Perempuan Usia 30 Tahun dan Segala Permasalahan Kulit yang Harus Dihadapi. Usia Memang Nggak Bisa Bohong!

Perempuan Usia 30 Tahun dan Segala Permasalahan Kulit yang Harus Dihadapi. Usia Memang Nggak Bisa Bohong!

1.3K
Usia 30 tahun, berarti tambah satu permasalahan dalam hidup perempuan, yaitu penuaan dini. Oh nooo! Apa yang harus kita lakukan, Ma?

Hai, Mama! Mau cerita nih. Bulan Februari kemarin, saya memasuki usia 30 tahun plus-plus. Hahaha, plusnya berapa ya? Kasih tahu nggak ya? Pokoknya plus plus deh. Sudah mendekati usia cantik. Eciyeh!

Di usia 30 tahun something ini, ada beberapa permasalahan kulit yang akhirnya mulai saya hadapi. Aduh! Ternyata ya, usia nggak bisa bohong ya, Ma. Kira-kira para selebriti yang perawatan kulitnya mahal itu, atau yang operasi plastik itu, beneran nggak ngalamin yang saya alami ini nggak sih, Ma? *serius nanya*


BACA JUGA


Hanya Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas yang Mengalami Berbagai Hal yang Menguntungkan Ini, Maka Berbahagialah!

Hanya Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas yang Mengalami Berbagai Hal yang Menguntungkan Ini, Maka Berbahagialah!

Adakah yang mau dibilang tua? Sepertinya sih nggak ada. Mama-mama pasti maunya muda selamanya. Yah, orang bilang, tua atau muda itu hanya ...

Read more..


Iya, soalnya kepikiran juga, jangan-jangan saya aja nih yang ngerasain tanda-tanda penuaan ini. Sebenarnya, Mama yang mulai masuk usia 30 tahun, merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan nggak ya?


Permasalahan kulit yang saya alami begitu memasuki usia 30 tahun


1. Kerut-kerut di wajah


Wajah kalau nggak senyum kok ya dikira galak, tapi kalau senyum mulai deh kelihatan kerut-kerutnya. Gimana dong. Ma? Pernah sekali lihat di acara TV seseorang yang tidak pernah mau senyum karena dia takut punya kerut di wajahnya. Aih, yamasa' sampai segitunya ya, Ma.

Kalau di saya, kerut-kerut ini paling kentara ya di daerah sekitar mulut (garis senyum) dan pinggir mata. Mama yang mulai masuk usia 30 tahun mungkin ada juga yang menemui kerutan di sekitar jidat.

Katanya, saat kita memasuki usia 30 tahun ini, kekenyalan kulit kita itu tidak seperti dulu lagi. Aduh, rasanya envy banget deh, kalau pas saya lihat kulit anak saya yang masih bayi. Halus banget gitu. Hihihi. Saya juga pernah punya kulit sehalus gitu. Dulu, Ma, duluuu. Hahaha. Percaya kan, Ma? Please, jawab percaya aja ya.

Saat usia 30 tahun ini, kita juga menghadapi masalah dengan pigmen kulit sehingga kulit tampak lebih kusam, Ma. Makanya banyak ya, produk kecantikan yang menawarkan untuk bisa memerangi kerutan dan flek wajah untuk perempuan usia 30 tahun kan?


2. Gelambir melambai-lambai di perut


Oke, ini masalah banget buat saya sekarang yang sudah 30an plus plus ini.

Waktu hamil pertama dulu, saya masih usia 26 tahun, melahirkan usia 27 tahun. Tidak lama setelah melahirkan, dengan dibantu menyusui ASI eksklusif dan olah raga yang minimal saja, perut saya bisa langsung kembali kempes pes. Balik seperti semula tanpa gelambir. Pakai celana dan rok waktu sebelum hamil masih bisa.

Nah, masalah mulai timbul pas saya hamil dan melahirkan anak kedua di usia sekitar 29 tahun. Setahun lagi masuk usia 30 tahun.

Saya kira, kembali dengan modal menyusui ASI eksklusif dan olahraga rumahan (baca: olahraga sambil mengerjakan pekerjaan domestik), berat badan saya juga bisa kembali normal seperti saat sebelum hamil.

Eh, ternyata saya salah dong, Ma. Dua modal itu enggak cukup sekarang! Huhuhu.

Bukannya menjadi langsing lagi, eh malah tambah gelambir dan gajih-gajih terus saja setia nempel di perut dan paha. Saya perlu usaha ekstra sekarang untuk membuang lemak-lemak yang doyan banget bergelayut di dua tempat itu doang. Masih mending ya kalau lemak-lemak ini tersebar merata di seluruh tubuh saya, masalahnya mereka cuma ada di perut dan paha saja.

Oh God!

PR buat saya adalah menjaga pola makan. Selama ini, pola makan saya masih nggak sehat sih, Ma. Misalnya, karena belum sempat makan dengan alasan sibuk, saya makan roti (atau gorengan) untuk mengganjal perut.

Nah, ini yang enggak bener nih, karena roti atau gorengan ini terbuat dari tepung yang justru nggak baik kalau saya konsumsi. Kata dokter saya, kalau pola makan saya seimbang dan bagus, makan protein yang baik (daging merah tanpa lemak, telur, dan sebagainya), saya nggak akan kebanyakan ngemil dan makan yang kurang sehat terus menerus.

So, semangat ah, memperbaiki pola makan. Mama juga ya!


BACA JUGA


Langsing Setelah Melahirkan? Bisa Banget! Mama Bisa Sontek Caranya dari 6 Selebritis Ini!

Langsing Setelah Melahirkan? Bisa Banget! Mama Bisa Sontek Caranya dari 6 Selebritis Ini!

Langsing setelah melahirkan adalah dambaan seluruh perempuan. Betul

Read more..


3. Pasukan uban mulai bergerilya

Sebenarnya nih, Ma, saya sudah punya uban sejak waktu kuliah dulu. Hihihi. Iya, semuda itu saya sudah mulai beruban.

Saat teman yang lain rambutnya masih mulus hitam semua, saya malah sudah mulai muncul putih-putih di rambut. Memang jumlahnya belum terlalu banyak, tapi kalau rambut disibak, mulai deh kelihatan satu per satu rambut putihnya.

Sekarang, saat sudah usia 30 tahun ini, tanpa disibak pun, rambut putih sudah bisa kelihatan. Untungnya sekarang saya pakai jilbab sih, Ma, jadi bisa ketutupan deh. Hahaha, Hanya orang-orang terdekat saja yang bisa melihat “cahaya surga” ini. Tsah.

Konon katanya, munculnya uban terlalu dini ini bisa saja disebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kita. Bisa juga karena, kurang seimbangnya waktu kerja dan istirahat, pola makan yang buruk dan stres. Ada juga faktor genetik yang bisa diturunkan dari orang tua.

Iya, banyak sebab, Ma.


4. Masalah lain di wajah (tahi lalat, kutil, dan komedo putih)

Dulu, saya cuma punya satu tahi lalat kecil di ujung mata.

Nah, ternyata, Ma, setelah usia 30 tahun ini, kok saya perhatikan mulai banyak muncul tahi lalat-tahi lalat yang lain di sekitarnya ya. Memang masih kecil-kecil dan nggak tumbuh. Tapi jumlahnya lumayan banyak, dan mulai menganggu karena titik-titik hitam ini membuat wajah saya jadi enggak mulus lagi. Wajah berasa ada kotorannya gitu. Huhuhu,

Terus, ada lagi masalah selain tahi lalat, Ma, yaitu kutil dan komedo putih yang jumlahnya tidak kalah sedikit dibandingkan tahi lalat-tahi lalat ini. Hadeh. Kutil yang paling banyak jumlahnya nih, Ma.

Karena kehadiran pasukan tahi lalat, kutil, dan komedo putih ini sudah mulai mengganggu, maka saya pun berkonsultasi dengan dokter. Alhamdulillah, bulan lalu pasukan tahi lalat, kutil, dan komedo putih ini sudah berhasil saya hilangkan dengan cara dilaser.


BACA JUGA


Menjaga Kesehatan Kulit Wajah 4 Hal Ini Harus Mama Hindari! Nomor 3, Pasti Jarang Dilakuin!

Menjaga Kesehatan Kulit Wajah 4 Hal Ini Harus Mama Hindari! Nomor 3, Pasti Jarang Dilakuin!

Kesehatan kulit wajah penting banget untuk diperhatikan. Semakin bertambah usia, perawatan yang dibutuhkan Mama harus ekstra nih demi ...

Read more..


Menjadi tua itu memang sudah pasti ya, Ma. Begitu pun pada saya yang masuk usia 30 tahun ini.

Tapi, saya nggak mau dong terlihat cepat tua ya, Ma. Kenapa? Soalnya anak-anak masih kecil-kecil. Saya masih pengin terlihat segar dan muda terus. Pengin bisa menemani anak-anak tumbuh dan berkembang, bisa mengantar mereka sampai dewasa dan bisa mandiri.

Di bayangan saya, nanti saya masih okelah ya, kalau harus jalan bareng anak-anak kalau mereka sudah remaja atau dewasa. Kalau saya sekarang saja sudah kelihatan menua, nanti kalau anak-anak SMP, saya bisa jadi kelihatan seperti nenek mereka dong. Ih, no way!

Lalu, ada beberapa hal nih, Ma, yang mulai saya lakukan supaya tanda-tanda penuaan dini bisa direm lajunya. Misalnya:

  • Mulai rajin olahraga. Paling nggak seminggu sekali ikut senam aerobik di komplek. Akan lebih baik jika bisa 2-3 kali dalam seminggu, misal dengan senam zumba atau yoga sendiri di rumah.
  • Stop konsumsi susu, gorengan, dan roti (tepung-tepungan). Ya, walaupun ini menggoda sekali tapi setidaknya mulai sadar akan bahayanya.
  • Memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi kopi. Kopi sehari secangkir masih boleh kok, Ma, katanya. Tapi air putih ini memang harus diperbanyak ya, demi menghindari dehidrasi, menjaga kekenyalan dan elastitas kulit. Karena seperti sudah saya bahas di atas, ketika kita masuk usia 30 tahun, elastisitas kulit perempuan pun mulai menurun.
  • Nggak bergadang. Sejauh ini sudah bisa dikurangi sih, kecuali kalau ada deadline pekerjaan. Tapi kalau saya bisa atur ritme kerja dan mengefektifkan waktu kerja di siang hari, sebenarnya saya juga nggak perlu begadang.
  • Rajin menggunakan krim resep dari dokter. Dulu, saya paling mentok cuma pakai sabun cuci muka sebagai kosmetik sehari-hari dan pelembap wajah. Sekarang, krimnya sudah macam-macam mulai dari nutri cream, daily whitening, sun screen, dan juga krim malam. Harus rajin mengoleskannya kalau nggak mau kerut-kerut itu tambah parah.


BACA JUGA


Pastikan 10 Bahan Makanan Pembuat Awet Muda ini Mama Konsumsi untuk Mencegah Penuaan Dini

Pastikan 10 Bahan Makanan Pembuat Awet Muda ini Mama Konsumsi untuk Mencegah Penuaan Dini

Makanan pembuat awet muda ini juga perlu masuk dalam menu sehari-hari untuk program anti aging Mama, selain tentunya membiasakan pola hidup ...

Read more..


Semoga terus istiqomah. Doakan ya, Ma, supaya saya rajin melakukan PR saya di atas. Godaan banyak, tapi saya mau berusaha terus.

Yes, karena kulit wajah saya memang cenderung kering, jadinya permasalahan yang muncul memang kulit jadi lebih cepat mengeriput dan tumbuh tahi lalat, kutil, dan komedo putih itu. Untuk kulit jenis yang lain, permasalahannya tentu akan berbeda. Mungkin mulai timbul jerawat yang membandel, atau muncul flek-flek hitam, atau bisa saja mulai mengusam.

Nah, untuk itu, ada baiknya bagi Mama yang punya masalah kulit seperti ini, coba deh dikomunikasikan saja dengan dokter kulit atau praktisi kesehatan yang kredibel dan terpercaya, seperti yang saya lakukan. Cari solusinya gitu. Kan pengin tetap kelihatan cantik kan ya?

Kalau Mama, apa aja nih permasalahan saat mulai masuk usia 30 tahun? Sharing yuk Ma, kita diskusi bareng. Mama boleh share tulisan ini juga loh, kalau Mama mengalami masalah yang sama dengan saya.

Stay pretty, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perempuan Usia 30 Tahun dan Segala Permasalahan Kulit yang Harus Dihadapi. Usia Memang Nggak Bisa Bohong!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Armita Fibriyanti | @Armita

Ibu dari dua orang putra yang saat ini menekuni pekerjaan sebagai konsultan nama bayi dan perusahaan, penerjemah dokumen, dan blogger.

Silahkan login untuk memberi komentar