Busy Moms' Hacks: Mencari Babysitter yang Cocok? 5 Tips Ini Akan Berguna Buat Mama!

Busy Moms' Hacks: Mencari Babysitter yang Cocok? 5 Tips Ini Akan Berguna Buat Mama!

2.9K
I've honestly been really lucky. My only jobs have been babysitting and acting. ~ Anne Hathaway

Ini dia permasalahan yang sebenar-benarnya bagi para Working Mama; mencari pengasuh anak yang terbaik! Seyogyanya seorang mama, kita pasti ingin anak-anak berada dalam keadaan aman dan nyaman, bukan? Memang, tentu saja Mama yang paling bisa memberikan itu. Tapi jika karena satu dan lain hal Mama harus bekerja, jadi tugas menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak selama Mama berada di luar harus didelegasikan pada seseorang.

Nah, bagaimana ya, caranya menemukan seorang pengasuh yang tepat untuk buah hati tercinta? Ini tips-nya!


1. Make a wish-list


Sumber: wikihow

Mulailah dengan mengidentifikasi keinginan Mama yang nanti akan harus dilaksanakan oleh sang pengasuh. Tuliskan semua hal berkaitan dengan anak-anak yang penting untuk diketahui, mulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, hingga alergi-alergi yang gawat. Sertakan juga solusinya untuk mengantisipasi, atau justru mengatasi. Kesukaan si adik untuk memegangi ujung bantal saat mau tidur, misalnya, akan sangat merepotkan bila tidak dituruti, atau alergi debu si kakak, yang perlu segera ditangani bila kambuh. Hal-hal seperti ini adalah wajib untuk dikuasai oleh babysitter anak-anak nanti.

Selain yang berhubungan dengan anak-anak, jangan lupa untuk menentukan pekerjaan lain yang akan Mama minta untuk diembannya. Sedikit menyapu dan mengepel karena tumpahan susu atau bubur bayi tentu akan bisa ditoleransinya, namun bila diminta untuk membersihkan seluruh rumah setiap pagi dan sore hari pasti bakal memberatkan. Lebih baik, pisahkan saja job description-nya secara jelas antara babysitter dan asisten rumah tangga.


2. Find a mouth-to-mouth reference


Sumber: jessicabirthclasses.co.uk

Mengapa harus referensi dari mulut ke mulut? Karena biasanya lebih bisa dipercaya. Testimoni dari para user tentang baik-buruknya sebuah yayasan jasa penyalur pengasuh anak itu biasanya manjur, jika dibandingkan dengan iklan yang tersebar di media. Jadi, mulailah bertanya ke kiri dan kanan, siapa saja yang berpengalaman menyewa jasa babysitter. Cari tahu tentang legalitas yayasannya, tata cara menggunakan jasanya, hingga yang terpenting yaitu kualitas pekerjanya.

Selain itu, biasanya yayasan juga menggunakan strategi yang sama untuk menjaring penyewa. Mereka pun butuh referensi calon majikan yang baik dari para kliennya yang sudah bisa dipercaya. Malahan, kebanyakan dari mereka hanya mau melepaskan pengasuh pada orang-orang yang direferensikan pengguna sebelumnya.

Jadi, tunggu apalagi, ayo segera buka phone book Mama dan telusuri setiap teman yang kira-kira memiliki babysitter di rumahnya.


3. Smooth Interview


Sumber: mamalovejoy

Setelah mengantongi beberapa nama yayasan dan menghubungi mereka, mulailah melakukan pendekatan personal kepada pengasuh-pengasuh yang disediakan untuk Mama. Di sini, peran Mama menjadi sangat penting sebagai garda utama dalam memilih yang cocok untuk buah hati tercinta. Ingat untuk tidak percaya begitu saja pada ‘promosi’ pihak yayasan, ya Ma. Jangan langsung tergiur bila mendengar sekian lama jam terbang seorang babysitter berpengaaman, ataupun sekian sertifikat yang sudah dikantongi babysitter pemula. Mama harus menyediakan waktu untuk secara empat mata mewawancarainya, tanpa kehadiran orang ke tiga.

Tanyakan beberapa hal psikologis padanya seperti, “Kemarin-kemarin sempat mengasuh di mana dan berapa lama?’, atau “Bagaimana sifat-sifat majikan yang terdahulu, apa ada yang pernah ada yang bermasalah dengan pasangannya?”. Dua pertanyaan ini akan mengungkap sendiri jam terbang para pengasuh itu, sekaligus loyalitasnya. Seperti halnya pegawai kantoran, seorang sitter yang setia tentu tidak akan punya pengalaman 3 bulan di sana dan 3 bulan di sini, bukan? Pun, mereka tidak akan ‘membongkar-bongkar’ karakter mantan majikannya di depan Mama, seorang yang baru saja dikenalnya.

Tanyakan pula hal-hal yang menyinggung skill-nya seperti, “Kalau ada anak tiba-tiba tersedak, bagaimana cara menanganinya?”, atau, “Anak saya lebih suka menonton tv daripada mengerjakan PR-nya, jadi harus bagaimana?”. Jika seorang pengasuh sudah berpengalaman tinggi ataupun diberikan kursus yang benar, tentu ia tahu jawabannya, bukan?

Terakhir, Mama bisa sedikit cari tahu tentang kepribadiannya, seperti, “Sudah punya anak, belum?”, atau, “Suami bekerja di mana?”. Contoh pertanyaan personal seperti ini akan memberikan gambaran pada Mama akan pandangannya terhadap konsep keluarga. Pastikan bahwa jika ia berkeluarga, suaminya sudah memberikan izin untuk bekerja, dan anak-anaknya berada dalam pengawasan yang baik. Mama tidak mau, kan, jika mempunyai seorang sitter yang akan mengasuh anak-anak, sementara ia sendiri tidak tahu pasti suami dan anaknya berada di mana.


4. Pay her enough!


Sumber: treasurer.go

Untuk yang satu ini, memang harus ditegaskan dari awal, supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari. Ingat, yang namanya duit itu sensitif, loh. Pastikan untuk menggajinya dengan sesuai, boleh jadi lebih sedikit, namun jangan sampai kurang dari rata-rata yang diberikan teman-teman atau bahkan tetangga Mama. Bahaya nanti, kalau mereka sampai cari tahu dan membanding-bandingkan penghasilannya dengan sekitar.

Selain gaji pokok, sebaiknya Mama juga menyisihkan sedikit untuk bonus-bonus hari rayanya, ya. Seperti misalnya Lebaran, Natal, atau hari keagamaan lain yang dianutnya. Jangan lupa juga memberinya uang lembur sebagai pengganti tenaganya yang terpakai di luar jam-jam kerja (misalnya di tengah-tengah malam saat membantu Mama mengompres si kecil saat demam). Yang paling penting adalah tidak mendiskon atau memotong gajinya, ya Ma! Keadaan keuangan Mama bisa jadi ups and downs, tapi berusahalah bersikap profesional pada orang lain, terutama yang dipercaya untuk menjaga anak-anak Mama.


5. Jangan ‘Baper’ atau Bawa Perasaan!


Namanya perempuan, beberapa diantara Mama mungkin akan terbawa perasaan pada bawahannya, entah itu asisten RT maupun babysitter. Sah-sah saja sih sebenarnya, tapi sebaiknya dihindari saja. Kisah perjuangan sang pengasuh menafkahi seluruh keluarga besarnya tentu saja mengharukan, tapi usahakan untuk merespon sebatas simpati –jangan serta-merta menghibahinya dengan sejumlah bantuan yang bisa jadi membuat ketergantungan kelak.

Apalagi, tidak perlu juga turut campur akan permasalahan pribadinya, sesayang apapun Mama padanya. Jangan sampai direpoti dengan ‘curhatan’ mereka, ya Ma! Tegaskan sedari awal, bahwa meskipun mereka adalah bagian dari keluarga dan tinggal di rumah Mama, tapi masing-masing punya persoalan yang harus diselesaikan sendiri-sendiri.

Nah, sudah mengantongi 5 tips-nya, kan?

Now, happy hunting a great Nanny for your kids, ya Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Busy Moms' Hacks: Mencari Babysitter yang Cocok? 5 Tips Ini Akan Berguna Buat Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar