Memilih Kelas Pendidikan Anak Usia Dini - 5 Hal yang Sebaiknya Menjadi Pertimbangan Mama Saat Memutuskannya

bara & friends

Memilih Kelas Pendidikan Anak Usia Dini - 5 Hal yang Sebaiknya Menjadi Pertimbangan Mama Saat Memutuskannya

1.6K
Seberapa dini sih anak-anak bisa diikutkan dalam pendidikan anak usia dini? Dan apa saja yang harus kita pertimbangkan saat akan memutuskan apakah si kecil sudah perlu mendapatkan pendidikan anak usia dini ini?

Seberapa dini sih anak-anak bisa diikutkan dalam pendidikan anak usia dini? Dan apa saja yang harus kita pertimbangkan saat akan memutuskan apakah si kecil sudah perlu mendapatkan pendidikan anak usia dini ini?

Well, sebelum kita lebih lanjut membahas mengenai pendidikan anak usia dini tersebut, ada baiknya kita memahami, apa saja yang dibutuhkan oleh anak-anak di usia emas mereka.

Usia emas, yaitu usia 1 hingga 5 tahun, merupakan usia tahapan penting dalam kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan otak mereka tengah berada dalam perkembangan yang sangat prima. Makanya, Ma, pada usia ini, anak harus diberikan banyak stimulasi dan informasi yang sebanyak mungkin. Ibarat spons, mereka tengah berada dalam daya serap yang paling tinggi dalam masanya.

Karena itu ada standar-standar tertentu dalam dunia kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehubungan dengan peningkatan kemampuan anak. Dan, kita perlu mewaspadai jika sampai usia 1 tahun lebih ada beberapa hal yang belum bisa mereka lakukan.

Berikut ada beberapa hal terkait kemampuan anak yang seharusnya sudah bisa mereka capai sesuai dengan usia dan tumbuh kembangnya.


Hal-hal yang harus dicapai oleh si kecil sebelum akhirnya dia ikut dalam kelas pendidikan anak usia dini nanti


Perkembangan Motorik Kasar


Umumnya kemampuan motoorik kasar anak yang berusia 1 tahun itu sudah berkembang dengan baik. Biasanya dia sudah mulai bisa berjalan. Sebaiknya Mama perlu waspadai jika anak tak bisa mencapai kemampuan-kemampuan berikut ini pada usia yang seharusnya.

  • Usia 3-4 bulan, bayi harus bisa tengkurap.
  • Usia sekitar 6 bulan, bayi sudah bisa duduk.
  • Usia sekitar 8 bulan, dia mulai merangkak.
  • Usia sekitar 9 bulan, si kecil sudah berusaha untuk berdiri.
  • Usia sekitar 11 bulan, anak Mama seharusnya sudah mulai melangkah.


Perkembangan Motorik Halus

Motorik halus merupakan gerakan yang menggunakan jari jemari yang seharusnya mulai bisa dilakukan oleh bayi.

Pada tahapan tertentu, bayi sudah harus bisa menggenggam, meraih, mengambil sesuatu, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, dan akhirnya bisa menjimpit dengan dua jari.


Perkembangan Bicara dan Bahasa


Anak akan mulai berceloteh seiring dengan perkembangan kemampuan motorik halusnya, Ma.

Memang sih, setiap anak memang memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Ada yang cepat berbicara, ada juga yang perlu waktu. Tak perlu parno jika sampai usia beberapa belas bulan, si kecil masih belum lancar berbicara. Cobalah untuk terus menstimulasinya dengan sabar.

Jika memang sudah terlalu lama si kecil tak juga berceloteh, maka ada baiknya Mama meminta nasihat pada pakar tumbuh kembang yang dipercaya.


Perkembangan Sosial

Ada anak-anak yang malu-malu, dan ada pula yang ramah dan langsung bisa akrab jika bertemu dengan orang lain dan berada di lingkungan yang baru. Itu wajar saja, ma.

Kemampuan bersosialisasi ini memang harus dilatih sejak dini, karena mereka di kemudian hari toh juga harus berinteraksi dengan orang lain juga kan?

Takut dan malu-malu di awal itu biasa, justru Mama harus waspada jika si kecil terlalu cuek terhadap orang lain, dalam artian dia tidak menunjukkan pengenalan akan adanya orang lain yang hadir bersama di situ.


Nah, jika si kecil sudah sesuai tahap tumbuh kembangnya, dan Mama ingin menyertakannya dalam pendidikan anak usia dini sih boleh saja. Namun, sebelum memutuskan kelas pendidikan anak usia dini seperti apa yang akan diikuti si kecil, ada baiknya mempertimbangkan beberapa hal ini lebih dulu.


Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih kelas pendidikan anak usia dini bagi si kecil


1. Perhatikan reaksi pertama anak

Reaksi pertama saat anak datang ke kelas pendidikan anak usia dini tak akan bohong, Ma. Apakah dia sudah benar siap untuk bersekolah atau belum.

Coba biarkan dia berinteraksi dengan para pengasuh dan guru yang ada di sana. Jika si kecil mau saja langsung digendong, padahal sebelumnya dia tergolong anak yang agak malu-malu dengan orang asing, barangkali itu adalah pertanda baik.

Juga perhatikan reaksi para pengasuh dan guru saat melihat si kecil pertama kali.

Jika mereka langsung menunjukkan ketertarikan besar mengetahui karakter dan kebiasaan si kecil, itu pertanda mereka lebih punya pendekatan secara personal dengan anak.

Namun, jika para pengasuh dan guru tetap fokus melatih anak-anak lain dalam kelas tersebut, berarti mereka secara umum mempunyai pendekatan yang lebih profesional sebagai lembaga pendidikan. Istilahnya, come on, let's join.

Yang mana yang lebih sesuai untuk karakter si kecil, itu Mama yang lebih tahu.


2. Jangan anggap remeh free trial

Akan lebih baik jika ada fasilitas free trial sebelum kelas tersebut benar-benar dimulai. Karena di free trial inilah Mama punya kesempatan untuk tak hanya melihat materi pelajaran yang diberikan oleh para pengasuh dan guru, tapi juga melihat metode pengajaran yang mereka gunakan.

.


3. Bahasa pengantar

Kelas pendidikan anak usia dini yang kekinian biasanya cenderung sudah akan memperkenalkan bahasa Inggris, atau bahkan sudah menggunakannya dalam bahasa pengantar sehari-hari.

Ini juga tergantung Mama sih, baik tidaknya. Mungkin ada yang berpendapat, belum terlalu perlu "dipaksa" berbahasa Inggris. Tapi ada juga yang berpikiran lain. Yang penting, sesuaikan saja ya, Ma, dengan keluarga masing-masing.


4. Perhatikan secara detail apa yang terjadi dalam kelas

Yes, saat free trial, perhatikan materi yang diberikan pada waktu anak-anak sedang terlibat dalam kelas pendidikan anak usia dini tersebut. Apakah para pengasuh dan guru cukup sabar dalam membimbing? Apakah mereka tegas?

Perhatikan juga bagaimana mereka menangani berbagai karakter anak yang ada dalam kelas. Pastinya kan, ada anak-anak yang sudah bisa mengikuti instruksi dengan baik, ada pula yang belum.

Belum lagi kalau ada yang moodnya sedang jelek, sehingga seharian menangis. Dibujuk malah tambah keras menangisnya. Yes, perhatikan sampai sedetail-detailnya ya, Ma.



5. Percaya kata hati

Yes, percayalah pada kata hati Mama.

Percayalah bahwa bahasa tubuh seseorang tidak bisa ditutupi. Jika ada pengasuh atau guru yang memang mencintai anak-anak pasti akan terasa berbeda perlakuannya ketimbang mereka yang sekadar menjalankan tugas.

So, dengarkan kata hati selalu ya, Ma.


6. Harga

Yes, seringkali harga menjadi hal yang harus dipertimbangkan pertama kali ya, Ma.

Ibaratnya, kita telah menitipkan anak sekian jam, harapan kita pasti akan mendapatkan hasil yang optimal sesuai harapan. Betul, Ma?

Hampir sebagian besar pendidikan anak usia dini sekarang, merangkap juga sebagai daycare. Artinya, anak-anak dititipkan dan berada di sana sejak pagi hingga sore hari. Umumnya sih karena mamanya pada bekerja di luar rumah.

Rata-rata harga hasil survei dan browsing yang saya lakukan adalah sebagai berikut, Ma. Ini pastinya hanya sekadar perkiraan saja ya. Untuk lebih pastinya, Mama bisa langsung survei saja ke tempat pendidikan anak usia dini yang ada di sekitar domisili Mama.

  • Biaya pengembangan: antara Rp. 2.500.000,- sampai Rp. 3.000.000,-/ tahun
  • Kegiatan & Media Pembelajaran: sekitar Rp. 1.000.000,-/ tahun
  • Bulanan/ SPP: Rp. 1.200.000,- (kalau hanya ikut sekali seminggu atau dua kali seminggu, harganya beda)
  • Seragam: Rp. 175.000,-
  • Waktu pembelajaran: Senin-Jumat 07:00-17:00
  • Child Care Insidental biaya: Rp. 75.000,- hingga Rp. 100.000,- per hari.



BACA JUGA


Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik anak dengan kekerasan juga akan menghasilkan anak yang penuh dengan kekerasan. Dan ini bukanlah hal yang baik bagi perkembangannya ...

Read more..


Nah, gimana, Ma? Pastinya sekarang sudah mendapatkan gambaran umum mengenai bagaimana pendidikan anak usia dini yang dibutuhkan oleh si kecil ya.

Yang pasti, tetaplah berpegang pada prinsip, bahwa yang penting anak-anak belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya, dan pastinya untuk belajar mandiri, jauh dari mamanya.

Salam sayang untuk si kecil!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Memilih Kelas Pendidikan Anak Usia Dini - 5 Hal yang Sebaiknya Menjadi Pertimbangan Mama Saat Memutuskannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hani Widiatmoko | @handayaniwidiatmoko

hai...saya Hani. Blog saya http://www.haniwidiatmoko.com

Silahkan login untuk memberi komentar