Mama Mau Resign Kerja Setelah Melahirkan Si Kecil? Tanyakan 5 Hal Ini Pada Diri Mama Sebelum Memutuskannya!

Mama Mau Resign Kerja Setelah Melahirkan Si Kecil? Tanyakan 5 Hal Ini Pada Diri Mama Sebelum Memutuskannya!

375
Sebagai seorang Mama yang ingin memberikan terbaik pada keluarga, pasti Mama terpikir untuk resign kerja agar bisa mengurus si kecil dengan total.

Sebagai seorang Mama baru, atau calon Mama, pasti akan ada hal-hal yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Mama akan perlu untuk mengatur ulang prioritas Mama, dan biasanya si kecil tentu saja ada di urutan pertama. Hal inilah yang membuat Mama mempertimbangkan untuk resign kerja di kantor, dan fokus berkarier sebagai ibu.

Terkadang, ada beberapa Mama yang hanya mengambil cuti beberapa bulan, tetapi ada juga yang ingin mundur secara total hingga anak-anak mereka sudah besar. Tentu saja hal tersebut tidak salah, tetapi sebaiknya pertimbangkan matang dilakukan sebelum mengambil keputusan besar seperti resign kerja ini. Terkadang, takdir mengahadirkan twist besar dalam hidup kita.

Saya adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara, dan kedua orang tua saya bekerja. Ibu saya mengisahkan, beberapa kali beliau ingin mundur dari pekerjaannya sebagai guru di sebuah SMP karena ingin fokus mengurus anak-anak.

Namun, almarhum Bapak tetap memintanya untuk bekerja. Sebagai gantinya, Bapak menyediakan pengasuh, yang biasanya masih kerabatnya dari kampung halamannya, Takokak, Cianjur.

Meski dengan berat hati, tetapi Mama tetap mengikuti permintaan Bapak, dan rupanya, keputusan Mama tidak salah. Tahun 2007 menjadi akhir perjalanan hidup Bapak. Dengan tujuh anak yang harus dibesarkan, jika Mama tidak bekerja, maka kami tidak akan tumbuh dewasa dengan baik seperti sekarang.

Kira-kira begitulah, Ma, gambaran kasarnya. Jadi sebelum Mama memutuskan untuk resign kerja, pertimbangkanlah dari berbagai sisi. Salah satu caranya adalah dengan menanyakan lima pertanyaan di bawah ini kepada diri Mama.


BACA JUGA


Punya Rencana untuk Berhenti Bekerja Segera, Ma? Here are Some Do's and Don'ts-nya!

Punya Rencana untuk Berhenti Bekerja Segera, Ma? Here are Some Do's and Don'ts-nya!

One day, you'll be just a memory for some people. Do your best to be a good one

Read more..


5 Pertanyaan untuk diri Mama sendiri sebelum memutuskan resign kerja

1. Apa yang akan Mama lakukan agar tetap aktif?

makeitbetter

Bagi sebagian Mama, melewati tahapan new mom with newborn baby bisa terasa begitu mengisolasi diri.

Agar Mama tidak merasa terus-terusan stres, Mama harus berpindah mode dari "Mama" menjadi "perempuan biasa". Artinya, Mama membutuhkan pengalihan agar tidak merasa terkungkung dengan kegiatan Mama sebagai seorang ibu.

Pekerjaan adalah salah satu pengalihan yang bagus. Namun jika Mama berencana untuk resign kerja, cobalah untuk mencari kegiatan lain.

Mama bisa memulainya dengan menjalin komunikasi dengan orang lain yang seusia Mama, misalnya Mama bergabung ke dalam sebuah grup atau aktivitas yang memiliki berbagai kegiatan yang positif. Atau Mama bisa juga melaksanakan kegiatan lain seperti menjadi relawan di PAUD terdekat, dan menghadiri seminar anak. Pertahankan subjektivitas Mama dalam memilih kegiatan agar Mama tetap menyukai kesibukan yang Mama pilih.

Menerapkan rutinitas dan kegiatan yang dapat menstimulus kreativitas serta intelektual Mama sangatlah penting, dan ternyata bisa dilakukan tanpa melalui pekerjaan yang terstruktur.


2. Apakah kondisi finansial Mama stabil?

huffingtonpost

Salah satu dampak besar dari resign kerja adalah pemasukan yang berkurang. Mama mungkin memiliki tabungan, tetapi tentu saja tidak akan bertahan lama jika tidak diiringi dengan pemasukan. Untuk mengatasi kendala tersebut, Mama bisa berkonsultasi dengan ahli keuangan agar mendapatkan pendapat profesional.

Namun Mama bisa memulainya dari memperhitungkan pemasukan gaji Mama dan Papa, lalu membandingkannya dengan pengeluaran biaya rumah tangga secara total.

Apabila Mama memilih untuk tetap bekerja, akan tetap ada pengeluaran yang bertambah, seperti biaya penitipan anak, pakaian, dan mungkin asisten rumah tangga.

Jika Mama resign kerja, biaya untuk hal-hal tersebut memang tidak akan keluar, tetapi Mama akan tetap menggelontorkan uang untuk aktivitas anak, asuransi, tabungan pendidikan, yang tentu saja akan lebih mudah untuk dipenuhi jika Mama bekerja.

Jadi, pastikan Mama memahami kondisi keuangan keluarga dan merencanakan anggaran dana dengan tepat sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan.


3. Seberapa kuatkah posisi Mama dalam jejaring?

womenshealthmag

Berjejaring sangatlah penting, dan Mama akan merasakan manfaatnya ketika Mama sudah resign kerja. Mama sebaiknya tetap menjalin komunikasi yang baik dengan teman kuliah, rekan di kantor, dan bahkan atasan.

Sekitar tahun 2009, kakak perempuan saya bergabung dengan sebuah lembaga statistik. Setelah menikah tahun 2010, dan kemudian memiliki anak, kakak memutuskan untuk resign kerja.

Namun, kakak saya tetap menjalin komunikasi baik dengan teman kuliah dan bosnya. Hasilnya, kakak sering mendapatkan order untuk menjalankan proyek klien di kantor lamanya tersebut.

Ya, sepenting itulah sebuah jejaring dan silaturahmi yang baik. Selain jejaring, tentu saja etos kerja dan kualitas diri harus diperlihatkan.

Jika Mama mempertimbangkan untuk kembali bekerja, lingkaran jejaring Mama akan membantu Mama untuk kembali terjun ke dunia kerja. Selain itu, jika ada lowongan kerja yang sifatnya rahasia, biasanya Mama akan segera diberitahu.

Sebagai balasannya, Mama harus memberikan usaha terbaik dan menjaga reputasi kedua belah pihak.


BACA JUGA


Dari Ibu Bekerja Menjadi Ibu Rumah Tangga, Ternyata Tak Jauh Lebih Mudah - Atasi Segera Kegalauan Mama!

Dari Ibu Bekerja Menjadi Ibu Rumah Tangga, Ternyata Tak Jauh Lebih Mudah - Atasi Segera Kegalauan Mama!

Menjadi ibu bekerja di luar rumah ataupun menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan absolut masing-masing pribadi yang melakoninya.Menjadi ...

Read more..


4. Apa yang akan Mama lakukan untuk mengembangkan diri Mama secara profesional?

theboydengroup

Saat ini, sebagian besar orang harus meniti karier di jalan yang berkelok-kelok. Menurut survey, rata-rata orang berpindah pekerjaan sebanyak 4 kali dalam kurun waktu 10 tahun. Jika Mama berencana untuk resign kerja, Mama harus tetap memastikan bahwa karier Mama masih tetap berjalan tanpa bekerja.

Bagaimana caranya?

Mama bisa memulainya dari kegiatan relawan atau pro bono. Jangan pernah meremehkan pekerjaan yang tidak dibayar ini ya, Ma. Memang Mama tidak mendapatkan gaji, tetapi Mama dibayar dengan pengalaman, latihan kepemimpinan, pengisian waktu senggang, serta tentu saja penambahan data di resume.

Bagi Mama yang ingin bekerja biasa tetapi tidak ingin secara full-time, Mama bisa mencari proyek konsultasi, atau pekerjaan paruh waktu. Atau bisa juga Mama meminta cuti hamil ke kantor sehingga tidak akan kehilangan pekerjaan, tetapi masih bisa fokus pada keluarga.


5. Bagaimanakah cara Mama mempertahankan kemampuan, daya jual, dan popularitas diri?

linkedin

Mama masih tetap bisa menjaga merek diri Mama di rumah bersama si kecil, loh.

Langkah awal adalah memiliki akses cepat ke resume Mama agar bisa tetap diperbaharui setiap waktu. Caranya, Mama bisa membuat akun di LinkedIn, dan tetap meng-update-nya secara rutin dan konsisten.

Pastikan Mama menyertakan informasi seperti relawan, layanan masyarakat, dan aktivitas freelance. Dengan ini, nilai jual Mama akan tetap tinggi.

Selanjutnya, agar tetap bisa berkompetisi di bidang Mama, ikutilah kursus atau kelas online berkaitan dengan keterampilan teknis. Jangan lupa untuk selalu memperbaharui sertifikat atau lisensi penting, seperti TOEFL. Pertimbangkan juga untuk menulis, bisa dimulai dengan blog, lalu merambah ke majalah, dan koran.


BACA JUGA


Menjadi Ibu Bekerja Itu Lebih Rentan Akan Stres - Atasi dengan 5 Tips Ini Agar Sekembalinya di Rumah, Semua Tetap Aman

Menjadi Ibu Bekerja Itu Lebih Rentan Akan Stres - Atasi dengan 5 Tips Ini Agar Sekembalinya di Rumah, Semua Tetap Aman

Begitu tiba di rumah, para ibu bekerja di rumah diharuskan tetap dalam kondisi mood yang baik dan bisa langsung menghadapi keriuhan rumah ...

Read more..


Nah, Mama. Setelah Mama bisa menjawab 5 pertanyaan di atas sebelum resign kerja, dan Mama sudah makin yakin dengan keputusan Mama, maka semuanya tergantung diri Mama sendiri. Masing-masing pilihan, tetap atau resign kerja, punya konsekuensi masing-masing. Yang akan menjalaninya, pastilah Mama sendiri kan?

Jadi, kalau memang resign kerja menjadi pilihan yang terbaik, ya, kenapa enggak?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mama Mau Resign Kerja Setelah Melahirkan Si Kecil? Tanyakan 5 Hal Ini Pada Diri Mama Sebelum Memutuskannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ra'idah Azyyati | @raidahazyyati

Silahkan login untuk memberi komentar