Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

10.6K
Diduga anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual para anggota Official Candy's Group berjumlah ribuan, dan pelaku mungkin saja ada di sekitar kita. Hati-hati!

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh terbongkarnya kasus Official Candy's Group, sebuah grup Facebook beranggotakan sekian banyak pedofilia. Diceritakan bahwa untuk menjadi anggota, mereka harus memposting video mereka sedang melakukan pelecehan ataupun kekerasan seksual pada anak-anak.

Sungguh mengerikan ya, Ma? Bahkan diduga anak-anak yang menjadi korban berjumlah ribuan!

Hal ini pastinya membuat kita waswas dan berpikir bahwa pelaku mungkin saja ada di sekitar kita. Menakutkan dan membuat para orangtua jadi frustrasi; rasanya kita ingin buru-buru lari menghampiri anak-anak kita, mengawasinya 24 jam tak terputus.

Tapi kita tahu itu tidak mungkin.


BACA JUGA


Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

People ask, "How can a person abuse a child?" I ask, "How can so many 'good' people not do anything about it

Read more..


Satu-satunya hal yang mungkin kita lakukan adalah mengajarkan anak-anak kita beberapa tindakan sederhana untuk mencegah pelaku kekerasan seksual mendekati anak kita.

Sebelumnya, coba kita simak video cara mencegah pelecehan dan kekerasan seksual pada anak dari Unicef yang ada di Youtube ini yuk, Ma.



Ini dia hal-hal yang penting untuk melindungi anak-anak kita dari kekerasan seksual anak yang mengancamnya.



1. Mengajarkan anak kita untuk menyebutkan anggota tubuhnya secara benar.

1. Mengajarkan Anak Kita Untuk Menyebutkan Anggota Tubuhnya Secara Benar. -


Tidak seperti anggota tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki, sering orangtua memberi nama lain untuk menyebutkan organ seksual. 

Alih-alih menyebut vagina, orangtua menyebut pipip. Alih-alih menyebut penis, orangtua menyebut tuti. Atau menyebutkan 'anu', bahkan ada juga orangtua yang sama tidak pernah menyebutkan bagian tubuh tersebut. 

Hal ini membuat anak merasa bahwa organ seksual mereka adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Hal ini berbahaya, karena jika--amit-amit--ada orang yang menyentuhnya dan melakukan kekerasan seksual padanya, maka mereka akan malu dan merahasiakannya.

Lagipula, studi mengatakan anak yang bisa menyebutkan nama organ seksualnya dengan tepat akan membuat pelaku pelecehan gentar.

So, ayo, Ma, biasakan untuk menyebutkan nama organ seksual ini dengan benar pada anak mulai sekarang.



2. Mengajarkan pada anak bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh

2. Mengajarkan Pada Anak Bagian-bagian Tubuh Mana Yang Tidak Boleh Disentuh -


Katakan bahwa bagian tubuh yang biasa ditutupi oleh baju renang adalah bagian pribadi mereka, sehingga tidak boleh ada yang menyentuhnya. 

Orangtua dan dokter masuk dalam pengecualian bersyarat. Orangtua boleh menyentuh hanya kalau membersihkan. Namun ketika mereka dewasa, merekalah yang harus melakukannya sendiri. Dokter juga boleh, namun hanya jika ada orangtua saat ia diperiksa.

Katakan juga mereka tidak boleh menyentuh bagian pribadi orang lain.

Ini sangat penting ya, Ma, agar mereka mengenali kekerasan seksual yang akan terjadi bahkan mulai dari gelagat orang yang akan melakukannya pada mereka.



3. Mengajarkan anak untuk berkata 'tidak!' jika mereka tidak suka/nyaman.

3. Mengajarkan Anak Untuk Berkata 'tidak!' Jika Mereka Tidak Suka/nyaman. -


Pernah melihat orang dewasa yang ingin mencium gemas seorang anak kecil, dan ketika sang anak meronta, ia memaksa? Bahkan kemudian orangtuanya--alih-alih melindungi malah menyuruh sang anak menuruti? 

Nah, itu adalah kesalahan besar, Ma! Hal ini membuat anak berpikir bahwa orang dewasa itu harus dituruti, dan akan memperbesar peluang terjadinya kekerasan seksual pada anak.

Katakanlah pada si kecil, bahwa ia boleh menolak ketika tidak suka perlakuan dari dan oleh siapa pun. Untuk meyakinkannya, terapkan hal tersebut di rumah. Misal saat Mama menggelitik dan ia menolak, Mama hargai dengan berhenti. 

Pada saat yang bersamaan, ajari juga anak Mama agar menghargai jika orang lain mengatakan 'tidak'.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Oktarina Prasetyowati | @oktarinaprasetyowati

Seorang perempuan, seorang ibu, seorang pengajar yang terus belajar, penggemar boots & sneakers, senang menulis dan senang menggambar. Berminat dengan isu gender, pun feminist parenting.

Silahkan login untuk memberi komentar