Mengapa Papa Sering Cuek Terhadap Curhat Mama? Ternyata Ini 5 Penyebabnya!

Mengapa Papa Sering Cuek Terhadap Curhat Mama? Ternyata Ini 5 Penyebabnya!

4.9K
You fight with the most important people in your life because those relationships are worth fighting for.

Sering ngalamin yang kayak gini, Ma?

Sudah curhat sepenuh hati, dengan penuh emosi, lalu berharap ditanggapi, tapi ternyata suami tanpa ekspresi. Malah sibuk main games, atau malah sibuk menelusuri online shop yang jualan spare part mobil atau motor. Dan paling-paling yang kita dapatkan darinya hanya, “Hmmm ...” atau “Ohhh ...”

Rasanya gimana, Ma?

ERGH! Zbl! Kzl!

Sekali dua kali, barangkali kita bisa bersabar. Tapi kalau terus-terusan?

Renee Weisman, penulis buku Winning in Man’s World, Advice for Woman who Want to Succeed, bilang kalau kejadian seperti di atas itu biasa terjadi, dan ternyata masalahnya terletak pada gaya curhat kita yang ditanggapi berbeda oleh para pria. Renee, dalam bukunya tersebut, memberikan alasan di balik sikap cuek para pria terhadap curhatan kita, dan juga memberikan trik ampuh agar para pria ini jadi merhatiin apa yang kita curhatkan.

So, Mama, kalau pengin curhat Mama didengerin oleh Papa, coba deh simak beberapa tips dari Renee ini.


1. Banyak pria nggak mengerti “drama”


Barangkali kita memang biasa curhat sambil ngomel panjang pendek dan nangis-nangis.

Well, cara kayak gini memang biasa kita jadikan senjata untuk menyalurkan emosi yang meledak. Tapi tahu nggak sih, Ma, drama kayak gini tuh aneh di mata para papa. Sebenarnya mereka sih nggak bermaksud untuk cuek, tapi drama kita itu membuatnya nggak tahu harus berbuat apa. Mereka nggak tahu harus menanggapinya dengan cara bagaimana. Iya, emang berbeda sekali ya dengan BFF kita, yang bisa saja kemudian memeluk dan kasih pukpuk. Sesama perempuan selalu tahu apa yang diperlukan oleh perempuan lain. Tapi, enggak dengan para pria.

Nah, saran Renee adalah akan lebih baik jika kita bicara to the point, Ma. Ada yang bilang perempuan bisa berkata-kata dua kali lebih banyak ketimbang pria. Mungkin benar. Dan itu membuat mereka sebal. So, fokus, Ma, fokus! Fokus pada pokok permasalahan, nggak usah bahas sampai ke mana-mana. Minimalisir drama, atur nada bicara supaya nggak terkesan marah-marah, sedih berlebihan atau lain-lain yang lebay.


Baca juga: Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!


2. Fokusnya terbagi


Sudah tahu kan, Ma, kalau kemampuan pria untuk multitasking itu buruk banget? Saat mereka sedang melakukan satu hal, maka mereka nggak bisa nyambi melakukan hal lain. Beda banget sama kita, yang bisa masak sambil gendong anak, bisa ngepel sambil nyuci baju dan seterusnya.

Coba ingat-ingat. Mungkin Mama suka curhat kalau si papa pas lagi fokus nonton pertandingan bola klub kesayangannya, atau pas lagi nyetir? Atau malah justru saat si papa lagi harus balas email klien? Wah, salah timing, Ma!

Menurut Renee, waktu yang paling baik untuk bicara pada para pria adalah saat mereka sedang makan. Makan siang atau makan malam adalah saat yang paling pas buat curhat pada suami, Ma, juga untuk berdiskusi. Makanya di beberapa negara makan malam dianggap sangat penting untuk kumpul keluarga. Atau adanya lunch meeting, untuk membahas project dengan klien atau bos. Ya, karena pada saat makan itulah justru sebagian besar dari kita dalam kondisi rileks dan bisa berpikir jernih. Makanan dan minuman favorit juga bisa meningkatkan mood.

So, ajaklah Papa ke resto favoritnya jika Mama ingin curhat masalah yang sangat serius, atau memasaklah menu makan malam yang agak spesial kalau Mama ingin curhat saja di rumah. You know what, cara ini juga akan membuat Mama nggak emosional saat menyampaikan keluh kesah. Jadi, diskusi akan berjalan dengan lancar.


Baca juga: Sering Melupakan Sesuatu, Ma? Mungkin Mama Sedang Susah Fokus. Atasi dengan 7 Langkah Ini!


3. Nggak ngerti maksud kita


Dalam bukunya, Renee menyebutkan bahwa pendengaran para pria tidaklah setajam pendengaran kaum perempuan. Maksudnya, perlu effort lebih supaya mereka bisa benar-benar mengerti apa yang kita bicarakan. Kadang kita sesama perempuan bisa mengerti kode-kode tertentu, tapi mereka nggak, Ma. Mereka juga nggak ngerti sindiran, juga kata-kata yang dimaksudkan sebagai kiasan.

Renee menyarankan agar kita menggunakan kalimat aktif saja saat sedang membicarakan sesuatu dengan para pria, karena hal tersebut terbukti lebih efektif untuk menyampaikan apa yang kita maksud.

Misalnya, ada hal yang dirasakan kurang nyaman yang dilakukan oleh Papa hari ini. Ketimbang menggunakan kalimat, “Kamu bisa nggak, nggak ngelakuin kayak gitu lagi?”, akan lebih baik jika Mama mengatakannya dengan kalimat, “Aku nggak nyaman kalau kejadiannya kayak tadi, Pa.”

Ya, jangan gunakan kalimat yang kompleks. Gunakan kata-kata sederhana, yang langsung pada intinya. Kemudian carilah solusinya yang terbaik bersama-sama.


Baca juga: Perempuan Adalah Makhluk Manipulatif. 7 Tanda Ini Buktinya!


4. Merasa permasalahan sebenarnya sudah selesai


Mungkin Mama pernah melakukannya tanpa sadar. Mama dan Papa sudah duduk berdua membahas satu permasalahan, kemudian sudah sepakat dengan solusi yang ditawarkan. Tapi keesokan harinya, Mama lagi-lagi membahas permasalahan yang sama, seakan-akan pembicaraan yang kemarin nggak pernah ada.

Yang kayak gini biasanya membuat para pria jadi jengkel, Ma. Jadi maklum saja kalau kemudian mereka cuek pada apa yang kita curhatkan.

Atau barangkali, suatu saat Mama curhat kemudian Papa memberikan pendapat ataupun menawarkan solusi, tapi dengan serta merta Mama langsung menolaknya. Nggak efektif, mungkin begitu pendapat Mama mengenai solusi yang ditawarkan oleh Papa. Sekali dua kali, okelah. Tapi kalau terus-terusan dicurhatin, tapi pas dikasih solusi selalu Mama tolak ya Papa pasti terus cuek. Buat apa kasih pendapat, kalau cuma pengin didengarkan kan? Ya sudah dengarkan saja. Dari telinga kanan, kemudian langsung bablas keluar juga dari telinga kiri.

Ah, dasar Mars.

Nah, supaya nggak kejadian kayak gitu, Renee mengatakan bahwa janganlah kita mengungkit lagi permasalahan yang sudah usai dan sudah punya solusinya. Yang sudah selesai ya sudah selesai, Ma. Move on! Begitu pula saat sedang ditawari solusi. Mungkin memang kurang efektif ya, menurut kita. Tapi jangan langsung ditolak. Katakan pada Papa, “Menurut Papa itu langkah terbaik? Oke, aku akan pikirkan, Pa.” Dengan begitu, si papa akan merasa pendapatnya dihargai. Meski nantinya memang terbukti memang kurang efektif.


Baca juga: Semua Permasalahan Rumah Tangga Berkembang dari 8 Penyebab Dasar Ini. Kenali dan Atasi!


5. Lagi banyak pikiran



Nah, ini balik lagi nih Ma, ke masalah fokus yang terbagi tadi. Pria memang begitu. Kalau sudah punya masalah sendiri, akan sulit baginya untuk bisa mendengarkan kita juga. Udah dia sendiri banyak masalah, eh kita juga curhatnya drama banget. Aduh, bikin makin kusut pikirannya!

Satu lagi, Ma. Diamnya Papa akan curhat kita juga bisa berarti dia sedang menyimpan masalah yang takut diungkapkannya pada kita karena dia takut dianggap lemah. Itu memang egonya para pria sih, nggak bisa diabaikan. Jangankan dia mencarikan solusi buat kita, orang dia sendiri lagi puyeng.

Renee menyarankan, jika Papa terkesan cuek dengan apa yang kita bicarakan mungkin ada baiknya kita tanya dulu kabarnya. Gimana kondisi kantor hari ini, apa meeting lancar, klien apakah ada yang rewel, bos apa kabar, dan seterusnya. Dengan demikian, kita jadi tahu, Ma, kalau dia lagi banyak pikiran.

Tapi, kalau ditanya kabar dulu, ntar dia yang malah bablas curhat panjang. Kita nggak jadi kebagian waktu buat curhat deh.

Ya, coba cari timing lagi yang tepat, Ma. Sambil ajak makan di luar, barangkali bisa membantu. Seperti saran Renee di poin sebelumnya. Lagipula kalau beban Papa berkurang karena sudah curhat pada Mama, bukankah kemudian dia juga bisa dicurhatin? Ini hanyalah sebentuk perhatian kecil dari kita untuk kemudian kita bisa mendapatkan perhatian yang lebih besar darinya. Setuju?


Baca juga: Ini Dia 4 Kesalahan yang Sering Kita Lakukan Setiap Hari Tanpa Sadar dan Membuat Kita Selalu Gagal Meraih Sukses!


Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Pepatah tersebut juga berlaku dalam hubungan suami dan istri. Berikan dulu yang suami butuhkan, untuk kemudian kita bisa meminta apa yang kita butuhkan.

Semoga tips-tips di atas bermanfaat ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengapa Papa Sering Cuek Terhadap Curhat Mama? Ternyata Ini 5 Penyebabnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar