Percaya Diri Anak Perempuan Mama Seketika Akan Runtuh Kalau Sampai Ia Mendengar 5 Perkataan Ini!

Percaya Diri Anak Perempuan Mama Seketika Akan Runtuh Kalau Sampai Ia Mendengar 5 Perkataan Ini!

1K
Kalimat yang mungkin saja Mama biasa katakan pada anak perempuan Mama ini, bermaksud agar ia merasa lebih baik, bisa saja malah dapat menghancurkan rasa percaya anak perempuan Mama. Hati-hati, Ma!

Orang tua pasti menginginkan anaknya bisa percaya diri, memiliki harga diri, dan penerimaan atas dirinya sendiri ya, Ma. Namun ternyata, terkadang, Mama dan Papa jugalah yang menghancurkan ketiga hal yang sedang mereka bangun tersebut.

Agar anak perempuan Mama tidak kehilangan tiga poin penting dalam hidupnya ini, cobalah untuk mengurangi atau bahkan menghindari 5 kalimat atau perkataan yang bisa merusak rasa percaya diri anak ini.


BACA JUGA


Percaya Diri Anak Bisa Lenyap Oleh 3 Sikap Orang Tua Berikut Ini! Please, Don't do This, Ma!

Percaya Diri Anak Bisa Lenyap Oleh 3 Sikap Orang Tua Berikut Ini! Please, Don't do This, Ma!

Membangun rasa percaya diri anak itu penting untuk kita lakukan, Ma. Tapi, tolong jangan pernah melenyapkan percaya diri mereka dengan 3 ...

Read more..


5 Kalimat atau perkataan yang seketika bisa menghancurkan rasa percaya diri anak perempuan Mama


1. "Anak laki-laki pasti akan menyukaimu."


Perempuan tidak boleh berpikir bahwa harga dan nilai dirinya ditentukan oleh rasa suka laki-laki terhadapnya. Hal ini bisa saja memengaruhi rasa percaya diri si kecil, apalagi kalau kemudian ia merasa tak ada teman laki-laki yang menyukainya. So, sebaiknya pemikiran tersebut sudah harus tertanam sejak dini agar anak perempuan dapat menghargai dirinya lebih tinggi.

Oleh sebab itu, Mama sebisa mungkin harus menghindari pujian yang mengarah pada pemikiran "anak perempuan harus melakukan ini-itu-ani-inu agar disukai oleh laki-laki."

Rasa suka dan ketertarikan dari anak laki-laki dapat membuat seksualitas anak berkembang sejak dini. Sebagian besar anak dan remaja perempuan masih terlalu emosional dan belum dewasa untuk menjalin hubungan istimewa dengan laki-laki, dan perpisahan akan menghancurkan anak perempuan Mama (dan juga Mama).

Alihkan perhatian anak perempuan dari laki-laki, dan tuntun mereka untuk lebih fokus dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

Berbagai keterampilan dan keahlian akan meningkatkan rasa percaya diri anak sehingga mereka akan jauh lebih mencintai dirinya sendiri.


2. "Anak Mama cantik/pintar banget deh!"


Sebagian besar perempuan pasti sangat senang ketika dipuji cantik. Perempuan memang selalu ingin tampil cantik.

Namun jika sejak kecil anak perempuan Mama dijejali dengan pujian cantik, maka di masa depan, ia hanya bisa mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan cantik. Secara otomatis, ia akan mulai membandingkan dirinya dengan gadis-gadis lain yang menurutnya jauh lebih cantik.

Di sinilah rasa percaya diri si kecil bisa goyah, dan rasa rendah diri akan masuk dalam pikirannya. Akibatnya, anak perempuan Mama akan kehilangan harga dirinya dan menjadi resah jika ia merasa tidak sesuai dengan definisi cantik yang ia pahami.

Agar anak Mama terhindar dari kegalauan tersebut, sebaiknya pujilah anak perempuan (juga laki-laki) atas usaha yang mereka lakukan dalam pendidikan, olahraga, atau hal apa pun yang ia tekuni dan nikmati.

Mama juga pasti akan jauh lebih senang memuji anak Mama sebagai "pekerja keras", daripada "pintar", "cerdas", atau "cantik" setelah mengetahui fakta ini.

Menurut sebuah penelitian yang dipimpin oleh profesor psikologi pengembangan Standford, Carol Dweck, anak-anak yang diberi label sebagai "pekerja keras" akan punya performa yang lebih baik daripada anak-anak yang diberi label sebagai "cerdas".

Selain itu, Dweck, penulis Mindset: The New Psychology of Success, mengatakan bahwa anak-anak yang dipuji terlalu sering cenderung tidak berani mengambil risiko dan menerima tantangan.

Mengapa demikian? Sebab anak-anak dibuat percaya bahwa mereka dihargai karena kecerdasan, bukan kerja-keras, sehingga mereka menjadi enggan belajar.


BACA JUGA


Mendidik Anak Agar Selalu Jujur, Ini Dia 5 Hal yang Harus Kita Lakukan

Mendidik Anak Agar Selalu Jujur, Ini Dia 5 Hal yang Harus Kita Lakukan

Soal mendidik anak ini memang nggak ada habisnya. Begitu kita hamil, tugas kita langsung berderet. Nggak hanya soal memenuhi pertumbuhan ...

Read more..


3. "Mama bilang juga apa?"


shutterstock

Mama selalu ingin anak perempuannya tahu bahwa orang tua adalah sumber informasi dan pengetahuan yang hebat. Mama pun sebisa mungkin akan selalu mengarahkan anak perempuan Mama ke jalan yang sudah pasti aman, nyaman, dan tanpa bahaya. Jika mereka membandel, Mama biasanya akan gatal sekali untuk berkata, "Kan sudah Mama bilang, jangan lalalala lililili ..."

Namun ada kalanya Mama lebih baik tidak memberi komentar apa pun, dan biarkan anak perempuan Mama mengevaluasi sendiri keputusan-keputusannya. Mereka akan tahu sendiri kok kalau mereka salah.

Jika Mama terus menginterupsi keputusan-keputusan anak perempuan Mama, dan tidak membiarkannya belajar membuat pilihan, mereka akan sulit untuk menjadi dewasa, pun akan kurang percaya diri. Lebih sulitnya lagi, mereka akan menyalahkan Mama jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan atas pilihan yang Mama buat untuk mereka.

Akhirnya, mereka tidak dapat belajar bertanggung jawab atas keputusannya sendiri.

Jika anak mengalami kesulitan karena keputusan yang telah dibuatnya sendiri, Mama cukup membimbing dan mengarahkan, tanpa perlu mendiktenya untuk melakukan hal yang menurut Mama benar.


4. "Nggak boleh makan ini-itu terus!"


Makanan manis dan makanan gurih memang biasanya menjadi makanan favorit anak ya, Ma. Namun makanan tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lho, seperti gigi bolong dan kegemukan.

Saat ini, standar kecantikan membuat perempuan harus tampak kurus dan langsing jika ingin dianggap cantik. Tidak heran jika Mama sedikit panik jika anak perempuan Mama, terutama jika sudah menginjak usia remaja, terlihat gemuk.

Namun, jika Mama menanamkan pemikiran bahwa "perempuan tidak boleh banyak makan agar tidak gendut" sejak kecil dan remaja, maka di saat dewasa, anak perempuan akan mudah mengkhawatirkan berat badannya, dan jadi nggak percaya diri begitu jarum timbangan bergerak ke kanan.

Selain itu, mereka pun akan menilai orang lain, terutama sesama perempuan, dari berat badannya. Di sinilah body shaming bermula.

Berat badan anak memang tidak boleh berlebih, namun ini kaitannya lebih pada kesehatan ketimbang penampilan, Ma. Dan, ada cara yang lebih baik untuk mengendalikan berat badan anak.

Salah satunya adalah dengan menyediakan makanan sehat di rumah, berolahraga dengan anak, dan membatasi asupan gula pada anak.


5. "Kamu gagal."

istockphoto

Mama dan Papa mungkin tidak pernah mengatakan hal tersebut secara eksplisit, namun ada berbagai kalimat lain yang memiliki makna serupa, misalnya, "Harusnya kamu melakukan dengan lebih baik" Atau, "Sepertinya kamu nggak berusaha cukup keras". Atau, bahkan dengan bahasa nonverbal seperti nada suara tinggi atau naiknya alis Mama.

Alih-alih mengancurkan rasa percaya diri dan harga diri anak dengan mengatakan hal-hal di atas, lebih baik besarkanlah hati anak perempuan Mama.

Berilah kesempatan kepadanya untuk tidak selalu berhasil di dalam segala hal, karena dalam kehidupan, tidak ada hal yang akan selalu berjalan mulus. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal, bahkan orang paling berprestasi dan kaya sekalipun.

Jika anak perempuan Mama sudah biasa berhasil sejak kecil, maka saat menghadapi kegagalan, ia akan panik dan kecewa pada dirinya sendiri berlarut-larut.

Agar anak mudah bangkit dari kegagalannya dan kembali bisa percaya diri, bantulah untuk melihat bahwa meraih sesuatu yang sulit memang membutuhkan waktu. Dengan demikian, Mama akan membantu mengembangkan kepercayaan diri anak untuk menghadapi.


BACA JUGA


Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

Hanya Papa yang bisa menjadi guru kehidupan bagi anak-anak, termasuk dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri anak, terutama anak laki-laki ...

Read more..


Sekali lagi, menjadi orang tua itu memang nggak ada sekolahnya. Dan memang sulit ya, Ma. Namun, jangan salah, Mama selalu bisa belajar dari orang lain ataupun dari pengalaman sendiri. Jika Mama sering mengatakan beberapa kalimat di atas pada anak perempuan Mama, dan kemudian bisa melihat bahwa kini rasa percaya diri si kecil jauh berkurang, maka Mama seharusnya sudah bisa mengambil kesimpulan, bahwa Mama telah melakukan kesalahan dalam mendidiknya.

Perbaikilah kesalahan tersebut, dan jangan melakukannya lagi ya, Ma. Kan semua usaha Mama juga dilakukan demi pertumbuhan dan perkembangan si kecil kan?

Selalu semangat, Ma, and happy parenting!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Percaya Diri Anak Perempuan Mama Seketika Akan Runtuh Kalau Sampai Ia Mendengar 5 Perkataan Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ra'idah Azyyati | @raidahazyyati

Silahkan login untuk memberi komentar