Lindungi Anak Laki-Laki Mama Dengan Memerhatikan 5 Hal yang Selama Ini Dianggap Sepele Tapi Berbahaya Bagi Mereka!

Lindungi Anak Laki-Laki Mama Dengan Memerhatikan 5 Hal yang Selama Ini Dianggap Sepele Tapi Berbahaya Bagi Mereka!

3K
Siapa bilang anak laki-laki nggak perlu dilindungi? Perlu! Jangan pernah membedakan anak laki-laki dan perempuan ya, Ma!

Mungkin Mama sudah sering mendengar pernyataan bahwa menjaga anak perempuan lebih sulit ketimbang menjaga anak laki-laki. Ada benarnya, tapi saya pribadi lebih suka mengatakannya begini: menjaga anak perempuan atau anak laki-laki, masing-masing memiliki tantangannya sendiri. Bukan, bukan karena anak saya semua laki-laki lantas saya merasa perlu membela diri. Akan tetapi, di zaman yang semakin “gila” ini, apa sih yang tidak mungkin terjadi?

Dear Mama, kita sudah sangat tahu bahwa semakin lama, dunia ini menjadi tempat yang semakin menakutkan. Kita pun pasti akan melakukan segala yang terbaik untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya yang bisa merusaknya. Namun ternyata, ada banyak hal yang tidak kita sadari sebelumnya sebagai sebuah bahaya, hal-hal yang seringnya dianggap sepele, bukan masalah, namun sesungguhnya membuat ancaman ini semakin parah.

BACA JUGA


6 Hal yang Dibutuhkan Anak Laki-laki dari Mama. Nomor 4, Jangan Pernah Mama Lupa Untuk Melakukannya!

6 Hal yang Dibutuhkan Anak Laki-laki dari Mama. Nomor 4, Jangan Pernah Mama Lupa Untuk Melakukannya!

Kedekatan anak laki-laki dengan Mama kerap kali dikaitkan dengan perkembangan sisi maskulinitasnya. Anak laki-laki sering mendapatkan cap ...

Read more..

5 Hal ini dianggap sepele tapi ternyata bisa berbahaya bagi anak laki-laki Mama!

1. Sleepovers (Menginap)

Barangkali ada diantara Mama yang belum mengetahui makna lebih dalam dari Sleepovers ini.

Sleepovers dikenal sebagai pesta pajama atau pesta tidur, yaitu pesta yang paling sering diadakan oleh anak-anak atau remaja, dimana tamu diundang untuk menginap di rumah, kadang-kadang untuk merayakan hari ulang tahun atau acara spesial lainnya.

Ma, mengajarkan kemandirian pada anak-anak memang baik. Tapi membiarkan mereka bergaul seluas-luasnya tanpa batasan yang jelas, memberikan kebebasan pada mereka untuk memilih teman dengan tujuan agar mereka memiliki jejaring yang luas, terkadang memiliki konsekuensi tersendiri. Percayalah Ma, anak laki-laki kita lebih aman tidur di rumah. Mengapa? Karena kita tidak tahu siapa saja yang mungkin masuk ke dalam rumah temannya itu.

Jangan takut dianggap over protective, Ma... Anak laki-laki menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk menjaganya, bukan?


2. Sexism

Seksisme adalah diskriminasi dan/atau kebencian terhadap seseorang, yang bergantung terhadap seks.

Seksisme seringkali menjadi topik yang hangat dengan perempuan, tapi kita sering mengabaikan efek yang dimilikinya bagi anak laki-laki. Mengatakan “jadilah laki-laki" pada anak lelaki kita, bukan berarti memintanya untuk menjadi seorang pria sama sekali. Pada kenyataannya, dengan begitu, kita justru menekankan siapa dia sebenarnya yang menyiratkan bahwa kita mendukung norma gender masyarakat. Iya, kita mendukung diskriminasi itu.

Mengharapkan anak laki-laki kita untuk bersikap macho sesuai standar maskulinitas dapat berdampak negatif terhadapnya.

Studi menunjukkan bahwa penekanan karakteristik "feminin" atau "maskulin" yang didefinisikan secara kultural, dapat menyebabkan pemberontakan, kurangnya rasa hormat pada wanita, ketidakmampuan menghadapi emosi dengan cara yang sehat, dan masalah kesehatan mental, yang semuanya bahkan dapat menyebabkan efek negatif yang lebih buruk.

Menjadi seorang pria bisa mencakup kekuatan dan kemandirian, tapi pria juga bisa bersikap lembut dan sensitif. Biarkan anak lelaki kita "menjadi pria" dengan mengekspresikan karakteristik dan sifat ini. Biarkan dia menangis, biarkan dia bermain dengan boneka dan mengungkapkan perasaannya. Intinya, bebaskan stereotip gender yang mungkin tidak berlaku baginya dengan membiarkan dia menjadi dirinya sendiri.


3. Pelukan dan Ciuman

Sebaiknya, jangan pernah memaksa anak-anak untuk menunjukkan kasih sayang secara fisik. Pada saat akan berpisah dengan sang nenek misalnya, meski kita berharap bahwa mereka mau memberikan ciuman perpisahan, tapi sebaiknya jangan menyuruh dan memaksa mereka untuk melakukannya. Memaksa anak-anak untuk menunjukkan kasih sayang secara fisik saat mereka tidak ingin melakukannya, membuat mereka rentan terhadap serangan seksual.

Ajarkan pada anak-anak kita bahwa dia bertanggung jawab atas tubuhnya dan bahwa tidak ada yang diizinkan untuk membuatnya melakukan sesuatu yang tidak dia sukai.

Mama bisa memberikan pilihan pada anak laki-laki bahwa untuk menunjukkan perhatian pada orang lain, selain memeluk dan mencium, kita bisa melambaikan tangan, jabat tangan atau high five. Mungkin, anak akan memilih untuk memeluk dan mencium orang yang dia cintai, karena secara umum, anak-anak secara alami memiliki naluri untuk menyayangi. Tapi dengan memberinya pilihan, dia akan belajar bahwa tidak ada yang bisa menyuruhnya melakukan sesuatu terhadap tubuhnya.


4. Pornografi

sumber : netnanny

Untuk beberapa alasan, pornografi dianggap sebagai sebuah hal yang dapat diterima - bahkan normal - bagi anak laki-laki. Namun budaya ini dapat menghancurkan anak-anak kita dengan berbagai cara.

Tahukah Mama bahwa sementara banyak orang percaya bahwa pornografi sangat membantu, ketika tujuannya untuk studi ilmiah, pornografi telah berulang kali terbukti mengurangi kapasitas otak, menyebabkan masalah terhadap pandangan tentang tubuh, meningkatkan perilaku kekerasan, menimbulkan kecemasan dan depresi, membatasi kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan dalam pengambilan keputusan, memicu kecanduan dan menyebabkan hubungan yang tidak sehat?

Dengan begitu banyak konsekuensi negatif yang melekat pada pornografi, Mama harus berhati-hati untuk melindungi anak laki-laki darinya.

Mama, menjadi orangtua seharusnya tak membuat kita berhenti belajar. Banyak mencari informasi dan perluas wawasan mengenai issue ini, Ma, lalu ajaklah anak-anak kita untuk membicarakan hal ini. Diskusikan juga tentang bagaimana hal itu dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Ajari anak-anak kita bagaimana menghindari pornografi, bagaimana menghadapi situasi bilamana dia menemukannya dan apa yang harus dilakukan dengan perasaan yang menyertainya untuk membantunya memerangi efek buruknya.

BACA JUGA


Tinder - Aplikasi Dating Online, yang Harus Mama Ketahui Fakta-Fakta di Baliknya dan Waspadai

Tinder - Aplikasi Dating Online, yang Harus Mama Ketahui Fakta-Fakta di Baliknya dan Waspadai

Tinder sebenarnya bukanlah aplikasi baru, karena sudah dirilis pada tahun 2012. Namun, akhir-akhir ini Tinder makin banyak dikenal oleh ...

Read more..

5. Film dan Acara Televisi

Kekerasan yang ditayangkan oleh media telah berulang kali terbukti menyebabkan perilaku agresif, namun entah mengapa film dan acara televisi terus saja menayangkannya.

Secara keseluruhan, kekerasan di film meningkat dua kali lipat sejak 1950 dan kekerasan senjata di film PG-13 (Parents Strongly Cautioned, peringkat yang diberikan oleh MPAA – Motions Picture Assosiations of America, yang berarti bahwa sebagian dari isi film itu mungkin tidak cocok untuk anak berusia di bawah 13 tahun) telah meningkat tiga kali lipat sejak 1985.

Maka dari itu, Ma, kita sebagai orangtua harus bisa membantu anak-anak dalam memilih tontonan yang baik untuk mereka. Kita juga harus meninjau ulang bagaimana ratingnya, apa saja kontennya, baik atau tidaknya untuk anak-anak kita. Menonton film bersama anak-anak, bisa menjadi opsi menarik, karena selain meningkatkan bonding antara orang tua dengan anak, kita juga bisa saling mendiskusikan apa yang baik dan apa yang buruk dari film tersebut.

Pilihan lainnya, gunakan layanan streaming yang hanya menayangkan acara televisi dan film yang baik, jadi, Mama tidak perlu khawatir dengan konten yang akan dilihat oleh anak-anak.

It is easier to build strong children than to repair broken men. - Frederick Douglass

BACA JUGA


Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Selamat Hari Anak Nasional! Ini Dia 5 Tantangan Terbesar Anak-Anak Zaman Sekarang

Makin tua zamannya, tantangan yang harus dihadapi oleh anak pun makin berat. Tugas kita juga makin berat. Tapi yakinlah, Ma, kita pasti bisa ...

Read more..

Semoga dengan artikel ini, Mama bisa lebih aware lagi dengan lima hal yang sepele tapi justru berbahaya bagi anak laki-laki kita.

Mari kita berusaha untuk menjaga anak laki-laki kita dari buruknya dunia. Jangan lupa juga untuk meminta penjagaan pada Sang Maha Penjaga, ya, Ma.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lindungi Anak Laki-Laki Mama Dengan Memerhatikan 5 Hal yang Selama Ini Dianggap Sepele Tapi Berbahaya Bagi Mereka!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Arinta Adiningtyas | @arin282

Silahkan login untuk memberi komentar