Siapa Bilang Cuti Melahirkan Sama dengan Cuti Liburan? Ini Lho 9 Fakta Sebenarnya!

Siapa Bilang Cuti Melahirkan Sama dengan Cuti Liburan? Ini Lho 9 Fakta Sebenarnya!

946
UUK no. 13 pasal 82 tahun 2003 menyebutkan, pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.

Kehamilan Mama sudah memasuki trimester ketiga?

Selamat, karena itu berarti Mama akan segera berjumpa dengan si kecil yang selama ini nyaman berada di dalam kandungan Mama! Gimana rasanya, Ma, memasuki trimester ketiga? Dag-dig-dug dan campur aduk, ya?

Dibilang antusias dan bahagia menyambut kehadiran anggota baru dalam keluarga, tentu saja iya, tapi kalau mau jujur, pasti ada sedikit perasaan khawatir, tegang, sekaligus cemas menghadapi persalinan. Benar, kan, Ma? But hey, you are a Rocking Mama! Keep calm and take it easy. Nikmati saja fase akhir kehamilan Mama dan teruslah berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja. Oke?

Bicara trimester ketiga, buat Rocking Mama yang kerja kantoran, ini saatnya Mama siap-siap mengajukan cuti melahirkan. Terserah Mama bagaimana baiknya, apakah mau cuti satu setengah bulan sebelum due date dan bersambung satu setengah bulan setelah melahirkan, atau justru langsung tiga bulan pasca-persalinan?

Yang jelas, pikirkan baik-baik sebelum memutuskan, ya, Ma, dan jangan lupa perhatikan kondisi Mama pada trimester akhir ini. Jika Mama merasa kondisi Mama cukup lemah untuk bekerja, Mama bisa mempertimbangkan cuti lebih awal demi lancarnya proses persalinan. Tapi kalau kondisi Mama baik-baik saja untuk bekerja seperti biasa, tidak ada salahnya ambil cuti menjelang due date. Jadi, Mama bisa beristirahat di rumah selama tiga bulan penuh.

Mmm... wait a minute, istirahat? Benarkah new Mama bisa benar-benar istirahat selama cuti melahirkan? Rasanya sulit, deh. Meskipun tiga bulan off dari kerjaan kantor, sepertinya nggak mungkin Mama bisa santai-santai kayak di pantai.

Harap maklum, ya, karena ini cuti melahirkan, bukan cuti biasa. Cuti untuk liburan, meski cuma tiga hari, bisa bikin Mama santai, senang-senang, memanjakan diri, sekaligus me-recharge energi sehingga kembali segar ketika masuk kantor. Sementara cuti melahirkan --meski sangat dibutuhkan Mama yang baru saja mendapat momongan-- tidak serta-merta membuat Mama bebas tugas dari kerjaan. Justru sebaliknya, tugas Mama bertambah.

Well, untuk lebih detailnya mengapa cuti melahirkan tidak sama dengan cuti liburan, ini dia sembilan perbedaan cuti melahirkan dan liburan yang perlu Mama ketahui. Simak, yuk!



1. Waktu Tidur Berkurang

1. Waktu Tidur Berkurang -


Liburan: Asyik, bisa santai-santai! Apalagi jika menginap di hotel, cottage, villa, atau rumah saudara di luar kota. Nggak kepikiran kerjaan, nggak diburu-buru waktu. Mau jalan-jalan? Ayo! Mau malas-malasan di tempat tidur seharian? Siapa takut? Bahkan, Mama bisa saja tidur sebanyak yang Mama mau. Awesome! 


Cuti Melahirkan: Hampir semua Mama sepakat waktu tidur jauh berkurang pada bulan-bulan pertama pasca-persalinan. Namanya juga baru menyapa dunia, ya, Ma, wajar jika sang buah hati butuh bantuan dan perlindungan dari Mama, orang yang paling dia percaya. 

Karena belum bisa mengekspresikan apa yang diinginkan atau dirasakan, si baby cuma bisa menangis, menangis, dan menangis. Lapar dan haus, nangis. Pup atau popok penuh, nangis. Perut sakit, nangis. Ingin diperhatikan, nangis.Jadi jangan heran jika masa-masa cuti melahirkan Mama dipenuhi tangisan si kecil. 

Dan perlu Mama ketahui juga, hampir semua bayi terbangun tiap 1-3 jam, terutama pada malam hari, untuk menyusu. Nah, mau tak mau Mama harus siap bergadang tiap malam untuk memenuhi kebutuhan perut si baby. Walau itu berarti Mama harus ekstra keras melawan rasa kantuk dan penat yang menggelora. Semangat, Mama!


 


2. Konsumsi Makanan-Minuman Sehat

2. Konsumsi Makanan-Minuman Sehat -


Liburan: Ngaku aja deh, Ma, kalau lagi liburan, Mama sering lupa program diet sehat Mama, kan? Dalam pikiran Mama yang ada hanyalah makanan-minuman yang enak, enak banget, dan super enak. Nggak peduli apakah itu junk food, goreng-gorengan, makanan berlemak, makanan-minuman serba manis, semua boleh disantap. Ngelesnya, sih, "Ah, sekali-sekali nggak apa-apalah. Mumpung liburan, nih. Kapan lagi bisa begini? Toh nggak sering-sering." Hmm ... apa kabar program food combining-nya, Ma?


Cuti Melahirkan: Meski hampir tidak ada pantangan untuk ibu menyusui, namun demi sang buah hati, sebaiknya Mama tetap memperhatikan asupan Mama. Usahakan makan dan minum yang sehat-sehat ya, Ma, terutama kacang-kacangan dan sayur-sayuran hijau karena dapat memperlancar ASI.

Untuk minuman, paling bagus tentu saja air putih. Plus, susu khusus ibu menyusui yang bagi beberapa mama rasanya cukup "aneh" karena kandungannya beda dengan susu biasa. Ngopi-ngopi cantik sebaiknya jangan sering-sering deh, karena kafein nggak bagus buat ibu menyusui. 

Sejumlah dokter bahkan memberi pantangan makanan pedas bagi ibu menyusui. Karena itu, sebaiknya Mama menghindari konsumsi makanan pedas dan junk food agar bayi Mama mendapatkan asupan yang terbaik. Duh, apa kabar gulai tunjang di restoran Padang depan kompleks? 



3. Pemandangan 'Itu-itu Saja'

3.  Pemandangan 'Itu-itu Saja' -


Liburan: Suasana baru otomatis pemandangan pun berbeda dari keseharian. Apalagi jika berlibur ke tempat yang pemandangannya serba hijau dan udara yang sejuk, seperti di Puncak. Aaah, bikin segar mata! 

Bangun tidur saat liburan tentu terasa sangat menyenangkan, ya, Ma? Nggak perlu mandi dulu, yang penting sudah gosok gigi, Mama dan Papa bisa duduk-duduk manis di teras villa atau di gazebo cottage menikmati panorama pegunungan dan alam yang asri. Jangan lupa secangkir teh atau kopi dan kudapan hangatnya, ya, Ma! 


Cuti Melahirkan: Duh, pemandangannya "itu-itu saja." Kalau nggak kamar, kamar mandi, dapur, jemuran! Lagi-lagi yang dilihat tumpukan baju dan popok kotor si baby yang butuh dicuci segera. Mata masih ingin terpejam, tubuh masih perlu istirahat, tapi melihat pemandangan seperti itu bikin senewen juga, ya, Ma? Mau nggak mau Mama harus mengumpulkan segenap kekuatan untuk mencuci tumpukan baju kotor si baby dan kemudian menjemurnya. Tapi kalau Mama benar-benar ingin istirahat, jangan ragu mendelegasikan tugas ke Papa, atau orang-orang terdekat Mama, ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Siapa Bilang Cuti Melahirkan Sama dengan Cuti Liburan? Ini Lho 9 Fakta Sebenarnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.

Silahkan login untuk memberi komentar