Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?

Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?

2.6K
Let us make pregnancy an occasion when we appreciate our female bodies. ~ Merete Leonhardt-Lupa

Saat testpack menunjukkan dua strip merah, maka kemudian si calon mama akan mulai memilih dan memilah makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan mana yang harus dibatasi atau bahkan harus dihentikan dulu untuk sementara waktu.

Kadang kita juga bingung sih, ini boleh nggak ya? Itu berbahaya nggak ya buat janin? Sehat nggak ya buat mama hamil? Hingga karena saking takutnya makan ini dan itu, kita jadi nggak makan apa-apa deh. Padahal udah tahu kan ya, kalau hamil itu ada nutrisi-nutrisi yang harus dipenuhi.

Nah, supaya nggak bingung, nih Rocking Mama akan merangkumkan mengenai makanan apa saja yang boleh dan nggak boleh dikonsumsi oleh mama hamil dari berbagai sumber, yang bisa dipakai Mama sebagai pegangan.


Boleh nggak minum kopi?


Nah, ini dulu pertanyaan pertama saya nih, Ma. Secara saya ini pecandu kopi berat.

Well, menurut para ahli, mama hamil harus membatasi konsumsi kopi maksimal 2 cangkir saja dalam satu hari. Hal ini dikarenakan kemampuan kafein menembus plasenta hingga berisiko memengaruhi detak jantung dan memicu bayi lahir prematur.


Baca juga: Suka Merasa Nggak Sehat Tanpa Kopi? Ini Dia Fakta-Fakta Mengenai Kopi yang Harus Mama Tahu


Boleh nggak makan daging?

Boleh banget, selama cara pengolahannya sehat dan tepat, Ma, yaitu matang sempurna. Jadi kalau Mama mau makan steak, pastikan Mama memilih steak well done ya. Jangan rare ataupun medium rare. Sosis sebaiknya dihindari dulu, karena cara masaknya yang nggak matang sempurna akan meningkatkan risiko tercemar bakteri Salmonella dan parasit toksoplasma.

Bakteri Salmonella ini adalah bakteri yang memicu keguguran, sedangkan toksoplasma akan membawa cacat bawaan pada bayi, misalnya seperti hidrosefalus (pembesaran ukuran kepala karena terisi cairan), dan mengalami gangguan keterlambatan bicara dan intelegensia.


Boleh nggak makan makanan yang asin?

Mama hamil yang sudah menginjak trimester ketiga sebaiknya memang agak mengurangi konsumsi garam, Ma. Batasi hingga dua gram saja sehari. Konsumsi garam berlebihan akan memicu terjadinya komplikasi kehamilan, seperti hipertensi dan preeklampsia.

Risiko hipertensi adalah menimbulkan kontraksi dini sehingga bayi bisa lahir prematur. Sementara preeklampsia dapat menghambat pertumbuhan organ tubuh bayi.


Boleh nggak makan telur?


Telur sangat baik karena mengandung protein tinggi. Tapi lagi-lagi, pastikan telur dimasak dengan sempurna, jangan mengonsumsi telur mentah ataupun telur setengah matang ya, Ma. Lagi-lagi risiko tercemar bakteri Salmonella, Ma, alasannya.

Jadi, lebih baik kurangi juga semua makanan dengan bahan olahan telur mentah ya, seperti mayonaise ataupun dressing pada salad.


Boleh nggak makan mi instan?

Nah, ini nih. Makanan sejuta umat yang super enak banget tapi juga paling banyak disarankan untuk jangan dikonsumsi terlalu banyak.

Yang sehat saja disarankan untuk nggak terlalu banyak makan mi instan, apalagi Mama yang lagi hamil. Kurangi dulu ya, Ma, terutama saat trimester pertama. Mi instan yang mengandung banyak pengawet dan MSG akan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan saraf janin yang sedang dibentuk di trimester pertama kehamilan. Kalau pengin banget, boleh sih makan mi instan di trimester kedua dan ketiga, tapi jangan banyak-banyak ya.


Boleh nggak sih makan sayuran mentah?

Buat Mama yang biasa mengonsumsi raw food, terutama sayuran, ada baiknya agak dikurangi saat masuk ke masa kehamilan ya. Seperti halnya daging dan telur mentah, bakteri Salmonella juga bisa saja terdapat pada sayuran mentah.

Selain itu efek penyemprotan pestisida pada sayuran juga diduga dapat memicu berbagai penyakit gangguan saraf, misalnya seperti cerebral palsy atau penyusutan ukuran kepala bayi. Ada baiknya, Mama perbanyak sayuran organik saat hamil, dan harus dimasak dengan baik.


Boleh nggak makan sushi dan sashimi?


Sudah pasti sashimi terhidang dari ikan yang mentah ya, Ma. Jadi sebaiknya hindari dulu karena lagi-lagi risiko menjadi tempat tumbuh bakteri Salmonella dan juga toksoplasma. Sementara, kalau sushi, sebaiknya Mama pilih fusion sushi yang dibuat dari bahan yang matang.


Baca juga: Ini Dia Beberapa Tips Memasak dan Mengolah Ikan yang Harus Mama Tahu


Boleh nggak minum soda?

Minuman bersoda biasanya mengandung gula, asam fosfat dan kafein. Jadi, sebaiknya libur dulu saja, Ma, minum minuman sodanya ya. Minum soda terlalu banyak berisiko menimbulkan obesitas dan memicu penyakit diabetes. Kandungan kafein yang tinggi dapat menimbulkan hipertensi dan memicu preeklampsia.


Boleh nggak makan keju?

Selama keju tersebut melalui proses pasteurisasi, seperti keju mozzarella, permesan ataupun cottage cheese, maka keju tersebut aman Mama konsumsi. Keju yang harus dihindari oleh Mama selama masa kehamilan adalah keju yang tidak melalui proses pasteurisasi, misalnya keju lunak brie ataupun blue cheese. Keju jenis ini berisiko terpapar bakter Listeria dan Campylobacter, Ma, yang dapat memicu kelahiran prematur dan keguguran.


Boleh nggak makan produk hati?


Untuk trimester pertama, sebaiknya Mama menghindari produk-produk dari hati binatang, misalnya seperti pate ataupun foie gras. Hal ini dikarenakan hati mengandung retinol, bentuk hewani dari vitamin A, yang mempunyai sifat toksik dan diduga memicu cacat janin, apalagi kalau dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.


Boleh nggak makan nanas ataupun nastar?

Nah, ini ya, Ma, mitos yang berkembang di masyarakat kita. Nanas konon bisa mengakibatkan keguguran.

Well, sebenarnya nggak ada bukti secara ilmiah bahwa nanas berbahaya. Tapi tetep, Ma, hindari mengonsumsi nanas muda dalam jumlah banyak pada trimester pertama karena nanas muda mengandung enzim bromelain yang dapat memicu sakit perut.


Boleh nggak makan seafood?

Sama, Ma, dengan bahan-bahan makanan sebelumnya. Asal dimasak dengan benar sampai benar-benar matang, semua akan tetap aman. Ikan laut, udang, dan kepiting justru sangat bagus untuk nutrisi mama hamil, karena mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan janin.

Memang sih, ditengarai kalau beberapa jenis ikan laut berisiko terpapar metilmerkuri, misalnya seperti ikan hiu ataupun mackerel. Tapi, selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, tubuh sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengeliminasi zat toksin semacam metilmerkuri ini.



Boleh nggak makan makanan cepat saji?


Well, sebaiknya minimalkan mengonsumsi makanan cepat saji, Ma. Ada penelitian dari Stephanie Bayol dan Neil Stickland dari Royal Veterinary College London Inggris yang menyebutkan, bahwa makanan cepat saji mengandung banyak lemak jahat, Ma, yang riskan memicu pembentukan organ tubuh janin jadi nggak maksimal dan melahirkan bayi prematur.


Baca juga: Pengin Masak Burger yang Sehat? Coba Trik-Triknya Berikut Ini, Ma!


Boleh nggak makan makanan bersantan?

Makanan bersantan harus dihindari terutama di trimester pertama, Ma, karena rentan menimbulkan rasa mual dan pengin muntah. Kalau sudah memasuki trimester kedua dan ketiga sih boleh saja, asal konsumsinya tetap harus dibatasi maksimal 200 gram santan saja per hari untuk mencegah naiknya kolesterol. Kolesterol yang tinggi pada mama hamil bisa memicu timbulkan penyakit kekentalan darah atau ACS (Anti Cardiolipin Syndrome).


Boleh nggak minum wine?

Kalau Mama memang pencinta wine, boleh saja, Ma, mengonsumsi 2 – 3 gelas wine setiap minggu. Tapi diingat ya, Ma, yang boleh dikonsumsi hanyalah red wine, dan hanya boleh diminum kalau kehamilan Mama sudah memasuki trimester kedua atau ketiga. Jangan kebanyakan, Ma, karena bisa memicu timbulnya fetal alcohol syndrome pada bayi, yaitu gangguan keterlambatan perkembangan, bentuk wajah dan mata yang tak normal.


Boleh nggak makan es krim?


Memang ada mitos yang berkembang ya, Ma, bahwa mama hamil jangan makan es krim. Itu salah, Ma. Selama mama hamil nggak mengalami obesitas, maka mengonsumsi es krim sih boleh-boleh saja. 2 – 3 kali seminggu cukup, Ma. Tetep ya, jangan berlebihan. Khawatirnya sih, kalau dikonsumsi setiap hari, gula yang terkandung dalam susu berisiko membuat berat badan Mama naik terlalu drastis, dan nggak akan baik efeknya untuk kehamilan Mama.


Boleh nggak makan keripik kentang ataupun kentang goreng?

Boleh kok, Ma, asal nggak berlebihan. Seminimal mungkin, makan kalau benar-benar pengin saja. Keripik kentang dan kentang goreng diduga memiliki kandungan acrylamide, yaitu zat kimia yang terbentuk akibat pengolahan makanan kaya tepung dalam suhu yang tinggi. Bayi yang terkena acrylamide dalam kadar tinggi berisiko lahir dengan berat badan rendah dan ini akan membahayakan jiwanya, Ma. Juga akan meningkatkan risiko dia terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus saat dia sudah besar nanti.


Boleh nggak makan tape dan brem?

Boleh, Ma, tapi jangan di trimester pertama dan di trimester ketiga, ya? Brem dan tape mengandung alkohol yang bisa memicu kontraksi.


Baca juga: Perut Kembung Selama Hamil? Coba Atasi dengan 7 Tips Ampuh Ini, Yuk, Ma!


Nah, Mama, dengan informasi-informasi di atas, semoga Mama sekarang lebih yakin dan mantap ya jika ingin makan sesuatu untuk nutrisi kehamilan Mama. Pokoknya, pilih makanan yang sehat ya!

Tetap sehat, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya? ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar