Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

3K
Membantu anak belajar menjadi PR tersendiri bagi orangtua. Anak-anak ujian, orangtua tak ketinggalan ikut belajar. Namun, jika kita bisa tahu inti pelajaran, apalagi juga sudah mengenali gaya belajar anak, maka pastinya kita dapat membantu anak belajar lebih efektif dan efisien.

Membantu anak belajar di rumah sepertinya memang merupakan PR yang cukup berat ya, bagi sebagian orangtua. Apalagi kalau sudah saatnya tes atau ujian. Anak belajar, orangtua juga tak ketinggalan ikut belajar. Anak tegang, orangtua lebih tegang lagi.

Tapi apakah memang benar harus serepot itu?

Sekolah-sekolah di Indonesia pada saat ini memang menerapkan sistem ujian umum, PTS (Penilaian Tengah Semester), PAS (Penilaian Akhir Semester) sejak Sekolah Dasar. Bahkan pada beberapa Taman Kanak-Kanak juga sudah menerapkan sistem evaluasi siswa seperti ini. Sebenarnya, sistem evaluasi seperti ini nggak selalu buruk lho, Ma, karena bertujuan juga untuk menolong orangtua mengenali pencapaian anak. Apalagi kalau kita tahu apa saja inti dari pelajaran-pelajaran di sekolah, kita bisa membantu anak belajar dengan lebih efektif dan efisien lho.

Berikut ini ada beberapa trik untuk membantu anak belajar di rumah yang bisa Mama coba.


Begini cara membantu anak belajar di rumah sesuai inti pelajaran di masing-masing tingkatan sekolah


1. TK: Amati Perkembangan


Sudah pasti di tingkatan ini, anak-anak seharusnya nggak akan diberi soal-soal yang rumit ya, Ma. Si kecil akan diberi materi untuk melihat kemajuan kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial emosi serta motorik. Untuk bisa mencapai kemajuan yang berarti, Mama bisa membantu anak belajar dengan beberapa metode berikut:

  • Mengenal angka. Luangkan waktu untuk bermain dengan angka, misalnya dengan flashcard, atau menggambar objek-objek yang ‘mengandung’ angka di dalamnya.
  • Mengenal bentuk. Lingkaran, persegi panjang, bujursangkar, dan segitiga adalah bentuk-bentuk dasar yang diberikan pada anak-anak di tingkatan ini. Bantulah si kecil untuk mengenali bentuk-bentuk ini melalui benda-benda yang ada di sekitar Mama, misalnya dengan menyebutkan bentuk-bentuk dasar perabotan yang ada di rumah.
  • Kunci dari menjawab soal tes, adalah mendengarkan dan memahami instruksi. Latih si kecil untuk memahami instruksi dengan memberinya beberapa perintah sederhana, misalnya seperti untuk melepas sendiri sepatunya dan menaruh sepatu di rak. Mintalah si kecil untuk menjawab “Ya”, untuk memastikan bahwa dia mengerti perintah Mama.


2. Kelas 1 dan 2 SD: Baca, baca, dan baca


Pada tingkatan ini, anak-anak akan belajar membaca dengan lancar, memperkaya kosakata dan memperbanyak latihan menulis. Di kelas 2, tentunya intensitas dan tingkat kesulitan materi akan semakin meningkat. Untuk membantu anak belajar, latihlah dia dengan beberapa metode berikut:

  • Membaca setiap hari. Semakin sering, semakin baik. Keterampilan membaca merupakan dasar untuk belajar materi yang lain. Luangkan waktu setiap hari beberapa menit untuk membaca ulang materi hari itu yang diberikan di sekolah, di rumah.
  • Dikte. Latih setiap hari, untuk memperkaya kosakata dan juga agar dia tahu cara penulisannya yang tepat. Cari kata-kata dengan bunyi yang mirip, seperti akan, makan, sarapan.
  • Dalam pelajaran Matematika, si kecil akan diajak belajar mengenal hari, tanggal dan waktu. Gunakan benda yang nyata yang ada di sekitar kita, seperti kalender dan jam dinding, untuk membantunya.


3. Kelas 3 SD: Pemahaman


Pada tingkatan ini, soal-soal tes yang akan diberikan menuntut jawaban yang berupa analisis dan pemahaman. Anak-anak akan diminta untuk lebih mandiri dalam memahami perintah. Bentuk soal juga semakin bervariasi. Juga sudah mulai ada tugas untuk mengarang cerita pendek bebas. Dalam pelajaran matematika, si kecil akan banyak berkutat dengan pengurangan, penambahan, perkalian dan pembagian.

Agar si kecil mencapai kemajuan seperti yang diharapkan, maka ada beberapa metode yang bisa Mama lakukan untuk membantu anak belajar:

  • Biarkan si kecil menyelesaikan pekerjaan rumahnya secara mandiri. Jika guru tidak memberi PR, buatlah soal latihan yang bisa Anda unduh dari internet.
  • Pembagian biasanya menjadi subjek tersulit. Bantu si kecil dengan menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita, misalnya membagi kue yang mau dimakan, membagi camilan sama rata dan sebagainya.
  • Tanya jawab dengan santai, misalnya saat sambil mengantar anak ke sekolah.


4. Kelas 4 SD: Makin sering ulangan


Daya ingat menjadi fokus pada materi kelas 4, sehingga si kecil akan menghadapi lebih banyak tes atau ulangan. Tapi Mama nggak perlu panik, anak-anak biasanya sudah mempunyai kebiasaan belajar yang baik. Pelajaran matematika akan lebih sulit. Siswa akan belajar mengenai menghitung luas, massa atau berat benda juga konversi.

  • Perkenalkan metode Jembatan Keledai, yaitu metode agar mudah menghafal yang diperkenalkan oleh Tan Malaka. Misalnya, untuk mengingat urutan warna pelangi, gunakan ‘mejikuhibiniu’ – merah jingga kuning hijau biru nila ungu.
  • Pelajari secara visual. Misalnya untuk menghafal kota-kota penghasil tambang, berikan peta. Tandai kota-kota yang menghasilkan tambang dengan simbol-simbol tertentu.


5. Kelas 5 SD: Terberat


Inilah tingkatan kelas yang tersulit. Proses berpikir menjadi fokus utama materi-materi yang diberikan. Berbagai rumus matematika mulai diberikan, begitu juga dengan akar pangkat dan kuadrat. Hati-hati, karena jawaban tes pilihan ganda semakin rumit dan agak ‘menjebak’. Bisa jadi si kecil seringkali hanya asal tebak, dia akan memilih jawaban yang hanya kira-kira.

Mulai dari tingkat ini, si kecil makin rentan stres akan proses belajarnya di sekolah. Karena itu, kita juga harus makin waspada, Ma.

  • Tak perlu menunggu hanya kalau ulangan, minta si kecil untuk membaca bukunya setiap hari. Luangkan waktu untuk melihat kesulitannya, dan bantu sesuai porsi dan tak berlebihan. Biarkan dia belajar secara mandiri.
  • Berikan soal latihan yang bisa diunduh dari internet, agar semakin memahami materi.
  • Belajar trik menjawab soal dengan jawaban pilihan ganda, dan perbanyak lagi variasi jawabannya.


6. Kelas 6 SD: Ulang materi



Biasanya sih sudah nggak ada penambahan materi pelajaran di tingkatan ini, Ma. Si kecil hanya akan diajak untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah pernah diterimanya.

Meski begitu, setiap hari bisa saja ulangan sebagai persiapannya menempuh ujian akhir nasional. Mama dapat membantu anak belajar dengan cara berikut:

  • Ganti peran. Minta anak untuk menjadi guru, sediakan whiteboard, dan Mama yang menjadi murid. Ajukan pertanyaan, dan minta anak untuk menjawab dan menjelaskan. Dengan begini, akan terlihat apakah si kecil sudah paham dengan setiap materi yang sudah dipelajarinya.
  • Perbanyak latihan memahami instruksi, misalnya minta si kecil untuk membaca instruksi-instruksi memasak pada bungkus pembuat kue atau resep masakan. Kemudian mengulanginya pada Mama yang sedang akan mulai masak.

Nah, kalau kita sudah memahami materi kunci apa saja yang diberikan di setiap tingkatan di Sekolah Dasar, tentunya akan lebih mudah kan, Ma, untuk membantu anak belajar secara efisien dan efektif?

Akan lebih mudah juga bagi Mama untuk bisa membantu anak belajar, jika Mama sudah mengenali gaya belajar anak; apakah auditori, visual ataukah kinestetis. Dengan memberikan stimulasi yang sesuai dengan gaya belajarnya, maka kita akan bisa mengoptimalkan penyerapan materi pelajaran di sekolah.

Semangat, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar