4 Persiapan Anak Sekolah Agar Si Kecil Lebih Mudah Beradaptasi dengan Kondisi Sekolah Barunya

4 Persiapan Anak Sekolah Agar Si Kecil Lebih Mudah Beradaptasi dengan Kondisi Sekolah Barunya

1.7K
Anak sekolah selalu memiliki cerita tersendiri, ya, Ma. Rasa deg-degan, bingung mau beli apa, menu yang mau dibawa, apa yang harus dilakukan adalah sedikit warna tentang anak sekolah.

Tahun ajaran baru hampir tiba. Ini berarti Mama dan Papa makin tambah sibuk nih, dengan mulai masuknya kembali anak-anak ke sekolah. Bagi sebagian Mama, anak sekolah adalah saat yang rempong karena harus menyediakan perintilan ini itu seperti tas sekolah, bingung mau masukin anak ke sekolah favorit atau nggak, belum lagi menghadapi dramanya anak-anak.

Yang baru masuk Playgroup atau Taman Kanak-kanak pertama kalinya, pasti lebih repot lagi ya? Hihihi. Saya ingat, saya sampai harus mengajukan cuti atau izin selama seminggu untuk masuk setengah hari demi menunggui anak-anak di hari-hari pertamanya di sekolah. Meski si Kakak adalah anak yang mandiri dan mudah berkenalan dengan teman-teman baru, tetep ya, rasanya nggak tega meninggalkan dia sendirian di lingkungan barunya.


BACA JUGA


Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

Education is the most powerful weapon we can use to change the world. ~ Nelson Mandela

Read more..


Nah, kalau si Adik sih beda. Karakternya memang lebih manja, meski kalau sudah kenal sih anaknya nekad. Hahaha... Tapi hari pertama sekolah selalu diwarnai dengan drama ini dan itu.

Kalau keduanya ditanya gimana rasanya sekolah sih, jawabannya adalah, “Senang!”. Yah, namanya anak-anak, ya. Kumpul dengan sesama anak seusianya pasti seru. Selain kegembiraan dan kebanggaan bahwa anak kita sudah mulai besar, lantas muncul pula tanggung jawab besar yang mengiringinya.

Well, tentunya ya, Ma, setelah kita menemukan sekolah yang kita anggap cocok untuk si kecil, ada langkah-langkah yang kemudian perlu diambil agar dia segera bisa menyesuaikan diri dengan tempat barunya.

Dr. Pat Spungin, seorang pakar parenting dan pengajar di Universitas Middlesex bidang Pengembangan dan Psikologi Anak di London Inggris, mengatakan bahwa adalah wajar bagi anak-anak untuk gugup di hari pertamanya masuk sekolah.

“Anak tidak bisa serta merta menyesuaikan diri di sekolah. Sekolah bisa menjadi sangat menarik bagi anak-anak, sekaligus begitu menakutkan. Akan sangat baik jika orangtua memberi tahu anak, apa saja yang ada di sekolah dengan membacakan buku, dan bercerita mengenainya sebelum kegiatan sekolah dimulai. Hal tersebut dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak.”


Nah, kemudian, persiapan apa saja yang bisa kita lakukan untuk hari pertama anak sekolah nanti? 4 cara ini bisa membantu Mama mempersiapkan anak sekolah agar mereka bisa cepat untuk beradaptasi.


1. Siapkan mental si kecil

Apalagi untuk anak-anak yang selama ini tidak begitu banyak punya kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak seusianya di luar lingkungan rumah. Anak sekolah perlu disiapkan mental mereka agar siap menghadapi dunia luar setelah selama ini berada di dalam zona nyaman. Persiapan mental ini jelas sangat membantu ya, nggak cuma buat si anak saja, tapi juga agar lebih memudahkan tugas Mama dan Papa.

Ibarat belajar menyetir mobil, agar si sopir berani turun ke jalan, selain kemampuan menyetir yang cukup, dia juga harus siap mental. Kalau enggak, bisa saja kan, baru diklakson doang saja dia sudah kaget dan panik. Kan bahaya.

2. Motivasi tentang serunya sekolah

Ceritakan betapa serunya bertemu dengan teman-teman baru, dan belajar mengenai hal-hal yang baru yang belum pernah diajarkan oleh Mama sebelumnya. Juga perlu ditanamkan cara berpikir bahwa salah satu modal untuk meraih kesuksesan adalah menjadi orang pintar.

Bisa juga dicontohkan kisah sukses orang-orang terdekat kita, Ma. Misalnya nih.

“Coba Adik lihat Ayah. Ayah kan orangnya pintar. Ayah pintar karena Ayah sekolah. Jadinya bisa bekerja dengan baik. Dengan bekerja, Ayah mendapatkan uang. Uang itu kita pakai untuk membeli makanan, pakaian, semua kebutuhan kita. Kita juga bisa jalan-jalan setiap hari Minggu, bisa jajan di warung-warung yang enak. Semua karena Ayah pintar dan bekerja dengan jujur.”

3. Latih untuk bangun pagi

Kalau masih Playgroup atau Taman Kanak-Kanak sih, batas toleransi keterlambatan masuk siswa sih masih cukup besar ya, Ma. Namanya anak balita, kadang juga masih susah dibangunin pagi-pagi. Lebih suka mlungker di kasur sampai siang, bangun pun juga nggak bisa langsung siap-siap kan?

Memang kita harus mulai melatihnya untuk bangun pagi seenggaknya dua minggu hingga sebulan sebelum mulai masuk sekolah, Ma. Namun, jika masih belum bisa, ya jangan dipaksa juga, Ma. Tanamkan saja secara terus menerus padanya, bahwa merupakan kewajiban anak-anak untuk belajar di sekolah supaya pintar.

4. Dukungan orang sekitar

Kerja sama dengan ART dan juga pengasuh juga sangat penting, Ma. Terutama bagi Mama dan Papa yang bekerja di kantor ya. Kita harus menekankan kepada si Mbak atau pengasuh agar anak mau tidur siang setelah sepulang sekolah dan nggak keasyikan main hingga sore. Kalau kecapekan, tentu akan memengaruhi kegiatannya sekolah kan?

Saat pertama kali anak sekolah, juga bukan hal yang aneh kalau si kecil menangis ya, Ma. Sekolah yang baik juga biasanya mewajibkan pengantar dan orangtua untuk tega meninggalkan anaknya di sekolah dan memercayakannya pada bapak dan ibu guru. Tentu hal ini bertujuan baik, supaya anak sekolah nggak tergantung terus pada orangtuanya, dan justru bisa lebih cepat beradaptasi dengan gurunya. Sekolah seperti ini biasanya juga tidak mengizinkan para orangtua untuk bergerombol atau ngerumpi di lingkungan sekolah. Mengapa? Karena kalau anak tahu bahwa mereka ditunggui, tentu akan menghambat keberanian dan kemandirian mereka.

Untuk meminimalkan ketergantungan anak pada orangtua, Mama dan Papa bisa memperkenalkan anak pada sekolahnya beberapa hari sebelum mulai masuk. Akrabkan dia dengan calon gurunya, dan mungkin juga dengan beberapa kakak kelasnya. Keakraban dengan guru sangatlah penting, karena akan membuat anak nggak takut untuk bicara padanya dalam kondisi mendesak. Pengin ke kamar kecil, misalnya. Atau saat membutuhkan bantuan untuk membuka bekalnya.

Melihat anak sekolah terkadang kita jadi sedih sekaligus senang, ya, Ma. Well, tentu kita pun harus bisa siapin mental untuk melepas anak-anak saat di sekolah. Sesekali, coba Mama tanyakan beberapa pertanyaan kreatif saat anak pulang sekolah, seperti, "Di sekolah tadi yang paling bikin Adik senang apa?" Biar mereka lebih antusias untuk menceritakan dan mau untuk sekolah.

Nah, kalau Mama, apa saja nih yang sudah dipersiapkan anak sekolah di tahun ajaran baru nanti?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Persiapan Anak Sekolah Agar Si Kecil Lebih Mudah Beradaptasi dengan Kondisi Sekolah Barunya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar