Pede Aja Lagi! - Ini Dia 9 Cara Sederhana Agar Mama Tidak Lagi Krisis Kepercayaan Diri

Pede Aja Lagi! - Ini Dia 9 Cara Sederhana Agar Mama Tidak Lagi Krisis Kepercayaan Diri

1.7K
The most beautiful thing you can wear is confidence ~ Blake Lively

Mama pernah merasa canggung, kikuk, atau ragu saat menghadiri sebuah acara? Tidak nyaman saat arisan, pertemuan rutin, atau bahkan sekadar kumpul-kumpul rujakan bareng mama-mama tetangga?

Atau ketika Mama ditunjuk bos Mama untuk mewakili kantor melakukan presentasi di hadapan klien penting, tanpa bisa dikendalikan, serentetan pertanyaan pun muncul di benak Mama.

"Sanggupkah saya memberikan kesan positif untuk kantor saya?"
"Benarkah saya orang yang tepat untuk ini?"
"Berhasilkah presentasi saya nanti?"
"Bagaimana jika gagal? Akankah orang-orang mencibir saya?"
"Mau ditaruh di mana muka saya kalau saya tidak sukses dalam presentasi ini?"

Dan saat hari H tiba, mendadak Mama demam panggung dan ingin segera ke toilet tepat pada saat giliran Mama berbicara?

Hmm ... nggak banget, ya?

Well, sepertinya Mama tengah mengalami krisis percaya diri (biasa disingkat PD atau pede versi anak gaul).

Padahal, sedikit kepercayaan diri saja sudah cukup membantu Mama memimpin di tempat kerja, asyik berkumpul bersama sahabat di kedai kopi langganan, ceria saat mengikuti perlombaan tujuhbelasan, dan berbagai aktivitas lainnya, termasuk hubungan dengan Papa.

Lalu, harus gimana, dong? Emang dari sononya nggak pedean. Sedih, deh!

Tenang, Ma, Mama tidak sendiri. Menurut penelitian, hanya sedikit orang yang terlahir dengan kepercayaan diri tinggi. Namun bukan berarti Mama membiarkan begitu saja krisis PD yang terjadi pada Mama.

Kalau Mama saja tidak memercayai diri Mama sendiri, bagaimana orang lain juga bisa memercayai Mama? Iya, kan, Ma?

Bagaimana pasangan bisa memahami Mama jika Mama sendiri jarang mengungkapkan keinginan atau keluh kesah Mama karena khawatir tidak dihargai atau akan menimbulkan masalah ini-itu?

Kemudian bagi Mama yang berkiprah di dunia kerja, bagaimana mungkin Mama bisa meraih sukses atau menapaki jenjang karier yang lebih tinggi jika Mama ragu akan kemampuan diri sendiri?

Well, kepercayaan diri bisa banget dibangun, dilatih, dan dipelajari lho, Ma. Sebab, apa pun situasinya, kepercayaan diri datang dari tempat yang sama: pikiran kita!

Dan begitu Mama lulus membangun kepercayaan diri, percaya, deh, hidup Mama menjadi jauh lebih baik.

So, ini saatnya bangkit, Ma! Mama harus bisa menaklukkan keraguan Mama. Caranya? Ya tentu saja dengan meningkatkan kepercayaan diri Mama!

Susah? Nggak juga, ah, Ma!

Nih, Rocking Mama punya 9 kiat sederhana supaya Mama kembali percaya diri dan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Simak bareng-bareng, yuk!


Baca Juga: Ini Dia 4 Kesalahan yang Sering Kita Lakukan Setiap Hari Tanpa Sadar dan Membuat Kita Selalu Gagal Meraih Sukses!


1. Lakukan Hobi



Do you know, Ma, confidence comes from the inside? Iyes, benar banget bahwa kepercayaan diri itu datangnya dari dalam!

Kurang lebih maksudnya begini, Ma, kepercayaan diri itu tidak melulu soal penampilan luar, bahkan bukan pula tentang pencapaian atau prestasi. Lebih dari itu, kepercayaan diri adalah tentang bagaimana kita mengetahui betapa berarti, berharga, atau bernilainya kita.

Lebih jelasnya seperti ini, Ma. Jika Mama melakukan sesuatu yang benar-benar Mama yakini dan Mama cintai sepenuh hati, maka hasilnya akan jauh lebih baik dibandingkan jika Mama terpaksa melakukannya.

Contoh kecil, nih, Ma, misalkan Mama punya hobi memasak, Mama pasti akan melakukannya sepenuh hati, bukan? Nah, karena memasak itu passion Mama, maka kalau sudah berada di dapur, Mama pasti hepi dan menikmati banget, kan? Mama merasa dapur adalah wilayah kekuasaan Mama, milik Mama, sedangkan anggota keluarga yang lain cuma ngontrak. Ups! Maaf, lebay!

Dan meski ada abang tukang bakso --yang kata buibu arisan paling enak sekompleks-- lewat depan rumah, Mama cuek aja dan terus memasak karena yakin bakso buatan Mama jauh lebih enak dibandingkan bakso mana pun. Mama percaya diri bakso buatan Mama akan lebih dinikmati anggota keluarga daripada bakso abang-abang yang lewat.

Begitu juga jika Mama hobi nulis atau ngeblog. Mama merasa sangat jago di bidang itu dan Mama yakin tulisan Mama selalu mampu menginspirasi orang. Mama merasa selalu bersemangat dan percaya dengan kemampuan Mama setiap kali menulis.

See, kepercayaan diri itu datangnya dari dalam dan hobi bisa membantu Mama mendapatkan kepercayaan diri itu!


2. Stop Menganggap Kegagalan Sebagai Momok



Nah, ini juga nggak kalah penting, Ma. Mencoba santai saat mendengar kata 'gagal.' Mencoba 'berdamai' dengan kegagalan gitu deh, Ma.

Banyak dari kita yang pada akhirnya nggak pede dengan kemampuan diri sendiri karena takut gagal. Akibatnya, kita menjadikan kegagalan sebagai momok. Duh, memangnya Valak, ya, Ma? Hihihi ...

Perasaan seperti ini tentu saja dipicu oleh kecemasan akan sesuatu. Misalnya, seperti ditulis di atas tadi, saat akan presentasi di hadapan klien, kita ragu dan waswas apakah presentasi ini akan berhasil atau tidak.

Nah, Mama, daripada berpikir akan sukses atau tidak, sebaiknya Mama percaya bahwa Mama bisa. Gagal atau tidak itu urusan belakangan. Yang penting Mama telah mengusahakan yang terbaik.

Mama tahu, apa hal terburuk yang akan terjadi saat Mama merasa cemas? Tak lain tak bukan adalah kegagalan! Big no-no, kan?

Kembali ke soal membangun kepercayaan diri, tidak takut dengan kata gagal adalah salah satu kuncinya. Sebab kepercayaan diri pada dasarnya tumbuh lewat pemahaman bahwa kegagalan adalah sebuah konsekuensi alami dalam hidup. Jadi, ketika Mama berhenti memandang kegagalan sebagai momok, maka Mama tidak lagi cemas dan merasa lebih rileks dalam melakukan segala sesuatu.

Tanamkan pada diri Mama bahwa kegagalan adalah sesuatu yang tak terelakkan. Kegagalan adalah sebuah pengalaman universal.

Setuju, kan, Ma?


Baca Juga: Begini 9 Cara Simpel Agar Mama Semakin Enjoy dan Mencintai Pekerjaan Mama!


3. Terus Berlatih



Mama sering dengar, kan, bahwa practice makes perfect?

Begitu juga dengan kepercayaan diri, Ma. Kepercayaan diri itu dapat dipelajari dan diupayakan, karena confidence is knowledge.

Hmm ... maksudnya gimana, ya?

Jadi gini, Ma, salah satu upaya membangun kepercayaan diri yang cukup efektif adalah dengan terus mengalaminya --mengalami situasi sosial yang dirasa paling membuat Mama nggak nyaman.

Misalnya Mama adalah seorang ibu rumah tangga dan sangat tidak pede ketika harus menemani acara-acara formal suami. Mama khawatir ditanya kolega Papa apa profesi Mama, atau Mama deg-degan ketika harus berhadapan dengan relasi Papa yang seorang wanita karier sukses, sementara Mama malu dengan keberadaan Mama yang 'hanya' sebagai ibu rumah tangga.

Atau sebaliknya, Mama bekerja rasanya canggung ketika harus kumpul di arisan kompleks yang mayoritas full time mother. Mama khawatir 'dihakimi' sebagai Mama yang tidak peduli pada anak-anak, Mama egois, dan lain sebagainya.

Begitu pula jika Mama adalah seorang atasan, namun masih belum pede saat harus berhadapan dengan karyawan satu divisi lainnya. Mama cemas jangan-jangan anak buah Mama tidak menyukai Mama, atau Mama merasa kalah pintar dengan kolega Mama. Duh, nggak perlu begitu, deh, Ma.

Daripada Mama selalu cemas dan pada akhirnya menghindar, lebih baik hadapi saja. Bahkan, sering-seringlah berada pada situasi sosial yang sering membuat Mama cemas tersebut. Rajin memimpin meeting, sering menyapa tetangga, ikut nimbrung ketika rekan sekantor sedang istirahat makan siang, atau mencoba aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan rumah.

Dengan mengalami sendiri situasi sosial tersebut --dan bukan karena sekadar khawatir, cemas, apalagi tebak-tebak buah manggis-- Mama bisa tahu bagaimana fakta di lapangan dan bagaimana sebenarnya pandangan orang lain terhadap Mama.

Sounds pretty good, doesn't it?


4. Lakukan Kontak Mata



Orang yang percaya diri biasanya tidak ragu menatap lawan bicaranya. Sebaliknya, jika seseorang sedang dilanda krisis pede, ia akan mencari 1001 cara agar tidak bertatapan dengan yang diajak bicara. Misalnya melihat ke atas, ke samping, ke bawah, atau bahkan celingak-celinguk seperti orang hilang. Ups! Bercanda, kok, Ma!

Sama seperti tip sebelumnya, bagi Mama yang tidak terbiasa melakukan eye contact, maka diperlukan latihan yang sering. Mama bisa latihan dengan Papa di rumah. Kalau Papa sedang bicara dengan Mama, coba melakukan eye contact. Kontak mata selain membuat Mama percaya diri, juga akan membuat lawan bicara merasa dihargai, lho!

Dan oh, satu lagi, Ma .... Selain eye contact, Mama bisa melatih kepercayaan diri Mama dengan tersenyum kepada orang lain. Tersenyum akan membuat Mama merasa lebih baik dan orang lain pun akan ikut senang dibuatnya. Tersenyum adalah hal kecil yang menghasilkan efek besar: menebarkan aura positif! Tentu saja tidak tiap saat tersenyum, ya, Ma. Harus tahu situasi dan kondisinya juga.

Gimana, Ma? Sudah siap untuk ikut arisan Minggu besok dan melakukan kontak mata serta tersenyum kepada mama-mama lainnya? Semoga demikian, ya!


Baca Juga: Working Moms, Berhenti Meragukan Dirimu Sendiri karena Kamu Punya 7 Hal Luar Biasa Ini!


5. Berolahragalah!


Apa hubungannya kepercayaan diri dan olahraga? Ada, Ma! Ada banget!

Olahraga akan membuat tubuh merasa sehat dan segar. Dan salah satu modal untuk percaya diri adalah tubuh yang bugar. Tak sedikit orang yang telah merasakan manfaat olahraga untuk meningkatkan kepercayaan diri lho, Ma! Mama masih bingung? Kok bisa, sih?

Oke, jadi begini, Ma. Olahraga akan menghangatkan tubuh kita dan selanjutnya akan membantu otak untuk fokus. Olahraga juga merupakan salah satu aktivitas empowering yang dapat membuat kita memandang diri jauh lebih baik lagi. Alhasil, kepercayaan diri meningkat. Iya, kan, Ma?

Olahraga seperti apa yang dianjurkan? Voli, sepak bola, gulat, atau tinju? Aduh, Ma, nggak perlu yang kelas berat kayak gitu, deh! Cukup olahraga ringan nan santai, seperti push-up, jalan kaki, atau lari-lari kecil.


Baca Juga: Yuk, Jangan Mager! Ini Dia 5 Olahraga yang Cocok Buat Mama yang Lagi PMS!


6. Memanipulasi Bahasa Tubuh



Menurut penelitian yang dilakukan social psychologist Amy Cuddy, bahasa tubuh dapat berubah tidak hanya dalam pandangan atau persepsi orang lain, namun juga bagaimana kita memandang diri sendiri.

Jadi, seandainya Mama sedang grogi berat atau nggak pede dan tidak ingin diketahui orang lain, Mama bisa memanipulasi gerakan tubuh Mama. Seperti apa?

Macam-macam, Ma. Dan semuanya tergantung bagaimana kenyamanan Mama. Mama mau menutupi ketidakpedean Mama dengan membusungkan dada? Boleh. Melakukan trik menegakkan kepala juga monggo. Silakan asal jangan berlebihan, ya, Ma!


7. Dress Nicely


Penampilan fisik terkadang menjadi pemicu krisis pede. Iya, kan, Ma?

Coba jujur, deh, Mama pernah kan merasa nggak banget penampilannya saat hadir di sebuah acara bertabur selebriti atau sosialita? Atau mungkin Mama justru merasa ragu dengan penampilan Mama bahkan untuk sekadar outing bersama orangtua murid?

Well, kalau memang begitu kasusnya, cara ini bisa banget, lho, untuk mengusir krisis pede Mama: dress nicely! Iya, berbusana yang oke namun nyaman dan sesuai dengan kepribadian Mama tentunya. Jika Mama berbusana kece, maka Mama akan feel good about yourself.

Selanjutnya, Mama akan pede dan merasa sukses akan menghampiri Mama. Mama pun siap tampil di manapun, tak peduli banyak orang yang berdandan lebih oke dari Mama karena Mama sudah diliputi kepercayaan diri yang tinggi.

Eh tapi, Ma, berdandan kece bukan berarti harus mahal, lho! Sama sekali nggak, Ma! Setiap orang memiliki definisi untuk ini. Nggak semua orang sepakat berdandan kece harus merogoh kocek jutaan, kan? Ada yang hanya dengan budget terbatas atau baju kasual sudah merasa sangat kece, lho! Yang penting adalah bagaimana Mama merasa pede dengan outfit Mama.

Setuju, kan, Ma?


8. Berpikir Positif, Kesampingkan Pikiran Negatif



Mama tentu sudah sering dengar kalimat seperti ini, ya. Berpikir positif, bukan negatif! Klise kedengarannya, tapi memang betul, lho, bahwa kepercayaan diri bisa dipupuk dengan senantiasa berpikir positif. Hilangkan aura-aura negatif dari dalam tubuh dan pikiran Mama.

Ketika Mama akan melakukan sesuatu yang Mama ragukan, cobalah untuk berpikir positif bahwa Mama akan mencobanya dan berupaya untuk bisa. Tinggalkan negative self-talk, seperti berikut.

"Ini susah. Saya nggak bisa, deh."
"Mendingan batal aja saya ikut kontes blog ini. Saya nggak jago nulis tentang kesehatan."
"Boss saya orangnya perfeksionis. Saya nggak bakal mampu memenuhi ekspektasi mereka."

Dan berbagai pertanyaan maupun pernyataan meragukan lainnya.

Pangkas segala prasangka negatif itu, Ma. Anggap seperti hama yang akan menghancurkan keyakinan dan kepercayaan diri Mama. Mulailah membiasakan diri dengan hal-hal positif, bahwa Mama setidaknya akan berusaha melakukan sesuatu yang mungkin Mama anggap sulit. Apapun hasilnya, yang penting berupaya sekuat tenaga.


9. Tingkatkan Kompetensi



Yang terakhir, nih, Ma. Bagaimana cara agar Mama merasa diri Mama kompeten melakukan ini-itu? Ya tentu dengan meningkatkan kompetensi, dong! Betul, nggak, Ma?

Bagaimana caranya agar kompetensi meningkat? Belajar dan praktikkan! Seperti diungkapkan di atas, practice makes perfect. Itu cara terbaik. Belajar yang dimaksud tentu tidak harus di ruang kelas. Belajar bisa di mana saja, kapan saja. Misalnya Mama ingin menjadi penulis yang kompeten, ya nggak bisa ujug-ujug (tiba-tiba) langsung cling ... jadi penulis seperti J.K. Rowling!

Semua butuh proses. Mama bisa mengawali dengan rajin menulis jurnal, blog, cerpen, mencoba kesempatan sebagai freelance writer, apapun. Semakin sering Mama menulis, semakin terasah kemampuan Mama. Dan tentu saja, Mama makin kompeten dan pada akhirnya ... pede!


Baca Juga: Siap Menjadi Fulltime Freelancer? Pastikan 7 Hal Ini Telah Mama Punyai Terlebih Dahulu!


Bagaimana, Mama? Apakah Mama masih krisis pede? Atau justru sudah tidak kenal kata krisis pede sama sekali? Sharing pengalaman seputar kepercayaan diri Mama di kolom komentar, yuk! Saya tunggu, ya!

Have a nice day, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pede Aja Lagi! - Ini Dia 9 Cara Sederhana Agar Mama Tidak Lagi Krisis Kepercayaan Diri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.

Silahkan login untuk memberi komentar