Move On Setelah Perceraian? Harus Dong, Ma! 3 Hal Ini Bisa Bantu Mama Untuk Melaluinya!

Move On Setelah Perceraian? Harus Dong, Ma! 3 Hal Ini Bisa Bantu Mama Untuk Melaluinya!

981
Perceraian, tidak ada yang menginginkan hal itu bukan? Kalaupun perceraian harus terjadi, itupun setelah melalui pertimbangan yang panjang. Yuk, saatnya move on, Ma!

Siapa sih yang menginginkan perceraian terjadi? No one!

Pernikahan yang dibangun diharapkan bisa langgeng hingga maut memisahkan. Tapi, kadang kenyataan itu tidak seindah cerita di novel. Perceraian adalah mimpi buruk tapi itulah keputusan terbaik yang harus diambil.

Jadi single pastinya menuntut Mama untuk lebih strong lagi ya daripada biasanya? Yang selama ini sudah multitasking, sekarang harus multirole juga. Huh! *kencengin iket kepala*

Terlepas dari apa pun penyebab perceraian antara Mama dan Papa, pasti sudah dipikirkan secara matang sebelumnya dan memang perceraian adalah jalan keluar terakhir yang sepakat untuk Mama dan Papa ambil.

Sudah berapa lama Mama berperan ganda alias jadi single parent? Sudah terbiasa kah dan memutuskan untuk membesarkan anak sendiri sampai tua nanti atau berpikir untuk mencari teman hidup baru?

Kalau Mama memilih opsi kedua, pas banget deh untuk menyimak sampai habis artikel ini. Saatnya Mama cari sosok baru yang bisa nuntun Mama ke arah yang lebih baik, menerima masa lalu Mama, dan menerima anak-anak Mama dari pernikahan sebelumnya.

Yap, mulai lagi dari nol! Bahkan sekarang nol besar, nih. Perkenalan lagi, pendekatan antar dua keluarga lagi, dan tentunya adaptasi dengan kebiasaan baru si Doi lagi. Yah, bisa dibilang memulai hidup baru, totally! Sebelum kejauhan berbicara tentang proses itu, ada 3 rahasia agar Mama bisa move on dari hidup yang sekarang dan berniat untuk memulai hidup baru.

BACA JUGA


Menjadi Single Mom is Rocking! Inilah 7 Alasan Saya Bangga Menjalaninya!

Menjadi Single Mom is Rocking! Inilah 7 Alasan Saya Bangga Menjalaninya!

Menjadi single mom bukan aib. Menjadi single mom merupakan pilihan yang lebih baik jika itu membawa kebahagiaan

Read more..

Move on setelah perceraian penting Mama lakukan, 3 hal ini bisa bantu Mama melaluinya.


1. Stop salahkan diri sendiri

Maafkan diri sendiri atas keadaan yang Mama alami sekarang. Maafkan diri Mama karena gagal membina pernikahan kemarin. Maafkan Mama karena tidak bisa menjaga keutuhan keluarga.

Stop salahkan diri sendiri atas perceraian yang terjadi. Kadang memang ada hal yang tidak bisa lagi dipertahankan. Ibarat gelas keramik yang pecah jadi beberapa bagian, seberapapun gelas itu cantik motifnya dan warnanya unik, lebih baik membeli gelas baru daripada menyatukan gelas pecah dan fungsinya tidak lagi seperti dulu.

Kalau pun direkatkan kembali, ada beberapa bagian yang tidak tertutup dan ketika Mama isi air akan selalu bocor. Ikhlaskan saja, Ma.

Life doesn't always turn out like we want it to be.

2. Cintai diri sendiri

Cinta Mama sama buah hati sih, gak perlu diragukan lagi. Tapi, cinta sama diri sendiri sudah dilakukan belum?

Yap, poin yang satu ini penting banget! Sebelum membuka hati untuk orang lain alias pendamping hidup baru, Mama harus cinta sama diri sendiri.

What? Sudah? Cinta sama diri sendiri gak sekadar ngomong depan kaca "I love my self" tiap pagi. Lebih dari itu, harus ada aksi nyata kalau memang Mama cinta sama diri sendiri.

Merawat diri, secara fisik tentunya memperhatikan penampilan from head to heels, dan secara mental bersyukur sama apa yang Mama miliki SAAT INI.

Eits, kenapa dicapslock? Yah, karena memang what past is past, Ma. Berbahagia lah dengan diri Mama dengan segala kondisinya saat ini, jangan lagi cinta sama diri Mama yang dulu saat masih menikah dengan Papa. Nanti timbul rasa gak bersyukur dan penyesalan yang gak berujung, loh! Hih!

BACA JUGA


Single Rocking Mama, Beginilah Cara untuk Mulai Berkencan Lagi!

Single Rocking Mama, Beginilah Cara untuk Mulai Berkencan Lagi!

The most difficult part of dating as a single parent is deciding how much risk your own child's heart is worth. ~ Dan Pearce

Read more..

3. Hilangkan sifat negatif

Masih ada 1 step lagi nih sebelum Mama benar-benar mencari teman hidup baru, menghilangkan sifat negatif.

Setelah introspeksi diri sendiri, udah ketemu kan beberapa hal yang menghambat Mama untuk move on? Jawabannya, sifat negatif.

Bukan untuk mengingat-ingat masa lalu ya, hanya saja belajar dari masa lalu. Karena pengalaman adalah guru terbaik, ya toh? Kalau dulu penyebab perceraian Mama dan Papa yakni sifat curigaan Mama yang berlebihan, sebaiknya mulai kurangi dari sekarang sebelum mengenal orang baru.

Tanya pada sahabat Mama yang langgeng dan santai dalam menjalani pernikahannya tanpa terlalu posesif pada pasangan. Latih diri Mama sendiri untuk percaya pada orang lain, terutama orang baru yang akan menjadi pasangan hidup.

BACA JUGA


Tentang Mantan dan 4 Kerumitan yang Akan Dibawanya Bersama Kenangan-Kenangan Jika Sampai Dibiarkan Datang

Tentang Mantan dan 4 Kerumitan yang Akan Dibawanya Bersama Kenangan-Kenangan Jika Sampai Dibiarkan Datang

Saat mantan tiba-tiba datang, maka keadaan pun jadi begitu sulit. Terus, siapa hayo yang sampai "mengundang" mantan datang, kalau bukan kita ...

Read more..

Most of all, don't be too hard on youself ya, Ma. Perceraian bukanlah akhir dari segalanya.

Kalau emang Mama belum siap menjalani kehidupan rumah tangga lagi, terlalu sibuk dengan urusan saat ini, dan merasa lebih nyaman menjadi single parent ya sudah jangan dipaksakan untuk mencari pendamping baru hanya untuk menyenangkan hati orang tua Mama atau karena 'gerah' dengar cibiran orang.

Mama punya kontrol penuh atas diri dan hidup Mama. Tapi perlu jadi catetan juga nih, kalau secara harfiah manusia butuh teman untuk mendampingi hidupnya. So, jalani dulu 3 rahasia tadi dan lihat efeknya. Entah Mama move on dari masa lalu dan tetap jadi single Mom atau move on untuk mencari Papa baru, that's your choice!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Move On Setelah Perceraian? Harus Dong, Ma! 3 Hal Ini Bisa Bantu Mama Untuk Melaluinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar