Operasi Caesar Hanya untuk Para Perempuan yang Tak Berani Menahan Sakit? Ketahui Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Menghakimi!

Image via Popsugar

Operasi Caesar Hanya untuk Para Perempuan yang Tak Berani Menahan Sakit? Ketahui Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Menghakimi!

781
Katanya, ibu yang menjalani Operasi Caesar itu karena nggak tahan rasa sakit. Hmmm. Sudah tahu 5 fakta ini belum?

Menjadi seorang ibu memang bukan yang tugas mudah, setuju Ma?

Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menjadi seorang ibu, maka akan ada tanggung jawab, usaha keras serta "pengorbanan" yang semuanya akan terbayar dengan kebahagiaan saat sang anak tumbuh dengan sempurna.

Dan, salah satu tugas ibu yang paling mulia adalah melahirkan. Setelah mengamban amanah 9 bulan lamanya, seorang ibu harus berjuang untuk persalinan yang sangat menegangkan. Bahkan tidak jarang, ibu harus mempertaruhkan nyawa demi keselamatan buah hati.

Semua ibu pasti ingin melahirkan secara alami dan lancar lalu pulih dengan cepat, agar bisa segera berkumpul dengan buah hati. Tapi, ada kondisi tertentu yang membuat perempuan harus menjalani Operasi Caesar saat harus melahirkan. Operasi Caesar memang sekilas tampak menjadi jalan pintas, saat Ibu tidak "berani" melahirkan secara vaginal.

Hal inilah yang mengundang stigma orang lain, bahwa perjuangan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar kerap dipandang sebelah mata.

Padahal tahu nggak sih, Ma? Ada banyak fakta dibalik persalinan melalui operasi Caesar yang kadang orang lain luput memperhatikan. Simak yuk, Ma!


BACA JUGA


Setelah Melahirkan, Ini Dia 7 Penyesalan yang Biasanya Dirasakan oleh Seorang Mama Baru!

Setelah Melahirkan, Ini Dia 7 Penyesalan yang Biasanya Dirasakan oleh Seorang Mama Baru!

Setelah melahirkan, hidup seorang perempuan akan berubah. Pastikan tak ada penyesalan menyertainya

Read more..


5 fakta di balik kelahiran melalui Operasi Caesar


Ada alasan mengapa kami memilih kelahiran dengan Operasi Caesar, bukan semata-mata karena tidak ingin sakit!

Ada Alasan Mengapa Kami Memilih Kelahiran Dengan Operasi Caesar, Bukan Semata-mata Karena Tidak Ingin Sakit! -

Seringkali saya dengar nada yang kurang menyenangkan sesaat setelah mendengar perempuan menceritakan proses persalinannya yang harus melalui Operasi Caesar. Kata-kata yang membuat kami berkecil hati. Banyak orang yang mengatakan, bahwa sebagian besar alasan perempuan menjalani Operasi Caesar karena mereka tidak mau menanggung rasa sakit saat melahirkan. 

Hmm...benarkah begitu Ma? 

Sebenarnya, ada banyak pertimbangan dokter saat memutuskan apakah si ibu harus dioperasi maupun tidak. Biasanya alasannya adalah ibu memiliki kondisi fisik seperti lingkar pinggul lebih kecil dari ukuran bayi, kelainan panggul karena operasi, memiliki riwayat kesehatan yang berbahaya jika harus melahirkan secara vaginal, seperti jantung, hipertensi dan paru-paru, ada tumor yang menghalangi jalan lahir, pernah melakukan Operasi Caesar kurang dari 2 tahun, dan usia ibu di atas 35 tahun

Dari sisi bayi, bayi dengan berat badan lebih dari 4000 gram, kelainan letak plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa), kelainan letak janin--misalnya posisi janin yang melintang, terjadi gangguan janin seperti fetal distress sehingga membahayakan janin, dan kondisi janin yang tidak normal. 

Kondisi-kondisi ini biasanya menjadi alasan di balik keputusan untuk melakukan Operasi Caesar. 

Jadi, bukan hanya tidak ingin sakit.Jikapun ada yang mengatakan alasan menjalani Operasi Caesar karena ia takut, maka maklumi saja, Ma. Bukankah ketakutan itu memang membahayakan ibu dan janin? Semua demi keselamatan ibu dan janin juga kan, Ma? Dan, rasanya wajar saja jika ada ibu yang takut melahirkan secara vaginal, karena memang nyawa taruhannya.



Kami tidak serta merta memutuskan untuk menjalani Operasi Caesar, kami juga mengusahakan persalinan secara vaginal

Kami Tidak Serta Merta Memutuskan Untuk Menjalani Operasi Caesar, Kami Juga Mengusahakan Persalinan Secara Vaginal -

Ma, sebelum saya memutuskan untuk menjalani Operasi Caesar, saya juga menjalani serangkaian prosedur dan usaha agar bisa melahirkan secara vaginal. 

Hal yang sama pasti juga dilakukan perempuan lain yang menjalani proses Operasi Caesar. Saat dokter mengatakan kemungkinan operasi yang dikarenakan oleh kondisi fisik saya, dan kondisi plasenta yang sudah mulai berkapur, saya masih tetap bertahan pada keinginan untuk bisa melahirkan secara vaginal.

Berbagai upaya saya lakukan seperti jalan pagi, senam hamil sampai memperbanyak doa dan komunikasi ke si jabang bayi agar mau bekerja sama. Saat hari yang sudah ditunggu-tunggu, ternyata tidak ada pembukaan sementara usia kandungan saya sudah melebih waktu kelahiran. Dokter pun memutuskan untuk melakukan induksi. Setelah induksi hampir 1x24 jam, ternyata tidak ada kemajuan yang terjadi. Dengan mempertimbangkan keselamatan si bayi, maka akhirnya suami menandatangani surat persetujuan operasi. 

Jika ini cerita saya, maka lain lagi cerita perempuan lain di luar sana. Ada perempuan yang bahkan sudah mengalami proses pembukaan lengkap kemudian tidak bisa melahirkan secara vaginal, karena kejadian mendadak yang tidak pernah dibayangkan. 

Bisa dibayangkan kan, Ma, rasanya? Mengalami sakitnya kontraksi lalu masih harus menghadapi meja operasi. Perempuan lain bahkan harus benar-benar mempertaruhkan nyawa karena kondisi fisiknya yang sangat lemah bahkan ia harus beristirahat total selama kehamilannya dulu. 



Selain menjalani serangkaian prosedur Operasi Caesar, kami juga mempertaruhkan nyawa di meja operasi

Selain Menjalani Serangkaian Prosedur Operasi Caesar, Kami Juga Mempertaruhkan Nyawa Di Meja Operasi -

Banyak yang mengira Operasi Caesar adalah operasi "kecil" yang tidak membawa risiko. 

Padahal Operasi Caesar tergolong operasi mayor atau operasi besar. Melahirkan secara caesar berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan perut sehingga dokter akan melakukan anestesi epidural yang dilakukan di bawah punggung sehingga membuat daerah perut sampai kaki mati rasa. Jadi Mama akan sadar selama menjalani operasi. Tapi ada kasus khusus yang memang mengharuskan ibu dibius secara umum. 

Karena dalam keadaan sadar, kami merasakan semua pergerakan bayi, tarikan demi tarikan bahkan saat dokter menutup luka operasi. Kondisi ini sangat tidak nyaman, meski sangat mengharukan saat mendengar tangisan bayi. 

Beberapa dari kami bahkan mengalami trauma pasca Operasi Caesar karenanya.

Prosedur Operasi Caesar sendiri juga tidak berhenti sampai situ, Ma. Setelah bayi lahir, maka dokter akan terus mengobservasi kami apakah terjadi komplikasi atau tidak pada si ibu. Beberapa ibu bahkan tidak dapat melakukan proses IMD setelah melahirkan dengan Operasi Caesar. 


BACA JUGA


Melahirkan Melalui Operasi Caesar Bukan Berarti Kita Lemah, Ma! 13 Foto dari Para Rocking Mama Berikut Buktinya!

Melahirkan Melalui Operasi Caesar Bukan Berarti Kita Lemah, Ma! 13 Foto dari Para Rocking Mama Berikut Buktinya!

Saat kita menjalani kelahiran dengan operasi caesar, saat itu pula akan banyak orang yang menuding kita sebagai ibu yang tak becus. Tak ...

Read more..


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Operasi Caesar Hanya untuk Para Perempuan yang Tak Berani Menahan Sakit? Ketahui Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Menghakimi!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hepi Risenasari | @hepirisenasari

Woman, kids, and parenting enthusiasm

Silahkan login untuk memberi komentar