Pengin Menjadi Perempuan yang Kuat? Mulailah dengan Menghargai Diri Sendiri dalam 7 Langkah Ini!

Pengin Menjadi Perempuan yang Kuat? Mulailah dengan Menghargai Diri Sendiri dalam 7 Langkah Ini!

1.7K
Respect yourself, and others will respect you.

Demikian kata bijak dari Confucius.

Memang betul ya, Ma, kemampuan untuk menghargai diri sendiri memang merupakan landasan untuk membangun rasa percaya diri, sekaligus akan menentukan pula cara orang lain memandang diri kita.

Mau menghargai orang lain? Maka mulailah dengan menghargai diri sendiri dulu. Pengin menjadi perempuan yang percaya diri? Mulailah dengan menghargai diri sendiri dulu. Mau jadi perempuan kuat? Sama, hargailah diri sendiri dulu. Everything is started by respecting yourself.

Penghargaan diri sendiri memang merupakan modal paling utama yang perlu kita milik agar dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Lalu, bagaimana cara membangun penghargaan pada diri sendiri ini? Ternyata mau dibilang gampang ya gampang, dibilang susah ya, ada benarnya juga, Ma. Karena ini berhubungan dengan karakter kita masing-masing, yang mana nggak ada yang sama satu dengan yang lainnya.

Tapi, nggak berarti nggak mungkin kan? Kita bisa memulainya dengan 7 langkah ini.


1. Mengenali kelebihan diri


Sewajarnya manusia, mostly akan lebih mudah mengenali kelebihan diri sendiri ya? “Saya cantik.”, “Saya pintar.”, “Saya bisa melakukan ini dan itu.” Kalimat-kalimat seperti itu kadang memang lebih mudah kita ucapkan sehari-hari.

Menurut teori Multiple Intelligence yang dikembangkan oleh Howard Garner, ada disebutkan, Ma, bahwa setiap orang di dunia ini terlahir dengan bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda di bidangnya masing-masing. Ada yang cenderung kuat di kecerdasan matematis, linguistik, interpersonal, intrapersonal, musikal, kinestetik, dan naturalis.

Karena itu memang penting ya, untuk bisa mengenali kita ini paling bagus mengerjakan sesuatu di bidang apa. Selain kita bisa work on it, kita juga bisa mendapatkan sudut pandang baru dalam mengenali dan memahami diri sendiri.


Baca juga: 13 Kekuatan Berikut Ini Hanya Dipunyai Perempuan. Yang Mana Kekuatanmu?


2. Menerima kelemahan diri sendiri


Seiring pemahaman mengenai kelebihan yang kita miliki masing-masing, kenali dan terima pula kelemahan diri. Dr. Ellen Langer, seorang psikolog dari Harvard University Amerika, menuturkan bahwa penerimaan diri merupakan langkah utama yang harus kita lakukan sehingga kita dapat berpikir secara objektif dan juga rasional mengenai perbaikan diri di masa mendatang.

Mama masih percaya kan, bahwa tak ada makhluk yang sempurna?


3. Belajar menerima kritik dan pujian


Setelah mengenali kelebihan diri dan juga mengakui kelemahan yang kita punyai, hal selanjutnya yang harus kita pelajari adalah menerima kritik dan pujian dari orang lain.

Menuai kritik dan menerima pujian itu merupakan seni tersendiri. Kita nggak perlu salah tingkah dan menolak pujian dari orang lain hanya karena tak ingin dicap sombong.

Begitu juga saat ada yang melontarkan kritik terhadap diri kita. Telinga boleh panas, mata boleh pedas (dan hampir menangis), tapi kepala harus tetap dingin. Boleh kok nggak menanggapinya kalau memang belum sanggup. Namun jangan sampai kita menyerang balik si pengritik. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah diam saat menerimanya, dan kemudian melakukan introspeksi diri yang juga harus dilakukan dengan tenang. Kalau memang kritik yang dilontarkan adalah benar adanya, tentu akan lebih baik juga untuk diri kita kan jika kita bisa memperbaiki kesalahan?

Terima pujian dengan rendah hati dan penuh syukur, demikian pula dengan kritik. Jadikan keduanya sebagai masukan positif.


Baca juga: Begini Cara Menjadi Perempuan Mandiri yang Smart dan Seksi!


4. Memaafkan diri sendiri


Namanya juga manusia kan? Kesalahan dan kelalaian akan selalu menjadi kehidupan sehari-harinya. Begitu juga dengan kita, Ma.

Tapi, jangan sampai kesalahan tersebut membuat kita makin terjerumus, Ma. Terlalu lama menyalahkan diri sendiri karena kesalahan dan kelalaian yang kita perbuat itu jelas nggak baik bagi kesehatan. Pepatah klise, menyesal kemudian tak berguna, itu benar adanya. Jangan berlama-lama dalam drama.

Mengakui kesalahan adalah langkah pertama dalam memaafkan. Sedangkan memberi maaf pada orang lain merupakan langkah pertama yang menandakan bahwa kita mencintai diri kita sendiri yang juga sering melakukan kesalahan.


5. Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain


Karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka ya nggak adil jika kita masih saja membandingkan kondisi diri sendiri dengan orang lain, juga membandingkan kondisi orang lain dengan kondisi yang lain lagi. Nggak mungkin kan, setiap orang punya kondisi yang sama persis. Dan karena suatu sebab merupakan akibat dari hal yang lainnya, makanya kita tak bisa asal membandingkan. Betul, Ma?

Daripada selalu membanding-bandingkan, tentu akan lebih baik jika kita banyak-banyak bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini kan?


Baca juga: Hati-hati, Ma! Inilah 3 Hal yang Membuat Orang Tua Jadi Kerap Membandingkan Anak Satu Sama Lain


6. Miliki tujuan dan impian jangka panjang dan pendek


Selain tentunya punya impian dan cita-cita yang akan kita raih, mungkin, 10 tahun lagi atau 20 tahun lagi, kita juga harus punya tujuan jangka pendek yang realistis untuk diwujudkan dengan cepat, Ma.

Setiap keberhasilan yang kita capai akan semakin meningkatkan rasa percaya diri serta penghargaan terhadap kemampuan kita sendiri. Ini semua akan sangat berguna sebagai penyemangat untuk mencapai tujuan berikutnya.


7. Get inspired dan berada di lingkungan yang positif


Apakah dulu Mama sering dinasihati oleh orangtua, bahwa kita harus pandai-pandai dalam memilih teman?

Hmmm ... kalau iya, somehow, nasihat itu ada benarnya lho. Sikap selektif dalam memilih sahabat merupakan langkah penting yang akan menentukan perkembangan diri kita selanjutnya.

Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang positif, lama kelamaan kita akan tertular cara pandang mereka yang bersahabat dan optimis dalam melihat dunia. Begitu juga kalau kita bergaul dengan orang yang kreatif. Pasti akan tertular pula. Sebaliknya juga akan demikian, Ma. Kalau kita dikelilingi oleh orang-orang yang selalu berpikiran negatif atau yang selalu mengeluh, kita pun akan ketularan juga.

Luangkan waktu juga setiap hari untuk membaca, Ma. Nggak cuma novel dan tabloid penuh gosip, tapi juga buku-buku inspiratif, misalnya buku-buku biografi tokoh-tokoh dunia untuk mendapatkan inspirasi dari perjalanan hidup mereka. Obrolan santai dengan orang-orang di sekitar kita pun juga bisa menjadi masukan yang berharga lho. Nggak perlu jauh-jauh kok. Mama bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup seorang pengendara gojek, tukang sayur, Pak RT juga.

Ini penting lho, demi memperoleh integritas dan penghargaan terhadap diri sendiri dan juga orang lain.


Baca juga: Ini Dia 7 Fakta Mengenai Putri Diana yang Barangkali Belum Banyak Orang Tahu


Nah, siap untuk menjadi pemenang, Ma?

Lakukan hari ini yuk!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pengin Menjadi Perempuan yang Kuat? Mulailah dengan Menghargai Diri Sendiri dalam 7 Langkah Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar