Biar Cewek, Harus Berani! Ini Dia Cara Membesarkan si Gadis Kecil Menjadi Anak Pemberani

Biar Cewek, Harus Berani! Ini Dia Cara Membesarkan si Gadis Kecil Menjadi Anak Pemberani

3.5K
When you're scared but you still do it anyway, that's brave!

Hi, Ma, how are you today? Are you brave enough to face the day?

Semoga di setiap harinya, keberanian dan ketangguhan selalu menyertai Mama ya!

But, how about our little girls? Apa anak-anak perempuan kita seberani dan setangguh mamanya? Harusnya sih begitu ya, mengingat dunia itu makin ketat dengan persaingan, penuh dengan kejahatan, sumpek dengan kenegatifan. Kita saja yang sudah tua (ralat : dewasa) masih takut-takut gini, apalagi anak-anak? Mampukah mereka nanti mengatasi hebohnya alam nyata ini? Bisakah gadis-gadis cilik yang mukanya mirip kita itu menghadapi kerasnya hidup? Sudah cukup muleskah mama membayangkannya?

Nah, daripada keringat dingin nggak jelas, please find out these ‘how to make our little daughters to be brave and tough girls’ tips, yes!


Baca juga: Pengin Jadi Mama sekaligus Sahabat si Buah Hati? Coba 7 Tip Parenting Ala Gilmore Girls Ini!


1. Biasakan mandiri


Namanya anak perempuan, apalagi kalau cuma satu, atau bontot, pasti lebih dimanjakan daripada anak laki-laki. Kulturnya memang begitu.

Ya, tidak apa-apa, sah saja. Tapi, usahakan juga untuk membuat mereka mengerti bahwa tidak selamanya akan diperlakukan sebagai tuan putri. Menurut KBBI, mandiri adalah ‘dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain’. So, make them stand by their own. Dari hal-hal kecil dulu ya, Ma, misalnya dengan meminta mereka untuk mandi sendiri, makan sendiri, dan tidur sendiri.

Lalu, tahapannya maju ke serah-terima tanggung jawab seperti membawa pakaian kotornya sendiri ke belakang, mencuci alat-alat makannya sendiri (jangan lupa untuk membekali mereka dengan seperangkat sendok-garpu, gelas-piring berbahan melamin ya), dan membereskan tempat tidurnya setelah bangun tidur. Seiring dengan pertambahan usia, Mama bisa menambahkan daftar tugas untuk gadis-gadis itu, contohnya berbelanja ke pasar, menyetrika seragamnya, dan membantu menyiapkan meja makan.

Hal-hal tersebut, ma, kelak akan menjadi sangat berguna bagi hidup mereka. Suatu saat, ketika mereka harus pergi kuliah di lain kota atau bahkan ke luar negeri, pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang Mama biasakan sedari kecil tersebut bakal meringankan keseharian mereka. There will be no crying at lonely nights, no upset over dirty laundry, nor extra-expense for resto/café karena ngga bisa masak.

Hm, lumayan melegakan hati dan dompet kan, Ma?


2. Bekali sedikit martial art


Katanya Wikipedia, martial arts are codified systems and traditions of combat practices, which are practiced for a variety of reasons: as self-defense, military and law enforcement applications.

Hm ... Jadi, cukup pentingkah seni bela diri itu?

Yes, Ma, seriously! Sisakan sedikit dari bujet bulanan untuk les bela diri gadis kecil kita. Untuk beberapa bulan saja, cukup, tidak perlu sampai punya ban hitam atau badan biru (kena gebuk), apalagi kalau merekanya sendiri tidak terlalu berkenan. Beri pengertian bahwa kursus itu bukan untuk membuat mereka babak belur, atau tomboy, atau bisa berbuat sesukanya dengan jurus yang diajarkan, melainkan untuk mempertahankan diri. Belajar bela diri akan meningkatkan insting kesiagaan dan reflek bertahan.

Suatu saat *knock on wood* bila mereka dihadapkan pada situasi terjepit, setidaknya mereka mampu berpikir logis –sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang diajarkan- untuk menyelamatkan diri. Tidak perlu selalu menyerang, apalagi jika lawannya tidak seimbang, tapi secara naluri mereka akan terlatih untuk tidak panik, bersikap tenang dan percaya diri dalam kesiagaan.

Yah, lumayanlah, daripada hanya bisa teriak-teriak nunggu diselametin pangeran. Eh, sebentar. Kok kayak sinetron?


Baca juga: Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini


3. Kenalkan pada beragam makhluk hidup


Mama suka jerit-jerit ga jelas saat melihat cecak, kecoa, ulat bulu dan kawan-kawannya? You’d better stop doing it in front of your daughters!

Segeli apa pun Mama ketika hewan-hewan 'imut' itu melintas, cobalah sekuat tenaga untuk tidak berteriak sambil kabur. Sungguh, yang demikian itu tidak mendidik, Ma. Meski yahhh, rasanya badan jadi pengin jejogedan karena geli. Instead, push yourself to be as calm as possible to get through those animals. Mama harus tegar untuk melewati binatang-binatang itu dengan dagu terangkat, walaupun dengan menggigit bibir. Ouch!

Ya, sebagaimana lumrahnya anak-anak, mereka pandai meniru, bukan? Seperti yang dikatakan oleh seorang psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, bahwa sebenarnya, tak ada yang salah dengan perilaku meniru, karena pada dasarnya meniru adalah proses pembelajaran alami semua makhluk hidup.

Jadi, biarkan mereka meniru mamanya yang pemberani dan tidak jijikan (simpan jeritannya dalam hati, ya Ma!), dan jelaskan bahwa sedianya setiap makhluk hidup memiliki fungsinya sendiri-sendiri terhadap keseimbangan alam semesta. Tanpa mereka, alur mata rantai ekosistem tidak akan berjalan sempurna.


4. Ajak menjelajah


Selain bersahabat dengan hewan, ajak anak-anak perempuan berkenalan dengan tumbuhan dan kontur-kontur alam yuk, Ma. Saat ini banyak kok, paket-paket wisata berkemah yang dapat diambil dengan harga yang variatif. Di sana, Mama dan para putri cilik bisa menjelajah hutan, mendaki bukit, sampai memanjat pohon. Selain itu, Mama bisa mempererat bonding dengan si buah hati dengan berbagai cara yang asyik. Memanggang marshmellow di atas api unggun, misalnya, sambil berbagi cerita, lalu tidur di bawah sinar rembulan.

Oh ya, sebelumnya, Mama perlu mencari sebanyak-banyaknya informasi pada petugas di sana ya. Tanyakan apakah medannya cukup children friendly, dan apakah mereka mempunyai unit kesehatan yang bisa diandalkan bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan.

Setelah merasakan serunya kemping, kapan-kapan ajak juga anak-anak ke pantai ya, Ma. Biarkan mereka bermain dengan pasir dan ombak, merekam cantiknya matahari terbenam di garis horison dalam benak, serta memandangi tebing-tebing yang mengelilingi (di daerah Yogyakarta, contohnya, banyak pantai yang dihadapkan dengan tebing-tebing curam nan indah). Beri pengertian bahwa alam yang luas itu adalah maha karya sang Pencipta, supaya menyadari betapa kecilnya kita di hadapanNya.

Nah, kekaguman pada alam itulah, Ma, yang somehow memberikan sepercik getaran rasa takut di dalam hati atas kebesaranNya, sekaligus membangkitkan kekuatan untuk berjalan di alamNya, dalam lindunganNya.


5. Tanamkan rasa percaya diri


Last but not least, adalah memberikan sebesar-besarnya dukungan atas apa yang gadis-gadis kecil kita lakukan. Support kita, baik dalam keadaan senang maupun sedih, adalah langkah awal mereka untuk memberanikan diri melakukan segala sesuatu. Dukung mereka untuk bermain lumpur di luar dan bukan hanya bermain boneka, berpetualang dengan sepedanya walaupun hanya berkeliling kompleks rumah, atau bermain panjat-panjatan di taman dan tidak cuma perosotan. Biarkan mereka jatuh dan merasakan pedihnya beradu dengan aspal jalanan. Tak mengapa, Ma, tidak ada perjuangan tanpa rasa sakit, bukan?

Tidak hanya seputaran aktivitas fisik, Mama juga perlu mendukung mereka secara mental. Saat mereka tidak terpilih mewakili kelas dalam sebuah lomba, misalnya, atau saat sedang merasa dijauhi teman-temannya. Peluk dan tenangkan hatinya, berikan motivasi bahwa kegagalan hanyalah sebutir kerikil yang harus dilompati –sebuah cara unik yang akan mengajarkan mereka pada manisnya keberhasilan yang penuh dengan ujian suatu saat kelak. Berikan pengertian juga bahwa mereka cantik dan baik karena apa adanya mereka, sehingga tidak perlu untuk menjadi orang lain demi mempertahankan pertemanan belaka. Anak Mama yang manis budi akan diketemukan dengan anak-anak yang juga baik hati, bukan?


Baca juga: Dengan 8 Tips Parenting Jitu Ini, Anak Mama Akan Lebih Terpupuk Rasa Percaya Dirinya!


So, Ma, ready to set up some tough and brave girls in the family?

I wish you the very best of luck for you and the girls!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Biar Cewek, Harus Berani! Ini Dia Cara Membesarkan si Gadis Kecil Menjadi Anak Pemberani". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar