Mau Memulai Usaha Bareng Teman atau Kerabat atau Suami? Perhatikan 3 Hal Paling Krusial Ini Dulu!

Mau Memulai Usaha Bareng Teman atau Kerabat atau Suami? Perhatikan 3 Hal Paling Krusial Ini Dulu!

316
Mau memulai usaha bersama sahabat atau teman? Well, semua harus dibicarakan dengan jelas di muka. Kalau enggak, hubungan pertemanan kita bisa bubar.

Mencari partner usaha memang gampang-gampang susah ya, Ma. Dengan bermitra dengan teman sendiri dalam memulai usaha, kita sih berharapnya supaya kita bisa berkembang lebih baik ketimbang sendirian.

Pasti akan menyenangkan juga kan kalau kita bisa memulai usaha dengan bekerja bersama teman atau kerabat yang kita kenal baik.

Tapi, hati-hati, Ma, nggak sedikit pula hubungan pertemanan berakhir lantaran bisnis lho!

Nah, kalau Mama berencana untuk memulai usaha bersama teman atau kerabat, 3 hal ini perlu didiskusikan bersama sebelum memulainya.


BACA JUGA


#TanyaKeuangan Bersama Dani Rachmat - Ngobrolin Keuangan Keluarga, Peluang Usaha, dan Modal Itu Rocking!

#TanyaKeuangan Bersama Dani Rachmat - Ngobrolin Keuangan Keluarga, Peluang Usaha, dan Modal Itu Rocking!

Ngobrolin peluang usaha, modal, dan keuangan keluarga bareng Dani Rachmat. Seru dan banyak pengetahuan baru

Read more..


3 Hal yang harus didiskusikan sebelum memulai usaha bersama teman atau kerabat

1. Menyamakan visi dan misi


Sisi baik dari memulai usaha dengan kerabat atau teman dekat adalah kita sudah mengenal karakter mereka dalam kesehariannya. Ya, karena mungkin kita sudah terbiasa melakukan sejumlah kegiatan bersama mereka ya, Ma.

Tapi, tunggu dulu, meski Mama sudah merasa mengenal (calon) partner bisnis kita itu dengan baik, namun hal tersebut belum cukup loh dijadikan modal untuk bermitra dengan mereka. Karena, we never know. Teman yang asyik diajak hang out, belum tentu bisa menjadi teman bisnis yang cocok.

So, sebelum memulai usaha, cari tahu lebih jauh bagaimana pandangannya terhadap usaha yang akan ditekuni bersama ini.

Mama dan calon partner Mama itu harus dan perlu menyamakan visi dan misi dalam berbisnis, Ma.

Taruhlah ada kondisi seperti ini. Mama berniat sangat serius, bahkan berani resign dari karier Mama yang gemilang di kantor yang sekarang, demi bisa all-out untuk merintis bisnis. Sementara si teman ternyata hanya mencari kegiatan pengisi waktu luang, atau hanya ingin bersenang-senang saja. Nah, yang begini ini pastinya nggak akan bisa seiring sejalan, Ma.

Selain visi dan misi, Mama perlu juga mengetahui value atau nilai calon partner Mama tersebut terhadap bisnis yang akan dijalani.

Misalnya, Mama dan teman Mama tersebut ingin menjalankan usaha kuliner. Mama sangat concern dengan masalah lingkungan, sehingga ingin mendirikan restoran yang ramah lingkungan, mulai dari pengadaan bahan organik, merangcang kemasan daur ulang, hingga tidak menyediakan smoking area dalam resto yang ingin Mama bangun.

Sementara, calon partner Mama hanya memikirkan soal bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya saja dalam usaha tersebut. Value yang Mama punya, menurut teman Mama itu sulit dijalankan dan akan berpotensi mengurangi keuntungan.

Nah, hal-hal semacam ini perlu dibicarakan tuntas di awal sebelum Mama memulai usaha, Ma. Perbedaan visi misi serta nilai-nilai seringkali membuat kita frustrasi, dan berpeluang menciptakan konflik di masa mendatang.


2. Pembagian peran dan tanggung jawab


Dalam melakukan bisnis kita harus mengutamakan sikap profesional. Setuju kan?

Ada target finansial yang hendak dicapai, prosedur yang harus dijalankan, dan sistem yang perlu dibangun agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Sehingga perlu ada pembagian tugas dan peran yang jelas sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai perannya sebelum memulai usaha.

Sikap profesional ini harus dijalankan bila ingin usaha Mama berhasil. Mama dan sang calon partner bisnis bisa saja sudah bersahabat sejak kecil dan memiliki hubungan personal yang sangat kuat. Tetapi, bila sudah menyangkut urusan bisnis, segala sesuatunya harus dilakukan secara profesional.

Ada hak, kewajiban dan aturan main yang perlu disepakati sebelum memulai usaha. Pembagian tugas ini idealnya juga menjadi sinergi yang saling menguatkan.

Misalnya, Mama fasih mengurusi bidang keuangan, sementara rekan Mama memiliki jiwa kreatif yang tinggi. Dengan demikian, Mama bisa bertanggung jawab mengelola keuangan, sedangkan rekan Mama memiliki peran lebih dalam pengembangan produk.

Bila pembagian tugas sudah dilakukan, masing-masing diharapkan memiliki komitmen untuk menjalankannya sehingga bisa saling mendukung dan menjadi sebuah kekuatan.


BACA JUGA


Teman Menjadi Rekan Kerja? Pikirkan 5 Hal Ini Sebelum Mama Membuat Keputusan dan Merekomendasikannya!

Teman Menjadi Rekan Kerja? Pikirkan 5 Hal Ini Sebelum Mama Membuat Keputusan dan Merekomendasikannya!

Teman jadi rekan kerja? Wah, pasti menyenangkan! Iyakah? Coba cek dulu artikel ini ya, Ma! Sebelum Mama menyesal kemudian

Read more..


3. Manajemen konflik


Seperti halnya hubungan cinta, hubungan bisnis juga nggak selamanya manis dan berjalan mulus terus-terusan. Ada saat-saat di mana segala sesuatunya berjalan pada jalurnya, namun ada pula saat-saat penuh hambatan dan persoalan.

Hubungan bisnis Mama dengan partner Mama akan diuji ketika menghadapi masa-masa sulit.

Nah, ini dia yang harus kita antisipasi sebelum memulai usaha. Kan biasanya kita hanya membayangkan hal-hal yang indah saja ya, Ma, di awal hubungan. Bagaimana senangnya bisa sukses bersama dan menikmati hasil kerja bareng ini.

Lalu, kita pun lupa mengantisipasi berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi, bahkan tidak mau memikirkan kemungkinan untuk gagal. Sehingga ketika dihadapkan pada masalah, banyak yang memilih untuk memendamnya saja, mendiamkan persoalan atau bahkan lari ketimbang duduk dan mencari solusi.

Sebelum memulai usaha Mama dan si teman, penting diutarakan bagaimana sikap dan cara masing-masing dalam menghadapi konflik. Apa tindakan penyelesaian yang akan dilakukan bila terjadi hal yang tidak menyenangkan dalam hubungan bisnis Mama ini.

Mengantisipasi kegagalan bukan berarti berpikiran negatif, Ma, namun justru menunjukkan keseriusan kita untuk memulai usaha, dan betapa pentingnya memandang pertemanan yang sudah Mama jalin.

Sehingga apa pun yang terjadi dalam hubungan bisnis tidak akan merusak hubungan pertemanan ini.


BACA JUGA


9 Cara Atasi Hubungan Kerja yang Buruk dan Konflik Antar Rekan Kerja

9 Cara Atasi Hubungan Kerja yang Buruk dan Konflik Antar Rekan Kerja

Hubungan kerja yang memburuk kerap terjadi. Bumbu, katanya. Bener nggak, Ma? Tapi, jangan sampai hubungan kerja ini mengganggu kenyamanan ...

Read more..


Nah, Mama. Makin siap saja sepertinya ya, sekarang untuk memulai usaha bersama teman Mama yang sudah Mama percaya itu? Nggak ada hal lain yang bisa Rocking Mama ucapkan selain semoga sukses ya, Ma.

Good luck!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mau Memulai Usaha Bareng Teman atau Kerabat atau Suami? Perhatikan 3 Hal Paling Krusial Ini Dulu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar