Mengalami KDRT, Sekaranglah Saatnya Mama Melepaskan Diri! You Can Do It!

Mengalami KDRT, Sekaranglah Saatnya Mama Melepaskan Diri! You Can Do It!

4.3K
Melepaskan diri dari jerat KDRT memang bukan hal yang mudah. Tapi, bukan tak mungkin. Kalau Mama sayang pada diri Mama, maka, ayo, Ma, lepaskan diri dari KDRT sekarang!

Mama, melepaskan diri dari jerat KDRT memang bukan hal yang mudah ya?

Bahkan sebagian besar korban KDRT nggak sadar lho, bahwa sedang mereka mengalaminya. Keinginan untuk mempertahankan rumah tangga demi anak, orang tua atau faktor ekonomi dapat mengaburkan kenyataan bahwa hubungan antara suami dan istri sudah nggak sehat.

Kekerasan fisik, seksual dan emosi atau lisan adalah hal yang biasa dialami oleh korban KDRT. Dari beberapa jenis KDRT tersebut, kekerasan lisan dan emosional yang paling sering sulit dikenali karena nggak ada bekas luka fisik.

Sayangnya, justru inilah yang paling sering dialami dan dapat menimbulkan trauma psikis seperti merasa rendah diri, merasa nggak berarti dan selalu merasa sebagai pihak yang salah.



Kadang kita heran ya, Ma. Kenapa korban KDRT sulit meninggalkan hubungan yang nggak sehat itu. Ternyata ini lo penyebabnya.

Sebagian besar korban KDRT mengalami rasa takut yang luar biasa dalam kehidupannya. Kita tidak bisa bercerita ke orang lain karena mereka bisa saja menganggap kita berbohong. Apalagi kalau pelaku KDRT seringkali tampil sebagai pribadi yang santun, religius, baik dan menyenangkan di depan orang lain.

Duh, makin susah ya kita bisa berbagi.

Karena terlalu sering dianggap sebagai sumber perilaku kasar pasangan, kita jadi merasa rendah diri dan takut untuk bercerai. Bagaimana kalau nanti nggak ada lagi orang yang mau menjadi pasangan kita? Bagaimana kalau ternyata kita mendapatkan pasangan yang sama kasarnya atau bahkan lebih buruk lagi?


BACA JUGA



Akhirnya kita hanya bisa menggantungkan harapan bahwa suatu saat pasangan kita akan berubah. Kalau kita terus menuruti apa maunya, dia akan berhenti memukul. Kalau anak-anak selalu tenang di rumah, pasangan akan berhenti menyebut kita ibu yang bodoh.

Kalau begini, lama-lama kita akan selalu memaklumi bahwa kekerasan yang kita alami ini normal. Kita bisa berpikir, mungkin saja pasangan kita hanya sedang mengalami hari yang buruk sehingga melampiaskan emosinya ke kita.

Tapi, Ma, ini sebenarnya sama sekali nggak normal.

Menurut The Power and Control Wheel (Copyright © Family Violence Prevention Fund), jika sejak awal kekerasan ini diabaikan, maka para anggota keluarga bisa menganggap bahwa hal tersebut adalah normal dan dapat berulang pada siklus kehidupan generasi berikutnya.

Bayangkan saja, Ma, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang suka memukul, merendahkan, menghina bahkan tak segan melecehkan secara seksual anggota keluarga yang lebih lemah, kelak ketika ia dewasa dan berkeluarga juga akan melakukan hal yang sama pada keluarganya.

Sedih ya.

Tapi sebenarnya, kita bisa kok melepaskan diri dari jerat KDRT, Ma. Memang nggak akan mudah dan butuh perjuangan, tapi demi keselamatan dan kesehatan mental kita dan anak-anak. It’s worth to try.


BACA JUGA


Suami Selingkuh dan Istri Tetap Bertahan? Mungkin Bodoh, Tapi Inilah Alasan-Alasan Kuatnya!

Suami Selingkuh dan Istri Tetap Bertahan? Mungkin Bodoh, Tapi Inilah Alasan-Alasan Kuatnya!

Suami selingkuh, dunia runtuh? Belum bagi sebagian perempuan. Mereka memilih bertahan, sembari terus berdoa dan berharap bahwa pernikahannya ...

Read more..


Beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk berjuang lepas dari KDRT


1. Laporkan

Kalau Mama mengalami KDRT yang bisa mengancam keselamatan jiwa Mama dan anak-anak, laporkan ke polisi. Kalau pasangan terbukti bersalah, Mama bisa mendapatkan perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, lembaga sosial atau pihak lain berdasarkan penetapan pengadilan.

Kenapa bukan melaporkan ke keluarga lebih dulu?

Well, biasanya keluarga akan cenderung meminta kita untuk mengalah, menganggap kekerasan yang kita alami adalah pertengkaran suami istri biasa dan bisa diselesaikan. Padahal mungkin tidak sesederhana itu. Untuk itulah kita perlu pihak yang netral seperti psikolog, dokter, polisi atau pengacara.


2. Tinggalkan Rumah

Meskipun sulit, ini adalah pilihan paling aman. Pulang ke rumah orangtua, saudara atau pindah ke kota lain supaya pasangan tidak bisa melacak keberadaan kita. Masalah uang, tempat tinggal, sekolah anak bisa dicari, Ma. One step at a time. Menyelamatkan diri adalah hal yang utama.


3. Fokus Pada Membangun Kekuatan

Semakin cepat Mama mampu bangkit dari keadaan ini, semakin kuat Mama akan melewatinya. Tapi jika kita terus-menerus menyesali keadaan, akan sulit bagi kita melepaskan diri dari KDRT ini.


4. Fokus Pada Kenapa Kita Memutuskan Hubungan Itu

Ingatkan diri sendiri betapa merusaknya kekerasan yang dilakukan oleh pasangan kepada kita. Baik secara fisik maupun psikis. Yakinkan diri kita bahwa setelah berkali-kali kesempatan kita berikan dan pasangan tidak berubah, maka ia tidak akan bisa berubah.


5. Lindungi Anak dari Kemungkinan Mengulangi Siklus yang Sama

Menurut Solveig Vatnar dari Universitas Oslo, hanya dengan melihat kekerasan yang terjadi pada orang tuanya saja, anak bisa terluka. Dan anak-anak yang menyaksikan salah satu orangtuanya disiksa baik secara fisik maupun psikis, cenderung akan memiliki hubungan yang serupa dengan pasangannya kelak.


BACA JUGA


Inilah #KisahSaya - Suami Saya Bermain Cinta dengan Puluhan Wanita di Luar Sana, Namun Saya Begitu Takut Ditinggalkannya

Inilah #KisahSaya - Suami Saya Bermain Cinta dengan Puluhan Wanita di Luar Sana, Namun Saya Begitu Takut Ditinggalkannya

Penglihatan saya buram, walau saya tahu tak akan ada air yang keluar dari kedua mata ini. Mata yang sudah kerontang sumber airnya, karena ...

Read more..


Meninggalkan jerat KDRT memang sulit tapi bukan tidak mungkin, Ma. Saat Mama siap, Mama pasti bisa melakukannya. Jika Mama masih ragu, carilah bantuan. Banyak lembaga perlindungan perempuan di kota-kota besar. Bahkan kita juga memiliki Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Jangan takut ya, Ma. Mama tidak akan sendirian melalui ini semua.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengalami KDRT, Sekaranglah Saatnya Mama Melepaskan Diri! You Can Do It!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Alfa Kurnia | @alfakurnia

Mamah galau. Introvert yang suka gaul. Punya cita-cita abadi jadi kurus tapi doyan makan. Blogging at http://pojokmungil.com. Believe that “Blogging is not rocket science, it’s about being yourself, and putting what you have into it.

Silahkan login untuk memberi komentar