Mengenal Jamur Lebih Dekat, dan Bagaimana Cara Menyimpannya Agar Awet dan Tetap Lezat

Mengenal Jamur Lebih Dekat, dan Bagaimana Cara Menyimpannya Agar Awet dan Tetap Lezat

1.7K
Jamur, karena kandungan sehatnya, maka sering menjadi bahan utama menu diet. Kenali yuk, dan juga tahu bagaimana cara menyimpannya supaya awet.

Mama penggemar makanan pasta, japanesse food atau chinese food? Kalau iya, pasti deh sering menemui jamur di tiap penyajian makanannya.

‘Menemui’ jamur ini nggak sulit kok. Mulai dari abang-abang tukang sayur keliling kompleks, pasar tradisional hingga supermarket besar, kita akan dengan mudah bisa membeli jamur.

Jamur itu baik untuk kesehatan, Ma, makanya banyak resep makanan sehat yang menggunakan jamur sebagai bahan utamanya. Nih, beberapa di antara manfaat jamur.

  • Cocok untuk diet, karena banyak mengandung serat dan rendah kalori.
  • Protein jamur lebih tinggi dibandingkan tumbuhan lain pada umumnya.
  • Mengandung riboflavin (B2), thiamin (B1), asam nikotin serta sejumlam mineral lain yang baik untuk sistem metabolisme tubuh.
  • Jamur dapat mempercepat timbulnya rasa kantuk, cocok untuk penderita insomnia.
  • Cita rasanya mirip dengan daging. Cocok untuk vegetarian.


Nah, jenis jamur yang paling sering ditemui dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan di sini adalah jamur tiram, kuping, merang dan kancing. Ada juga jenis jamur yang agak sedikit susah ditemui dan hanya ada supermarket khusus, misalnya saja jamur shimeji, enoki, portobello atau shitake.

Ada pula jamur yang konon memiliki cita rasa enak, seperti truffle misalnya, yang cukup sulit ditemui di Indonesia. Truffle ini disebut-sebut sebagai diamond of cookery, Ma, karena walau mahal, truffle ini memiliki cita rasa yang enak jika dicampur dengan bahan lain. Mungkin sebagian Mama sudah mengenalnya, pernah menggunakannya, atau nggak, mencicipinya di restoran.

Selain truffle, ada tiga jenis jamur yang disebut The King of Mushrooms. Jamur -jamur ini tumbuh berdasarkan musim. Harganya pun tergolong mahal.

Hmmm ... penasaran nggak, Ma? Yuk, simak jamur apa saja tuh!


Baca juga : Tips mudah memilih buah impor yang terbaik!


Macam-macam jamur mahal yang jarang ditemukan di Indonesia namun rasanya sangat lezat


Truffle


sumber: Kompasiana

Karateristik

Dari sekian banyak jenis truffle, ada dua jenis truffle yang paling banyak digunakan sebagai bahan masakan, yaitu black truffle dan white truffle. Black truffle berwarna hitam dengan serat keputihan serta beraroma sangat kuat, sedangkan white truffle berwarna putih disertai serat-serat merah, cokelat kekuningan, atau abu-abu.

Musim panen

Antara bulan Oktober hingga Desember. Namun, kualitas terbaik adalah yang dipanen pada bulan November.

Pengolahan

Sebagai finishing touch dalam sebuah hidangan. Misalnya sebagai pelengkap hidangan lobster dan kaviar, truffle yang telah dikeringkan diiris tipis-tipis. Atau sebagai dressing untuk menambah cita rasa salad, campuran risotto, pasta dan banyak lainnya.


Girolle


Sumber: Ecole

Karateristik

Dikenal juga dengan nama chanterelles. Bentuknya menyerupai terompet dengan tangkai yang panjang dan beraroma seperti buah-buahan.

Musim panen

Pada bulan Juli, Agustus dan September.

Pengolahan

Sebagai bahan sup, tumisan atau salad.


Porcini



Karateristik

Di Prancis, jamur ini dikenal juga dengan nama cepe. Termasuk dalam keluarga jamur boletus yang memiliki batang yang menggembung, berlemak dan payung berbentuk kecokelatan. Jamur ini sangat disukai karena memberikan cita rasa dan aroma yang khas dalam masakan.

Musim panen

Biasanya pada bulan Oktober.

Pengolahan

Sebagai bahan barbecue atau tumisan.


Baca juga : Tips memasak dengan bawang putih dan bawang merah


Morel



Karateristik

Berwarna cokelat, payungnya seperti spons, berbintik-bintik, aromanya lembut dan rasanya manis.

Musim panen

Pada bulan Mei dan Juni.

Pengolahan

Sebagai saus steak atau tumisan.


Nah, kalau sudah suka sama jamur, biasanya juga lantas masakan apa pun kita menggunakan jamur sebagai bahannya. Jadinya nyetok deh. Terus kelebihan. Terus bingung mau nyimpannya gimana.

Hahaha. Situasi yang terasa akrab, Ma?

Memasak jamur itu memang bisa jadi a little bit tricky. Mau habisin sekaleng kok kebanyakan, mau disimpan kalau basi sayang banget.

Nggak usah bingung, Ma. Kita kan Rocking Mama, jadi pasti tahu segala hal, termasuk cara menyimpan jamur yang benar. Hahaha. Simak ya.


Cara menyimpan kelebihan stok jamur di rumah


Jamur Segar

Sebaiknya jamur segar langsung saja diolah, Ma.

Jika tidak, simpan di lemari pendingin dalam keadaan terbungkus rapat. Jangan dicuci terlebih dahulu, karena akan membuat jamur basah dan berubah warna. Jamur segar yang kita beli umumnya berumur tak lebih dari satu hari, karena biasanya jamur mengalami kerusakan jaringan akibat berada di suhu luar, terkena gesekan ataupun benturan selama perjalanan.

Apabila tekstur jamur melunak serta mengeluarkan aroma tak sedap, sebaiknya jangan dimakan.


Jamur Kalengan

Setelah kemasan dibuka, sebaiknya jamur langsung diolah.

Jika masih bersisa, jamur bisa bertahan hingga 7 hari, asalkan disimpan dalam lemari pendingin dan dalam wadah bersih yang kedap udara (bukan di kaleng yang sudah terbuka).


Jamur Kering

Masukkan dalam wadah kedap udara atau kemasan plastik yang tertutup rapat. Simpan di suhu ruang yang sejuk (jangan lembap). Jamur ini bisa tahan hingga enam bulan.

Apabila jamur ditumbuhi bercak putih, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi karena kemungkinan mengandung kapang yang beracun.


Nah, Ma, sekarang nggak perlu pusing lagi mikirin cara penyimpanan jamur yang sudah dibeli kan?

Semoga tipnya bermanfaat, dan selamat memasak jamur!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengenal Jamur Lebih Dekat, dan Bagaimana Cara Menyimpannya Agar Awet dan Tetap Lezat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar