Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

3.9K
Kurang olahraga bisa membuat kita lemah, lesu, lemot, sampai mengalami mood swing. Yes, olahraga nggak cuma berkaitan dengan pengurangan berat badan, namun juga kesehatan tubuh, mental dan pikiran seluruhnya.

Jam segini enaknya ngapain, Ma? Jam-jam tanggung, masak sudah. Makan siang sudah. Anak-anak lagi tidur, ada juga yang masih les. Rumah sudah beres sejak tadi. Mager. Ah, bener. Paling enak udah, mager alias malas gerak. Lalu, keseringan mager, ditambah asyik chat di WhatsApp, baca-baca status teman di Facebook, ataupun kepo artis di Instagram, alarm tubuh yang kurang olahraga pun terabaikan.

Mager pun jadi "penyakit".

Sering loh, Ma, tubuh kita memberikan alarm agar jangan sampai kita kurang olahraga. Tapi, ya, sering juga kita abaikan.

"Ahh, mau sehat nggak pakai olahraga pun bisa kok. Asal minum vitamin yang cukup, atau kalau pusing ya, minum tuh penghilang nyeri saja. Ntar sakit atau pegal juga hilang!"

Wah, jika Mama berpikiran begitu, well, sama sih kita, Ma. Hahaha. Tapi, saya juga sadar banget, bahwa pemikiran seperti itu tuh salah. Harus diubah.


BACA JUGA



Bener deh, kita harus lebih aware dengan tanda tubuh yang ngasih sinyal kurang olahraga ini. Karena manfaat olahraga itu bukan sekadar menguruskan badan, tetapi justru lebih ke hidup sehat, Ma. Hidup sehat dalam hal ini ya tubuh juga pikiran kita menjadi sehat.

Terus sinyal tubuh yang kurang olahraga itu seperti apa? Saya nggak merasa apa-apa kok, nggak olahraga juga. Paling mood swing sedikit, dibawa tidur atau dibawa makan saja juga sembuh kok. Pusing, ya itu tadi, ada painkiller. Suka nggak fokus? Oh, paling kurang minum aja. Ada akua? #lah

Eits, tanpa Mama sadari, Mama itu sedang mengabaikan sinyal tubuh kurang olahraga itu loh! Coba yuk, kita lihat deh.


Ini dia 8 alarm yang sering diberikan oleh tubuh saat kita kurang olahraga


1. Terengah-engah saat naik tangga


Barangkali di kantor Mama terbiasa naik lift? Kalau iya, maka coba deh, sesekali Mama menggunakan tangga. Nggak usah tinggi-tinggi deh. Batas normal kemampuan kita naik tangga itu biasanya 2 - 3 lantai. Makanya ada standar pembangunan gedung kalau sudah lebih dari 4 lantai harus dilengkapi lift. Kalau kurang dari 4, biasanya hanya disediakan tangga atau eskalator saja.

Nah, coba amati diri Mama sendiri. Kalau untuk naik 2 lantai saja, Mama sudah ngos-ngosan, maka itu dia, Ma. Itu tandanya Mama kurang olahraga.

Saat kita melakukan aktivitas fisik yang berat, maka denyut nadi pun bertambah cepat. Hal ini akan menyebabkan kebutuhan tubuh juga akan oksigen meningkat.

Napas yang ngos-ngosan itu menandakan tubuh kita kekurangan oksigen, Ma. Dengan kita rutin berolahraga, maka peredaran darah pun lancar sehingga oksigen lancar didistribusikan ke seluruh tubuh.


2. Badan lemas dan lesu berkepanjangan


Sesudah beristirahat, kok masih lemas dan lesu ya?

Well, itu bisa jadi tanda bahwa Mama menderita chronic fatigue syndrome, atau sindroma letih lesu yang kronis. Ini adalah kondisi tubuh yang terus menerus terasa lemas dan lesu selama 6 bulan berturut-turut, yang diderita bahkan tanpa penyebab yang jelas. Nah, salah satu jenis pengobatan untuk kondisi ini, yang direkomendasikan oleh para ahli, adalah dengan berolahraga.

Menurut Robert Gotlin, direktur di sebuah lembaga rehabilitasi olahraga di New York, olahraga akan dapat membantu meningkatkan level oksigen di dalam tubuh kita, serta memproduksi hormon endorfin yang mampu mendatangkan perasaan senang dan sehat.

Nah, jadi, setelah ini jangan lupa olahraga ya, Ma, biar bahagia. Hehehe.


3. Hasil check-up mengkhawatirkan


Merasa masih berusia 20-an, lalu Mama menganggap pasti bebas dari penyakit bebas?

Nooo! Bahkan, meski ukuran baju Mama masih S pun itu nggak jaminan Mama sehat wal afiat, dan bisa melarikan diri dari kewajiban berolahraga.

Coba deh, lakukan check-up rutin yang meliputi pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat. Banyak ahli menyatakan, bahwa akhir-akhir ini ancaman penyakit berat seperti stroke, diabetes dan penyakit jantung sudah mulai mengancam sejak muda, karena gaya hidup kita yang kurang sehat.

So, jangan sampai kurang olahraga yes? Olahraga teratur mampu membantu menstabilkan level gula darah serta menyingkirkan timbunan lemak yang menyumbat pembuluh darah.


4. Moody di luar jadwal PMS


Moody selama PMS? Ah, biasa. Tapi, kalau diterusin sampai di luar jadwal PMS? Waduh, kebayang nggak rasanya tuh, Ma?

Nah, tahu nggak sih, Ma, bahwa kondisi mood juga bisa jadi karena kita kurang olahraga lho. Sudah tahu kan, kalau olahraga itu bisa memacu produksi hormon endorfin, hormon kebahagiaan itu?

Makanya, Ma, untuk mengatasi mood swing ini, sisihkan waktu paling tidak 30 menit untuk berolahraga 3 kali seminggu. Dengan melakukan olah fisik, maka tubuh pun akan aktif memproduksi hormon serotonin, hormon yang membantu meredakan depresi dan menstabilkan suasana hati.


5. Sering telat mikir


Saat kita kurang olahraga, maka suplai oksigen ke otak juga terganggu. Karena peredaran terganggu, maka otak pun kekurangan suplai oksigen dan air kalau mau berfungsi dengan baik.

So, apakah Mama sering gagal paham, gagal fokus, lola dan sebagainya itu? Iya sih, bisa jadi itu kekurangan minum air putih. Tapi, juga bisa berarti kurang olahraga.


6. Punya masalah tidur


Masalah gangguan tidur seperti insomnia seringkali disebabkan oleh gangguan psikis yang mengakibatkan tubuh kesulitan beristirahat.

Menurut Shawn Talbott, Ph.D, penulis The Cortisol Connection, olahraga bisa sangat efektif untuk meredakan stres penyebab gangguan tidur.

“Ketika berolahraga, sirkulasi darah mengalir cepat sehingga mengantarkan kortisol--hormon penyebab stres, ke ginjal dalam waktu singkat, untuk kemudian dibuang dari tubuh.”

Tambahan lagi nih, Ma. Bahwa berdasarkan penelitian, kalau kita mau berjalan kaki 18 menit saja sebanyak 3 kali seminggu, maka itu bisa menekan produksi hormon kortisol hingga 15%!

Nah kan. Ayo, Ma. Tinggalkan saja motornya di rumah, kalau Mama cuma mau ke warung tetangga kampung, atau mau ke minimarket depan kompleks rumah Mama. Jalan kaki yuk!


7. Jeans andalan sudah sempit


Ha! Barangkali ini adalah sinyal kurang olahraga yang paling umum deh. Tapi, nggak bisa dipungkiri juga, bahwa alasan inilah yang menjadi motivasi kita untuk kembali berolahraga, yes? Alasan ini bahkan mampu membuat para perempuan heboh mendaftar kelas aerobik dan yoga.

Nah, sedikit tip saja nih, Ma. Hindari keinginan untuk membeli jeans baru, jika jeans lama mulai terasa nggak cukup. Karena, Mama, saat kita membeli jeans baru, maka motivasi untuk olahraga pun lenyap seiring uang yang dibayarkan ke kasir.


8. Bolak-balik terserang flu


Penyakit flu disebabkan oleh virus yang menyerang tubuh saat kondisi pertahanannya lemah. Untuk menghindarinya, maka sistem imunitas tubuh perlu diperkuat. Pastinya dengan melakukan olahraga.

Olahraga yang teratur berguna untuk memperbaiki fungsi sistem limfatik, dan meningkatkan kadar leukosit yang berfungsi memerangi infeksi. Olahraga juga terkait dengan pelepasan hormon pertumbuhan yang berperan dalam proses regenerasi sel tubuh.


BACA JUGA


Yuk, Jangan Mager! Ini Dia 5 Olahraga yang Cocok Buat Mama yang Lagi PMS!

Yuk, Jangan Mager! Ini Dia 5 Olahraga yang Cocok Buat Mama yang Lagi PMS!

God made girls have monthly periods and give birth, because He knew guys weren't strong enough to handle it

Read more..


Nah, dari 8 tanda tubuh kurang olahraga ini, mana yang sering Mama rasakan? Hayo jujur deh. Hihihi.

Tanda-tanda ini sering banget kita rasakan, tapi kita cuekin?

Well, Mama pasti juga sudah tahu deh, bahwa olahraga nggak selamanya harus ke gym. Banyak olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Sayangi tubuh kita dengan olahraga, Ma. Jangan tunda lagi, sisihkan waktu sedikit saja untuk olahraga.

Stay healthy, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar