Menjalani Long Distance Marriage Bagi Suami Istri Tak Selamanya Buruk! Mama Bisa Mengambil 7 Hal Positif Ini!

Menjalani Long Distance Marriage Bagi Suami Istri Tak Selamanya Buruk! Mama Bisa Mengambil 7 Hal Positif Ini!

1.8K
Suami istri yang menjalani LDM memang lah nggak mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan, tapi ini tak menghalangi Mama memeroleh efek positif dari LDM.

Long distance marriage (LDM) adalah momok bagi suami istri. Bener nggak, Ma?

Tak pernah terbayang kan harus pisah jauh dengan pasangan setelah menikah ataupun sesudah memiliki anak. Yang biasanya ketemu tiap hari, kini harus terpisah beribu kilometer. Sedih pasti, ya. Mau menolak pun tapi ada beberapa hal yang membuat LDM ini adalah kondisi yang tepat untuk dijalani.

Banyak alasan yang membuat kita memutuskan untuk menjalani LDM, entah itu karena pekerjaan ataupun pendidikan. Dan hal tersebut nggak perlulah orang lain tahu, cukup kita saja. Biarlah orang lain menilai kita ini istri yang nggak mau ikut suami. Tahu apa mereka soal rumah tangga kita? Nada-nada sumbang pasti akan ada mengiringi keputusan kita ini. Tutup saja telinga rapat-rapat dan jalani. Toh, hubungan suami-istri ini kita yang rasakan dan jalani, bukan mereka.

Ini pun yang saya alami. LDM adalah solusi untuk masalah yang kami miliki. Walaupun dengan berat hati menerima, tapi mau menyesal pun tak ada gunanya. Makanya, saya mencoba untuk mengambil hal-hal positif saja dari LDM suami istri ini. Dengan positive thinking, saya merasa lebih bahagia dan nggak cepat tua. Hehehe. Ketika merasa bahagia, komunikasi yang terjalin antara suami istri pun menjadi menyenangkan. Setuju? Efeknya, hubungan suami-istri pun lebih erat dan penuh cinta.

Memang sih, rasa kangen yang membuncah tiap saat itu harus rela kita tahan berbulan-bulan, menunggu saat yang tepat untuk bisa melepaskannya. *ehm. Di sini pun kesetiaan kita diuji. Ada saja hal-hal yang sering membuat kita menoleh ke orang lain. Tapi, jika kita berhasil melalui segala kerikil kecil tersebut, percayalah Ma, hubungan suami istri yang kita jalani akan lebih bermakna.

Drama LDM? Ada dong. Benci tapi rindu? Iyes! Dan perlu Mama ingat beberapa hal yang nggak perlu dikatakan pada para pelaku LDM kalau nggak ingin mendapat kerlingan tajam.

Udah nggak zamannya lagi meratapi LDM. Mending kita fokus ke hal-hal positif yang bisa kita petik dari hal ini. Apa saja tuh?


Inilah 7 hal positif LDM suami istri


1. Makin dewasa

Mama seorang istri tipikal manja? Yakin deh, ketika menjalani LDM ini sifat Mama tersebut perlahan akan surut berganti sifat dewasa. Trust me. Terkadang keadaan memang membuat kita menjadi matang.

Mama yang dulunya cengeng kini emosionalnya lebih sabar dan stabil. Di sini, Mama pun bisa menyadari satu hal : inilah hidup, inilah jalan yang kami pilih dan inilah seni berumah tangga yang ada masanya naik atau turun.


2. Makin banyak ilmu

Tanpa ada suami di sisi membuat kita menjadi super woman! Hehehe.

Yang dulunya nggak tau soal listrik, kini jadi tau. Dulu memegang pipa saja nggak pernah, sekarang ketika ada kebocoran Mama jabanin! Kalau dulu nggak tau fungsi palu, obeng dan baut, kini Mama sudah mahir menggunakan alat-alat tersebut. Naik ke atas genteng? Pun Mama lakukan biar rumah nggak banjir ketika hujan.

See, dahsyat ya efek LDM suami istri ini, bikin Mama benar-benar menjadi wanita mandiri dan banyak ilmu.


3. Lebih sehat

Aktivitas tiap hari pasti bertambah karena absennya suami. Nah, hal ini pasti bikin Mama banyak gerak dan berkeringat. Mama pun menjadi sibuk sehingga kalori yang dibakar tiap harinya pun banyak. Ini bisa membawa efek positif untuk tubuh Mama di mana menjadi lebih sehat.

Istri yang jauh dari suami itupun akan selalu berusaha menghindari sakit. Betul? Sekali sakit, semua urusan bakal terbengkalai.


4. Hemat

Menjalani LDM suami istri bikin pengeluaran berkurang, yes. Mulai dari sembako, keperluan rumah tangga hingga makan sedikit berkurang. Ini bisa Mama manfaatkan dengan menabung uangnya. Nanti, bisa Mama gunakan untuk staycation bareng keluarga saat Papa pulang atau untuk dana pendidikan si kecil.

Tapi biasanya LDM kan bikin boros pulsa? Eits, Mama punya segudang tip hemat! Hehehe. Sekarang kan bisa telepon gratisan pakai aplikasi LINE atau WhatsApp, ngapain juga rempong beli pulsa. Bener nggak?


5. Kangen menjadi berlipat-lipat

Memang sih kadang kita menjadi mellow saat lagi kangen, bahkan nggak jarang ya kita menangis karena saking kangennya sama Papa. *hiks.

Tapi, tau nggak, kalau efek kangen tersebut membuat kita seperti orang yang lagi jatuh cinta saat ketemu?

Jantung yang berdebar kencang, napas yang nggak teratur, perut seakan ada peternakan kupu-kupu adalah efek menanti Papa pulang. Intinya, kita pun menjadi bahagia dengan kangen ini.


6. Setia

Satu hal yang paling diuji dari LDM suami-istri ini adalah kesetiaan.

Ada yang bilang, yang dekat saja nggak jamin bisa setia apalagi yang jauhan? Eits, nggak semua dong! Iya kali di situ, beda dong sama di sini. Nggak bisa disamaratakan karena pribadi tiap orang kan berbeda dan cara menjalani rumah tangga pun nggak sama.

Di sinilah ujian berat untuk pelaku LDM. Di mana harus bisa saling memupuk rasa saling percaya dan komunikasi hingga pondasi ini semakin kuat bukan retak.

Perlihal ranjang menjadi alasan untuk tidak setia. Oh cmon, memuaskan hasrat terus memilih orang lain itu big No No! Ada kok cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. You know-lah, Ma. Kirim pesan mesra yang bikin suami pengin cepat pulang barangkali? Nakal ke suami sendiri kan nggak dilarang, yes?


7. Banyak cerita baru

Ini adalah hal yang menyenangkan dari LDM suami istri. Akan banyak cerita baru tentang kota baru suami, tentang kuliner, tempat wisata maupun budaya. Seru bukan? Pun sesekali Mama bisa minta Papa mengirimkan foto kuliner khas di sana atau objek wisatanya. Mama pun bisa merencanakan liburan seru keluarga dengan cara murah di kota tersebut.


LDM suami istri ini memang tidak mudah, perlu kerjasama yang baik antara dua pihak. Tapi, daripada meratapi lebih baik kita menjalaninya dengan ikhlas. Sisi positif tersebut juga bisa bikin kita lebih luas memaknai hidup, bisa lebih menerima, kualitas hubungan pun meningkat dan terutama bisa bikin kita bahagia.

Saya adalah pelaku LDM dan saya memiliki 3 anak kecil tanpa ada orang dewasa lain di rumah selain saya. Ke mana pun saya pergi, pasti mereka bertiga selalu membututi saya. Dengan gamblang saya pengin ucapkan ini memang tidaklah mudah, tapi bukan berarti hal ini nggak menyenangkan. Berpikir negatif dan banyak mengeluh tidak akan membuat keadaan jauh lebih baik malah akan menjadi lebih buruk. Menangis? Saya lakuin kok, karena emosi bisa terluapkan. Saya bahagia dengan pernikahan ini apa pun yang terjadi. Di sini saya juga pengin bilang, kalau saya bisa menjalani LDM ini kenapa kalian tidak bisa?

Terus semangat, Ma!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjalani Long Distance Marriage Bagi Suami Istri Tak Selamanya Buruk! Mama Bisa Mengambil 7 Hal Positif Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruli Retno Mawarni | @ruliretno

Supermom for 3 kids, lifestyle & travel blogger, content writer, www.ruliretno.com Cp : ruliretno@gmail.com

Silahkan login untuk memberi komentar