Perempuan Adalah Makhluk Manipulatif. 7 Tanda Ini Buktinya!

Perempuan Adalah Makhluk Manipulatif. 7 Tanda Ini Buktinya!

6.8K
God gave women intuition and femininity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man I've ever met ~ Farrah Fawcett

Beberapa hari lalu, ada seorang teman pria yang bertanya sesuatu.

“Memangnya peraturan perempuan dan laki-laki itu beda ya? Kalau istri lagi kangen suami, suaminya harus begadang nahan kantuk demi nemenin dia cerita dan nonton? Tapi kalau suami yang kangen dan istrinya ngantuk, dia nggak boleh kesel kalau istrinya milih tidur?”

Saya sukses tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Geli karena membayangkan muka teman saya yang polos tapi pertanyaannya serius, dan malu sendiri karena sedikit tersindir. Soalnya saya banget ituh! Suka ngambek kalau suami susah diajak ngobrol atau ketiduran saat nonton TV, sedangkan dia nggak boleh ngambek kalau saya kecapekan dan pengin tidur. Adaaa saja alasan saya untuk membuatnya mengerti. Hihihi…. *tutupmuka*

Well, Ma, how about you?

Kalau Mama yang ditanya demikian, bagaimana kira-kira jawabannya? Saya yakin, sebagian besar Mama juga pasti akan mengerahkan kemampuan berdiplomasi (baca : ngeles), supaya jawabannya terdengar masuk akal, dengan cara-cara yang hanya perempuan yang tahu. Biar suami ngalah dan menuruti kemauan kita, gitukah?

Haha, yes, Ma, indeed we –women- are that manipulative! Manipulatif bagaimana sih, ini 7 di antaranya.


1. Kita bermanja


Secara naluriah, perempuan selalu ingin bermanja. Pun, pria ingin memanjakan. Kaum hawa yang secara fisik lebih lembut, dengan perasaan yang lebih halus, berkebutuhan untuk dilindungi oleh kaum adam yang kuat dan tegas. Dengan kelebihannya itu, tentulah memberikan perempuannya rasa aman dan nyaman adalah tujuan setiap pria.

Supply dan demand itu terjadi secara alami saja, sudah dari sananya ditakdirkan demikian, Walaupun (terkadang) tanpa disadari pria, bermanjanya perempuan itu adalah rekayasa. Mengapa tidak, lha wong tanpa diminta saja para pria itu sudah berusaha memenuhi kebutuhan perempuan, apalagi jika kita meminta. Manjanya kita membuat mereka tidak berdaya, betul kan, Ma? Membuat mereka rela melakukan apa pun demi terpuaskan ego kelaki-lakiannya.

Nah, kalau sudah begini, siapa sebenarnya yang ‘lebih lemah’ dan yang ‘lebih berkuasa’ ya?


2. Kita berbicara dan berbicara


Konon, perempuan harus mengeluarkan sedikitnya 20.000 kata per harinya. Kalau tidak? Bisa uring-uringan gaje karena merasa ada yang kurang. Sebaliknya, pria adalah makhluk dengan kapasitas verbalnya sebatas sekitar 7.000-an kata saja per hari. Mereka tidak bisa terlalu banyak ngomong, sekaligus juga tidak mampu mencerna terlalu banyak omongan, karena membuat otak mereka menderita kelelahan yang sangat.

‘Kekurangan’ inilah yang sering dimanfaatkan oleh para perempuan. Coba saja menjelaskan khasiat dari satu set perawatan anti-wrinkle pada suami, mulai dari scrub untuk pagi hari, lotion siang, hingga krim malam, pasti hanya beberapa kalimat saja yang bisa dipahaminya. Sisa omongan Mama hanya akan terdengar ‘bla-bla-bla’ di kepalanya. Tidak apa, Ma, karena setelah itu biasanya suami akan mengibarkan bendera putih dan memberikan kartu kreditnya untuk membayar. Yay!


3. Kita merajuk


Merajuk adalah cara manipulatif yang cukup mengganggu ketenangan jiwa kaum adam. Bagi mereka, kepala rasanya mau pecah jika mendengar perempuan kesayangannya terus-terusan merengek demi sesuatu. Hati mereka terusik, hingga sering membuat frustrasi. Habis mau bagaimana lagi, estrogen dan progesteron yang bertanggung-jawab atas karakteristik dalam tubuh perempuan itu memang ada saatnya naik dan turun, terutama bila sedang PMS.

Nah, ketidakseimbangan emosi kita pada waktu-waktu itu membuat pria menjadi serba salah. Jika tidak pas memperlakukan, misalnya memeluk padahal kita sedang ingin dibiarkan sendirian, atau sebaliknya, malah tambah gawat jadinya. Apalagi, perempuan suka sekali memperpanjang urusan, dan jika perlu, dibikin ngambek sekalian. Kalau sudah begitu, mana ada pria yang tahan? Laki-laki mana yang kuat memandangi ‘hanya’ punggung istrinya di ranjang? Duh!


4. Kita menangis


Ah, ini dia senjata ampuh kita, Ma! Bila manja-manjaan dan bercuap-cuap sudah tidak berhasil, dan ngambek pun kurang mempan, keep calm, Mama selalu punya air mata.

Bukan saja karena secara naluri mereka ingin melindungi dan memberi kenyamanan hingga berusaha menjaga perempuan untuk tidak menangis, tapi juga karena mereka takut disangka melakukan kejahatan. Silakan diingat-ingat, jika sedang berada di sebuah resto lalu melihat pasangan di meja sebelah yang perempuannya sedang menangis, tentu prianya sedang kelabakan –atau setidaknya berusaha santai walaupun keringetan. Ego mereka berontak loh, jika dituduh menyakiti!

Makanya mereka pantang melihat (apalagi membuat) perempuan menangis. Jadi, tenang saja, seorang laki-laki sejati akan mengembalikan air mata Mama dengan apa pun yang mampu ia berikan. Asyik!


5. Kita memuji


Siapa pun suka dipuji, walaupun pria dan perempuan masing-masing punya cara sendiri untuk meresponnya.

Perempuan akan tersipu-sipu malu, dan pria akan cenderung ingin memperlihatkan lagi kehebatannya (dalam hal apa pun) itu. Di sinilah, titik kelemahannya, Ma, yang bisa dijadikan kartu As jika sewaktu-waktu diperlukan. Kapan-kapan, kalau Mama sedang butuh bantuan ambil laundry, misalnya, pasti pujian-pujian bertaburan pada sang suami. Apalagi dalam kasus-kasus ‘berat’ semisal meminta tolong meng-install ulang laptop yang terkena virus, atau mengajak belanja bahan kebaya dan kainnya untuk pernikahan sahabat. Tahu sendiri kan, Ma, ‘kelakuan’ kita kalau sudah masuk Pasar Baru?

Untuk hal-hal demikianlah, perempuan akan lebih intens memuji pria. Makin besar favor-nya, perlu makin sering kaum pria dibuat kembang-kempis hidungnya. Ehem!


6. Kita merayu


Masih ingat bait lagu ini, Ma?

Namun ada kala pria tak berdaya, tekuk lutut di sudut kerling wanita.

Mengapa sampai Pak Ismail Marzuki mencipatakan lagu berjudul ‘Sabda Alam’ ini? Ya, mungkin karena penggalan di atas itu memang benar adanya. Tak berdaya, memang, jika pria sudah kena jurus rayuan maut perempuan.

Ada banyak cara yang bisa jadi dipakai kaum hawa untuk mengeluarkan itu, salah satunya adalah dengan panggilan mesra. Mulai dari yang terdengar jantan seperti abang, mas, akang. Yang netral semisal papa, sayang, hunny. Sampai yang menggelikan macam cutie pie, hottie atau kuchi-kuchi. Semua akan terdengar lebih mesra bila serangan sedang dilancarkan.

Bagi pria, ‘kode’ ini akan jadi semacam testosterone booster yang membuat mereka bersiap diri untuk mengabulkan kemauan kita -si pemilik sapaan yang melenakan. Uhuy!


7. Kita menyentuh


Hahay! Yang satu ini sudah tentu merupakan golden ticket bagi setiap perempuan yang ingin tercapai tujuannya. Bila sekadar memuji ataupun merayu tidak juga mengusik pria, sentuh saja ia, Ma!

Soal sentuh-menyentuh ini memang menjadi keuntungan tersendiri bagi perempuan loh, karena bila pria menyentuh, kita akan langsung mengerti apa yang ada dalam pikirannya. Tapi jika kita yang menyentuh, sungguh hanya Tuhan dan Mama saja yang tahu maksudnya apa.

Nah, utarakan maksud Mama sambil menyentuhnya ya, apakah itu sebatas di rahangnya yang keras, lengannya yang kuat, atau dadanya yang bidang, dengan hanya satu jari tangan. Katakan dengan desahan, and voila! Your every wish is his command!


Baca juga: Ini Dia 101 Cara untuk Katakan Cinta dan Mencintai Suami to the Fullest!


Sampai sini, adakah di antara Mama yang merasa ‘berdosa’ karena pernah melakukan trik-trik ‘manipulatif’ di atas pada sang suami?

Well, jangan terlalu khawatir, Ma, karena sebenarnya mereka tidak terlalu keberatan kok, kalau Mama begitu padanya. Yup, kembali ke pembahasan awal di atas. Alaminya kaum adam memang ingin melindungi, memanjakan, dan memenuhi kebutuhan kita, sang tulang rusuknya yang hilang. Bahkan terkadang, mereka cukup sadar dan aware terhadap ‘serangan’ kita ini, and still, they don’t mind. Toh sebagai balasan, Mama pasti rela memberi sekadar kecupan terima kasih (atau lebih!) pada suami, bukan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perempuan Adalah Makhluk Manipulatif. 7 Tanda Ini Buktinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar