Mengembangkan Bisnis Online Mama Perlu Perhatikan 6 Hal Ini Agar Usahanya Bisa Bertahan

Mengembangkan Bisnis Online Mama Perlu Perhatikan 6 Hal Ini Agar Usahanya Bisa Bertahan

831
Bisnis online selalu menggiurkan untuk dilakukan. Modal yang diperlukan untuk melakukan bisnis online ini tidak sebesar bisnis offline. Mama ada yang menggeluti bidang bisnis yang satu ini?

Setiap membangun usaha pastinya kita akan menemui beragam kendala di tahun pertama. Betul? Termasuk memulai bisnis online. Apalagi kalau sudah kira-kira setahun berjalan. Pasti ada saja jatuh bangun, tawa, tangis, senyuman dan sedih mengawal perjalanan bisnis tersebut ya.

Saya adalah pebisnis pemula yang sebelumnya bekerja di lembaga non profit. Ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai usaha adalah ruang baru bagi saya di mana jauh dari zona nyaman, challenging dan tidak mudah. Tapi, jika kita tidak memulai dengan satu langkah kecil, kita tidak akan pernah tahu apa yang ada di ujung jalan sana, benar nggak, Ma?


Ada 6 hal yang bisa dipelajari dalam mengembangkan bisnis online.


1. Jangan berhenti bekerja sebelum kamu SIAP!

Setahun menjalani bisnis, saya bersyukur pernah mengecap menjadi working mom. Jujur nih Ma, kadang sayang rindu akan macetnya jalanan ibukota, seni mengejar metromini, kerja 9 to 5 di balik kubikel yang sempit pun tak luas.

Memiliki bisnis sendiri secara pasti menghilangkan segala 'kemewahan' itu, termasuk jika Mama memutuskan untuk menekuni bisnis online. Nggak ada lagi jam kerja, bye bye macet, no more metromini. Nggak ada lagi deadline pengumpulan laporan. Tak ada lagi perasaan bahagia ketika menyambut akhir pekan. Dan terlebih, nggak ada lagi yang namanya gajian!

Ma, menjadi pebisnis berarti kita mesti bekerja dua kali lebih keras untuk uang yang lebih sedikit (bahkan nggak ada) demi membangun sebuah impian menjadi kenyataan.

Sebelum memulai bisnis sendiri, baik itu bisnis online maupun offline, perlu banget Mama bertanya pada diri sendiri.

"Apa Mama siap dengan semua ini?"
"Siap nggak Mama melakukan perjalanan terjal nan sepi ini?"
"Apa Mama siap menghadapi rentetan pertanyaan tentang pilihan ini dan juga kredibilitas Mama?"
"Siap nggak menaklukkan keraguan yang muncul dalam diri?"

Coba deh Mama jujur dengan menjawab pertanyaan tersebut.

So, don't quit your luxurious job , unless you are ready, Ma!!


2. Know your WHY

Ketika Mama sudah siap untuk menjalani semua, ada baiknya Mama menyakan kembali, kenapa Mama memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran? Kenapa Mama ingin berbisnis? Bisnis apa yang tepat untuk Mama?

Mama harus tahu apa yang melatarbelakangi keputusan untuk terjun ke dunia bisnis sendiri ini, baik bisnis online maupun offline. Jangan hanya karena tidak senang dengan teman sekantor, terus Mama melakukan tindakan krusial dengan berhenti bekerja, yes. Mama harus punya alasan kuat mengapa mau melakukan bisnis ini.

Para pebisnis tangguh punya alasan yang luar biasa dan bahkan di luar kebiasaan.

Elon Musk mendirikan Tesla karena dia percaya masa yang akan datang membutuhkan moda transportasi beserta bahan bakar yang berkelanjutan. Steve Jobs berinovasi dengan produk Apple guna menyediakan komputer yang dapat dimiliki semua orang. Ibu Feny Mustafa mendirikan Shafira sejak 1989 dengan semangat memberikan busana muslim dengan desain elegan dan ekslusif.

Coba berhenti sejenak dan bertanya, "Mengapa Mama ingin berbisnis?"

Hmmm, kalau dipikirin terus, kapan nih memulainya? Saya tipikal yang percaya perencanaan dan tahu "THE WHY".

Simon Sinek, seorang konsultan di bidang manajemen, mengatakan bisnis akan berhasil karena orang membeli alasan kamu membangun bisnis itu, bukan cara mendirikannya.

Well, it's true, Ma! Dari pengalaman saya, orang akan datang dan bertanya, "Kenapa kamu bikin ini?" Kalau jawabannya kurang 'heroik' kadang kala orang tersebut nggak jadi beli lho. Hvft!


3. Draw your path

Mari membuat rencana bisnis!

Bagi saya, rencana bisnis nggak hanya bertumpu pada perkiraan kapan balik modal tapi lebih ke hal-hal kecil pendukungnya. Nah, Mama bisa membuat rencana bisnis online maupun offline dengan beberapa hal ini.

- Apakah mau menjadi produsen, reseller, distributor, freelance marketing?
- Memilih frenchise atau membangun sistem sendiri?
- Offline apa online?
- Usaha sendiri atau join dengan teman?
- Siapa yang akan mengurus keuangan? (Penting banget ini, Ma!)
- Mau memaksakan diri atau santai?
- Modal dari mana?

Mama bisa bikin rencana bisnis ini menggunakan template yang bisa didownload di beberapa website, yes? Gunanya biar lebih terstruktur dan enak untuk dijalanin, jangan hanya di pikiran saja tapi lebih baik tertulis.

Satu hal utama yang sangat penting untuk memulai bisnis adalah modal!

Bisnis online itu paling mudah alias nggak perlu modal dengan sistem dropship. Atau ambil barang dari teman dan kita menjualnya. Namun, apabila Mama memilih bisnis yang membutuhkan modal uang banyak di awal, maka Mama perlu perencanaan yang detail. Baiknya Mama mencari investor yang mau membiayai. Investor ini bisa jadi orang terdekat, kolega kerja bahkan mantan bos.

Yang perlu Mama lakukan adalah menyiapkan dokumen hitam dia tas putih karena terkait dengan hukum dan keuangan. Ini jika Mama mendapatkan modal dari investor, ya. Tapi jika nggak ada investor pun tak masalah. Mama mesti lebih bijak dalam memulai bisnis dengan modal semampunya dan pertumbuhannya pelan. Ketika ada pertumbuhan, kelak akan ada orang yang mau menginvest di bisnis kita. Yakin deh, Ma!


4. Be your customer

Segala rencana sudah dibuat, maka penentuan pasar adalah hal penting lainnya.

Siapa yang akan membeli produk Mama? Mantra yang sedang tenar adalah jualah solusi yang berhasil Mama pecahkan pada konsumen. Untuk mengetahui solusi yang bisa dijual, Mama harus pelajari dulu masalahnya. Untuk tahu masalah yang dihadapi, jadilah konsumen itu sendiri. Sulit? Bisa iya, bisa tidak. Kadang masalah yang kita hadapi adalah masalah umum yang dihadapi orang lain.

Contoh gojek yang membuat order mamang ojek pengkolan bisa via gawai dan tanpa tarik urat tawar menawar. Laku? Bisa lah dilihat hasilnya. Perempuan selalu ingin tampil langsing, betul? Coba deh perhatikan di iklan Instagram, ada jamu pelangsing tubuh tanpa efek samping! Gimana nggak banjir order karena menawarkan sesuatu yang diinginkan perempuan?


5. Prepare for safety net

Hidup adalah perkara jatuh bangun.

Dan konon, kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan yang dilalui. Nah, di bisnis paling sering kita mendengar omongan bahwa bisnis pertama kecenderungan gagal itu besar. Namun, dari cerita kegagalan tersebut kita akan belajar bagaimana meraih sukses. So, jika Mama belum berani gagal, maka belum layak sukses!

Untuk menjamin kita dari kegagalan, bisa dibuat jaring pengaman yang dibutuhkan. Jaring pengaman yang saya butuhkan itu mentor. Kok mentor? Namanya pemula pasti banyak mentok di penghujung hari. Kalau tidak segera diselesaikan, akan menumpuk dan menghancurkan segalanya. Mentor ini bisa membantu mencari jalan keluar. Mentor bisa jadi pebisnis tangguh atau dalam kasus saya sang pemilik lisensi.

Jaring pengaman lainnya yang perlu diperhatikan adalah sisi keuangan. Mengapa saya menekankan pada modal, karena bisa jadi mengganggu arus keuangan pribadi/keluarga. Mohon diperhatikan sekali tentang dana darurat, dana pendidikan anak, dan cadangan untuk bayar kredit (diluar kebutuhan bisnis, seperti KPR rumah misalnya) harus disiapkan dulu.

Salah satu pebisnis yang pernah saya ajak ngobrol pernah berujar, "Tahu nggak kalau 80% dari bisnis itu tutup di tahun kedua?"

Ouch!

Itulah, Ma, gunanya memiliki jaring pengaman, trik agar kita bisa mempertahankan bisnis online.


6. Love your loves one

Berbisnis mengajarkan saya mengenal lebih jauh pasangan jiwa, suami. Pasangan saya memang sudah lama berbisnis dan menjadi mentor terbaik untuk saya. Bahwa bisnis tak pernah mudah, perlu perjuangan, pergi pagi pulang malam, tidak punya jadwal tetap, tidak bisa liburan, dan harus terus berpikir tentang inovasi adalah beberapa pelajaran yang harus diterima. Kosakata baru macam grit, preserverance, endurance, raison d'etre serta ikigai juga menyertai pembelajaran menempuh lajur bisnis yang saya tekuni ini. Dan yang terpenting, saya belajar bahwa dia akan menerima dan mendukung saya selama proses belajar ini.


BACA JUGA


Buat Mama yang Mau Mulai Berbisnis Online, Begini Cara Mudah Berjualan di Instagram!

Buat Mama yang Mau Mulai Berbisnis Online, Begini Cara Mudah Berjualan di Instagram!

Instagram sudah menjadi pilihan mudah ketika mencari barang. Tinggal ketik hashtag dan voila! semua muncul di layar smartphone. Yuk mulai ...

Read more..


Well, sekali lagi ya, Ma, jangan memulai bisnis online jika belum siap. Karena kadang yang kita anggap membosankan bisa jadi ngangenin lho. Bisnis yang dijalankan harus melalui pertimbangan serius dan matang, ya, Ma. Salah satu pelajaran terbesar dalam menjalani bisnis ini adalah menerima kegagalan dan mengalahkan diri sendiri.

Semangat selalu, Ma! Jangan mudah menyerah!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengembangkan Bisnis Online Mama Perlu Perhatikan 6 Hal Ini Agar Usahanya Bisa Bertahan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ratih Widayanti | @ratihwidayanti

senang berbagi mengenai kegiatan pendidikan, terutama untuk anak usia dini. sedang merintis bisnis kebugaran khusus perempuan. sangat ingin berkontribusi lebih dengan menjadi socio entrepreneur. silahkan lirik curahan hati saya di https://aksaratih.wordpr

Silahkan login untuk memberi komentar