Lagi Sakit Hati dengan Seseorang? Baper? Lepaskan Rasa Itu dengan Melakukan 5 Sikap Ini!

Lagi Sakit Hati dengan Seseorang? Baper? Lepaskan Rasa Itu dengan Melakukan 5 Sikap Ini!

1.7K
Sakit hati dan baper, dua hal yang makin sering mendatangi kita setiap hari. Bagaimana menyikapinya supaya nggak sampai merebut kebahagiaan Mama?

Bicara tentang rasa sakit hati, di dunia ini, siapa yang nggak pernah merasakan sakit hati? Namanya hidup ya, Ma, nggak bisa ya selalu lancar jaya bahagia terus menerus. Ternyata pasti ada saatnya kita harus menangis terluka karena sesuatu, meski itu untuk merasakan kebahagiaan lebih dalam lagi. Maunya sih happy melulu. Tapi nggak akan bisa kalau kita nggak mau mengontrol perasaan diri sendiri.

Yes, karena bahagia itu pilihan kan, Ma. Sound familiar ya?

Silih berganti kehidupan kita, bertemu beberapa orang atau berhadapan dengan seseorang yang jadi pendamping hidup kita pun tetap ada peluang untuk sakit hati. Gesekan-gesekan itu akan tetap muncul, meski kita coba menghindari.

Ma, rasa sakit hati terhadap perilaku atau perkataan seseorang itu bisa merusak kebahagiaan Mama lho. Itu kalau kita salah menanggapinya.

Masa iya sih?



Yaiyalah, kalau ternyata mama cuma baper. Hehehe. Apa-apa dibawa pakai perasaan. Apalagi era digital kayak sekarang ini. Hmmm, aduduh! Kadang kala bikin status atau upload foto doang itu juga bisa jadi salah kok. Padahal nggak ada yang bermaksud untuk membuat orang lain sakit hati.

Yes, semua memang tergantung bagaimana kita melihatnya dan menyikapinya sih, ya.

So, gimana nih, biar Mama nggak gampang sakit hati dan baperan? Karena kalau baperan mulu, ntar jadi kurus loh! (etapi kan kalau dengan baper saja bisa kurus, berarti kita nggak perlu diet dong! #ehgimana)

Okay, kalau sudah sakit hati gini lebih baik Mama meresponnya dengan beberapa hal berikut.


5 Sikap yang bisa Mama bangun untuk menghadapi rasa sakit hati dan baper yang datang mengganggu


Memaafkan


Untuk kehidupan yang lebih bahagia lagi dan lagi, kita perlu memaafkan, Ma.

Saya rasa nggak ada ruginya ya, memaafkan peristiwa, orang dan diri kita sendiri di masa lalu. Malah kalau dendam itu akan berpengaruh pada jantung Mama lho.

Rasa kecewa, sakit hati, berasa diinjek-injek, lalu marah atas perlakuan orang lain terhadap kita, lebih baik dijadikan bumbu-bumbu kehidupan saja sih, Ma.

Dengan memberi maaf bukan berarti kita lemah dan mengiyakan atau menyetujui perbuatan salah tersebut. Tapi memberi maaf supaya hidup lebih sehat dan nggak bermental pendendam. Ini demi kesehatan dan kebahagian Mama juga. Karena kalau dendam sudah merasuk jiwa, dia akan merusak tubuh. Believe it or not.

Coba cek ma, tensi darah Mama ketika marah. Indikator pertama tanda stres kan tensi darah yang meningkat. Hiyyy! Ngeri ah!


Membatasi Diri


Ma, lebih baik membatasi diri dari orang-orang yang sudah seringkali bikin sakit hati dan bikin nggak enak suasana, ya supaya lebih waras, pastinya. Daripada gondok dengan kata-kata yang dilontarkan orang tersebut kan ya?

Biasanya saya menghindari orang-orang yang memang berbeda konsep hidup nih, Ma. Hihihi. Misal, saya nggak suka dengan orang yang sering mengejek pilihan hidup orang lain, maka, no way, saya pasti menghindarinya.

Tapi bukan berarti membuat tembok raksasa gitu, hanya ketinggiannya saja sedikit diturunkan. If you know what I mean. Apalagi ya kalau nyakitin hati banget dan terang-terangan.

Gerah kan ya, Ma? Time to go. .


Diskusikan


Why we should?

Well, cara ini lebih baik dilakukan daripada Mama hanya membuat prasangka dan curhat lagi ke orang lain. Malah jadi memicu gosip deh, apalagi kalau orang yang dicurhatin kurang bisa bersikap bijaksana. Kalau nggak diobrolin atau nggak diskusi secara langsung juga akan jadi salah paham doang kan? Kabar kabur.

Kita bisa tanyakan apakah ada masalah? Biasanya dengan Papa nih, kalau mulai ada masalah yang bikin baper dan hati nggak enak, just shot it. Usahakan sejelas mungkin ya, Ma. Dan memang sangat sangat disarankan face to face karena kalau diskusi via chat, nada saat membaca tulisan juga akan beda.

Mama, you should F2F. Jadi ingat Zaman mirc nggak sih ma. Face to face. Hihihi, ketahuan deh, angkatan berapa.


Nevermind


Kadang nih, Ma, status seseorang di media sosial, seperti di Path, Facebook, Twitter dan lainnya seperti sedang membicarakan kita ya? Pede jaya deh si Mama. Hahaha. Lalu dalam beberapa detik saja bisa langsung merasa tersindir, terus baper deh.

Nah, padahal kan dunia ini luas. Nggak semuanya status itu dibuat untuk menyindir kan, Ma.

Buat Mama yang agak suka baperan dan sakit hati, well, perlu ambil positifnya sajalah, Ma. Ini berarti Mama sedang diingatkan dan nggak perlu sampai sakit hati termehek-mehek.

Dan, kalau nggak betul, nggak perlu berlebihan juga. Mama tuh keren dan bahagia dengan apa yang Mama miliki saat ini. Bener nggak? Jadi kalau ada hal yang menyakitkan hati sih nggak usah dipusingin deh. Kalau cuma sekadar tatapan yang sinis atau diunderestimate oleh seseorang mah, cuekin ajah!


Evaluasi


Kenapa bisa ya, kita diperlakukan seperti itu? Mungkin kita bisa cari tahu, apa ada yang salah dari pribadi kita juga. Mengevaluasi diri, apa mungkin kita pernah menyakiti hati orang tersebut.

Apa yang kita alami pasti ada maksudnya. Semua pasti ada tujuannya. Saya pernah merasakan sakit hati, dan Mama semua juga pernah kan?

Tutup mata sejenak dan renungkan. Sampai di poin ini kita bakalan balik ke awal lagi, Ma, memaafkan. Karena kita butuh memaafkan. Bukan ingin memaafkan.


BACA JUGA


Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain! Untuk Hidup Yang Lebih Ringan dan Bahagia

Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain! Untuk Hidup Yang Lebih Ringan dan Bahagia

Stop membandingkan diri dengan orang lain! Lebih baik fokus mengasihi diri sendiri, juga sesama, dan terus berusaha mengembangkan diri

Read more..


Pada akhirnya, kita harus berterima kasih untuk orang-orang yang pernah membuat kita sakit hati. Ya, semua pernah mengalami sakit hati kan? Kalau saja kita nggak pernah sakit hati, pasti kita juga nggak akan sebahagia hari ini.

So, alhamdulillah ya, pernah sakit hati. Hihihi. Suatu saat ketika kita berhasil melepaskan beban amarah ini, kita bakal ketawa lucu. Kenapa ya dulu cemen banget? Kayak gitu aja dipikirin banget-banget? Kok mudah banget baper? Jangan-jangan kekurangan vitamin D! #eh

Yes, seringkali mudah untuk kita membiarkan hati ini sakit. Hmmm, teorinya sih gampang ya, ma. Tapi praktiknya nggak seberat yang Mama pikirkan juga kok. Pastinya itu kalau Mama memilih untuk tetap bahagia.

Jadi ya, hadapi saja dengan senyuman. You deserve to be happy, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lagi Sakit Hati dengan Seseorang? Baper? Lepaskan Rasa Itu dengan Melakukan 5 Sikap Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


SUCIATI CRISTINA | @suciaticristina

Part time blogger, full time mother, creative photography. Melepas hati Dan Pikiran di cigrey.com

Silahkan login untuk memberi komentar