Orangtua Bertengkar di Hadapan Anak-Anak? Yes or No?

Orangtua Bertengkar di Hadapan Anak-Anak? Yes or No?

1.6K
Orangtua bertengkar di depan anak-anak akan memberikan efek kejiwaan yang kurang baik terhadap mereka.

Hai, Mama. Suatu kali ingatan saya kembali ke 20 tahun silam. Coba deh, Mama, apakah ada kenangan masa kecil, yah katakanlah saat Mama berusia 1 - 5 tahun, yang benar-benar Mama ingat sampai sekarang? Sepertinya, kalau memang masih bisa diingat sampai sekarang itu berarti kenangan yang bagus banget, atau malah buruk banget. Salah satu kenangan masa kecil yang masih saya ingat sampai sekarang adalah saat orangtua bertengkar di depan saya.

Saya ingat banget tuh, Ma, kejadian saat saya nangis-nangis bareng Kakak yang memeluk Mama yang juga sedang menangis di kamar. Lalu Papa saya juga masuk ke kamar, dan sempat beradu mulut di depan saya dan kakak saya.

Dan tahukah, Mama, bahwa ingatan itu begitu lekat pada saya hingga sekarang. Yes, sampai sekarang, 20 tahun kemudian. Saya masih ingat betul bagaimana perasaan saya waktu itu, takut, sedih, bingung dan seterusnya.

Apa penyebab orangtua bertengkar waktu itu sebenarnya saya juga nggak terlalu ngerti sih. Saya cuma ingat, betapa sedihnya perasaan saya, apalagi saya juga tahu bahwa Mama berniat mengajak saya dan kakak saya untuk pergi dari rumah.

Haaa ... tenang, Ma. Tak ada yang serius terjadi kemudian kok. Setelah kejadian orangtua bertengkar hebat itu, orangtua saya tetap baik-baik saja. Sampai sekarang. Alhamdulillah. Hehehe.

So, kemungkinan sih waktu itu hanya sekadar pertengkaran rumah tangga biasa saja ya. Itulah pertama dan terakhir kalinya saya melihat orangtua bertengkar.


BACA JUGA


Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

When a couple fights too much but they're not breaking up, they're really in love

Read more..


Sekarang, coba deh dibayangkan ya, Ma. Dari semua hal membahagiakan yang saya ingat dari masa kecil saya, yang paling saya ingat justru adalah potongan kecil kisah orangtua bertengkar.

So, pasti sekarang kita bisa percaya ya, sebegitu besar pengaruh orangtua pada anak. Kalau pengaruhnya buruk, itu justru makin besar pula efeknya pada kejiwaan anak.

Itulah yang menjadi patokan, bagaimana saya harus bersikap di depan anak-anak. Insya Allah, penginnya saya, saat mereka besar nanti, mereka nggak akan punya ingatan buruk mengenai kedua orangtuanya. Karenanya saya menghindari sekali beradu argumen dengan suami di depan anak-anak, karena saya tahu banget bagaimana perasaan anak-anak melihat orangtua bertengkar.

Tapi, saya juga sadar, bahwa tak mungkinlah rumah tangga itu hanya adem ayem saja. Saya juga sadar betul, bahwa pernikahan adalah penyatuan dua kepala dan keluarga dengan budaya, kebiasaan dan prinsip yang berbeda. So, kejadian orangtua bertengkar itu mungkin menjadi hal yang sangat lumrah, namun kita harus menghindarkan anak-anak supaya tak melihatnya secara langsung.


Karena, ada dampak negatif yang akan timbul kalau orangtua bertengkar di hadapan anak-anaknya, seperti yang dilansir dalam situs Boldsky berikut.


1. Ketakutan

Reaksi pertama anak-anak pasti akan merasa takut kalau melihat kedua orangtua bertengkar di depan matanya sendiri. Dan bahayanya, kalau pertengkaran ini dilakukan terus menerus, ketakutan ini akan mengintimidasi dan memengaruhi mental si anak kelak.


2. Memberikan contoh buruk

Karena anak adalah peniru ulung, orangtua bertengkar di depan anak-anak pun akan memengaruhi perilaku anak-anak pula.

Melihat kedua orangtuanya yang suka marah-marah, tentu saja membuat mereka juga jadi gampang marah. Apalagi kalau orangtua bertengkar sampai banting-banting barang. Duh, si anak juga pasti bisa hobbi banting-banting barang kalau lagi marah.


3. Menjadi bimbang

Mau pilih siapa? Harus belain siapa?

Orangtua bertengkar, apalagi kemudian terjadi hal yang lebih buruk lagi, akan membuat anak harus memilih. Dan mana mungkin sih anak bisa langsung memilih mau membela siapa kalo kedua orangtua bertengkar? Belum tentu mereka mengerti permasalahannya juga kan? Mereka pun tak tahu siapa salah siapa benar.

Mereka akan kehilangan pegangan, dan menjadi bimbang dan bingung.


4. Memiliki masa kecil yang tidak bahagia

Sesekalinya orangtua saya berantem heboh sewaktu sayakecil, selamanya akan terekam di kepala saya.

Satu ingatan buruk ternyata mampu mengalahkan semua ingatan yang membahagiakan. Satu saja rasanya sudah begitu menakutkan! Lalu, bagaimana dengan orangtua yang sering berantem di depan anak-anak?


BACA JUGA


Suami Istri Bertengkar? Wajar! Walaupun Mama Masih Marah Tetap Tunjukkan Rasa Cinta Pada Papa Dengan 8 Cara Ini. Dijamin Papa Bakal Melted!

Suami Istri Bertengkar? Wajar! Walaupun Mama Masih Marah Tetap Tunjukkan Rasa Cinta Pada Papa Dengan 8 Cara Ini. Dijamin Papa Bakal Melted!

Hubungan suami istri mana yang sempurna di dunia ini? Semua pasti melewati pasang surut dalam menjalaninya

Read more..


Bagian "memengaruhi mental dan kebiasaan anak-anak" itulah yang membuat saya paling ngeri, Ma. Pastinya, apa pun yang terjadi, kita sebagai orangtua kan ingin anak-anak kita tumbuh normal, sehat jasmani rohani serta merasa bahagia kan ya?

Maka dari itu, saya dan suami punya batasan saat merasa kami harus beradu argumen.


Tips beradu argumen tanpa membuat anak-anak merasa terlibat sehingga orangtua bertengkar tidak di hadapan anak-anak


Nggak melakukan konfrontasi langsung dengan suami di depan anak-anak

Walaupun katanya akan lebih bagus kalau bisa ngomong secara langsung kalau ada masalah, tapi kalau di depan anak-anak atau saat ada anak-anak, mendingan saya konfrontasi lewat aplikasi chat saja, Ma. Iya, teknologi kan harus dipergunakan untuk memudahkan hidup kan ya?

Maka pergunakanlah untuk mempermudah adu argumen. Hehehe.


Jangan sampai banting-banting barang

It's a big no ya, Ma!

Duh, Mama, jujur deh, dulu saya suka banting HP loh kalau berantem sama suami. Hahaha. Sekarang, alhamdulillah sih sudah nggak lagi. Selain karena takut handphone-nya rusak, takutnya juga nanti anak-anak akan ikut-ikutan banting-banting barang kalau lagi marah-marah.

Duh, kan barang-barang itu mahal kan ya, Ma? Sayang banget kan?



Usahakan tetap tenang dan tersenyum di depan anak-anak

Nah ya, ini barangkali akan susah. Orang lagi bete kok disuruh senyum.

Tapi ya memang harus, Ma. Walau lagi sebel tingkat tinggi ke suami, usahakan jangan sampai merembet ke anak-anak juga. Karena mereka bakalan bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan orangtuanya.

Lagipula anak juga nggak punya salah apa-apa kan, Ma?. Jadi, walaupun lagi kzl berat sama suami, usahakan tetap berakting semanis mungkin di depan anak-anak ya.


Tidak menjelek-jelekkan suami di depan anak-anak

Efeknya akan banyak, Ma, kalau sampai hal ini terjadi. Anak-anak akan hilang kepercayaan pada papanya sendiri, pun mereka bisa jadi nggak menghormati papanya lagi.

Apalagi kalau sampai mereka tahu apa permasalahan sebenarnya. Entah Mama yang salah, atau Papa yang salah, hal ini akan membuat mereka tambah sedih, bingung, dan ketakutan.


So, boleh nggak sih orangtua bertengkar di depan anak-anak?

Wah, ya, jangan, Ma!

Tapi, orangtua juga manusia biasa, bisa salah bisa lupa. Terus, kalau sudah terlanjur orangtua bertengkar di depan anak-anak gimana dong, menyikapinya?

Ada hal yang menarik yang disampaikan oleh Po Bronson dan Ashley Merryman dalam bukunya Nurture Shock: New Thingking About Children. Mereka berdua melakukan riset mengenai orangtua yang bertengkar di depan anak-anak.

Nah, dalam studinya ini, berhasil disimpulkan bahwa anak memang akan menunjukkan reaksi agresif setelah melihat orangtua bertengkar. Namun, ada hal yang mampu menghilangkan reaksi agresif dari anak-anak kita tersebut, yaitu membiarkan mereka melihat hingga pertengkaran selesai. Biarkan mereka melihat, bagaimana orangtua menemukan solusi yang baik dan bersepakat sehingga berhenti bertengkar.

So, kalau kita sudah terlanjur bertengkar di depan anak-anank kita, maka jangan cuma memperlihatkan adu mulutnya saja, Ma, tapi juga proses berbaikan dan meminta maaf secara langsung.

Sesungguhnya, menyaksikan konflik pernikahan seperti orangtua bertengkar ini, sebenarnya bisa menjadi hal yang baik untuk perkembangan jiwa anak-anak. Dengan catatan, selama pertengkaran tersebut tidak meningkat ke arah destruktif ke salah satu pihak, misalnya hinaan ataupun kekerasan.

Dan, yang paling penting, harus diperlihatkan pula bahwa permasalahan tersebut diakhiri dengan jalan keluar yang jelas serta ditutup dengan menunjukkan kasih sayang di antara kedua orangtua. Tapi ingat ya, Ma, baikannya mesti tulus. Jangan cuma akting ya.

Adu argumen antar kedua orangtua yang sehat, justru akan memberikan contoh baik pada anak, bagaimana cara melakukan kompromi dalam mengatasi perbedaan pendapat. Selain itu, membuat anak-anak paham bahwa pertengkaran merupakan hal wajar, namun harus selesai dengan perdamaian. (Dikutip dari tulisan Yasmina Hasni)


BACA JUGA



So, kesimpulannya adalah, usahakan agar orangtua bertengkar tidak di depan anak-anak kita. Tapi jika memang terlanjur bertengkar, maka usahakanlah untuk melakukan penyelesaiannya secara baik-baik tepat di depan anak-anak juga.

Demikian sharing saya, Mama. Yah, karena menjadi orangtua itu nggak ada sekolahnya, maka mari sama-sama belajar!

Stay happy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Orangtua Bertengkar di Hadapan Anak-Anak? Yes or No?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Adriana Dian | @adrianadian

Full-time mom with two kiddos. A blogger and a moody writer too!

Silahkan login untuk memberi komentar