Mendidik Anak Generasi Alfa, Jangan Sampai Kalah Cerdas dari Mereka! Begini Caranya!

Mendidik Anak Generasi Alfa, Jangan Sampai Kalah Cerdas dari Mereka! Begini Caranya!

314
Mendidik anak generasi alfa memang butuh strategi khusus, agar mereka bisa memanfaatkan kecerdasan mereka seoptimal mungkin, tanpa melupakan nilai-nilai norma dan kebaikan.

Bayi-bayi sekarang memang cerdas ya, Ma. Baru saja belajar merangkak, tapi tangannya sudah terampil memainkan tablet milik Mama dan Papa. Kalau diputarkan musik dari smartphone, kepalanya pun bergerak-gerak mengikuti irama. Kalau tayangan Youtube-nya dihentikan, ia pun protes sampai tantrum.

Ckckck. Rasanya tugas mendidik anak makin berat saja memang buat kita ya. *elap kringet*

Kemajuan teknologi yang begitu pesat sungguh telah memengaruhi gaya hidup serta cara bersosialisasi suatu generasi. Setiap generasi di tiap masa cenderung memiliki gaya hidup dan cara bersosialisasi yang berbeda.

Seperti kita tahu, ada yang disebut sebagai generasi X, Y, dan Z. Lalu sekarang ada pula generasi Alfa, yang terpengaruh teknologi dalam bersosialisasi.

Generasi X lahir pada tahun 1960-an hingga awal 1980-an. Generasi inilah yang pertama kenal dengan teknologi, mulai dari personal computer, video games, televisi kabel hingga internet.

Berikutnya, yang lahir pada tahun 1982 – 1990-an disebut generasi Y. Menurut teori William Strauss dan Neil Howe, generasi Y ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan. Misalnya, email dan situs pertemanan atau media sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, Youtube dan sebagainya.

Selanjutnya, ada generasi yang makin terpengaruh oleh teknologi, yakni generasi Z, yang disebut juga generasi internet. Adalah mereka yang lahir di awal 1990-an hingga 2010. Generasi ini banyak menggunakan media teknologi nggak cuma sebatas komunikasi, namun bahkan sudah menjadi satu dalam aktivitas sehari-hari mereka.

Menurut Mark McCrindle, seorang peneliti sosial, generasi berikutnya adalah yang lahir mulai 2010 hingga sekarang, yang disebut sebagai generasi Alfa. Kok balik lagi ke A? Iya, secara alphabet memang telah habis di generasi Z, sehingga balik lagi ke A. Gitu, Ma, kata para ahli.

Generasi Alfa adalah keturunan awal dari generasi Y dan akhir generasi X. Inilah yang orang bilang sebagai generasi broadband atau generasi mobile. Teknologinya sudah bukan pencet-pencet lagi, tapi sudah teknologi layar sentuh dan video.

Sehingga, Ma, teknologi semakin maju dan cara berkomunikasi serta bersosialisasi mereka pun berubah. Anak-anak generasi Alfa adalah generasi terpintar dari generasi sebelumnya. Mereka lebih ekspresif dan hitech karena lahir di era informasi.

Namun, Ma, generasi ini juga diprediksi memiliki kecenderungan untuk lebih kesepian, karena jumlah saudaranya relatif sedikit, sehingga mereka akan lebih banyak berinteraksi di dunia maya. Bahkan cenderung cuek dan bisa mengarah ke antisosial.

Mereka ini juga cenderung overweight, bahkan obesitas, karena hidup di era menjamurnya makanan instan dan junk food.

Waduh!

Nah, sebagai orang tua dari generasi Alfa, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam mendidik anak, Ma. Yuk, simak sampai selesai ya.



Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak generasi alfa


1. Peka terhadap perubahan zaman


Orang tua mau nggak mau nih, Ma, harus peka terhadap perubahan zaman dan mengikuti perkembangan teknologi, agar dapat membimbing dan mendidik anak untuk menggunakan teknologi secara bijak.

Yes, semua karena generasi Alfa ini sangatlah melek teknologi. Dalam hitungan sebentar saja, mereka dapat menguasai teknologi yang makin canggih.

Makanya, Ma, bagaimanapun, cara mengasuh dan mendidik anak perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman si kecil ya. Kita nggak bisa sama sekali menjauhkan mereka dari teknologi. Itu sama halnya dengan memisahkan mereka dari habitatnya.


2. Dampingi si kecil


Akses informasi yang demikian terbuka memudahkan si kecil untuk membuka konten apa saja, kapan saja, di mana saja.

Meski ada upaya-upaya pengamanan, tetap saja ya, Ma, ada celah untuk bisa masuk ke area terlarang. Pornografi, misalnya. Duh.

Itulah mengapa, penting bagi orangtua untuk selalu mendampingi dan mendidik anak dalam menggunakan sarana berteknologi.


3. Asah rasa ingin tahu


Kecanggihan teknologi merangsang anak untuk selalu ingin tahu. Karena itu, biarkan anak kreatif mengutak-atik teknologi. Tentulah dengan pengawasan dan pemantauan orang tua ya, Ma.


BACA JUGA


Internet Bagi Anak: Bagaimana Cara Kita Mendampingi Agar Anak Bisa Memperoleh Manfaat Baiknya

Internet Bagi Anak: Bagaimana Cara Kita Mendampingi Agar Anak Bisa Memperoleh Manfaat Baiknya

Internet bagi anak, manfaatnya begitu banyak namun bahayanya juga begitu mengerikan. Tugas kita pastinya, untuk memastikan semua aman bagi ...

Read more..


4. Jalin komunikasi


Komunikasi 2 arah antara Mama Papa dan anak-anak sangat penting. Di era kecanggihan teknologi, komunikasi tatap muka sepertinya jadi hal kesekian dalam prioritas rutinitas sehari-hari ya.

Kebanyakan individu cenderung menggunakan sarana teknologi dalam berkomunikasi. Padahal dengan komunikasi langsung dengan tatap muka ini, selain menciptakan bonding yang lebih kuat, kita juga akan lebih bisa menggali apa yang ingin diketahui oleh anak; apa yang ingin diceritakan atau masalah apa yang dihadapinya.


5. Asah ketrampilan sosialisasi


Selain persoalan komunikasi, sosialisasi juga cenderung menjadi perkara yang lazim dihadapi oleh anak-anak generasi Alfa.

Kemampuan sosialisasi mereka cenderung kurang karena lebih asyik dengan teknologi. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan anak bersosialisasi secara lebih mendalam, Ma. Mulai saja dari hal yang sederhana, seperti membiarkan mereka bermain di taman dan berkenalan dengan teman-teman baru, mengajak mereka bermain ke rumah sepupu-sepupunya, dan sebagainya.

Mendidik anak dan mengasah kemampuan sosialisasi juga berarti mengasah sisi emosionalnya lo. Misalnya, bagaimana menghadapi teman yang jail, atau bagaimana jika ada orang atau teman yang berbeda pendapat dengannya.

Sosialisasi akan membuat anak juga tak terlalu banyak berkutat dengan teknologi saja, sehingga aktivitasnya menjadi lebih seimbang.

Kalau perlu, Ma, daftarkan mereka di komunitas kegiatan yang positif, sehingga kemampuannya lebih terasah, baik komunikasi, sosial hingga emosinya.


6. Bekali dengan nilai-nilai


Teknologi memang bisa membaca manfaat, sekaligus juga dampak negatif. Nggak cuma anak-anak yang bisa terancam, kita yang dewasa pun bisa teracuni oleh teknologi.

Semoga kita semua bisa menjaga diri dari segala macam dampak negatif ini ya, Ma, sehingga kita pun bisa membimbing dan mendidik anak, serta mampu menjelaskan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam berteknologi.

Bekali anak-anak dengan nilai-nilai agama, etika serta norma-norma yang baik. Sehingga dengan demikian, kelak anak-anak akan bisa bertanggung jawab sendiri pada dirinya.


BACA JUGA


Anak Tertarik Gadget? Jangan Panik, Ma! Bantu Dia Menggunakannya Secara Bijak dengan 5 Tips Ini!

Anak Tertarik Gadget? Jangan Panik, Ma! Bantu Dia Menggunakannya Secara Bijak dengan 5 Tips Ini!

Waktu terus bergulir. Zaman sudah berubah. Teknologi semakin berkembang, bahkan begitu pesat. Dan saat ini, segala sesuatu menjadi lebih ...

Read more..


Demikian, Ma, beberapa hal yang harus selalu kita dalam mendidik anak generasi alfa. Anak-anak ini dari sononya memang sudah cerdas, sehingga kita akan butuh strategi khusus menanganinya. Agar kita mampu membekali mereka dengan semua yang bermanfaat, namun tanpa membunuh karakter asli mereka.

Tetap semangat ya, Ma! And, stay smart!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mendidik Anak Generasi Alfa, Jangan Sampai Kalah Cerdas dari Mereka! Begini Caranya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar