Mainan Anak yang Low Budget? Bikin Sendiri dengan Memanfaatkan Apa yang Ada Yuk!

Mainan Anak yang Low Budget? Bikin Sendiri dengan Memanfaatkan Apa yang Ada Yuk!

1.4K
Mainan anak yang baik bukanlah mainan yang mahal, tapi mainan yang bisa merangsang kreativitas.

Mainan anak yang baik bukanlah mainan yang mahal, tapi mainan yang bisa merangsang kreativitas.

Yes! Saya suka banget sama pernyataan itu. Sepakatlah!

Sebagai seorang mama yang irit dan suka berhemat, saya memang paling sayang kalau harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli mainan anak yang mahal gitu. Bukan karena saya nggak sayang anak. sih, tapi memang ada beberapa alasan yang membuat saya harus berpikir panjang kalau mau beli mainan anak, apalagi kalau mahal.


BACA JUGA


Memilih Mainan Anak di Toko Online Itu Butuh Trik Agar Terhindar Dari Salah Beli! Yuk, Ma Simak Tipsnya Berikut Ini

Memilih Mainan Anak di Toko Online Itu Butuh Trik Agar Terhindar Dari Salah Beli! Yuk, Ma Simak Tipsnya Berikut Ini

Mainan anak itu banyak ragam, model, hingga harga. Bagi Mama yang mau membeli mainan anak di toko online, perlu trik khusus agar tidak salah ...

Read more..


Alasan-alasan yang seperti ini, misalnya:

  1. Mainan anak itu ada masa berlakunya. Seperti halnya anak-anak selalu cepat bosan dengan segala sesuatu, mereka pun juga cepat bosan dengan mainannya. Malahan, Ma, anak saya nih bosannya hanya dalam hitungan jam loh! Baru 2 jam main, terus bosan dan ditinggal. Dan dilupakan. Dibiarkan berdebu. Sedih deh. Atau, dimainkan sebentar, dibongkar, terus nggak bisa balikin. Hadeh.
  2. Kadang selera mainan anak dengan mamanya juga berbeda. Lihat di toko, ih, ada mainan lucu. Beli ah, si kecil pasti suka. Setelah sampai di rumah, disodorin ke anak, lah, dia nggak doyan. Terus dianggurin deh. Yahhh ... padahal belinya kan mahal. Hiks.
  3. Mainan anak yang terlalu mahal, atau butuh effort banget buat ngedapetinnya sering akhirnya malah membuat kita waswas. Lihat si kecil memainkan, “Duh, Nak, itu belinya mahal. Hati-hati dong maininnya!” Lah, kok banyak aturan. Nggak jadi main aja ah!
  4. Bujet kita untuk beli mainan anak pastinya terbatas kan ya, Ma? Ya, soalnya kebutuhan lain yang lebih penting juga banyak. Lebih prioritas.

Terus kalau nggak mau beli mainan anak, terus si kecil main apa dong? Kan kasihan. Kasiaaan.

Untungnya saya sendiri juga belum sesadis itu sih, apalagi sama anak sendiri. Si kecil tetap saya belikan mainan anak, tapi nggak terlalu banyak. Itu juga yang sesuai bujet. Sejauh ini, mainannya yang paling mahal adalah wayang. Tapi wayang itu dimainkannya setiap hari, Ma. So, nggak rugilah ya, saya beliinnya.

Tambahan lagi, saya memang lebih suka mengajak anak saya untuk mengeksplor sendiri benda-benda yang ada di sekitarnya, termasuk sebagai mainan.

Lalu, entah karena terpaksa, atau dipaksa kondisi, anak saya ini juga jadi lumayan kreatif memanfaatkan apa pun yang ada sebagai mainan. Bumbu dapur seperti ketumbar, bawang putih, bawang merah, bisa dia jadikan mainan. Koran bekas, majalah juga bisa (kadang yang masih dibaca juga ikut dimainin. Hiks.)

Sekarang, dia sedang asyik-asyiknya mengeksplorasi hewan, Ma. Di rumah ada ayam dan ikan, dan sukses jadi bahan observasinya. Kucing tetangga yang suka main ke rumah untuk minta tambahan makan, juga tak luput dari observasinya.

Dia tampak menikmati sekali, persahabatannya dengan hewan-hewan tersebut. Dan ini bagus kan? Jadi kesempatan untuk memperkenalkan hewan dan bagaimana cara memperlakukan mereka dengan lebih beradab dan welas asih.

Nah, kalau Mama cukup kreatif dan mau bersusah payah sedikit, kita bisa juga memanfaatkan barang bekas sebagai mainan anak, Ma. Coba deh, buka Pinterest, banyak banget ide dan inspirasi mainan anak dengan memanfaatkan barang bekas ini ditemukan.


BACA JUGA


7 Permainan yang Dapat Mama Mainkan dengan Si Kecil di Mana Saja Tanpa Menggunakan Smartphone

7 Permainan yang Dapat Mama Mainkan dengan Si Kecil di Mana Saja Tanpa Menggunakan Smartphone

Children don't need more things. The best toys a child can have is a parent who gets down on the floor and plays with them. ~ Bruce Perry

Read more..


Berikut beberapa contoh pemanfaatan barang bekas untuk mainan anak


1. Botol plastik, dan tutup botolnya


Jangan pernah buang tutup botol dan botol plastiknya ya, Ma.

Rasanya mustahil deh, kalau keseharian kita tidak berinteraksi dengan botol-botol plastik bekas ini. Ada botol susu, botol kecap, botol minuman ringan, dan lain-lain. Setelah isinya habis lalu bagaimana? Langsung dibuang?

Duh, jangan, Ma! Karena ada banyak mainan anak yang bisa dibuat dengan memanfaatkan botol-botol bekas ini lho. Sedikit sentuhan kreatif, dan Mama bisa menyulapnya jadi mainan yang kece banget seperti di gambar di atas.

Dan tentu saja, murah.


2. Toilet paper roll

Ini juga bisa jadi "sampah" yang bisa dikreasikan menjadi beragam mainan anak yang edukatif lho, Ma.

Bisa jadi pesawat terbang, mobil-mobilan, atau 3D puzzle. Mama bisa mendapatkan banyak inspirasi dan tutorial edutoys yang memanfaatkan toilet paper roll ini di berbagai situs.


BACA JUGA


Kehabisan Ide Main? Ini Dia 10++ Aktivitas Seru untuk Anak Usia 0 - 2 Tahun ala Buku Pojok Bermain Anak

Kehabisan Ide Main? Ini Dia 10++ Aktivitas Seru untuk Anak Usia 0 - 2 Tahun ala Buku Pojok Bermain Anak

Anak yang berusia 0 - 2 tahun memang menghabiskan lebih banyak waktunya bersama mamanya di rumah. Maka, agar ia nggak menjadi bosan, kita ...

Read more..


3. Kardus bekas


Kardus bekas ini kelihatannya memang remeh ya, Ma. Saya sendiri kadang bingung kalau harus membuang kardus bekas. Paling mentok sih dulu cuma dijual ke tukang rongsok atau sumbangin ke pemulung. Sungguh nggak kepikiran kalau kardus bekas ternyata bisa disulap jadi mainan.

Kayaknya ini perlu segera dieksekusi. Lumayan bisa ngurangin tumpukan kardus di rumah kan?


4. Segala benda yang bisa dijadikan mainan anak



Sebenarnya, orang-orang tua kita dulu, merupakan generasi yang kreatif menciptakan mainan sendiri, Ma.

Inget nggak, zaman kita kecil dulu? Kita akan memanfaatkan berbagai benda yang ada di alam sebagai mainan. Misalnya saja, kita merangkai bunga kecil-kecil jadi kalung. Bikin senapan dari bambu, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, keris dari daun kelapa atau janur, dan masih banyak lagi.

Seru banget kan ya? Nggak ada salahnya juga kalau kita memperkenalkan mainan-mainan anak tradisional ini pada si kecil, Ma. Selain agar mereka lebih mengerti bahwa alam itu ternyata sudah menyediakan segala yang kita butuhkan, juga untuk memacu daya kreativitas mereka.


BACA JUGA


Kenalkan Si Kecil dengan 5 Permainan Tradisional Ini Yuk, Ma!

Kenalkan Si Kecil dengan 5 Permainan Tradisional Ini Yuk, Ma!

Hai, Mama! Masih ingat kan betapa pentingnya kegiatan bermain bagi anak-anak? Apakah Mama juga masih ingat permainan tradisional apa saja ...

Read more..


Well, bukan juga berarti kita anti terhadap mainan-mainan anak yang dijual di toko-toko. Tapi, kalau mainan anak ini bisa kita buat sendiri dengan barang yang ada di sekitar kita, rasanya pasti akan berbeda. Apalagi kalau pas bikinnya juga melibatkan si kecil. Pastinya dia akan lebih suka dan lebih sayang sama mainannya itu. Kan sudah tahu, bikinnya susah. Hahaha. Nggak cuma fun saat memainkannya, kita juga akan having fun saat membuatnya kan?

Dengan demikian, si kecil juga akan berlatih untuk lebih menghargai sesuatu. Syukur-syukur, bisa melatih mereka juga untuk menjadi generasi penemu, bukan sekadar pemakai dan konsumen.

Nah, abis ini kita bikin mainan anak apa lagi ya?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mainan Anak yang Low Budget? Bikin Sendiri dengan Memanfaatkan Apa yang Ada Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Esmasari Widyaningtyas | @WiwiedWidya

Silahkan login untuk memberi komentar