengikuti arus, jadilah orang yang santai, terimalah kehidupan seperti apa adanya. Kurangi kekhawatiran dengan sikap menerima. Dengan belajar untuk menerima, maka kita akan baik-baik saja.


7. Mantra Patronus

Mama pernah nonton Harry Potter? Ada salah satu tokoh yang sangat ditakuti oleh Harry yaitu Dementor. Kehadiran makhluk ini, selalu membuat kebahagiaan yang ada di sekeliling itu lenyap berganti perasaan muram. Nah, seperti itulah cara kerja rasa khawatir ini! Kalau dipupuk, dipelihara terus menerus, yakin deh, Ma, khawatir itu akan berubah menjadi sosok Dementor.

Melenyapkan Dementor ini bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu mantra Patronus. Mantra ini muncul ketika memikirkan hal-hal yang menyenangkan yang membuat kita bahagia. Niscaya sekali ucapkan mantra, Dementor itu lenyap! Nah, Mama pun perlu mantra 'Patronus' ini di dalam diri. Pikirkan segala hal bahagia yang pernah Mama alami ataupun tataplah si kecil, yakin deh, Ma, khawatir itu akan lenyap.


Baca juga : 7 Kebiasaan orang sukses ini juga bisa Mama teladani sebagai seorang Stay at Home Moms


Nah, jangan sampai kekhawatiran berlangsung sepanjang waktu ya, Ma, karena bila dibiarkan terus menerus kondisi ini dapat merusak kesehatan, diri, dan kehidupan Mama. Namun jika cara diatas sudah coba dilakukan tapi rasa khawatir nggak kunjung reda dan sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, segeralah berkonsultasi ke psikolog.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mama Sering Mengalami Khawatir Berlebihan? 7 Tips Ini Bisa Membantu Mama Mengatasinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


| @RisaRusli

Silahkan login untuk memberi komentar