Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Hal yang Luar Biasa. Setelah Menikah, Siapkan Diri Mama Dengan 5 Hal Ini!

Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Hal yang Luar Biasa. Setelah Menikah, Siapkan Diri Mama Dengan 5 Hal Ini!

1.2K
Ibu rumah tangga adalah kodrat semua wanita. Menjadi ibu rumah tangga pun banyak hal yang bisa kita temui di dalamnya.

Menjadi pengantin baru itu berjuta rasanya, betul? Dunia milik berdua, yang lain itu ngekos. #eh

Beberapa teman kerja mengaku jika ternyata mereka terburu-buru untuk menikah. Sibuk dengan persiapan pesta hingga melupakan detil tentang bagaimana nantinya mereka akan menjalani pernikahan dan menjadi ibu rumah tangga. Bahkan ada juga yang menutup mata dengan kekurangan si calon suami.

Menikah dan menjadi ibu rumah tangga adalah momen sekali seumur hidup. Nggak ada istilahnya bisa mengundo waktu dan memulai lagi ketika ada hal-hal yang membuat kita menyesal.

Nah, masa-masa menjadi pengantin baru itu sangat manis seperti gulali. Apa yang sebenarnya ada dalam pernikahan itu belumlah nampak. Apalagi masih dalam suasana honeymoon. Beuh, dijamin deh kesalahan kecil Papa pun bukan masalah yang besar.

Hal akan berubah ketika pernikahan memasuki usia enam bulan, di situ Mama akan mulai menemukan ritme menjadi istri, ibu rumah tangga maupun wanita bekerja. Akan ada sebuah 'distraksi' bagi sebagian perempuan karena menyadari bahwa pernikahan itu tak seperti dongeng putri raja.

Bagi Mama yang baru saja menikah, ada baiknya mengetahui 5 hal ini agar lebih siap lagi menjadi ibu rumah tangga.

1. Pertanyaan tentang anak

"Duh pengantin baru! Kapan nih punya anak? Gak usah nunda nanti malah lama lho."

Menikah identik dengan keinginan pasangan untuk segera memiliki momongan. Apabila hal ini tidak dibicarakan dengan baik setelah ingar-bingar pesta pernikahan maka bisa menjadi batu sandungan yang berujung pada pertengkaran.

Sangatlah tidak mudah membungkam mulut nyinyir dan kepoers yang ada di sekitar. Apalagi tanpa adanya komunikasi yang baik antara suami dan istri.

Siapkah langsung memiliki anak? Apakah akan menunda? Sebaiknya didiskusikan sambil menyesuaikan satu sama lain.

2. Jika belum sempat dibicarakan langsung hamil

Itu adalah anugerah.

Bersyukur dan nikmati. Tidak semua pasangan langsung diberi momongan kan? Tidak semua pasangan baik suami atau istri langsung bisa siap dengan kehamilan tersebut. Mulailah memperkaya diri dengan pengetahuan adalah jalan terbaik yang bisa dipilih.

Hamil hanya awal, seperti sebuah pintu gerbang. Ngidam, bedrest, atau plasenta previa hanya tiga dari rangkaian dinamika yang akan dihadapi ketika menjadi ibu rumah tangga. Bisa juga kehamilan lancar hingga persalinan. Mungkin juga ketika persalinan ternyata ada drama yang mengharuskan operasi caesar bukan normal seperti yang sudah direncanakan dengan matang.

Tidak perlu over excited. Mulai cari informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan. Biasanya tanpa mencari akan ada begitu banyak masukan yang diterima.

Sebaiknya selalu berkomunikasi dengan suami agar sama-sama belajar dan menjalani proses.

Mental adalah yang utama. Ketika hamil maka akan banyak orang baik yang kenal atau pun tidak akan ikut berkomentar. Kuatkan pertahanan untuk bisa memilih yang sesuai. Tidak menelan bulat-bulat semua saran yang diberikan.

Sekali lagi, libatkan Papa untuk bersama-sama menghadapi gelombang perubahan, Sebelum negara api menyerang, sedia payung sebelum hujan.

3. Kehamilan, persalinan, dan perubahan yang harus dihadapi

"Kok aku jadi gendut? Terus kenapa selera makan aku mirip kuli yang kerja berat? Aku yang gak doyan mie instan jadi penggemar sejati semenjak hamil."

Selama kehamilan Mama harus siap dengan naik turunnya emosi, penambahan berat badan yang bisa jadi sangat drastis, dan hal-hal yang tidak diharapkan sebelumnya.

Begitu juga saat persalinan. Rencana A (normal, inisiasi menyusui dini, pasang KB spiral biar sekalian sakit) yang sudah matang ternyata melenceng jauh jadi rencana D (operasi caesar, menggigil dasyat hingga lupa IMD dan tidak jadi memasang KB spiral). Sebaiknya Mama selalu "prepare for the worst".

BACA JUGA


Jadi Ibu Baru Tak Pernah Mudah - 10 Hal Ini Harus Diketahui Papa untuk Mensupport Mama!

Jadi Ibu Baru Tak Pernah Mudah - 10 Hal Ini Harus Diketahui Papa untuk Mensupport Mama!

Menjalani peran sebagai ibu baru, Mama butuh support system yang baik. Papalah support system terdekat dan yang terpenting. Ketahui 10 hal ...

Read more..

4. Hadirnya anak dalam pernikahan

Otomatis menyandang gelar Mama baru.

Ada beberapa teman yang setelah memiliki anak merasa sedikit menyesal karena tidak cukup mengikuti pelatihan atau membaca buku seputar bayi dan perkembangannya. Iya memang tidak semua buku parenting, pelatihan, dan juga saran dari orangtua bisa membuat Mama siap.

"Emang kamu bisa merawat bayi?"

Pertanyaan salah satu teman dekat yang tahu Mama sangat tomboy dan jauh dari urusan rumah tangga. Ya pada akhirnya pengalaman mengurus bayi secara langsung dan learning by doing akan membuat Mama bisa.

Mama berubah. Baik secara fisik maupun emosi. Hal-hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan, istirahatlah jika lelah, dan biarkan Papa terlibat dalam pengurusan bayi.

Namanya juga proses akan selalu ada saat pertama. Jika bisa dibuat mudah dan menyenangkan, kenapa harus rempong dan terlalu perfeksionis?

5. Pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga penuh atau ibu bekerja

Tidak perlu merasa bersalah saat harus kembali bekerja setelah cuti berakhir atau memutuskan untuk resign dan menjadi ibu rumah tangga penuh.

Ikuti kata hati Mama dan passion. Tentu akan sangat membahagiakan jika Mama bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan kata hati, cinta, serta kewarasan. Jangan sampai memaksa untuk di rumah padahal secara alami Mama suka bekerja. Kewarasan sangat penting agar Mama bisa menghindari depresi dan menikmati hidup bersama keluarga.

BACA JUGA


7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Produktivitas kerja itu penting, baik bagi ibu bekerja (di luar dan di rumah) juga bagi ibu rumah tangga. Begini cara meningkatkan ...

Read more..

Pernikahan itu sejatinya hal yang membahagiakan. Segala riak yang ada bisa dijalani asalkan adanya komunikasi, saling mengerti dan komitmen dengan Papa. Dan menjadi ibu rumah tangga pun adalah hal paling luar biasa dalam hidup kita.

Tak perlu takut dengan predikat ibu rumah tangga, toh memang sudah kodratnya setiap wanita. Jadilah diri sendiri, Ma, selama 'bekerja' sebagai ibu rumah tangga. Mama akan menemukan banyak harta karun ketika menjalaninya. Trust me!

A good marriage is like a casserole: only those responsible for it, really know what goes in it. -Anonymous


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Hal yang Luar Biasa. Setelah Menikah, Siapkan Diri Mama Dengan 5 Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


phalupi herowati | @phalupiAhero

Stayhome mom with two kids, freelancer, blogger.

Silahkan login untuk memberi komentar