Ramadhan 2017 Hampir Tiba, Mama yang Sedang Hamil dan Menyusui Sebenarnya Wajib Berpuasa Nggak Sih?

Ramadhan 2017 Hampir Tiba, Mama yang Sedang Hamil dan Menyusui Sebenarnya Wajib Berpuasa Nggak Sih?

1.8K
Ramadhan 2017 sebentar lagi tiba! Betapa membahagiakan! Namun, perubahan pola makan ini akan sering membuat Mama yang sedang hamil dan menyusui khawatir untuk menjalankan ibadah puasa ya? Sebenarnya wajib nggak sih?

Hola Mama! Bulan Ramadhan 2017 tiba sebentar lagi nih. Sudah siap menyambut datangnya bulan penuh berkah ini, Ma?

Pasti banyak ya, yang Mama lakukan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 2017 ini. Mulai dari bersih-bersih rumah, bersih-bersih peralatan sholat, menyetok bahan makanan untuk sahur dan berbuka, dan pastinya mempersiapkan fisik dan mental agar sehat jiwa dan raga dalam melaksanakan ibadah puasa di Ramadhan 2017 besok.

Nah, pertanyaannya. Untuk Mama yang sedang hamil atau menyusui, sebenarnya puasa itu wajib nggak sih?


[readmore]http://rockingmama.id/post/makanan-untuk-ibu-hamil[/readmore]


Apakah kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak Mama, seperti misalnya kalau ibu hamil dan berpuasa, nanti berat bayinya akan berkurang nggak ya? Apa tidak kekurangan gizi kalau Mama mau ikut berpuasa Ramadhan 2017 nanti? Benarkah kalau berpuasa, gizi yang dihasilkan oleh ibu menyusui bisa berkurang?

Sebelumnya, disimak dulu ya, Ma, bagaimana puasa itu bagi perempuan hamil dan menyusui sebagaimana dijelaskan dalam hadist-hadist Islam.

“Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” (al-Majmu’: 6/177)

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al-Baqarah (2): 184).

Puasa itu sendiri adalah wajib dijalankan oleh semua umat muslim, dan merupakan salah satu rukun Islam. Umat muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa karena sakit atau musafir, wajib mengganti puasanya atau mengqadha di hari lain. Sementara orang tua yang uzur dan tidak memungkinkan untuk menjalankan puasa di hari lain, tidak diwajibkan mengqadha, namun diwajibkan untuk membayar fidyah.

Nah, memang ya, Ma. Masa-masa kehamilan dan menyusui itu menjadi kenangan yang luar biasa dan tak akan terlupakan sepanjang hayat di kandung badan. Karena itu, walaupun nanti sudah memasuki bulan Ramadhan 2017, dan kalau fisik sehat, banyak perempuan hamil atau pun menyusui ingin tetap menjalankan ibadah puasa.



Dari catatan tentang kehamilan dan bulan puasa, beberapa waktu yang lalu saya pernah mengikuti talkshow tentang Love Your Pregnancy dengan narasumber dr. Febriansyah Darus, Sp.OG.

Menurut dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, puasa saat hamil dan menyusui menjadi topik yang paling banyak ditanyakan pasiennya setiap kali bulan puasa datang, termasuk di Ramadhan 2017 ini.

Padahal, kata dr Febriansyah, banyak manfaat yang didapat oleh para ibu hamil dan menyusui dari berpuasa, salah satunya adalah membantu pembakaran lemak yang tidak dibutuhkan tubuh!

“Ibu hamil dan menyusui memang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari sering membuat ibu hamil dan menyusui khawatir untuk menjalankan ibadah puasa. Karena itu, ibu hamil dan menyusui dianjurkan mengonsumsi makanan berbahan dasar susu dan protein hampir dua kali lipat lebih tinggi,” jelas dr Febri.

Pada ibu hamil yang berpuasa terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun perubahan ini tidak berbahaya bagi mama dan bayinya.

”Ibu hamil memang mengalami perubahan hormon yang berbeda dengan wanita yang tidak sedang hamil. Ini berefek pada perubahan mood, nafsu makan dan gejala-gejala seperti muntah."


BACA JUGA


Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?

Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?

Let us make pregnancy an occasion when we appreciate our female bodies. ~ Merete Leonhardt-Lupa

Read more..


Sedangkan bagi ibu menyusui, tidak diperlukan makanan atau diet khusus. Namun untuk menjaga kesehatan Mama sendiri dalam menjalani puasa Ramadhan 2017 nanti, Mama disarankan menambah diet 50-55% kalori dari karbohidrat, 12-15% dari protein, dan kurang lebih 30% dari lemak.

Sedangkan yang harus dihindari adalah trans-asam lemak seperti crackers, snacks, kue panggang karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler bagi ibu.

Berdasarkan studi yang dilakukan sekelompok dokter anak di Asia Tengah pada tahun 2007, ditemukan fakta, bahwa meskipun berpuasa 14 jam, ASI yang dihasilkan oleh ibu menyusui tidak akan berubah karena saat berbuka puasa tubuh melakukan kompensasi cadangan zat-zat gizi yang diambil dari simpanan tubuh berupa lemak, energi, dan protein serta vitamin dan mineral.

“Ibu menyusui harus tetap makan tiga kali sehari, saat sahur, berbuka puasa, dan sesudah tarawih!” dr. Febriansyah menegaskan.

Lalu, apa yang membatalkan puasa pada ibu hamil? Ibu hamil dengan kondisi seperti apa sih yang dilarang berpuasa?

Ibu hamil harus membatalkan puasanya kalau mengalami hal-hal berikut ini:

  • mengalami pendarahan
  • mengalami kontraksi lebih dari 4 kali dalam 1 jam
  • terjadi penurunan gerak janin
  • penglihatan memburam
  • lelah atau tegang otot
  • lemas berlebih
  • dan, pusing hebat.

Sedangkan bagi ibu hamil yang menderita diabetes, penderita tekanan darah yang abnormal (hipertensi), penderita ginjal kronis, penderita dehidrasi, sebisa mungkin untuk tidak ikut melaksanakan ibadah puasa karena berpengaruh untuk kesehatannya.


[readmore]http://rockingmama.id/post/5-makanan-ibu-menyusui-ini-wajib-mama-konsumsi-untuk-menghasilkan[/readmore]


Nah, supaya Mama yang sedang hamil dan menyusui tetap fit selama menjalankan ibadah puasa di Ramadhan 2017 ini, maka Mama harus istirahat yang cukup, menjauhkan diri dari stres, dan yang paling penting, sebaiknya melakukan olahraga ringan, seperti mini cardio dan senam ringan sebelum waktunya berbuka puasa.



Ada manfaatnya? Banyak, Ma!

Manfaat olahraga bagi ibu hamil, di antaranya:

  • Mampu memompa darah ke seluruh tubuh sehingga peredaran darah lebih lancar
  • Mampi melatih pernapasan, ini tentu akan baik sekali untuk menjaga kadar oksigen dalam tubuh ya, Ma.
  • Mampu mengatasi mual dan memperbaiki selera makan, terutama untuk Mama yang masih suka mengalami morning sickness
  • Mampu membuat Mama tidur lebih nyenyak

Sedangkan manfaat olahraga untuk ibu menyusui adalah:

  • Mampu mempercepat proses penurunan berat badan. Ya, Mama, sudah sebal kan melihat segala macam kulit menggelambir di perut itu? Sekarang saatnya merampingkannya lagi seperti dulu.
  • Mempertahankan metabolisme tubuh supaya tetap lancar
  • Menjaga stamina supaya tetap kuat

So, berpuasa Ramadhan 2017 saat hamil dan menyusui tidak seseram yang dibayangkan kan, Ma?


[readmore]http://rockingmama.id/post/persiapan-sebelum-ramadhan[/readmore]


Kalau memang fisik kuat dan kesehatan bagus, lebih baik puasa saja, Ma, di Ramadhan 2017 nanti. Karena kalau tidak berpuasa, ibaratnya kita itu punya utang, dan membayar utang itu agak berat kan?

So, bumil dan busui, selamat menjalani Ramadhan 2017 dengan penuh amanah ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ramadhan 2017 Hampir Tiba, Mama yang Sedang Hamil dan Menyusui Sebenarnya Wajib Berpuasa Nggak Sih?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indah Sibarani | @indahjulisibarani

Emak Blogger yang tinggal di Yogyarta. Wara wiri di Jakarta. Sesekali masak, lebih sering makan enak.

Silahkan login untuk memberi komentar