Olahraga Sederhana untuk Gaya Hidup Sehat: Rajin Jalan Kaki - Sempatkan Yuk!

Olahraga Sederhana untuk Gaya Hidup Sehat: Rajin Jalan Kaki - Sempatkan Yuk!

3K
Mau olahraga tapi sibuk di kantor dan urus anak di rumah. Gimana caranya biar tetap bisa cari waktu untuk berolahraga, ya? Rocking Mama punya tip sederhana supaya Mama tetap sehat tanpa harus nambahin-nambahin kerjaan.

Untuk Mama yang sibuk di kantor atau di rumah mungkin akan kesulitan mencari waktu untuk melakukan olahraga ya.

Jangankan lari pagi, dari bangun tidur pun Mama sudah harus langsung menyiapkan sarapan untuk keluarga, atau siap-siap ke kantor. Ketika pulang sudah sore, Mama masih harus membantu mengerjakan PR anak-anak, atau urus Papa yang juga baru pulang. Di weekend pun waktunya untuk santai sambil menonton televisi bareng anak-anak atau jalan-jalan ke rumah mertua. Jadi jangankan untuk mau olahraga di gym atau daftar anggota kelas fitness, lari pagi saja susah dicari waktunya.

Tapi jangan berkecil hati untuk tetap bisa bugar, Ma.


BACA JUGA


5 Jenis Olahraga Kekinian Ini Harus Mama Coba Untuk 2017 yang Lebih Sehat

5 Jenis Olahraga Kekinian Ini Harus Mama Coba Untuk 2017 yang Lebih Sehat

Jenis olahraga seperti apa sih yang Mama sukai? Joging, yoga, lari? Well, barangkali Mama mau coba 5 jenis olahraga yang lagi ngehits ini ...

Read more..


Mama bisa, lho, mencoba olahraga murah meriah, sederhana, nan sehat. Jalan kaki, Ma. Ya, mungkin jalan kaki adalah salah satu olahraga yang kurang populer sih, lantaran banyak orang masih menganggap bahwa jalan kaki bukanlah olahraga, melainkan kebutuhan biasa untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi tahu nggak, sih, Ma, kalau olahraga dengan jalan kaki punya manfaat yang luar biasa?


Tetap sehat meski dengan olahraga yang Hanya membutuhkan sedikit tenaga dan keringat


Sebuah studi dari Universitas College London pernah meneliti dari tahun 1970 hingga 2007 mengenai manfaat kebiasaan jalan kaki untuk olahraga dan kesehatan. Hasilnya luar biasa lho, Ma.

Dari penelitian tersebut ternyata menunjukkan, bahwa kebiasaan jalan kaki sepanjang 8,5 kilometer seminggu mampu mereduksi bahaya terserang penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke hingga 31% (sumber: Harvard Health Publication).

Bukan hanya berguna buat kesehatan, olahraga jalan kaki yang Mama lakukan dengan teratur--bahkan dengan jarak yang lebih jauh--bisa membuat Mama lebih happy tanpa harus berkeringat berlebihan.


Foto: My Food Diary

Kelebihan jalan kaki dari olahraga lari yang sedang populer saat ini adalah Mama nggak perlu mengeluarkan tenaga yang berlebihan.

Studi dari Universitas Harvard mengatakan, bahwa manfaat berlari selama 20 menit tiap hari punya manfaat yang sama dengan berjalan selama 45 menit. Memang kalau dilihat dari lamanya waktu, jalan kaki lebih lama dari berlari.

Tapi dengan jalan kaki, Mama nggak perlu repot memikirkan sepatu lari, pakaian yang pas, hingga takut berkeringat berlebihan. Jalan kaki pun cocok untuk dilakukan di mana saja, mulai dari di jalan atau trotoar sekitar rumah hingga di mal ketika Mama berburu diskon.

Untuk itu, supaya Mama nggak galau lagi karena ingin juga bisa olahraga, Rocking Mama kasih beberapa tip agar Mama bisa menyempatkan waktu untuk olahraga jalan kaki. Santai, singkat, sehat!


Tip menyempatkan diri untuk olahraga dengan jalan kaki


1. Starts small, manfaatkan tiap kesempatan


Yang paling sederhana ketika Mama mau mulai membiasakan diri olahraga dengan berjalan kaki adalah mulai sedikit-sedikit. Langsung banyak juga sebenarnya nggak masalah sih, tapi alangkah baiknya membiasakan diri dulu supaya nggak kaget dan capek duluan.

Mama bisa mulai dengan memanfaatkan waktu-waktu kosong di sela-sela kegiatan Mama. Misalnya daripada nyuruh si Mbak atau naik motor untuk ke pasar dekat rumah, lebih baik Mama jalan kaki sendiri ke sana. Katakanlah Mama ke pasar yang jaraknya hanya 75 meter dari rumah tiap pagi sebelum ke kantor. bolak-balik dari rumah ke pasar sudah dapat 150 meter. Lumayan kan?

Atau bisa juga dimulai dengan tiap 2 jam sekali sempatkan diri keliling halaman rumah, Ma. Sehingga kalau sudah mulai serius, tubuh Mama, terutama kaki, sudah terbiasa untuk berjalan-jalan ke sana ke mari.

Bisa juga Mama memilih makan siang ke kantin ketika di kantor daripada nitip ke mas OB. Hitung-hitung melemaskan bagian tubuh yang kaku akibat kelamaan duduk.


2. Gandeng Papa dan anak-anak


Ketika sudah terbiasa dan sudah mulai serius, mungkin ada kalanya Mama merasa jenuh karena jalan kaki selalu sendirian.

Salah satu hal terpenting yang mesti diperhatikan ketika menerapkan pola hidup sehat memang support dari orang-orang sekitar. Kalau Mama merasa kurang semangat, Mama bisa kok ajak Papa, si Kakak dan Adik juga, untuk ikutan menerapkan pola hidup sehat yang baru. Jadi bukan hanya Mama yang sehat sendiri yang melakukan olahraga, tapi seluruh anggota keluarga juga jadi beraktivitas fisik.

Supaya berhasil, Mama bisa mulai dari mengajak Papa terlebih dahulu.

Jalan saja berdua mengelilingi komplek tiap pagi di hari Sabtu dan Minggu ini. Atau kalau mau lebih romantis, jalan-jalan di sore hari juga bisa. Sambil pegangan tangan juga boleh banget, Ma. Nggak perlu jauh-jauh, cukup mulai dengan 10 menit saja sehari yang semakin lama semakin ditambah.

Kemudian di minggu berikutnya, ajak juga anak-anak untuk bergabung. Kalau agak sulit untuk membangunkan anak-anak ketika pagi hari, bisa diajak ke sore hari, bareng juga sama Papa. Tak perlu dipaksa, ceritakan saja nikmatnya olahraga jalan kaki santai sembari mengingatkan tentang manfaatnya.


3. Ajak Tetangga Kiri Kanan atau Teman Dekat Mama


Foto: Go Red For Women

Konsepnya sama dengan ajakan Mama ke keluarga, Mama juga bisa mengajak teman Mama yang paling dekat. Nggak perlu banyak, yang penting mau dengan semangat yang sama dengan Mama.

Mungkin untuk Mama yang tidak bekerja bisa dimulai dari mengajak ibu tetangga sebelah rumah. Kalau ada teman untuk jalan sekalian ngobrol santai kan enak, ya, Ma. Siapa tahu ajakan Mama ini bisa jadi pemacu mama-mama lainnya untuk menerapkan hal yang sama.

Kalau bosan olahraga jalan kaki di sekitar rumah, coba ajak teman dekat yang tinggalnya tidak di lingkungan rumah deh, Ma. Bisa sekalian janjian cari suasana jalan kaki yang lebih segar lagi. Lagipula kalau sudah janjian dengan teman-teman kan nggak enak kalau nggak jadi, hitung-hitung sebagai alasan dan penyemangat untuk terus jalan kaki.


4. Agar Lebih Disiplin dan Mudah Dipantau, Coba Atur Jadwalnya


Sudah punya niat, sudah disediakan waktu, dan sudah punya teman, tinggal dilaksanakan deh.

Eh, tapi jangan cuma semangat di awal, ya, Ma. Biar lebih berasa perubahan pola hidupnya, Mama bisa kok memberanikan diri untuk menset jadwal olahraga jalan kaki. Misalnya, ke pasar jalan kaki tiap hari Senin, Selasa, Rabu. Jalan kaki bareng Papa dan anak-anak tiap Sabtu dan Minggu sore. Lalu tambahan jalan kaki bareng tetangga atau teman dekat di hari Minggu pagi sambil curhat tentang kegiatan masing-masing selama seminggu belakangan.

Tapi yang harus diingat adalah Mama harus mematuhi jadwal olahraga yang sudah dibuat ini. Jangan sampai setelah dibuat lalu dibiarkan begitu saja, dan akhirnya lupa. Jadwalnya pun tak perlu banyak-banyak dan tak perlu jadi beban.

Ingat, Ma, hal-hal kecil yang mengandung kegiatan jalan kaki pun layak masuk ke dalam hitungan kok.


5. Hal-Hal Kecil yang Mama Lakukan yang Bisa Masuk Hitungan


Sekali lagi, membiasakan pola hidup baru memang tidak mudah terutama ketika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Sehingga terkadang kita sering menyerah di tengah jalan hanya karena pikiran-pikiran yang mengganggu (seperti capek atau malas duluan).

Untuk itu, memotivasi diri sendiri sangatlah penting, lho, Ma. Ada pula aspek apresiasi yang mulai harus Mama sematkan dalam tiap niat Mama. Jangan sampai karena terlalu bersemangat dengan niat untuk hidup sehat dan mematuhi jadwal olahraga ini malah membuat Mama merasa terbebani.

Hal-hal kecil ini misalnya hari ini di kantor kalau mau minum di pantry Mama lebih memilih jalan sendiri ketimbang minta tolong diambilkan. Atau mungkin hari ini Mama pergi ke minimarket sendiri daripada minta dibelikan Mbak. Bisa jadi hari ini Mama sudah berjalan dari rumah ke rumah sebelah untuk mengantarkan semangkuk sup buatan Mama ke ibu tetangga.

Kegiatan sederhana dan mungkin terlihat kecil itu patut untuk Mama apresiasi, lho. Setidaknya hari ini Mama bergerak dengan tetap menggenggam niat untuk hidup sehat.


BACA JUGA


Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

Kurang olahraga bisa membuat kita lemah, lesu, lemot, sampai mengalami mood swing. Yes, olahraga nggak cuma berkaitan dengan pengurangan ...

Read more..


Sebagai tambahan, untuk Mama atau orang-orang terdekat Mama yang sudah punya penyakit kardiovaskular, khususnya jantung atau hati, terapi jalan kaki ini terbukti aman dan mereduksi potensi kematian hingga 26%, lho (sumber: Harvard Health Publication).

Jadi olahraga jalan kaki ini bukan hanya bermanfaat untuk yang sehat, tetapi juga bisa banget menolong yang sudah terlanjur sakit.

Maka dari itu, ayo, mulai hidup sehat, Ma. Selamat jalan-jalan!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Olahraga Sederhana untuk Gaya Hidup Sehat: Rajin Jalan Kaki - Sempatkan Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Hadi | @yasminhadi

Part-time writer, full-time magician.

Silahkan login untuk memberi komentar