Perempuan Berpendidikan Tinggi dan Punya Karier Cemerlang? Ini 5 Alasannya Mengapa Kita Harus Mendukung Mereka!

Perempuan Berpendidikan Tinggi dan Punya Karier Cemerlang? Ini 5 Alasannya Mengapa Kita Harus Mendukung Mereka!

249
Mengapa karier cemerlang dan pendidikan tinggi seorang perempuan harus dipermasalahkan? Padahal ada banyak hal baik yang bisa kita dapatkan dengan mendukung para perempuan punya karier dan berpendidikan tinggi.

Akhir-akhir ini Mama sering membaca timeline media sosial, Ma? Banyak sekali bertebaran status dan juga artikel yang membahas mengenai perempuan karier yang berpendidikan tinggi.

Yang menyakitkan adalah adanya beberapa orang yang kontra dengan pendidikan tinggi dan karier tinggi yang diraih oleh para perempuan, juga membuat meme sarkastis seolah perempuan hanya boleh berada di rumah. Perempuan yang sekolahnya tinggi, katanya, hanya akan membuat takut lelaki. Sedangkan, seorang ibu yang mempunyai karier di luar rumah dianggap bukan ibu yang sempurna.

Betapa tidak adil!

Mama juga pasti prihatin dengan adanya kontroversi tersebut kan, ya? Bukankah orang lain tidak mengetahui bagaimana kondisi ekonomi keluarga Mama? Bukankah mereka juga nggak berhak menghakimi Mama?

Ada perempuan yang terpaksa bekerja, karena alasan-alasan yang kuat. Misalnya, mereka adalah para single mom dengan tanggungan buah hati. Atau, misalkan, suamilah yang mengizinkan Mama untuk berpendidikan tinggi dan mengejar karier cemerlang, orang juga nggak tahu kan?

Padahal, dengan mau sedikit berempati dengan pilihan Mama yang saat ini memilih untuk mempunyai karier dan bekerja di luar rumah, pasti akan banyak hal baik yang muncul lo.


BACA JUGA


Jika Ingin Karier Mama Cemerlang Maka Berhentilah Melakukan 7 Hal Perusak Ini!

Jika Ingin Karier Mama Cemerlang Maka Berhentilah Melakukan 7 Hal Perusak Ini!

Sukses dalam karier? Hmmm, siapa sih yang tidak mau menjadi sukses? Bener nggak, Ma?Apa pun pekerjaan dan bidang pekerjaannya, menjadi ...

Read more..


Beberapa hal inilah yang akan terjadi jika lingkungan sekitar mau mendukung Mama untuk mempunyai karier cemerlang.


1. Menurunkan Perbedaan Gaji karena Gender


Walau saat ini praktik pemberian gaji yang nominalnya berbeda hanya karena gender sudah semakin jarang, tapi masih saja ada perusahaan yang memandang kemampuan perempuan tidak setara dengan pria.

Seharusnya perusahaan seperti itu menilai kemampuan dari daya berpikirnya dan juga hasil kerja.

Pasti Mama kesal sekali kalau gajinya lebih rendah dari staf laki-laki yang notabene tidak terlalu memberi kontribusi besar dalam pekerjaan dan perusahaan.

Jika gap gaji tersebut bisa diminimalisir, secara tidak langsung perusahaan juga akan membantu pemberdayaan perempuan, terutama untuk para Mama yang bekerja dan mempunyai karier untuk pemenuhan kebutuhan keluarganya.


2. Pemimpin Perempuan Meningkatkan Performa Perusahaan


Menurut penelitian yang dilakukan di BI Norwegian Business School terhadap 3000 orang manajer perempuan diperoleh hasil, bahwa performa mereka ternyata lebih baik dibandingkan manajer pria lo, Ma.

Perempuan memiliki kemampuan bernegosiasi yang baik dan keterbukaan yang bisa menarik perhatian klien serta bawahannya.

Begitu pun saat harus menjalankan sebuah kerja tim yang solid. Seorang pemimpin perempuan akan cenderung lebih keras berusaha memahami satu per satu karakter masing-masing bawahannya, untuk kemudian memanfaatkan potensi masing-masing anggota tim seoptimal mungkin.

Selain itu, perempuan juga dikenal dengan kemampuan multitaskingnya, walaupun tidak bisa dimungkiri jika soal emosi, kadang-kadang perempuan masih kalah stabil dengan pria.

Yah, bagaimana pun, perempuan adalah makhluk yang dipengaruhi oleh siklus hormon, dan juga peran ganda bagi Mama yang mempunyai karier sekaligus menjadi ibu di rumah. Jadi, rasa penat dan lelah kadang memang mendominasi ya, Ma?


3. Pemberian Fasilitas untuk Ibu dan Anak di Kantor Akan Mencegah Pensiun Dini


Biasanya dilema pensiun dini ini terjadi pada para mama muda yang baru saja memiliki buah hati, atau mungkin Mama yang tidak diizinkan Papa untuk mempunyai karier di luar rumah ya.

Namun, bayangkan jika begini, Ma. Apabila kantor mau memikirkan dan menyediakan fasilitas untuk anak, seperti tempat penitipan anak misalnya, maka besar kemungkinan peluang untuk pensiun dini akan berkurang.

Dengan demikian, perusahaan pun tidak akan kehilangan potensi karyawan terbaiknya. Biaya untuk membayar training pegawai baru juga bisa diturunkan, karena butuh waktu dan adaptasi lagi jika sampai ada karyawan yang mengundurkan diri. Betul nggak, Ma?

Mama bisa tenang bekerja tanpa jauh dari anak jika fasilitas child care tersedia.


BACA JUGA


10 Tips Sehat untuk Mama yang Selalu Super Sibuk Mengurus Keluarga sekaligus Meniti Karier

10 Tips Sehat untuk Mama yang Selalu Super Sibuk Mengurus Keluarga sekaligus Meniti Karier

Agar keluarga dan karier tidak terbengkalai, baik tubuh dan jiwa Mama harus dijaga kesehatannya. Ikuti tips sehat berikut ini

Read more..


4. Mama yang Mempunyai Karier Cemerlang Akan Menjadi Role Model Kebanggaan Anak-anak


Mama yang menjadi perempuan karier itu seorang wonder woman!

Usaha Mama untuk tetap keep in touch dengan keluarga sambil bekerja, pasti memiliki kesan tersendiri bagi anak-anak. Kadangkala pasti Mama akan kepayahan jika urusan kantor dan keluarga harus berbenturan. Namun, dengan komunikasi yang tepat dan juga selalu membuka diri tentang apa yang Mama kerjakan akan membuat anak-anak merasa terlibat dalam kehidupan Mama.

Anak-anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, pasti akan sangat bangga jika memiliki Mama, yang walau punya karier cemerlang dan sibuk, tapi masih tetap bisa mengurus rumah dan dekat dengan mereka.


5. Menambahkan Jumlah Cuti Hamil untuk Mempertahankan Karyawan Berkualitas


Salah satu tantangan yang dihadapi oleh para mama atau perempuan karier adalah saat mengandung.

Setelah cuti melahirkan, terkadang ikatan perasaan dengan bayi yang baru tumbuh akan membuat Mama enggan kembali bekerja. Iya kan, Ma?

Well, menurut penelitian, jika perusahaan mau menambah jatah cuti hamil, misal dari 12 minggu menjadi 18 minggu, maka besar kemungkinan para mama yang baru melahirkan akan lebih senang hatinya untuk bekerja kembali. Perusahaan sekelas Google juga sudah mempraktikkan soal maternal leave yang lebih panjang ini lo, Ma. Pun dengan Facebook.

Bahkan, negara Swedia mempunyai kebijakan untuk memberikan maternal dan paternal leave sekaligus, yaitu cuti bagi mama dan papa yang baru saja punya anak selama setahun penuh, dan masih bisa menerima gaji! Waaah ... bayangkan, jika di Indonesia juga berlaku ya? Betapa bahagianya kita sebagai orang tua baru!


BACA JUGA


Mempunyai Karier Sesuai Kepribadian? Mengapa Tidak?

Mempunyai Karier Sesuai Kepribadian? Mengapa Tidak?

Punya karier sesuai kepribadian pasti akan lebih menguntungkan bagi kita untuk bisa survive menjalani hari yang mungkin akan penuh tekanan

Read more..


Yes, memang penting sekali ya, untuk punya dukungan dari Papa dan juga lingkungan terdekat untuk Mama yang juga menyandang status sebagai perempuan karier.

Zaman sekarang, bukan waktunya lagi untuk terus menghambat eksistensi perempuan untuk berkarya. Apa pun pilihan Mama baik yang bekerja atau menjadi full time mother, selalu jalankan secara seimbang dan ikhlas ya. Keluarga tetaplah menjadi prioriras utama.

Stay smart, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perempuan Berpendidikan Tinggi dan Punya Karier Cemerlang? Ini 5 Alasannya Mengapa Kita Harus Mendukung Mereka!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Reffi Seftianti | @reffiseftianti

Saya seorang japanese interpreter, blogger di wordholic.com dan penulis 4 buku solo serta puluhan antologi. Saat ini tergabung sebagai anggota Forum Aktif Menulis Surabaya, volunteer editor Storial.co dan juga Manager Blogger Mengintipnusantara.com.

Silahkan login untuk memberi komentar