Ngemil Makanan Ringan Anak = Kebiasaan Buruk? Sama Sekali Nggak Lho, Bahkan Ada Keuntungannya!

Ngemil Makanan Ringan Anak = Kebiasaan Buruk? Sama Sekali Nggak Lho, Bahkan Ada Keuntungannya!

5.5K
Snacking atau ngemil makanan ringan sering diartikan sebagai kebiasaan makan yang buruk. Padahal enggak lho, justru snacking bisa dimanfaatkan untuk memasukkan unsur nutrisi yang nggak ada dalam makan besar.

Kata snacking atau ngemil makanan ringan oleh orangtua sering diartikan sebagai kebiasaan makan yang buruk ya, Ma. Dan, sepertinya sih semacam menjadi momok, karena anak lebih suka makan makanan ringan yang nggak bergizi. Efeknya yang lebih jauh lagi, kalau anak sudah kenyang dengan makanan ringan maka biasanya akan menolak makan pada jam makan.

Makanya sering kita mendapati saran supaya anak jangan terlalu banyak makan makanan ringan sebelum jam makan utamanya. Apalagi kalau makanan ringan yang dimakannya nggak bergizi begitu.


BACA JUGA


7 Camilan Sehat untuk Keluarga Ini Cocok Sebagai Pengganti Junk Food. Sedap Lagipula Bergizi!

7 Camilan Sehat untuk Keluarga Ini Cocok Sebagai Pengganti Junk Food. Sedap Lagipula Bergizi!

Camilan sehat harus selalu tersedia setiap saat. Namanya anak-anak kan sudah biasa nggak bisa berhenti makan. Dengan camilan sehat, maka ...

Read more..


Well, tahukah Mama, bahwa sebenarnya istilah 'snacking' di sini keliru dan tertukar dengan istilah grazing, yaitu makan tanpa jadwal yang jelas sepanjang hari.

Faktanya, snacking atau ngemil makanan ringan di sela jam makan itu perlu dan dibutuhkan oleh anak lho, Mama, dan ini dia alasannya:

  • Asupan nutrisi yang stabil dan teratur dari snacking makanan ringan akan dapat membantu konsentrasi, daya ingat dan aktivitas anak.
  • Snacking merupakan peluang untuk menyisipkan nutrisi-nutrisi dalam makanan ringan tersebut yang sulit dimasukkan pada saat jam makan besar.
  • Snacking bisa menjadi ajang untuk mengenali makanan baru.
  • Waktu snacking bisa menjadi bonding time antara orangtua dan anak. Apalagi saat snacking ini, biasanya tuntutan untuk menghabiskan makanan tidak ditekankan pada anak, sehingga membuat anak menjadi lebih rileks.

Nah, yang perlu diingat lagi untuk kita nih, Ma, yang akan memberikan waktu snacking buat anak. Adalah tugas orangtualah untuk menyiapkan, memilih makanan ringan yang akan dikudap oleh si kecil, dan juga akan menentukan jam makan bagi si kecil. Sedangkan tugas anak adalah menentukan akankah dia makan, dan seberapa banyak porsinya.

Dua pihak harus mengerti tugas masing-masing tersebut nih, Ma. Dengan menghormati tugas masing-masing, maka kegiatan makan dan juga snacking tentunya akan lebih sehat dan rileks.

So, untuk memberikan snacking time pada anak, perhatikan beberapa hal berikut supaya anak tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dalam makanan ringan yang dimakannya.


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan waktu snacking atau ngemil makanan ringan pada anak.


1. Porsi


Yah, karena namanya saja merupakan makan makanan ringan atau kecil di sela makan besar, maka porsi snacking seharusnya memang tidak sebanyak makan besar ya, Ma. Aturlah agar porsi makanan ringan yang diberikan pada si kecil cukup pas untuknya.


2. Bentuk


Bentuk makanan ringan untuk snacking biasanya ringkas, padat, mudah dibawa, dan cepat dimakan, sebab biasanya dikonsumsi di jalan atau pada jam istirahat yang singkat.

Pilihan yang baik adalah berbagai jenis fingers food, potongan buah, keju, susu, yoghurt, sandwich, wholegrain energy bars, segenggam kacang-kacangan atau kismis.


3. Waktu


Waktu yang tepat untuk snacking adalah setiap 3 – 4 jam setelah makan besar, terutama setelah sarapan dan makan siang.

Waktu-waktu tersebut memang merupakan saat di mana anak merasa lapar dan cranky, karena memang dalam waktu 2 – 3 jam setelah makan, lambung mulai kosong kembali sehingga rasa lapar mulai terasa.


4. Nutrisi


Kandungan yang harus ada dalam makanan ringan saat snacking time terdiri atas karbohidrat, protein dan serat, sehingga menimbulkan efek Low Glycaemic Load.

Makanan dengan glycaemic load rendah akan dapat diserap dengan lebih stabil oleh tubuh, sehingga rasa kenyang dan gula darah pun ikut stabil, mengurangi risiko ngantuk dan moody sehabis makan.


BACA JUGA


Resep Cake Nutrijell Jeruk Mudah dan Praktis Untuk Camilan Keluarga

Resep Cake Nutrijell Jeruk Mudah dan Praktis Untuk Camilan Keluarga

Resep cake selama ini yang sudah pernah Mama coba pastinya itu-itu saja bukan? Eits, kali ini Mama bisa bikin variasi resep cake dengan ...

Read more..


Nah, Mama, sampai di sini jelas ya, bahwa snacking atau ngemil makanan ringan itu tak perlu dihindari, justru harus diadakan agar anak mendapatkan tambahan nutrisi. Yang perlu dikurangi, dan kalau perlu dihindari adalah grazing, yaitu makan tanpa jadwal.

Sesuaikan pula dengan kondisi dan kebiasaan anak seperti biasanya ya, Ma. Jika sekarang si kecil sudah terlanjur sering grazing, maka tak ada kata terlambat untuk "mengembalikannya" ke jadwal makan yang teratur. Yang penting Mama memang harus telaten.

Jangan lupa, buatkan si kecil makanan ringan yang sehat. Makanan ringan sehat nggak susah bikinnya kok, ada juga yang hanya butuh waktu 5 - 10 menit untuk membuatnya. Mama bisa sontek resep-resep snack yang praktis dan lezat di Rocking Mama.

Manfaatkan waktu snacking atau ngemil makanan ringan ini sebagai bonding time dengan si kecil, dengan membuatnya menjadi aktivitas yang menyenangkan sehingga anak tak merasa dipaksa atau ditekan-tekan.

Have a wonderful parenting time, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ngemil Makanan Ringan Anak = Kebiasaan Buruk? Sama Sekali Nggak Lho, Bahkan Ada Keuntungannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar