Mau Minta Kenaikan Gaji di Kantor, Ma? Begini Cara Menegokannya Supaya Goal!

Mau Minta Kenaikan Gaji di Kantor, Ma? Begini Cara Menegokannya Supaya Goal!

79
Banyak karyawan enggan melakukan nego kenaikan gaji di kantor. Alhasil, mereka hanya bisa menggerutu saja karena kurang puas dengan gaji yang diterima, hingga kemudian memengaruhi kinerja.

Apa pertimbangan saat Mama menerima pekerjaan baru ataupun mendapatkan promosi? Gajikah? Kalau benar gaji adalah hal pertama yang menjadi pertimbangan, maka ayo berani nego untuk kenaikan gaji, Ma!

Negosiasi soal kenaikan gaji itu nggak dilarang kok. Nggak pula sesuatu yang haram atau memalukan. Baik sebagai karyawan tetap ataupun jika Mama bekerja paruh waktu, juga sebagai freelancer.

Selain bisa meningkatkan tabungan untuk masa depan keluarga, kenaikan gaji juga berarti bertambahnya nilai lebih di mata perusahaan.

Dalam artikel yang berjudul 10 Questions to Ask When Negotiating Salary, sang Monster Finance Careers Expert Dona Dezube menjelaskan, bahwa selain bisa meningkatkan kemampuan negosiasi yang berguna untuk kemajuan karier, perusahaan juga akan melihat Mama sebagai seorang yang tahu akan nilai diri sendiri, dan nggak cuma pasrah menerima gaji yang ditawarkan.

Eits, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya minta kenaikan gaji juga sih, Ma. Ada langkah-langkah diplomatis yang harus Mama lakukan demi angka yang lebih besar di slip gaji tersebut.

Coba kita lihat yuk.


BACA JUGA


7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Produktivitas kerja itu penting, baik bagi ibu bekerja (di luar dan di rumah) juga bagi ibu rumah tangga. Begini cara meningkatkan ...

Read more..


Beberapa langkah untuk mendapatkan kenaikan gaji di kantor

1. Buka negosiasi


If you don’t ask, you will not know. Betul, Ma? So, mau ditolak ataukah diterima, naik beneran atau enggak, Mama nggak akan pernah tahu bila tak bertanya.

Faktanya, banyak calon karyawan yang akhirnya hanya bisa menerima saja gaji pas-pasan karena enggan melakukan negosiasi kenaikan gaji, baik itu saat wawancara kerja maupun saat sudah diterima dan bahkan berprestasi.

Padahal kalau mereka berani memulai, peluang untuk menerima gaji yang lebih besar bisa saja terbuka lebar.

Oke, ada 2 situasi yang bisa saja terjadi.

Situasi 1: Mama sedang melakukan interview karena Mama kembali bekerja.

Pastikan gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan. Kalau hanya habis untuk makan (bahkan hanya cukup untuk makan Mama sendiri saja) dan transport, artinya banting tulang Mama selama sebulan akan sia-sia, Ma.

Saat pewawancara nggak juga membahas soal gaji ini, Mama juga boleh kok bertanya, “Kalau soal gaji, bagaimana kebijakan perusahaan yang berlaku?”

Pokoknya, Ma, jangan asal menerima tawaran pekerjaan kalau Mama nggak juga jelas apa hak dan kewajiban yang ada di perusahaan tersebut. Mama kan nggak bekerja sebagai volunteer kan?

Perjelas, apakah gajinya take home pay, atau gaji pokok? Mintalah rincian berbagai tunjangan yang wajib diberikan oleh perusahaan pada Mama, misalnya berapa uang makan, uang transport, adakah asuransi kesehatan dan lain-lain.

Tapi pastinya ini nggak berlaku untuk freelancer ya, Ma.

Kemudian, saat sudah ada angka, tanyakan, “Apakah angka tersebut masih bisa dinegosiasikan?”

Nah, kalau jawabannya tidak, maka ya berarti segitu pulalah kemampuan perusahaan tersebut. Namun, kalau masih bisa dinego, nggak ada salahnya kok minta gaji yang sedikit lebih tinggi.

Situasi 2: Mama mendapatkan promosi atau ditawari pekerjaan di perusahaan lain (apalagi kalau kompetitor)

Hal ini menandakan bahwa Mama punya potensi yang membuat perusahaan lain berani merekrut untuk posisi tertentu. Ini tandanya (lagi), bahwa negosiasi kenaikan gaji adalah hal penting.

So, mulailah nego dengan “harga tinggi”. Untuk Mama yang telah berpengalaman lama, sebuah studi membuktikan, memberi nominal tinggi (sekitar 2 kali lipat dari gaji sebelumnya), membuat negosiasi gaji berakhir pula dengan nominal tinggi.

Tapi, ada baiknya juga sih, kalau Mama mencari informasi terlebih dahulu mengenai standar nominal gaji untuk level yang setara dengan Mama saat ini. Ya, supaya nggak over gitu negonya, Ma.

Kecuali kalau Mama sudah tahu sebesar apa nilai jual diri Mama dan besarnya gaji yang Mama inginkan, maka menolak kompromi juga sah-sah saja.

Jika kita terlalu banyak berkompromi, maka hasilnya sudah dapat ditebak. Kita akan hanya mendapatkan sedikit uang. Begitu kata Dona Dezube.


BACA JUGA


Harus Membawa Anak-anak Ke Kantor? Persiapkan Mereka dengan 3 Tips Ini Supaya Tetap Nyaman!

Harus Membawa Anak-anak Ke Kantor? Persiapkan Mereka dengan 3 Tips Ini Supaya Tetap Nyaman!

A mom is always a mom, at home, or at work. You can't stay at home to watch them, then bring them to work

Read more..


2. Nggak perlu buru-buru memutuskan

Belum merasa cocok dengan tawaran gaji yang diajukan, tanyakan apakah Mama boleh meminta waktu untuk berpikir. Selama 3 hari, misalnya?

Tak usah menerima pekerjaan atau penawaran gaji hanya karena ingin mencoba atau sekadar menambah pengalaman. Seusia kita, Ma, sudah bukan saatnya lagi hanya mencari pengalaman.

Lagipula, kalaupun nanti kita mengundurkan diri karena kurang puas dengan gaji, itu juga nggak terlihat profesional sama sekali. Kita sendiri juga yang akan rugi.

Lebih baik, mundur saja jika memang gaji tak memungkinkan. Siapa tahu, kalau memang perusahaan membutuhkan Mama, mereka pasti berani kompromi untuk kenaikan gaji Mama.


3. Work smart play hard

Perusahaan memiliki beberapa pertimbangan yang menentukan besarnya gaji setiap karyawan. Mama dan rekan di divisi serta level yang sama belum tentu memiliki gaji yang sama besarnya.

Pertimbangan itu antara lain pengalaman kerja, tingkat kesulitan pekerjaan, target dan lain sebagainya.

Untuk menilai apakah gaji yang diterima sudah sesuai atau belum, bandingkan dulu dengan pertimbangan tadi, Ma. Misalnya, tawaran gaji di perusahaan baru memang 2 kali lebih banyak, maka lihat dulu juga, Ma, jangan-jangan load kerjanya juga lebih berat.

Yang pasti, ini bukan lagi zamannya work hard play hard, tapi work smart play hard. Kita mesti pintar dan cerdas dalam bekerja.


BACA JUGA


Ini Dia 8 Tipe Atasan di Kantor dan Cara Agar Mama Bisa Bersahabat Dengan Mereka!

Ini Dia 8 Tipe Atasan di Kantor dan Cara Agar Mama Bisa Bersahabat Dengan Mereka!

Atasan di kantor memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk mengambil hati mereka pun kita perlu beberapa trik agar kerjaan di kantor ...

Read more..


Dengan 3 langkah nego kenaikan gaji di atas, semoga kemudian bisa membuat Mama semakin enjoy menyelesaikan semua tugas Mama ya.

Yang pasti, ingat, Ma. Kenaikan gaji akan selalu diikuti dengan bertambahnya tanggung jawab dan beban Mama. Jadi setelah Mama bisa sukses nego kenaikan gaji, Mama juga harus mempersiapkan diri untuk bekerja lebih baik lagi.

Tetap semangat ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mau Minta Kenaikan Gaji di Kantor, Ma? Begini Cara Menegokannya Supaya Goal!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar