Melahirkan Melalui Operasi Caesar Bukan Berarti Kita Lemah, Ma! 13 Foto dari Para Rocking Mama Berikut Buktinya!

Melahirkan Melalui Operasi Caesar Bukan Berarti Kita Lemah, Ma! 13 Foto dari Para Rocking Mama Berikut Buktinya!

4.8K
Saat kita menjalani kelahiran dengan operasi caesar, saat itu pula akan banyak orang yang menuding kita sebagai ibu yang tak becus. Tak perlu didengarkan, Ma!

Saya ingat, beberapa tahun yang lalu, saat saya baru saja melahirkan anak pertama saya melalui operasi caesar. Waktu itu saya harus membawa anak saya untuk imunisasi ke salah satu fasilitas kesehatan, saya pun ditanya oleh petugas untuk didata, "Lahirnya normal atau operasi caesar?"

Saya jawab, "Operasi caesar."

Petugas tersebut kemudian menggumam lirih, "Oh, caesar? Kenapa? Nggak bisa tahan sakit ya?"

Saya terdiam.

Jujur, saat itu saya masih dalam kondisi sebagai ibu baru yang masih kebingungan, masih belum ngerti apa pun, dengan kepercayaan diri yang sangat rendah. Nggak bisa saya lukiskan perasaan saya.

Pikir saya, "Saya benar-benar gagal menjadi perempuan seutuhnya! Saya bukan ibu yang baik, karena saya tak bisa melahirkan anak saya melalui jalannya."

Tentu saja pikiran tersebut salah! Saya baru menyadarinya kini. Padahal ada alasan kuat mengapa saya harus melahirkan melalui operasi caesar. Tanpa ditanya apa penyebabnya, saya langsung di-judge oleh seorang petugas kesehatan yang seharusnya menjadi support system bagi ibu baru seperti saya saat itu.

Apakah Mama juga sedang berjuang seperti itu sekarang, Ma? Merasa diri gagal sebagai ibu hanya karena tak bisa melahirkan secara normal, dan hanya bisa dibantu dengan operasi caesar (meski ada alasan kesehatan yang kuat di baliknya)?

Jangan didengarkan, Ma. You are a mom, no matter what! Saat Mama sudah dianugerahi jiwa lain untuk dirawat, bahkan meski tak melahirkannya secara normal, atau bahkan bukan dari rahim Mama sendiri, Mama adalah seorang ibu!

Operasi caesar bukan untuk seorang perempuan lemah. Ada banyak alasan mengapa seorang ibu harus menjalani operasi caesar, dan itu pasti berkaitan dengan kesehatan. Jika saya dulu tidak dibantu dengan operasi caesar, mungkin saya atau bayi saya tidak ada di dunia ini sekarang. That's true. Tapi, ternyata tak banyak yang memahaminya.

Mau bukti bahwa para mama yang harus melahirkan melalui operasi caesar adalah perempuan kuat? Coba simak foto-foto para Rocking Mama yang dikumpulkan oleh HuffPost berikut ini!


BACA JUGA


Siap Jalani Operasi Caesar Tanpa Takut dengan 4 Tips Ini! Ayo, Ma, Mama Bisa!

Siap Jalani Operasi Caesar Tanpa Takut dengan 4 Tips Ini! Ayo, Ma, Mama Bisa!

Operasi caesar tidak semenakutkan yang dibayangkan. Untuk menaklukkan rasa takut Mama, carilah informasi seluk beluk operasi caesar sebanyak ...

Read more..


13 Foto yang membuktikan bahwa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar adalah perempuan yang kuat!


1. “I love my scar...I think it looks like it’s smiling at me.”


Saya mencintai bekas luka ini. Saat saya bercermin, kadang saya berpikir bahwa luka ini seperti sebentuk senyuman. Saat menjalaninya, memang semua tampak menakutkan. Tapi saat itu, inilah pilihan terbaik untuk saya dan bayi saya. Dan, saya tak kehilangan apa pun yang paling berharga dalam hidup saya.

-- Ligia, 37


2. “I knew I had to stay in a calm place or it was all over.”



Saya bukan orang yang bisa santai. I'm a Type-A person, namun saat itu saya tahu bahwa saya harus tenang, atau semua akan berakhir buruk. Mereka (para petugas RS) membawa saya ke ruang operasi, dan kemudian bayi saya hadir. Sangat berbeda memang rasanya dengan kelahiran anak pertama saya, yang bisa saya lahirkan dengan mudah secara vaginal. Namun, saya mencintai dua momen melahirkan tersebut. Dua-duanya begitu berharga.

— Mara, 41


3. “I was so excited for the C-section. It was joyful.”


Saya begitu excited! Saya bersyukur telah menjalani operasi caesar dengan selamat. Saya dan suami saya telah beberapa tahun menantikan kelahiran bayi. Saya mencintai bekas luka operasi caesar ini! Karena luka ini mengingatkan saya akan hadirnya anugerah terindah dalam hidup saya.

— Jody, 42


4. “I wish that my feelings had been validated.”

Saya pernah merasa marah pada diri sendiri, karena gagal melahirkan secara normal. Namun, setelah mampu melahirkan secara VBAC untuk anak kedua, saya tak sedih lagi. Saya sudah menjalani semuanya, dan saya bahagia dua anak saya sehat.

— Susan, 32


BACA JUGA


Hey, New Mama! Hindari Terjebak dalam Moms War Berkepanjangan dengan 5 Tips Ini!

Hey, New Mama! Hindari Terjebak dalam Moms War Berkepanjangan dengan 5 Tips Ini!

Motherhood is not a sprint, it's a marathon. ~ Courtney Joseph

Read more..


5. “It’s humbling to see my body in these photos.”


Saya sudah berusaha merawat diri sendiri, tapi bagaimanapun, saya pernah mengandung selama 9 bulan. Dan meski saya menjalani kehamilan dan pemulihan yang cukup mudah setelah operasi caesar, namun hal itu tetap membawa perubahan secara fisik. Bagaimanapun kondisinya, saya akan tetap mencintai tubuh saya sendiri.

— Molly, 37


6. “I used to think I might get a tattoo...but that seems so unnecessary now.”

Saat hamil, saya kepikiran akan men-tattoo tubuh saya dengan nama anak saya. Tapi, saya berubah pikiran kemudian. Saya sudah punya reminder lain untuk selalu mensyukuri kelahiran anak saya.

— Liz, 27


7. “I still feel like I have all this trauma.”

Kehamilan saya cukup sulit. Pun dengan kelahirannya. Hingga kemudian saya melihat bekas luka jahitan operasi caesar yang saya jalani. It's the only thing that went well. Dan pada akhirnya, hal tersebut membawa saya untuk lebih bersyukur telah melahirkan anak yang begitu sehat dan pintar.

— Marissa, 34


8. “I wanted to give birth vaginally.”

Saya merencanakan kelahiran normal untuk anak pertama saya. Namun, ternyata kondisi berkata lain. Saya harus menjalani operasi. Operasi caesar telah mempertemukan saya dengan anak saya, dan saya sangat bersyukur karenanya. Kami berdua sehat, dan anak saya tumbuh dengan cepat. Namun, saya tetap berusaha untuk VBAC jika harus melahirkan lagi. Dan itu sangat mungkin.

— Savannah, 35


BACA JUGA


Ibu Melahirkan Ada Baiknya Melakukan Sit Moon Period Ini Agar Proses Pemulihan Lebih Cepat Dan Tubuh Makin Fit!

Ibu Melahirkan Ada Baiknya Melakukan Sit Moon Period Ini Agar Proses Pemulihan Lebih Cepat Dan Tubuh Makin Fit!

"Sitting for a Moon", atau biasa juga disebut sebagai "sit moon period", dan dalam bahasa Mandarin disebut "Zuo Yue Zi", adalah sebuah ...

Read more..


9. “I didn’t expect to have a C-section, but I was totally OK with it.”

Saya memang tidak berencana untuk melahirkan melalui operasi caesar. Tapi saya tidak mempermasalahkannya, sepanjang saya dan bayi saya sehat. Saya pernah diserang pitbull tahun 2010. Dan saya lihat, bekas luka operasi caesar ini jauh lebih cantik ketimbang bekas luka serangan anjing itu. And that's totally OK.

— Mariel, 32


10. “It’s hard for me to imagine that my child fit out of it.”


Bekas luka ini tak mengganggu sama sekali, justru menjadi pengingat akan anak-anak saya. Bekas lukanya nggak buruk sama sekali, justru begitu kecil hingga saya heran bagaimana bayi saya bisa melewatinya. Saya menjalani VBAC untuk dua anak berikutnya, meski saya juga nggak keberatan kalau memang harus menjalani operasi caesar lagi.

— Latina, 41


11. “I gave up the guilt.”

Saya memang pernah merasa bersalah setelah menjalani dua kali operasi caesar karena bayi saya yang besar. Tapi, saya belajar untuk melepaskan rasa bersalah itu. Saya punya dua anak yang begitu lincah dan sehat. I know that I am the one who brought them here. What more can I ask for?

— Nicole, 30


12. “I was a little worried the scar was going to be ugly... but it doesn’t look bad.”

Saya pulih pasca operasi caesar dengan cukup cepat. Dan, sekarang saya adalah seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional, dan saya banyak membantu mama-mama yang menjalani operasi caesar saat pemulihannya. Di luar sana, banyak mama yang harus berjuang dalam pemulihan tersebut. Saya menikmati tugas saya ini.

— LaShanda, 40


13. “I felt very loved an very well cared for.”

Saya punya riwayat glukoma, dan kelahiran secara normal bisa membahayakan kesehatan mata saya. Jadi, saya memang harus menjalani operasi caesar, and I was always fine with that. Selama proses operasi, saya merasa begitu dicintai dan dirawat dengan baik, sehingga saya pun pulih dengan cepat. Luka ini menjadi pengingat saya akan proses yang indah itu.

— Caroline, 36


BACA JUGA


Perang Para Mama, Perang Abadi - Kapan Akan Berakhir? Apa yang Mama Dapatkan?

Perang Para Mama, Perang Abadi - Kapan Akan Berakhir? Apa yang Mama Dapatkan?

Perang para mama; working mom vs stay at home mom, sukses ASI eksklusif vs gagal ASI eksklusif. What is it all about, Mama? Untuk apa ada ...

Read more..


Nah, Mama. Gimana perasaan Mama? Jangan pernah merasa down karena banyak orang yang tak paham bagaimana melalui pemulihan pasca operasi caesar. Banyak orang yang tak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Just let it go, kita juga nggak ada kewajiban untuk menjelaskannya pada mereka bukan?

Diri kita sendirilah yang penting. Tetap cintai diri sendiri dan yakinlah, no matter what, we are moms. We are best mothers ever!






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Melahirkan Melalui Operasi Caesar Bukan Berarti Kita Lemah, Ma! 13 Foto dari Para Rocking Mama Berikut Buktinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar