Menikah Saat Usia Sudah Matang Itu Banyak Positifnya!

cinta

Menikah Saat Usia Sudah Matang Itu Banyak Positifnya!

814
Banyak juga pasangan yang memutuskan menikah saat usia mereka tak begitu muda lagi, sekitar 30-an tahun ke atas. Dan, justru, itulah yang terbaik bagi mereka.

Usia sepasang manusia yang memutuskan menikah umumnya berkisar antara usia 20 - 25 tahun ya, Ma. Bisa lebih muda lagi, bahkan.

Dan, kalau ditanya alasannya mengapa pada menikah di usia muda, jawabannya bisa jadi adalah soal berketurunan, karena di usia tersebut perempuan berada di usia yang paling optimal untuk bereproduksi. Masih subur.

Makanya, sering kita lihat, pasangan suami istri yang telah berumah tangga di usia muda memiliki banyak anak. Meski nggak jarang juga sih yang memiliki sedikit anak. Itu mah pilihan masing-masing pasangan, ya. Toh tujuan menikah juga nggak hanya sekadar untuk memperoleh keturunan. Betul?


BACA JUGA


Menikah dengan Pria yang Lebih Muda, Kenapa Tidak? Lihat 7 Pasang Seleb Ini!

Menikah dengan Pria yang Lebih Muda, Kenapa Tidak? Lihat 7 Pasang Seleb Ini!

Menikah dengan Papa, si pria lebih muda? Well, cinta MEMANG tidak mengenal usia

Read more..


Tapi, kan, banyak juga pasangan yang memutuskan menikah saat usia mereka tak begitu muda lagi? Katakanlah usia 30-an tahun ke atas?

Di perkembangan zaman seperti ini, batasan usia juga semakin bias saja ya, Ma. Seakan sudah tak ada lagi keharusan menikah di usia 20-an. Banyak faktor yang menyebabkan pasangan ini baru menikah di usia yang cukup matang. Pastinya mereka pun telah mempertimbangkannya.


Alasan Baru Menikah di Usia yang Cukup Matang

Menikah di usia yang cukup matang itu bisa jadi karena beberapa hal, Ma.



1. Belum diridhoi oleh orang tua

Nah, soal penyebab pertama ini, saya mau cerita sedikit.

Saya sendiri menikah di usia 31 tahun. Padahal tetangga nih, ada yang usianya baru 13 tahun saja sudah minta dinikahkan lho. Ah, dunia! Well yeah, memang itu mungkin kebiasaan setempat saja, ya.

Anyway, yang jelas sementara saya masih menunggu "orang yang tepat" ini, sudah banyak teman saya yang melepas masa lajangnya, bahkan sudah memangku buah hati.

Iri? Duh, jujur, ada banget. Tersisih? Iya. Terutama saat ada acara pernikahan teman atau saudara. Hiks.

Paling males kalau sudah ditanya, "Kapan nyusul?" Jengjeng!

Namun, akhirnya, urusan baper dan perasaan pengin melarikan diri dari pertanyaan sejuta umat itu akhirnya bisa pupus, saat saya akhirnya bertemu dengan (calon) suami.

Mengapa saya baru menikah di usia saya yang ke-31 itu? Nggak tahu, Ma. Sebelumnya saya juga berusaha kenalan, dikenalkan, di-mak comblang-in, dan seterusnya. Tapi ya, jodoh saya belum datang, mesti gimana dong?

Kalau dari suami, menurut ceritanya, adalah karena belum diridhoi oleh ibunya (ibu mertua saya), karena Ibu ingin anaknya fokus berkarier lebih dulu.

Nah, dari situ saya sadar, Ma, bahwa barangkali jalan saya berjodoh itu tertunda karena belum dapat restu dari orang tua.


2. Baru siap secara batin di usia matang

Dorongan untuk menikah itu ada pada hampir semua orang. Meski belum siap secara finansial, namun pada umumnya keinginan untuk menikah itu pasti ada.

Namun, kapan keinginan itu ada? Nah, itu bisa saja berbeda pada tiap orang. Kalau yang bersangkutan belum siap secara batin, ya, jodoh tak akan datang. Karena logikanya, orang yang belum siap secara batin untuk menikah tidak akan mencari jodoh.

Ya, untuk berteman dan memperluas pergaulan sih bisa saja. Tapi menuju ke pernikahan? Hmmm, belum. Akan selalu saja ada penghalang muncul dari dalam dirinya untuk membuatnya mundur terus dari keinginan untuk menikah, dan hal itu tidak merisaukannya.

Beda dengan yang sudah siap secara batin tapi belum ketemu jodoh. Biasanya akan baperan.


BACA JUGA


Apa, Nak? Kamu Ingin Menikah di Usia 17 Tahun? Ini Dia Jawaban-Jawaban Kami, Orangtuamu!

Apa, Nak? Kamu Ingin Menikah di Usia 17 Tahun? Ini Dia Jawaban-Jawaban Kami, Orangtuamu!

Motto for the bride and groom: We are a work in progress with a lifetime contract

Read more..


3. Halangan dari luar

Bisa jadi berupa halangan dari ‘penggemar’ atau mantan kekasih, atau trauma pada hubungan sebelumnya yang berakhir buruk, atau penghalang-penghalang lain.

Adanya mantan kekasih yang belum ikhlas melepas hubungan bisa jadi penghalang berat. Mau menikah dengan orang lain, pihak yang merasa terluka menghalang-halangi dengan beragam cara. Sinetron banget sih, memang. Tapi bisa sungguh-sungguh terjadi, Ma.

Orang juga akan takut dan ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan jika ia punya trauma terhadap hubungan cinta. Kalau memang parah sekali traumanya, bisa saja sampai harus terapi kejiwaan. Dan pastinya, ini akan menghalani orang untuk menikah.


Di balik segala macam penyebab menikah di usia yang cukup matang di atas, tetap ada positifnya kok.


Menikah Di Usia yang Cukup Matang Itu Berarti ...


Mapan Secara Emosional

Ya, inilah yang saya rasakan bersama suami. Kami sudah melalui banyak hal dalam hidup, setidaknya beberapa tahun lebih lama sebagai jomblo dibandingkan orang lain. Banyak pengalaman yang menempa kami sebelum kami akhirnya memutuskan menikah.

Bukan berarti bebas dari persoalan emosi sih. Tetap ada, tetapi hasrat keduniawian kami, bisa dibilang, sudah sedikit menurun. Dalam artian, kami lebih bisa mengendalikan diri sehingga lebih mudah mengesampingkan urusan pribadi yang remeh.

Well, bukan berarti saya "menuduh" pasangan muda itu sarat masalah sih. Bukan. Saya kan juga nggak tahu kondisi yang sebenarnya dari teman-teman yang menikah muda. Bisa jadi justru dengan berdua, mereka ditempa dan menjadi matang lebih cepat dari kami.


BACA JUGA


5 Nasihat Untuk Kamu yang Sebentar Lagi Menikah, dari Kami yang Telah Beberapa Tahun Menjalani Pernikahan

5 Nasihat Untuk Kamu yang Sebentar Lagi Menikah, dari Kami yang Telah Beberapa Tahun Menjalani Pernikahan

Hei, kalian. Iya, kalian yang sebentar lagi akan mulai terikat satu sama lain. Sebaiknya kalian membaca terlebih dahulu artikel ini sampai ...

Read more..


Mapan Secara Finansial

Pada umumnya, mungkin karena sebelum menikah sudah fokus dulu ke karier, suami dan istri yang menikah pada usia yang cukup matang akan mempunyai kemapanan finansial yang lebih.

Itu lebih berdasarkan pengamatan terhadap apa yang terjadi di sekitar saya sih, Ma.

Saya dan suami sendiri justru mengawali benar-benar dari nol. Suami masih merintis usaha, sedangkan saya baru saja resign dari kerja kantoran. Namun, kami berdua rasanya kok ya lebih mandiri karena ya mungkin kami sudah berpengalaman mencari nafkah sebelumnya ya, meski penghasilannya dipakai sendiri. Sekarang, istilahnya kami berjibaku berdua.

Duh, kurang romantis gimana coba? Hahaha.


Mapan Secara Rohaniah

Ini nih yang biasanya dialami oleh pasangan yang menikah di usia yang cukup matang.

Umur sudah banyak, rohani pun sudah mulai terbiasa menepis gelombang godaan duniawi. Umumnya, pasangan yang menikah di usia matang mulai memiliki cita-cita akhirat yang lebih banyak.

Misalnya, urusan sofa bulukan belum diganti nggak apa-apa, asal bisa mengunjungi bukit Shofa di Makkah. Duh, amin!

Iya, dorongan untuk taat pada agama akan lebih kuat, keinginan untuk melanggar pun makin pudar.


Namun, tetap ya, Ma. Tak ada hidup yang sempurna.

Yang jelas, pada pasangan yang menikah di usia yang matang, waktu yang dihabiskan bersama menjadi lebih pendek. Yah, usia memang urusan Tuhan sih. Tapi, jika kebersamaan dimulai agak sedikit terlambat, pastinya kenangan yang tercipta juga tak sebanyak pasangan lain yang menikah di usia muda kan?

Belum lagi soal keturunan, meski memang keturunan bukanlah hal yang mutlak ada dalam sebuah ikatan pernikahan. But still, si kecil akan mendapatkan lebih sedikit waktu bersama-sama dengan orang tuanya.


BACA JUGA


Menikah dan 7 Pelajaran Hidup yang Saya Pelajari Mengenainya

Menikah dan 7 Pelajaran Hidup yang Saya Pelajari Mengenainya

Setelah seseorang menikah, maka akan banyak hal yang (harus) bisa dipelajarinya mengenai kehidupan. Karena kehidupan sebelum dan sesudah ...

Read more..


Yah, namun semuanya tetap harus disyukuri kan, Ma?

Pada intinya, kebahagiaan bisa diraih semua pasangan, baik yang menikah di usia muda ataupun yang menikah di usia matang. Bersyukurlah atas segala yang kita terima dari-Nya.

Well, stay happy, Mama! Salam untuk Papa dan keluarga!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menikah Saat Usia Sudah Matang Itu Banyak Positifnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Diah Dwi Arti | @diahdwiarti

SAHM, Blogger, Introvert, Mom of Two

Silahkan login untuk memberi komentar