Mama Single Parent, Tetaplah Kuat Jika Ada yang Mengatakan atau Menanyakan 5 Hal yang Paling Malesin Ini!

Mama Single Parent, Tetaplah Kuat Jika Ada yang Mengatakan atau Menanyakan 5 Hal yang Paling Malesin Ini!

6.6K
Pernahkah kita berhenti sejenak untuk berpikir, bagaimana sih hidup sebagai mama single parent? Apa saja kenyataan yang mereka hadapi? Mungkin pernah, dan malah saking keponya, kita justru melontarkan kalimat "tak sopan" ini pada mereka.

Banyak orang mendadak mengernyitkan dahi begitu mendengar status atau cerita tentang para mama single parent. Tidak jarang pula yang langsung memandang sebelah mata atau malah merasa iba, seolah-olah seorang single parent itu patut dihakimi, atau sebaliknya, dikasihani.

Yah, nggak tahu dari mana asalnya, namun kata "janda" atau "single parent" rasanya memang mengalami degradasi makna yang bisa berdampak kurang menguntungkan bagi mereka.


BACA JUGA


Ini Dia 7 Hal yang Harus Ada pada Diri Seorang Rocking Single Mama

Ini Dia 7 Hal yang Harus Ada pada Diri Seorang Rocking Single Mama

Being a single mom is twice the work, twice the stress and twice the tears. But also twice the hugs, twice the love and twice the pride

Read more..


Yuk, mari kita sama-sama mengenal para mama single parent ini. Yang lebih penting lagi, mari kita belajar bagaimana bertutur kepada mereka. Termasuk, jangan pernah katakan atau tanyakan hal-hal berikut ini pada mereka ya!


Jangan katakan atau tanyakan hal-hal ini para mama single parent


1. “Susah nggak sih jadi seorang single mom?” atau “Aku nggak ngerti deh gimana caranya kamu bisa ngerjain semuanya.”


Erm … Menurut ngana?!

Pertanyaan ini, walau terdengar polos dan mengandung rasa penasaran, seolah tidak mengakui perjuangan yang secara gamblang telah menjadi gaya hidup sehari-hari seorang mama single parent.

Kata-kata berikutnya pun, walau seakan-akan mengagumi kehebatan sang mama single parent, nyatanya hanya kembali mengingatkan bahwa dia tidak punya pilihan lain selain mencoba menjalani semuanya hari demi hari.

Coba tanyakan saja pada semua mama, terutama yang memiliki balita, bagaimana rasanya hampir tak ada waktu merawat diri sendiri.

Seluruh waktu yang ada tercurah untuk memenuhi kebutuhan anak, dari mulai menyusui, memandikan, menemani bermain. Begitu sang anak tidur siang, Mama pun dengan segera melanjutkan memasak, mencuci, dan berbenah. Ketika Mama sedang berada di kamar mandi pun, tak jarang sang anak ikut membuntuti. Menjelang petang, tak ada lagi energi yang tersisa.

Sekarang bayangkan kondisi seorang mama single parent. Mereka akan mengerjakan semua tugas yang di atas itu semua, plus masih harus mencari nafkah demi menghidupi keluarga kecilnya.


2. “Kamu nggak khawatir anakmu tumbuh tanpa sosok seorang papa?”


Please deh. Apakah pertanyaan itu memang benar-benar perlu ditanyakan? Mama mana sih yang tidak menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya sendiri?

Tapi terkadang kenyataan berkata lain. Ada banyak sebab yang membuat si mama single parent tak bisa menawarkan pilihan seperti ini pada anaknya.

Ketika kesempatan hidup bersama ayah biologis sang anak tidak lagi tersedia, lantas apakah sang mama bisa langsung memaksakan diri mencari penggantinya?

Hidup memang tidak sempurna —inilah yang telah sang mama sadari sejak awal— namun bukan berarti hidup yang tidak sempurna tidak bisa menjadi indah dan bermakna. Masih ada kakek, om, kakak, guru, pelatih, dan relasi lain yang bisa sedikit demi sedikit mengisi sosok seorang papa di dalam hidup si kecil kok.

So, tenang saja. Seorang mama single parent pasti bisa berjuang. Tak perlu ditanyai lagi.


BACA JUGA


Jangan Pernah Katakan atau Tanyakan 13 Hal Berikut Ini pada Stay at Home Moms!

Jangan Pernah Katakan atau Tanyakan 13 Hal Berikut Ini pada Stay at Home Moms!

Yes, I'm a stay at home mom. Go ahead and ask me, what I do all day long. I dare you

Read more..


3. “Aku juga bakal jadi mama single parent nih, dalam beberapa hari ini. Suami sibuk banget ada tugas di luar kota sampai minggu depan.”


Tunggu dulu, jangan dikira sama.

Kan suami masih menafkahi keluarga? Kan suami juga masih turut campur membuat keputusan bersama? Kan suami masih turun tangan untuk menopang bebanmu?

Selamat! Kamu bukan termasuk mama single parent. Gih, ditunggu suami videocall nanti malam!


4. “Kamu keliatan kesepian loh. Ada rencana nikah lagi?”


Well, ummm ... Terima kasih atas kepeduliannya, tapi ada banyak sekali prioritas utama dalam hidup seorang mama single parent, dan menikah lagi belum tentu menjadi salah satunya.

Seperti yang telah disampaikan di atas, seorang mama single parent akan mengutamakan kebahagiaan anaknya di atas kebahagiaan dirinya sendiri. Termasuk bila harus menunggu menikah lagi (atau tidak menikah lagi) setelah kebutuhan anak terpenuhi.


5. *tatapan menghakimi atau mengasihani*


Daripada sibuk menghakimi atau mengasihani para mama single parent, lebih baik kita mengulurkan tangan untuk menunjukkan bahwa mereka sebenarnya nggak harus menghadapi semuanya sendirian.

Sesuatu sesederhana mengirimkan makanan, membantunya merawat anak, atau sekadar menjadi teman curhat, pasti akan membuat para mama single parent merasa didengarkan dan dimengerti. Apa salahnya memulai?


BACA JUGA


Menjadi Single Mom is Rocking! Inilah 7 Alasan Saya Bangga Menjalaninya!

Menjadi Single Mom is Rocking! Inilah 7 Alasan Saya Bangga Menjalaninya!

Menjadi single mom bukan aib. Menjadi single mom merupakan pilihan yang lebih baik jika itu membawa kebahagiaan

Read more..


Gimana, udah keliatan kan, bahwa seorang mama single parent itu adalah perempuan tangguh? Yuk, kita sama-sama dukung mereka.

Bagaimanapun juga situasinya, seorang mama tetaplah seorang mama sampai kapan pun. Ada istilah mantan istri dan ada pula istilah janda, namun tak ada istilah mantan ibu, kan?

Moms rock. Single Rocking Mama rock!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mama Single Parent, Tetaplah Kuat Jika Ada yang Mengatakan atau Menanyakan 5 Hal yang Paling Malesin Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Eunice Ali | @euniceali

Silahkan login untuk memberi komentar