Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

5.5K
Hanya Papa yang bisa menjadi guru kehidupan bagi anak-anak, termasuk dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri anak, terutama anak laki-laki ini. Dari Papa mereka belajar menjadi pria yang tangguh, mandiri dan percaya diri.

Hai, Papa! Eh iya, Mama nggak salah lihat atau salah baca sih. Artikel kali ini saya memang ingin menyapa para papa yang juga sepertinya sudah lama intip-intip berbagai artikel menarik di Rocking Mama ini. Hehehe. Ada bagusnya juga, Papa menyimak semua artikel di sini, karena sebenarnya yang harus Mama tahu, Papa pun juga mesti tahu. Iya nggak sih? Dan, kali ini Rocking Mama akan mengajak Papa membahas lebih dekat mengenai menumbuhkan rasa percaya diri anak laki-laki.

Yah, memang nggak cuma anak laki-laki sih yang harus punya rasa percaya diri, anak permpuan pun begitu. Tapi khusus untuk anak laki-laki, bukankah mereka nanti kemungkinan besar juga akan berperan seperti Papa? Menikah, punya keluarga, dan kemudian menjadi pemimpin bagi keluarganya? Jika pun belum atau tidak menikah, anak laki-laki cenderung memang harus menjadi pengambil keputusan, baik itu bagi orang lain atau bagi dirinya sendiri ya?

Bagaimana bisa itu semua dia lakukan jika dia tak percaya diri?


BACA JUGA



Yes, melihat si kecil tumbuh menjadi seorang pemalu atau anak yang kurang percaya diri saat berada di lingkungan baru, atau pada situasi-situasi yang membutuhkan rasa percaya diri, pasti Papa akan kebelet banget mengubah sifatnya itu ya, Pa.

Well, tenang, Pa. Memang sih pembentukan karakter anak seperti ini sebagian besar, secara de facto, menjadi PR buat para mama. Tapi memang pada hal-hal tertentu, peran Papa juga diperlukan. Bahkan ada hal-hal yang hanya Papa yang bisa melakukannya, ya seperti dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak laki-laki ini.


Saya pengin cerita sedikit.

Suatu kali saya pernah menghadiri pesta ulang tahun teman sekolah anak saya. Di sana, saya melihat salah seorang anak, laki-laki, tampak hanya duduk diam, sementara teman-temannya heboh menari bersama Om Badut, meletuskan balon-balon dan ikut berbagai permainan yang seru. Dari orangtua yang lain, saya kemudian tahu bahwa anak tersebut adalah anak baru.

Well, menurut saya sih, Ma, seharusnya sih momen perayaan ulang tahun seperti ini bisa menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk membaur satu sama lain, bermain bersama, seru-seruan bersama bukan? Tapi, bagi anak yang kurang percaya diri, hal tersebut bisa jadi malah membuatnya makin “tenggelam”.

Irwan Rinaldi, penulis buku Aku Ingin Ayah dan seorang penggiat parenting di bidang fathering, pernah menuturkan bahwa cara menumbuhkan rasa percaya diri anak pada umumnya adalah dengan melalui pendidikan karakter. Dan, anak-anak, terutama anak laki-laki, justru umumnya lebih suka memperoleh pendidikan karakter ini dari Papa.

Yes, itu adalah hasil penelitian para ahli, Ma. Bahwa ternyata anak-anak merasa lebih mantap dan puas, kalau Papalah yang menempa mereka menjadi anak yang lebih tangguh.

Jangan patah hati ya. Hehehe.


Pendidikan karakter sendiri bisa ditumbuhkan pada anak sejak dini


Seorang papa bisa melakukan pendidikan karakter, misalnya dengan memberikan pengarahan, pujian, dan tidak sering memaksakan kehendak pada anak. Papa harus melibatkan anak dalam mengambil keputusan yang terkait dengan dirinya sendiri.

Hal-hal seperti itu akan menumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga membuatnya menyadari bahwa dirinya ‘mampu’ melakukan sesuatu atau membuat keputusan yang melibatkan dirinya. Tentu saja, Papa juga harus memberikan pengarahan dan bimbingan agar anak memahami nilai-nilai positif dari perbuatan baik, dan konsekuensi dari keputusan-keputusan yang diambil.

Timothy Wibowo, seorang penulis buku berjudul 7 Hari Membentuk Karakter, juga menegaskan bahwa pendidikan karakter dapat ditumbuhkan pada anak sedini mungkin. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan, bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan, apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya, dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

“Nah, oleh karena itu, kita sebagai orangtua hendaknya memanfaatkan masa emas anak-anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak-anak.”

Demikian tulis Timothy dalam situsnya pendidikankarakter.com.

Memang ya, Ma, Pa, kita sebagai orangtua kadang nggak sadar, bahwa seringkali kita bersikap yang justru akan menjatuhkan mental si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan nggak berani mengambil risiko. Celaka banget kan, kalau sampai karakter-karakter negatif ini dibawa sampai dewasa nanti?


Bagaimana Papa menumbuhkan rasa percaya diri anak laki-laki?


Nah, Papa, tahu nggak sih, bahwa hanya melalui Papalah, si kecil bisa mendapatkan seenggaknya 2 pelajaran penting dalam menapaki kehidupannya sebagaimana Papa dulu juga belajar dari ayah Papa?

Yes, ada 2 pelajaran yang menurut Timothy Wibowo merupakan hal penting rahasia sukses dari seorang Papa yang bisa diturunkan kepada anak laki-lakinya. Dan ternyata, rahasia ini bisa membantu untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak lho.

Mau tahu?


1. Pelajaran untuk survival

Dari Papa, si kecil akan belajar mengenai pelajaran yang sangat kompleks tentang bagaimana bertahan hidup (survival).

Anak akan belajar bagaimana Papa berperan dalam keluarga, bagaimana Papa memperlakukan istri (dan perempuan pada umumnya), yang kelak akan dicontoh dan diduplikasi pada pasangan mereka kelak. Dan bagaimana pentingnya kehadiran Papa bagi keluarga.

Nah, jika mereka menyadari betapa berartinya Papa, maka mau tak mau mereka pun mengambil pelajaran mengenai menumbuhkan rasa percaya diri dari Papa.

Saat Papa membesarkan hati si kecil jika ada masalah, kelak juga akan mereka lakukan pada anak-anak mereka.


2. Masalah karier

Demikian pula mengenai kehidupan ekonomi keluarga. Bagaimana Papa berperan dalam memenuhi kebutuhan keluarga akan sangat memengaruhinya kelak dewasa nanti. Bagaimana cara Papa menjalankan profesi Papa, bagaimana cara Papa mengambil keputusan, akan dipelajari dan diserapnya.


BACA JUGA


Memperingati Father's Day, Marathon 7 Film tentang Papa dan Anak Ini Yuk!

Memperingati Father's Day, Marathon 7 Film tentang Papa dan Anak Ini Yuk!

Being father is a choice. Staying true to fatherhood is a duty. ~ Joan Ambu

Read more..


Yes, children see, children do.

Ingat, Pa, bahwa menjadi orangtua itu memang nggak ada sekolahnya. Kita hanya bisa mencontoh apa yang telah orangtua kita lakukan, dan kemudian memilah apa yang perlu diteruskan dan mana yang tidak.

Begitu juga anak kita.

So, memang hanya Papa (dan Mama, pastinya) yang menjadi guru kehidupan bagi anak-anak, termasuk dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri anak, terutama anak laki-laki ini. Dari Papa mereka belajar menjadi pria yang tangguh, mandiri dan percaya diri.

So, let them learn, Papa!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar