Mama Merasa Ketakutan Menjelang Persalinan? Wajar, Ma! Yuk, Coba Kita Atasi dengan 7 Tips Ini!

Mama Merasa Ketakutan Menjelang Persalinan? Wajar, Ma! Yuk, Coba Kita Atasi dengan 7 Tips Ini!

1.7K
Giving birth to a baby is easier than worrying about it. ~ Japanese Proverb

Ada banyak kekhawatiran yang menyerang Mama menjelang kelahiran si baby.

Dan, ini nggak cuma dirasakan oleh Mama pada kelahiran anak pertama saja lho, tapi juga oleh Mama yang telah mengalami kelahiran anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Jadi memang nggak bisa jadi hukum yang pasti, Ma, yang menakutkan itu selalu kelahiran pertama. Kelahiran kedua dan ketiga serta seterusnya nggak takut. Kata siapa? Tetap saja takut! Apalagi juga nggak ada jaminan, kelahiran anak kedua lantas lebih mudah dan lancar dibandingkan dengan kelahiran sebelumnya. Nggak ada, Ma, kepastian seperti itu! Dan, nggak usah kaget, hal ini akan lebih parah kalau Mama mengalami trauma atas rasa sakit pada kelahiran pertama.

Duh!

Di bawah ini adalah beberapa ketakutan mendasar yang rata-rata dirasakan oleh Mama menjelang proses persalinan.

  1. Ketakutan menghadapi rasa sakit.
  2. Ketakutan jika Mama tidak kuat menjalani proses melahirkan hingga finish (bayi terlahir).
  3. Ketakutan tenaga medis tidak dapat mengatasi hal-hal yang terjadi saat Mama melahirkan.
  4. Ketakutan jika nanti bayinya mengalami kelainan atau tidak normal.
  5. Ketakutan terjadi komplikasi yang membahayakan jiwanya, dan bayinya.
  6. Ketakutan jika nantinya tidak tahu cara merawat bayi yang benar

Mungkin setiap Mama pernah merasakan ketakutan-ketakutan tersebut menjelang persalinan. Bahkan, ketakutan ini bisa jadi sudah terbersit sejak awal kehamilan. Menurut banyak psikolog, hal ini adalah efek psikologi yang wajar dan alami bagi seorang calon mama. Walaupun demikian, sebaiknya jangan dibiarkan mengganggu pikiran Mama secara terus-menerus. Ketakutan ini jika dibiarkan bisa saja mengakibatkan stress atau bahkan depresi yang berefek buruk bagi kesehatan Mama maupun si kecil.

Sebenarnya, ketakutan itu bisa dibilang hanyalah manifestasi dari sebuah pikiran Mama saat mendengar cerita orang lain, saat membaca tentang persalinan, atau mungkin dahulu pernah punya pengalaman yang kurang nyaman saat persalinan sebelumnya. Walaupun semuanya belum tentu benar, tetapi tentu saja semuanya juga belum tentu akan terjadi saat persalinan kita nanti.

Ada beberapa hal yang harus Mama ketahui berkaitan dengan ketakutan di atas, dan semoga ini bisa membuat Mama bernapas lega dan membuang sedikit demi sedikit ketakutan-ketakuatan itu.


1. Bahwa ambang rasa sakit setiap orang berbeda-beda


Ketahuilah Ma, setiap orang memiliki ambang rasa sakit yang berbeda-beda. Dan patokan dan ukuran sakitnya seseorang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Bisa jadi Mama A saat merasakan kontraksi bukaan awal sudah tidak dapat menguasai rasa sakitnya, tetapi Mama B masih tetap tenang dan dapat menguasai rasa sakit.

Ada beberapa alternatif untuk mengurangi rasa nyeri atau sakit saat proses persalinan, antara lain pembiusan (epidural dan spinal), hipnobirthing, terapi musik, dan persalinan waterbirth (dalam air).


2. Bahwa setiap persalinan adalah pengalaman baru


Entah ini pengalaman melahirkan untuk pertama kali,atau kedua kali, atau ketiga kali dan seterusnya, semuanya memberi pengalaman berbeda-beda. Walaupun pada umumnya ada daftar riwayat kehamilan dan persalinan, tetapi tetap saja setiap persalinan adalah satu pengalaman baru.

Pengalaman melahirkan memang bisa jadi referensi terutama persiapan yang lebih matang untuk persalinan berikutnya, tetapi segala kemungkinan bisa saja terjadi. Dan kita harus siap dengan kemungkinan-kemungkinan itu, Ma.


3. Fokusnya adalah persiapan, bukan menghilangkan ketakutan


Kita anggap saja ketakutan-ketakutan yang Mama bayangkan di atas adalah hal yang mungkin terjadi pada Mama. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Membuang ketakutan- ketakutan itu jauh-jauh? Saya percaya bukan hal yang mudah membuang ketakutan itu dari pikiran Mama. Justru yang sebaiknya kita lakukan adalah membuat ketakutan itu adalah point penting yang harus kita persiapan cara mengatasinya. Jika kita takut tidak bisa merawat bayi, misalnya, jangan khawatir, Ma! Sekarang ini sudah banyak sekali buku-buku yang mengulas tentang seluk-beluk perawatan bayi lengkap dengan step-step dan diperjelas dengan gambar.

Jika Mama takut terjadi komplikasi sata persalinan nanti, selalulah berkonsultasi dengan dokter tenang keluhan Mama selama kehamilan, sekecil apapun itu. Rencanakan dengan dokter, bagaimana proses persalinan Mama akan dilalui. Apakah normal atau cesar, tes kesehatan apa sajakah yang harus Mama lalui sebelum proses persalinan, dan lain sebagainya.


4. Cerdas memilih tempat bersalin


Patokannya bukan di harga murah atau mahal ya, tetapi lebih kepada kepuasan kita akan pelayanan tempat bersalin tersebut terutama tenaga medisnya.

Untuk Mama yang punya riwayat kesehatan yang perlu pengontrolan ketat, sebaiknya memiliki rumah sakit dengan kelengkapan alat dan dokter yang memadai.

Untuk Mama yang lancar selama kehamilan, lebih leluasa memilih tempat bersalin. Utamakan saja yang tenaga medisnya berpengalaman dan jangan terlalu jauh dari rumah. Tetapi harus tetap ada planning ya, Ma, jika nanti tiba-tiba terjadi komplikasi dan harus ada tindakan yang lebih serius.


5. Dukungan dari orang dekat sangat berarti


Satu hal yang menenangkan pikiran Mama saat menghadapi persalinan adalah bahwa Mama tidak sendirian. Dukungan dari suami, orangtua, dan orang-orang terdekat akan memberikan efek posistif pada kesiapan Mama menghadapi persalinan nanti.


6. Percaya diri dan doa sering mendatangkan keajaiban


Salah satu persiapan mental yang sangat mendukung kelancaran proses persalinan adalah percaya diri bahwa Mama kuat, Mama bisa dan Mama akan melalui semua dengan baik. Ini semacam kekuatan pikiran, Ma. Bahwa kekuatan pikiran bisa berdampak pada sisi psikologis Mama, itu benar. Menempatkan ‘rasa sakit' berada pada sudut pandang yang tepat, akan membuat Mama lebih rileks dalam me-manage rasa sakit tersebut. Kombinasikan juga dengan olah napas, dan mengoptimalkan kekuatan untuk bertahan menghadapi proses persalinan, dan menyelesaikannya dengan baik. Mantapkan hati bahwa rasa sakit yang akan dilalui tidaklah seterusnya berlangsung. Dan yang pasti, percayakan semua pada Tuhan. Berdoalah dan mintalah kekuatan. Dia akan memberikan pertolongannya melalui tangan-tangan medis yang menangani Mama.


7. Semua perlu belajar, pun menjadi orangtua


Di zaman yang serba digital ini, semua informasi bisa diakses kapan pun, di mana pun. Bahkan, setelah melahirkan pun, Mama bisa dengan cepat mengakses informasi yang dibutuhkan saat itu juga. Misalnya, setelah dua hari melahirkan, ternyata ASI Mama belum keluar juga. Nah, Mama tinggal klik aja informasi yang ada di internet, semua pertanyaan Mama mengenai ASI akan terjawab. Mulai dari faktor penyebabnya hingga kiat atau tip-tip yang bisa Mama lakukan untuk mempercepat keluarnya ASI.

Jadi Ma, nggak usah takut nanti kalau tidak bisa merawat dan mengurus bayi setelah lahir, kemudahan informasi seharusnya dan selayaknya membawa kita menjadi Mama yang lebih siap dan lebih pintar mengatasi sebuah masalah.


Melahirkan itu ibarat melakukan sebuah perjalanan panjang, Ma. Dan hal terbaik yang perlu kita lakukan bukanlah membayangkan apa yang terjadi, tetapi persiapkan semua dengan baik. Bisa jadi apa-apa yang kita bayangkan tidak tidak pernah kita temui saat proses persalinan. Nah, sekali lagi semua hal yang berkaitan dengan persalinan dan perawatan bayi akan menjadi lebih mudah jika Mama menjalani dengan tenang dan penuh persiapan. Persiapan tidak hanya dalam bentuk materi (uang), tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan mental untuk menjalani semua dengan sebaik-baiknya.

Baiklah, Ma! Kalau semua persiapan sudah oke, apalagi yang Mama takutkan?

Bravo Mama! You can do it!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mama Merasa Ketakutan Menjelang Persalinan? Wajar, Ma! Yuk, Coba Kita Atasi dengan 7 Tips Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nana Aditya | @nanaaditya

♡ Hot Mommy yang lagi belajar banyak hal baru. Harus segera menulis dan minum kopi saat gelisah...♡ **Life is like a piano, white and black. If God play it, all will be a beautiful melody.**

Silahkan login untuk memberi komentar