Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah? Ah, Itu Biasa, Jangan Dikomentarin Karena 7 Alasannya Ini!

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah? Ah, Itu Biasa, Jangan Dikomentarin Karena 7 Alasannya Ini!

4.8K
Gemuk setelah menikah? Ya, sebagian besar perempuan mengalaminya. Sudah harus berkorban demi keberlangsungan keluarga yang bahagia, masih saja diprotes dan dikomentari. Oh, kejamnya dunia!

Artikel ini tertulis diakibatkan karena saya kerap kali mendapat komentar, “Tetty, kok gemukan? Kok bulet? Kok chubby? Kok melebar?”

Hvft!

Kalau saya tipe suka baper, wah, mungkin sudah saya tutup semua akun sosmed saya dari kemarin. Nggak kuat dengar komentar berbau fisik model begini. Apalagi yang komen adalah teman yang dulu pernah sekelas bareng. Hadeh. Untung saya selalu setrong. Jadi ya, cuek ajah! Hahaha.

Jadi, dengarkan baik-baik ya, teman-teman semua--yang dulu pernah jadi saksi kalau saya pernah kurus dan kemudian sekarang shock melihat foto-foto kondisi kekinian yang saya upload di akun media sosial saya--supaya nggak kaget kalau lihat perempuan jadi gemuk setelah menikah atau setelah punya anak, saya kasih tahu.

Bahwa setelah menikah dan punya anak, perempuan memang cenderung memiliki badan yang gemuk. Kenapa?


BACA JUGA


Rasanya Jadi Perempuan Bertubuh Gemuk di Jakarta (dan Hampir di Semua Tempat Lainnya di Muka Bumi)

Rasanya Jadi Perempuan Bertubuh Gemuk di Jakarta (dan Hampir di Semua Tempat Lainnya di Muka Bumi)

Punya tubuh yang lebih besar atau lebih lebar atau lebih gemuk dari teman-teman lain sudah saya jalani sejak saya duduk di Sekolah Dasar. ...

Read more..


7 Penyebab umum perempuan jadi gemuk setelah menikah atau punya anak, dan that's totally OK!


1. Hamil


Ibu hamil itu pasti jadi gemuk. Kalaupun dia kurus, minimal perutnya yang buncit karena kan memang ada bayinya. Tapi biasanya sih, bukan cuma perut yang buncit. Beberapa bagian juga bertambah bobotnya, karena kadang ada ibu hamil yang suka makan untuk menambah tenaga dan mengurangi rasa nggak enak yang dialaminya.

Bahkan, dokter kandungan dan buku panduan hamil sendiri juga menyebutkan, kalau ibu hamil itu harus naik berat badannya kan? Biasanya di kisaran 10 kg, bisa kurang bisa lebih.

Gimana nggak gemuk coba ya?

Ketika berat badan nggak naik signifikan saat hamil, dokter kandungan malah nyuruh makan es krim, minum sirup, susu hamil. Pokoknya mengonsumsi yang manis-manis, supaya berat badan ibu hamil bisa naik signifikan.

Jadi, naik berat badan itu WAJIB buat perempuan ketika hamil.


2. Melahirkan


Setelah melahirkan, ternyata berat badan selama hamil juga nggak langsung berkurang begitu saja. Bagi beberapa perempuan, seperti Seus Nia Ramadhani misalnya, mungkin bisa cepat. Duh, bikin iri banyak ibu, karena bisa langsung langsing sehabis melahirkan.

Tapi, banyak ibu yang lain nggak loh.

Padahal sudah pakai korset ala-ala iklan di tivi, sudah pakai gurita. Ini itu, tetap aja perut paska hamil masih off side. Gelambir sana gelambir sini. Duh!

Berat badan itu anteng! Nggak beranjak hilang. Kok bisa? Ya, karena kesibukan mengurus bayi baru lahir itu benar-benar menguras energi. Belum lagi kalau ada yang kena baby blues syndrome.

Jadi, wajar saja kalau kurang “aware” dengan badannya sendiri. Pikirannya selalu fokus ke bayi, diri sendiri mana pernah dipedulikan.

Ya, catat ya. Demikianlah besarnya pengorbanan para mama ini. Mereka rela berubah bentuk body demi anak!


3. Menyusui


Hamil. melahirkan, lalu menyusui.

Ini lagi nih.

Menyusui itu bisa membuat para mama ini kalap makan! Walau lauknya cuma satu macam, tapi bisa nambah nasi dua tiga kali. Karena apa? Karena lapar!

Yes, menyusui itu bikin para mama sering terlanda lapar akut. Bayi 24 jam minum ASI dari para mama, dan mamanya bisa produksi ASI dari mana lagi kalau bukan dari makanan?

Paling nggak harus ada stok susu atau camilan deh, jaga-jaga kalau tiba-tiba lapar. Masak mi tengah malam bikin gemuk? Ah, sudah tak terpikirkan lagi! Perut lapar ini. Mau gemuk mau nggak, yang penting perut nggak keroncongan. Apalagi si bayi bisa saja 2 jam lagi sudah bangun, dan minta nenen lagi. Mumpung bisa makan, makan deh!

Nggak gemuk gimana lagi coba ya? Pipi kanan kiri sudah kayak bakpau, tahu bulat, gehu pedas, bakso bakar, bakso lapangan tembak. Tuh kan, makanan melulu yang ada di pikiran ibu menyusui kan? Hahaha.


BACA JUGA


Langsing Setelah Melahirkan? Bisa Banget! Mama Bisa Sontek Caranya dari 6 Selebritis Ini!

Langsing Setelah Melahirkan? Bisa Banget! Mama Bisa Sontek Caranya dari 6 Selebritis Ini!

Langsing setelah melahirkan adalah dambaan seluruh perempuan. Betul

Read more..


4. KB


KB juga jadi penyebab badan para mama gemuk banget, apalagi KB hormonal. Lah, kenapa nggak pakai KB IUD saja supaya nggak gemuk?

Well, karena nggak semua perempuan berani pasang IUD.

Jadi, KB itu memang pilihan yang sulit juga buat para mama. Makanya kalau ada mama-mama yang dibully karena gemuk paska ber-KB, saya juga suka gimana gitu liatnya. Sudahlah pengorbanan demi keberlangsungan kehidupan keluarga dan ikut menyukseskan program pemerintah, eh kena bully juga karena badannya gemuk gara-gara KB ini. Hiks.


5. Kurang Olahraga


Bukan karena malas, tapi karena nggak ada waktu. Apalagi anak masih bayi dan balita. Boro-boro olahraga, bisa mandi dengan tenang aja langka! Anak diurus sendiri, nggak ada pengasuh, tetangga atau siapa pun yang bisa dititipi anak barang 5 menit.

Masuk kamar mandi sebentar saja udah ditangisin, pintu digedor-gedor. Mau salat pun harus sambil gendong. Mau makan pun masih sibuk nyebokin dulu.

Please deh, jangan judge kami ini malas olahraga.

Mungkin kalau anak sudah gedean sedikit dan bisa masak mi instan sendiri, bolehlah kita pergi ke sanggar senam atau ikut video Pilates via Youtube, yes?


6. Keturunan


Ada juga temen yang gemuk karena keturunan. Ya, mau gimana lagi? Makan beberapa suap pun badan langsung melar.

Ini mah sudah takdir. Mau sekeras apa pun usaha dietnya, ya susah. Sudah dari sananya punya badan gampang banget melar dan berisi.


7. Jadi "tong sampah"


Kalau suami dan anak-anak sudah nggak suka makanan yang ada, atau sudah bosan, bisa saja dengan ringan bilang, "Sudah bosan, Ma!"

Tapi, nggak begitu dengan para mama! Sebagian besar mama akan merasa sayang buang-buang makanan. Makanan itu kan belinya mahal, dimasaknya pun sampai keringatan di dapur. Terus, mau dibuang?

Aduh, rasanya nggak bersyukur banget!

Maka, jadilah para mama ini harus menyediakan perutnya sebagai tempat berakhirnya makanan-makanan yang sudah dibosenin sama anak-anak.

Mau diet gimana coba ya?


BACA JUGA


Buat Perempuan Bertubuh Gemuk, Ini Dia 9 Fashion Style ala Ashley Graham yang Harus Disontek!

Buat Perempuan Bertubuh Gemuk, Ini Dia 9 Fashion Style ala Ashley Graham yang Harus Disontek!

Ashley Graham, model plus size ini, menjadi bukti, bahwa perempuan bertubuh gemuk tetap bisa tampil cantik, elegan, smart dan seksi

Read more..


Nah, nggak heran lagi kan, kenapa perempuan bisa gemuk setelah menikah atau seiring dengan peningkatan usia?

Please dong, jangan dikomentarin berlebihan. Kalau memang ada perempuan yang dulunya kurus lalu sekarang jadi, ya gitu deh, ya mungkin saja alasannya salah satu yang di atas. Atau, mungkin masih ada alasan lain. Ya, selalu ada alasan dan penyebab, dan sebaiknya sih jangan dihakimi. Biarkan saja deh. Kalau terus baper kan nggak bagus juga kan?

Hamil, melahirkan, menyusui, KB, semuanya untuk siapa? Untuk keluarganya kan?

Ada yang memang dikasih takdir kemudahan, bisa kurus setelah punya anak 5 sekalipun. Tapi, bukankah kondisi setiap orang berbeda? Ada juga yang berat badan langsung naik 20 kg, padahal baru hamil 7 bulan.

Spesial buat para suami, mohon dijaga perasaan istrinya ya, papa-papa! Nggak usah shock, protes or menuntut terlalu banyak deh. Sebenarnya kami juga sedang berjuang kok. Agar selalu tampil cantik, apa pun bentuk tubuh kami.

Salam self-love!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah? Ah, Itu Biasa, Jangan Dikomentarin Karena 7 Alasannya Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tetty Hermawati | @tettyhermawati

Silahkan login untuk memberi komentar