Om Telolet Om: Fenomena Viral di Kancah Internasional yang Mengajarkan Kita Tentang 3 Hal

Bus

Om Telolet Om: Fenomena Viral di Kancah Internasional yang Mengajarkan Kita Tentang 3 Hal

2.9K
Om Telolet Om yang melegenda, ternyata mengajarkan kita 3 hal. Apa saja? Yuk, lihat!

Hei, Ma! Sudah tahu pasti ya, akhir-akhir ini seluruh media sosial kita terjangkiti virus Om Telolet Om.

Barangkali jika pada awalnya kita melihat ada segerombolan anak di pinggir jalan dan mengarahkan kamera handphone ke jalan kita berpikiran bahwa, "Ah, sudah biasa, toh sekarang zaman anak-anak juga eksis dengan handphone-nya.".

Tapi ternyata, yes, mereka sedang memfoto bus-bus yang lewat.

Dulu pernah, banyak hashtag di instagram yaitu #busmania, di mana berisi koleksi foto bus yang sangat indah bentuknya, modern desainnya, dan anggun tampilannya. Namun sekali lagi masih salah.

Anak-anak kecil itu ternyata menunggu bus lewat dengan suara klaksonnya. Ya, itulah alasan mengapa anak-anak kecil itu berbaris rapi di pinggir jalan yang menunggu kehadiran bus sembari mengarahkan kamera handphone ke jalan.

Dan, kemudian berkembanglah satu trending topik di media sosial, terutama Twitter, frase "Om Telolet Om".

Suatu frase yang akrab digunakan oleh barisan anak kecil pinggir jalan untuk menagih supir bus yang lewat agar membunyikan klakson bus mereka yang bernada.

Lantas semua mem-viral. Para DJ dunia mulai dari @djsnake, @zedd, sampai grup band The Chainsmokers, ikut meramaikan topik Om Telolet Om ini. Bahkan akun Instagram pribadi Donald J Trump pun ikut "terkontaminasi" oleh komen Om Telolet Om. Dan, lalu muncul pula EDM yang terinspirasi oleh Om Telolet Om.

Wow!

Memang semua hal di Indonesia ini bisa saja jadi viral ya. Coba deh, ingat nggak fenomena Awkarin atau Rey Utami dan Pablo Putera Benua yang pernah begitu trending itu? Yes, begitulah Indonesia yang kekinian. Kalau ada fenomena, kejadian atau keunikan tertentu yang diupload ke media sosial, besar banget peluangnya untuk langsung menjadi pembicaraan para netizen.


BACA JUGA


Apa, Nak? Kamu Ingin Menikah di Usia 17 Tahun? Ini Dia Jawaban-Jawaban Kami, Orangtuamu!

Apa, Nak? Kamu Ingin Menikah di Usia 17 Tahun? Ini Dia Jawaban-Jawaban Kami, Orangtuamu!

Motto for the bride and groom: We are a work in progress with a lifetime contract

Read more..


Bagaimana tidak, jumlah penduduk di Indonesia itu sangat banyak. Dan hampir semua itu mempunyai media sosial masing-masing. Berita hoax, isu SARA, pernyataan politik yang menyesatkan, semua mudah disebarkan secara luas dan tak perlu waktu yang lama.

Begitu juga dengan Om Telolet Om yang bahkan go international dengan mudah banget. Padahal, barangkali ada yang bertanya-tanya, pentingnya apa? Apa manfaatnya? Lucunya apa? Untuk apa klakson bus ditunggu?

Well, yang pasti, di balik semua kejadian dan fenomena, pastilah ada hikmah yang bisa diambil. Termasuk fenomena Om Telolet Om ini.


3 Hal yang diajarkan oleh fenomena Om Telolet Om


Untuk Menjadi Bahagia, Tidak Perlu Repot


Cukuplah turun ke pinggir jalan, arahkan handphone ke bus yang akan lewat, teriaklah, "Om, telolet, Om!" dan rekam.

Saat si supir bus meluluskan permintaan kita, kita pun tertawa bahagia.

Ah, sangat simpel, sangat sederhana, dan mudah untuk dilakukan. Let the bus do the job!

Hobi yang bisa bikin bahagia dengan singkat dan sangat sederhana. Terlihat sangat sepele, tapi itulah anak-anak. Hanya membutuhkan hal simpel nan lucu untuk menjadi bahagia.

Bandingkan dengan masyarakat modern sekarang yang hidupnya dihabiskan untuk bermain games agar bahagia. Atau, bandingkan dengan mereka yang selalu menebarkan berita bohong untuk menjadi bahagia. *eh, itu bikin bahagia nggak sih?*

Bahagia itu sederhana. Hanya orang-orang yang sulit mencari hikmah dalam setiap kejadian saja yang berkata bahwa kebahagiaan itu sulit didapat.

Anak-anak penggemar Om Telolet Om ini mengajarkan kita untuk mencari jalan kebahagiaan kita sendiri. Tidak perlu repot menjadi orang lain, cukup jadi diri sendiri dan lakukan apa yang kita suka untuk dapat bahagia.


Fenomena Om Telolet Om Menunjukkan Kalau Anak-anak Lebih Bahagia Bermain Bersama Teman, Bukan di Rumah Seharian Menatap Smartphone


Semakin ke sini, semakin jarang kita temui lagi anak-anak bermain di luar rumah.

Jangankan bermain bola di waktu hujan sore hari seperti dulu, orangtua sekarang lebih senang memberi anaknya smartphone daripada terjun bermain bersama anaknya. Semua dikekang dan diatur, agar mereka menjadi anak yang baik dan pendiam di rumah. Bahkan, orangtua rela memberikan mereka segala sesuatu hanya agar anaknya mau tinggal di rumah, sementara mereka malah pergi untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Memang sangat riskan jika anak dibiarkan bermain di luar apalagi di pinggir jalan, apalagi kalau sampai nggak ada yang mendampingi. Tetapi kegiatan di luar itu sebenarnya selalu lebih baik ketimbang anak di dalam rumah saja menatap smartphone atau tablet dan bermain game yang nggak jelas.

Dampingi anak Mama jika mereka menyatakan keinginan mereka untuk berburu Om Telolet Om ya, jangan biarkan sendirian di jalan raya, apalagi yang melintas bus-bus besar seperti itu. Namun, yang lebih penting lagi, jangan kungkung jiwa bermain dan jiwa berimajinasi anak.


Kebahagiaan Itu Tidak Perlu Mahal


Banyak kejadian di sinetron yang menunjukkan anak-anak yang kurang bahagia walaupun harta orang tuanya sangat banyak. Hal yang seperti itu tidak bisa dipungkiri benar-benar terjadi di dunia nyata.

Di dunia nyata banyak anak yang mendapatkan segalanya dari harta orangtuanya, tetapi justru kurang bahagia karena tidak mendapat kasih sayang dan waktu yang melimpah dari mereka. Kebanyakan orangtua sibuk mengejar karier dan penghasilan sehingga waktu untuk keluarga pun menjadi berkurang.

Dengan melihat anak-anak pemburu Om Telolet Om, bisa kita simpulkan kalau kebahagiaan itu sebenarnya murah saja harganya. Hanya dengan menyalurkan kesenangan seperti itu saja, anak-anak sudah bisa merasa puas dan gembira. Memberikan kita inspirasi untuk mencari kebahagiaan sendiri tanpa harus mengeluarkan pundi-pundi harta.


Bonus: Om Telolet Om Menunjukkan Bahwa Orang Indonesia Itu Kreatif!


Tidak tahu kalau di luar negeri sih ya, Ma, tetapi sepertinya memang hanya ada di Indonesialah klakson bus mempunyai nada seperti ini. Lagu anak-anak pun bisa jadi klakson telolet.

Inilah bukti bahwa orang Indonesia itu kreatif dan unik. Orang yang kurang kreatif akan tertelan oleh perkembangan dan kemajuan zaman.. Tidak ada salahnya menjadi orang kreatif. Untungnya menjadi kreatif bukan hanya untuk diri kita sendiri kok, melainkan juga untuk orang lain.

Jadilah pribadi kreatif dan kreasikan sesuatu yang unik agar hidup kita menjadi lebih berwarna.


BACA JUGA


Kena Tilang Polisi? Hadapi dengan Cantik, Tak Perlu Marah-Marah Apalagi Mencakar

Kena Tilang Polisi? Hadapi dengan Cantik, Tak Perlu Marah-Marah Apalagi Mencakar

Kena tilang? Ah, itu biasa. Jutaan pengendara dan pengguna jalan lain juga mengalaminya. Nggak perlu drama, yang dibutuhkan adalah sikap ...

Read more..


Well, itu dia beberapa hal yang diajarkan oleh fenomena Om Telolet Om yang kini sedang trending di media sosial kita.

Akhir kata ... Ma, telolet, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Om Telolet Om: Fenomena Viral di Kancah Internasional yang Mengajarkan Kita Tentang 3 Hal". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dika Amfa | @dikaamfa

Kita semua pasti pernah menghadapi masalah dalam hidup kita. Itu adalah pilihan apakah kita harus dengan gagah berani menghadapinya, ataukah lari layaknya pengecut. Dika Amfa, laki-laki kelahiran Kebumen, 21 tahun yang lalu. Ingin berbagi pengalaman, shar

Silahkan login untuk memberi komentar