Memaafkan Orang Lain Memang Sulit - Namun, Agar Hidup Mama Lebih Tenang Lakukan 7 Cara Berikut

Memaafkan Orang Lain Memang Sulit - Namun, Agar Hidup Mama Lebih Tenang Lakukan 7 Cara Berikut

578
Seberapa sering orang lain mengatakan atau melakukan perkataan dan perbuatan yang menyakiti hati? Kalau kita tidak memaafkan mereka, kita yang rugi sendiri, Ma!

Semua orang pasti pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan. Mama pun nggak luput berbuat kesalahan, dan mungkin melakukan hal yang kurang berkenan pada orang lain atau mungkin pada orang terdekat seperti Papa dan anak-anak.

Yah, betul kiranya jika bumi berputar dan hidup seperti Yin dan Yang agar seimbang. Wajar saja jika ada hal-hal yang membuat emosi Mama meluap-luap atau air mata yang terus mengalir.

Akan tetapi, hal yang perlu Mama ingat adalah jika Mama tidak dapat memaafkan mereka akan membawa keburukan pada diri Mama sendiri. Entah kondisi fisik yang terus menurun karena masih menyimpan dendam ataupun kondisi psikis yang memburuk karena tidak dapat mengikhlaskan suatu hal di masa lampau.

Well, Ma, rugi loh kalau Mama masih tidak dapat memaafkan orang lain. Terlepas dari seberapa fatal kesalahannya, Mama berhak untuk hidup lebih tenang dengan memaafkan mereka.

Rocking Mama akan memberi tahu cara memaafkan orang lain yang mudah untuk diterapkan sekarang juga nih, Ma.


BACA JUGA


Lagi Sakit Hati dengan Seseorang? Baper? Lepaskan Rasa Itu dengan Melakukan 5 Sikap Ini!

Lagi Sakit Hati dengan Seseorang? Baper? Lepaskan Rasa Itu dengan Melakukan 5 Sikap Ini!

Sakit hati dan baper, dua hal yang makin sering mendatangi kita setiap hari. Bagaimana menyikapinya supaya nggak sampai merebut kebahagiaan ...

Read more..


Berikut 7 cara memaafkan orang lain agar hidup Mama lebih tenang


1. Anggap mereka anak kecil


Yah, jika Mama masih belum bisa memaafkan seseorang, anggap saja ia sebagai anak kecil. Yang mana pengetahuannya terbatas, sering berbuat keliru, dan belum tahu mana yang salah mana yang benar dengan porsi yang tepat.

Cara ini efektif, dan Mama dapat menertawakan kesalahan tersebut, dan bukannya justru geram dengan mengingat-ingat kesalahan yang telah ia lakukan.

Keep this in mind, "Hah! Namanya juga anak-anak!" Jadi, maklumi saja dan buktikan bahwa Mama sebagai orang dewasalah yang bertindak lebih bijak.


2. Berprasangka baik


"Oh, mungkin saja saat itu ia sedang ada masalah yang lebih besar."

Meskipun sulit berprasangka baik ketika seseorang itu telah berbuat tidak baik kepada Mama sebelumnya, namun, setiap orang tentu pernah khilaf atau melakukan kesalahan tanpa disengaja.

Menjadi seorang yang optimis akan membuat hidup Mama lebih tenang, Ma!


3. Jangan anggap sebagai hal personal

Ketika seseorang membentak Mama ketika menjawab pertanyaan, ketus, atau bahkan melontarkan kata-kata kasar, coba Mama pikir lebih jauh. Mungkin memang wataknya seperti itu? Jadi, ia merasa tidak perlu meminta maaf karena ia melakukan hal tersebut tidak hanya kepada Mama, namun juga pada orang lain.

Nah, dalam hal ini sih, sebaiknya Mama nggak usah terlalu 'geer' dengan merasa terzalimi oleh ia yang watak aslinya demikian.

Get over it, Ma! Memang orangnya seperti itu.


BACA JUGA


Sahabat Baik Mama Sudah Sering Mengecewakan Mama? Ini dia 3 Tanda Bahwa Mama Butuh Teman Baru

Sahabat Baik Mama Sudah Sering Mengecewakan Mama? Ini dia 3 Tanda Bahwa Mama Butuh Teman Baru

Sahabat baik, seharusnya kehadirannya bisa membuat kita jadi bahagia. Tapi jika tidak? Well, tak ada yang tak bisa dilepaskan kan

Read more..


4. Jangan hidup di masa lalu


Kali ini, saya punya kisah yang mengharukan sekaligus memancing emosi.

Kakak kandung teman saya, seorang ibu yang karena kesalahan tim medis, anaknya meninggal dunia. Yah, sebetulnya terlalu kejam jika menuduh tim medis yang menjadi penyebab si bayi tak terselamatkan. Mungkin memang sudah saatnya dipanggil oleh Tuhan. Namun, bayinya baru berusia 1 minggu saat meninggal. Terbayang kan, Ma, seperti apa sakitnya hati sang ibu?

Awalnya, ibu tersebut ingin membawa perkara ini ke meja hijau dan menuntut instansi atas kesalahan tim medis. Setelah ia merenung, ia pun bisa berpikir dengan jernih. Jika dokter tersebut diadili dan dibui, sang anak juga tidak akan hidup kembali.

Jadi, ia mencoba mengikhlaskan hal tersebut dan 'hidup' di masa sekarang. Sulit memang, tapi ternyata ia bisa, Ma, melakukannya.

Ikhlas, itu kata kuncinya. Sulit, namun bukan berarti tak mungkin.


5. Meditasi

Terlihat terlalu mengada-adakah, mengatasi perasaan negatif, tak dapat memaafkan orang lain, dengan meditasi?

Tapi fakta sains membuktikan bahwa meditasi dapat mengurangi tingkat stres seseorang. Temukan sendiri tipe meditasi apa yang sesuai untuk Mama. Mungkin yoga, rekreasi ke tempat teduh, atau dengan membaca kitab suci?

Apa pun bentuk meditasi yang Mama lakukan, niscaya, akan membawa dampak baik bagi diri Mama dan hidup lebih tenang jika dilakukan secara rutin.


6. Ingat kebaikan dirinya

Di samping kesalahan fatal yang ia lakukan, ingat lagi deh mengapa Mama bisa cinta atau pernah suka dengan orang tersebut atau sekadar berempati? Setidaknya sebelumnya, Mama pasti pernah menikmati waktu-waktu bersamanya kan?

Jangan karena ia melakukan satu kesalahan, Mama melupakan puluhan kebaikan yang telah ia lakukan terhadap Mama atau mungkin pada anggota keluarga Mama. Whoosaah...


7. Ambil hikmah


Tanya kan pada diri sendiri apa hikmah yang dapat dipetik dari kejadian tersebut? Apakah dengan begitu pribadi Mama jauh lebih baik? Lebih toleran dengan orang lain atau mungkin kemampuan mengelola emosi jadi lebih baik?

Ya, there are always good and bad, kan. Jadi, daripada Mama menggerutu tak henti pada orang tersebut atau mengutuk suatu perlakuan, ambil saja hikmahnya, Ma.


BACA JUGA


Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper!

Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper!

Mama sedang baper atau merasa dikecewakan oleh si Kecil? Mama merasa sudah sekuat tenaga mengajarinya berperilaku baik, termasuk ketika ...

Read more..


Nggak sulit kan untuk menerapkan ketujuh cara memaafkan orang lain tersebut, Ma?

Selain hidup lebih tenang, Mama juga nggak akan terbebani hatinya oleh hal-hal yang sebetulnya tidak dapat di-undo. Jika Mama tidak dapat berdamai dengan orang tersebut secara langsung, maka berdamailah dengan diri sendiri.

Jangan sampai Mama sudah memaafkan di mulut tapi di hati belum juga memaafkan sepenuhnya, Ma. Memang lebih mudah berbicara daripada melakukan sih, tapi ini demi kebaikan diri sendiri kok!

Langsung terapkan cara tersebut yuk agar hidup Mama lebih tenang.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Memaafkan Orang Lain Memang Sulit - Namun, Agar Hidup Mama Lebih Tenang Lakukan 7 Cara Berikut". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar