Membantu Mengerjakan PR Si Kecil Kadang Bikin Emosi ya, Ma? Relax! Ikuti Beberapa Trik Berikut!

Membantu Mengerjakan PR Si Kecil Kadang Bikin Emosi ya, Ma? Relax! Ikuti Beberapa Trik Berikut!

1.2K
Membantu mengerjakan PR juga menjadi tanggung jawab Mama sebagai edukator utama anak-anak, karena proses belajar anak tak hanya berhenti di sekolah saja.

Peran Mama sebagai istri dan ibu memang banyak, ya? Well, nggak heran kalau predikat Super Mom disandang di bahu Mama--meskipun Mama menerimanya dengan malu-malu kucing. Hehehe. Ya, gimana enggak. Urusan beberes rumah, memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga, sampai mengerjakan PR pun itu jadi tugas Mama kan?

Yesss, kali ini, Rocking Mama akan menggarisbawahi peran Mama sebagai edukator untuk anak. Eits, kewajiban Mama memang tidak hanya berhenti sampai di 'mengantar anak ke sekolah' atau 'mendaftarkan anak ke bimbingan belajar terbaik di kota' doang. Peran aktif Mama dalam mengajarkan anak sangat dibutuhkan, termasuk membantunya mengerjakan PR alias pekerjaan rumah.


BACA JUGA


Begini Cara Membuat Anak Semangat Belajar Hingga Nilai-Nilai Rapornya Bisa Meningkat di Akhir Semester Nanti

Begini Cara Membuat Anak Semangat Belajar Hingga Nilai-Nilai Rapornya Bisa Meningkat di Akhir Semester Nanti

Mencari cara membuat anak selalu semangat belajar dan meraih nilai bagus tak hanya menjadi tugas guru, tapi justru terutama menjadi tugas ...

Read more..


Did you know, Mama? Fakta menyebutkan bahwa orangtua merupakan kunci bagi anak mendapatkan karier yang sukses di sekolah. New York University Child Student Center pun menyatakan, bahwa anak-anak akan berperilaku lebih baik ketika orangtuanya terlibat dalam proses edukasi di rumah dan di sekolah.

Nah, jadi, penting banget kan untuk Mama turut serta dalam proses pembelajaran anak-anak Mama? Edukasi di rumah meliputi soft skills dan edukasi di sekolah ini, ya, membantu anak mengerjakan PR.

Perlu diperhatikan, membantu mengerjakan PR ya, Ma, bukan Mama yang mengerjakannya.


So, simak yuk 5 tips untuk membantu mengerjakan PR anak sehingga terasa lebih mudah bagi Mama dan si kecil.


1. Rileks


Take a deep breath and enjoy this moment.

Ajak si kecil santai dulu yuk, Ma, di sofa ruang tengah sambil menikmati camilan sehat atau hidangan favorit si kecil. Belajar dengan kondisi perut kosong juga nggak baik lho, Ma. Tapi juga, jangan dalam kondisi terlalu kenyang karena dapat menyebabkan anak mengantuk.

Definisi rileks setiap anak tentu berbeda, kalau si kecil kebetulan pecinta hewan, biarkan ia bermain bersama hewan peliharaannya dulu. Mandi dan main gadget pun sebaiknya Mama bolehin aja deh, Ma. Wajar, baru pulang dari sekolah kan jenuh kalau belajar terus.

Setuju kan, Ma?


2. Matikan TV


Ini dia distraksi terbesar di rumah, televisi.

Kurang lebih 8 dari 24 jam waktu anak Mama ia habiskan di sekolah. Sampai rumah? Buka sepatu, buka kaos kaki, taruh tas, rebahan di sofa, nyalain TV deh.

Boleh saja sih menonton TV dulu sebelum Mama membantunya mengerjakan PR. Tetapi ketika proses ini dimulai, matikan TV-nya saja, Ma. Kalau anak mohon-mohon agar TV tetap dinyalakan namun dalam mode 'mute', jangan luluh ya, Ma. Supaya anak Mama fokusnya tidak terpecah belah.


3. Ruang khusus


Hindari ruangan yang banyak distraksi. Ciptakan suasana nyaman dulu untuk si kecil, Ma.

Buat kesepakatan sebelumnya mengenai estimasi waktu untuk mengerjakan PR dan target per sesi nya. 'Sulap' ruang keluarga yang homie dan bikin kepingin berleha-leha jadi ruang yang kondusif untuk proses belajar anak. Taruh pajangan atau boneka kesayangan si kecil di sekitar ruang khusus belajar.

Pakai spidol warna-warni untuk menjelaskan pelajaran tertentu atau untuk kertas corat-coret. Studi yang dilakukan oleh Australian Journal of Educational and Developmental Psychology menemukan, bahwa play-based learning (pembelajaran dengan basis bermain) dapat meningkatkan atensi anak.

Sebagai edukator, Mama akan menghemat lebih banyak waktu jika proses belajar dikemas seperti proses bermain. Misalnya ada PR bahasa Inggris, Mama dapat menggunakan buku cerita bahasa Inggris atau film pendek bahasa Inggris, agar kosa kata anak dapat bertambah dengan lebih mudah.


4. Tentukan skala prioritas


Dari belasan mata pelajaran di sekolah, kita akan mengerjakan PR yang mana dulu nih?

Tentukan skala prioritas. Apakah mengerjakan PR yang tingkat kesulitannya rendah, agar si kecil bisa lanjut ke PR lainnya, atau mau yang sulit dulu mumpung masih ada Mama yang membantu proses belajarnya?

Tentu, hal itu bisa dijawab oleh Mama dan si kecil sendiri, ya. Mama dan si kecillah yang paling tahu.

Kalau sekiranya Mama lupa dengan rumus matematika pelajaran siswa SMP kelas IX, misalnya, berarti PR itu sebaiknya dikerjakan di tempat kursus atau belajar kelompok. Sebelumnya, Mama juga harus tahu anak Mama ingin mengerjakan PR yang mana agar ada persiapan. Cari sumber ilmu selain buku pelajaran si kecil juga ya, Ma. Buku terbatas? No worry! Ada Google dan Youtube, kok!


5. Hindari godaan untuk menjawab langsung


Jangan gusar ketika anak Mama lupa negara Jerman terletak di benua bagian mana, atau tidak tahu kalau garis merah putih biru merupakan bendera negara apa.

Sabar ya, Ma. Daya tangkap dan daya ingat anak berbeda-beda. So, Mama harus menyesuaikannya juga. Beri tahu petunjuk-petunjuk atau kata kunci dari jawabannya, bukan langsung memberitahu jawaban, agar tugas membantunya mengerjakan PR cepat selesai.

Yah, betul sih, cepat dan tepat jawabannya, tapi bisa-bisa yang menguasai pelajarannya Mama nih, bukan si kecil.


BACA JUGA


Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak

Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak

Educators must work toward developing the talent in each and every child. ~ Mary Cay Ricci

Read more..


Yes, si kecil memang lebih membutuhkan peran aktif Mama untuk mendidiknya di rumah, termasuk membantunya mengerjakan PR.

Seorang guru berkata, sekolah itu tempat menuntut ilmu, kalau belajar ya di mana saja. Jadi ketika anak Mama di sekolah, ia dapat menanyakan hal yang belum ia mengerti dan menanyakan pada guru. Namun, proses belajar si kecil memang tak hanya berhenti di sekolah saja. Saat ia harus belajar di rumah, maka usahakan Mama mengerti dan membantu pelajaran sang buah hati ya, Ma. Belajarnya pun nggak harus soal mata pelajarannya, Mama juga bisa membantu dengan memberikan dukungan moril saat anak Mama jenuh dengan 'school things' dan setumpuk PR-nya.

Well, selamat belajar dan mengajar, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Membantu Mengerjakan PR Si Kecil Kadang Bikin Emosi ya, Ma? Relax! Ikuti Beberapa Trik Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar