Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

1.5K
Komunikasi dengan anak memang tak hanya berhenti pada memberinya nasihat, masukan, bahkan juga kritik, tetapi juga dalam bentuk pujian.

Suatu saat, ketika saya makan siang, seorang rekan saya yang sudah memiliki keluarga menghampiri saya. Ia ingin bercerita mengenai apa yang terjadi di rumah. Dan setelah saya dengarkan, sepertinya ada pada masalah komunikasi dengan anaknya.

Begini ceritanya, Ma.

Pada akhir pekan sebelumnya, ia mengajak anaknya yang paling bungsu untuk berkebun. Ia pernah juga sih bercerita pada saya, bahwa berkebun menjadi kegiatan favoritnya bersama si bungsu setiap akhir pekan. Namun, ada yang berbeda terjadi pada akhir pekan itu.

Nadya, anak bungsu teman saya itu, tak seperti biasanya mengeluh, dan langsung meninggalkan taman saat sedang memupuk tanaman yang baru saja mereka tanam. Karena merasa aneh, beberapa saat kemudian, mamanya, teman saya itu pun menyusulnya ke kamar.

Dari hasil obrolan, ternyata memang ada sesuatu yang terjadi pada si bungsu.

"Mama, Adik suka berkebun sama Mama. Tapi Adik malas juga kalau selalu dibilang ini salah itu salah sama Mama terus-terusan. Mendingan Adik nggak usah bantu saja. Mama kerjain saja sendiri kebunnya, biar nggak salah."

Jengjeng!

Teman saya pun kaget mendengar jawaban si bungsu. Dalam diam, ia pun mencoba mengingat, kapan terakhir ia memuji si bungsu? Mungkin sudah lama sekali.

Ia pun menjadi merasa bersalah.


BACA JUGA


Jatuh Cinta Berkali-kali pada Papa dan Si Kecil untuk Membentuk Komunikasi yang Lebih Baik

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Papa dan Si Kecil untuk Membentuk Komunikasi yang Lebih Baik

Jatuh cinta berjuta rasanya. Apalagi kalau bisa jatuh cinta berkali-kali

Read more..


Hmmm ... obrolan yang menarik kan, Ma?

Kadang kita memang lebih sering menunjukkan kesalahan si kecil, ketimbang memujinya saat ia sudah benar. Sekali dua kali, hal seperti ini masih wajar saja jika terjadi. Tapi kalau selalu? Si kecil pun akan jengah, karena merasa tak ada satu pun tindakannya yang benar di mata kita.

Lalu apa yang terjadi?



Mungkin seperti Nadya, anak teman saya itu, Ma, ngambek. Yah, kalau ngambek seperti itu saja sih, bisa diatasi dengan permintaan maaf, kata-kata cinta, dan janji untuk nggak mengulanginya lagi. Tapi, kalau sampai berpengaruh pada perkembangan jiwanya? Karena pada usia anak-anak begini, semua hal dalam dirinya masihlah labil. Belum matang. Kalau kita salah dalam treatment, maka bisa berakibat fatal.

Komunikasi dengan anak memang tak hanya berhenti pada memberinya nasihat, masukan, bahkan juga kritik, tetapi juga dalam bentuk pujian.

Ya, pujian memang merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan anak yang cukup efektif untuk membentuk kepribadiannya, Ma. Karena dengan pujian, maka mereka akan merasa dibutuhkan dan dihargai.

Dan, perasaan itu penting banget untuk bisa hadir dalam perkembangan jiwa mereka.

Pujian dan kata-kata semangat akan memberikan mereka dorongan untuk percaya diri. Hal ini memang sangat sering kita lupakan ya, Ma. Perasaan yang dihasillkan ketika Mama mengeluarkan kata-kata positif dalam salah satu bentuk komunikasi dengan anak ini akan membangun dirinya dan memengaruhi diri anak sampai ia dewasa. Selanjutnya, anak akan lebih mudah terbuka dan merasa nyaman dengan Mama.



Bentuk komunikasi dengan anak juga nggak melulu bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Komunikasi dengan anak juga bisa disampaikan secara nonverbal.

Begini maksudnya. Selain melalui perkataan, "I love you", rasa cinta Mama juga bisa ditunjukan lewat tindakan. Misalnya:

  1. Masaklah untuk mereka jika anak Mama menyukai satu jenis makanan
  2. Jika anak Mama mengikuti pertandingan, semangati mereka
  3. Anak Mama menyukai suatu seri TV? Tontonlah bersama mereka dan tertawalah bersama!
  4. Mama pasti tahu anak suka menyukai tantangan kan? Berikan tantangan supaya mereka menjadi lebih baik
  5. Buat sebuah panggilan yang unik untuk anak. Beberapa orang tua memanggil anaknya dengan panggilan sayang yang unik, contohnya Astri menjadi Aci yang terkesan lebih menggemaskan. Panggilan unik ini sengaja dilekatkan pada diri anak. Selain membuat anak merasa disayang, nama ini akan meningkatkan rasa percaya diri sang anak.



Nah, bagaimana dengan Mama yang kesulitan memberikan pujian dalam usahanya membangun komunikasi dengan anak secara lebih baik? Padahal pujian yang Mama berikan dengan tulus akan memberikan dampak yang sangat besar baginya.

Well, Mama bisa mencoba dengan:

  1. Memberikan pelukan hangat setiap kali mereka berhasil melakukan sesuatu.
  2. Ucapan terima kasih yang tulus disertai dengan senyuman manis.
  3. Biarkan anak melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Jika salah? Ya, biarkan saja, Ma. Kita kan nggak harus selalu benar kan? Jika anak dibiarkan melakukan beberapa hal dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri, kita juga ikut membantunya agar lebih kreatif lho.
  4. Ketika anak telah bekerja keras untuk membuatkan Mama sebuah puisi untuk ulang tahun Mama, taruh ke dalam bingkai dan pajanglah di ruang tengah.
  5. Jika ia mempunyai prestasi, jangan sungkan untuk memamerkannya. Misalnya, taruh piala kejuaraan menari yang didapatnya di ruang keluarga atau ruang tamu. Pajang hasil mewarnainya yang memenangkan lomba di dinding kamarnya. Biarkan si kecil tahu, bahwa Mama bangga padanya.
  6. Jangan membandingkan anak-anak Mama, yang kadang kita lakukan secara tak sadar. Misalnya seperti, saat berjalan-jalan Mama cenderung menggandeng tangan si sulung dibandingkan adiknya. Akibatnya ketika Mama memberikan pujian, si bungsu pun akan menganggap pujian tersebut tidak tulus atau anak merasa tidak berhak mendapatkan pujian tersebut karena saudaranyalah yang lebih hebat. Kalau begitu Mama perlu lebih terbuka kepada anak, Ma.

Dari cerita teman saya itu, akhirnya saya mengerti suatu hal. Anak juga perlu sistem pendukung, dan support system anak yang pertama, ya siapa lagi kalau bukan orangtuanya sendiri?

Setiap manusia membutuhkan sistem yang bisa mendukung mereka untuk mencapai tujuan hidupnya. Mama sendiri juga begitu kan kan, Ma? Nah, jangan sampai deh anak kehilangan sistem pendukungnya yang pertama, yaitu Mama, hanya karena Mama tak pernah memujinya dan justru selalu menyalahkannya.

Dan antara memuji dan menyalahkan, itu sebenarnya hanya terletak pada cara Mama melakukan komunikasi dengan anak.

Percayalah, anak bukannya membenci kita karena komunikasi yang salah itu. Hanya saja anak memiliki proses kognitif yang lebih simpel dan cenderung lebih sensitif dengan apa yang terjadi. Terutama jika hal tersebut sudah menyinggung perasaannya. Mama sendiri juga pasti nggak enak hati, atau mungkin bisa sampai sakit hati, kalau disalahkan terus menerus kan?

Oleh karena itu, untuk menjaga komunikasi dengan anak yang lebih baik. penting untuk memahami konsep komunikasi ini, terutama saat mereka masih kecil. Hal tersebut akan berdampak pada hubungan dan komunikasi mereka dengan orang lain ketika mereka dewasa nanti.


BACA JUGA


Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Dalam hal mendidik anak, karakter anak akan terbentuk berdasarkan pola kebiasaan orangtua. Apakah Mama sering mempergunakan 5 senjata ...

Read more..


Mama merasa akhir-akhir ini makin susah melakukan komunikasi dengan anak? Apakah makin ke sini Mama makin jarang memberikan pujian kepada anak Mama?

Kalau iya, sekaranglah saatnya untuk memberikan kata-kata yang menyemangati pada mereka. Senyuman dari anak tentu bisa membuat mood membaik. Betul, Ma?

Nah, kalau menurut Mama nih, bagaimana cara yang terbaik untuk mengungkapkan rasa sayang ke anak? Yuk, share di kolom komen ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


TriWahyu Melani | @triwahyumelani

Silahkan login untuk memberi komentar