Pernikahan Sudah Tak Membahagiakan Lagi? Perbaiki Kondisi dengan 5 Hal Kecil Ini!

Pernikahan Sudah Tak Membahagiakan Lagi? Perbaiki Kondisi dengan 5 Hal Kecil Ini!

1K
Pernikahan yang harus kita hadapi bukanlah pernikahan ala negeri dongeng yang "happily ever after", tanpa muncul masalah sama sekali. Faktanya, pernikahan adalah soal dua kepala yang punya pandangan dan pemikiran berbeda. Kuncinya, kompromi.

Setiap pernikahan yang terjadi adalah untuk meraih kebahagiaan. Setujukah, Mama? Namun, memang tak ada yang bisa menjamin semua berjalan mulus. Kesulitan, permasalahan, dan hambatan pasti akan selalu ada.

Lantas, apakah kita hilang harapan? Semoga tidak, walau mungkin cukup sulit untuk dilalui. Jika bisa dijalani berdua dan saling menguatkan, semua terasa mudah dan ringan. Iya kan, Ma?

Tapi faktanya, 40-50% pernikahan mengalami permasalahan, bahkan sampai bercerai, ketika usia pernikahan belum mencapai 5 tahun. Pasangan ini benar-benar tidak merasakan kebahagiaan setelah menikah.


BACA JUGA


Ini Dia 10 Tanda Bahaya Pernikahan yang Sudah Tak Sehat Lagi dan Harus Segera Diwaspadai!

Ini Dia 10 Tanda Bahaya Pernikahan yang Sudah Tak Sehat Lagi dan Harus Segera Diwaspadai!

Pernikahan selalu diangankan untuk sekali saja seumur hidup. Pun pasangan, diharapkan untuk menjadi satu-satunya hingga bersama menua. Meski ...

Read more..


Kebanyakan masalah timbul dari komunikasi yang salah, kurang saling mengerti dan saling memahami satu sama lain, ego yang terlalu tinggi untuk bisa mengalah, dan ketika bertengkar, keduanya saling bersuara, berteriak, bertengkar. Tak ada satu pun yang mau diam dulu untuk mendengarkan.

Dan, kemudian saling diam seribu bahasa. Sibuk dengan pikiran masing-masing, bisu walaupun saling berdekatan. Mereka diam hanya karena lelah bertengkar, atau sekadar nggak mau ribut. Tapi, tak ada yang ingin menyelesaikan masalah, sehingga masalah terus menumpuk dan seperti bom waktu menunggu detik perceraian.

Ada juga pasangan yang bisa mempertahankan pernikahan lebih dari 5 tahun, namun tetapi sama saja. Keharmonisan dan ketenteraman yang ada terasa begitu asing. Ternyata semua hanya tenang di permukaan. Dalam hati dan pikiran masing-masing, saling bergejolak. Perang dingin.

Maka tak asinglah kita mendengar banyak yang bercerai dengan alasan, “Sudah tidak ada kecocokan lagi.”

Apakah sih, Ma, yang dimaksud “cocok” di sini? Kita tak pernah tahu maksudnya "cocok" itu seperti apa. Jika yang dimaksud adalah seiya sekata, "apa yang kumau, kamu juga harus mau" ... ah ... bukankah itu sesuatu yang sangat mustahil? Bukankah sesungguhnya setiap manusia itu unik? Bukankah adalah wajar jika masing-masing punya pendapat?

Bagaimanapun, suami istri adalah dua kepala yang berbeda bukan?

Kompromi adalah kuncinya. Apa pun itu, seharusnya dalam pernikahan, setiap pasangan bisa mengambil jalan tengah. Sudah seharusnya saling mengerti, saling memikirkan kenyamanan hati pasangan, bukan hanya mementingkan kepentingan sendiri.

Apakah Mama juga merasakan seperti yang disebutkan di atas? Lebih jauh lagi, Mama merasa bahwa pernikahan Mama sudah terasa begitu hampa?

Jika Mama juga punya keinginan untuk mengubah semuanya untuk yang lebih baik, maka ada beberapa hal yang perlu segera Mama lakukan.


5 Hal yang bisa Mama lakukan untuk menyelamatkan pernikahan Mama


1. Buatlah daftar hubungan yang paling ideal menurut Mama


Mulailah dengan menulis tentang hubungan yang ideal seperti apa yang Mama harapkan.

Mama bisa menulis sebanyak yang Mama mau. 10, 20, ... 50? 100? Sebanyak-banyaknya. Termasuk apa yang Mama inginkan dari suami, jatah bulanan, tentang rumah, atau pekerjaan pasangan, bagaimana seharusnya Papa memperlakukan Mama, dan seterusnya.

Jika sudah selesai, coba Mama lihat kembali. Hmmm ... indah sekali ya, Ma?

Namun, perlu Mama sadari, bahwa pernikahan Mama bukanlah pernikahan yang seindah dongeng Cinderella, atau Putri Salju, ataupun Frozen.

It's ok jika Mama punya segudang mimpi muluk mengenai hidup Mama, namun apakah Mama tak pernah lupa untuk menginjak bumi dan menghadapi kenyataan?

Menikah itu tak hanya mencapai impian sendiri, tapi ada impian bersama yang harus diwujudkan.


BACA JUGA


Pernikahan Kini Semakin Terasa Menakutkan. Benarkah? Mengapa?

Pernikahan Kini Semakin Terasa Menakutkan. Benarkah? Mengapa?

Pernikahan – jatuh cinta, lalu dengan sukarela ‘mengikatkan’ diri satu sama lain. Berbagi hidup, hingga tua nanti

Read more..


2. Bandingkan dengan kenyataan yang ada


Jika Mama sudah membuat list panjang, kemudian bacalah ulang satu per satu. Nandingkan dengan kenyataan yang ada.

Misalnya, Mama ingin hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik. Namun, faktanya Mama dan suami selalu saja bertengkar. Selalu ada saja hal kecil yang menyebabkan perbedaan pendapat antara Mama dan Papa, dan tak ada yang mau saling berkompromi.

Cobalah evaluasi, Ma, Mama ingin bisa hidup bahagia, harmonis dalam pernikahan Mama, tapi selalu bertengkar. Bisa jadi ada sesuatu yang salah dengan Mama. Pernahkah Mama mengusahakan beberapa hal agar pernikahan Mama harmonis, ataukah Mama hanya membiarkan segala sesuatunya berjalan apa adanya? Atau, lebih parah, Mama hanya memikirkan diri Mama sendiri?

Misalnya, sepele saja. Mama ingin dipeluk setiap Papa pulang kerja, pengin disapa dulu. Setidaknya, ditanya, apa kabar seharian? Apalagi, kalau ditambah dengan sederetan kata cinta.

Tapi, faktanya, bukannya menyapa, Papa langsung ke kamar mandi, lalu tidur, istirahat. Nah, baper kan, Ma? Mama lalu ngambek, marah-marah, dan kemudian pertengkaran kecil pun terjadi, dan hal ini terulang terus.

Well, ada baiknya Mama bertindak lebih dulu untuk memperbaiki hal ini.

Mengapa tak saat pulang, Mama sambut Papa lebih dulu, dan memeluknya? Lalu, berikan pilihan, apakah Papa mau makan dulu atau langsung istirahat.

Mendapat sambutan yang demikian, dijamin, Ma, Papa akan juga memberikan Mama pelukan tanpa diminta. Di sini kemudian komunikasi hangat terjadi. Papa menjawab, mau istirahat dulu saja. Lalu baru menikmati masakan Mama.

Nah, kan, enak kan, Ma? Sama-sama senang deh.

Untuk hubungan yang lebih baik, tak ada salahnya kok Mama melakukan sesuatu duluan. Pelan-pelan, wujudkan harapan Mama dengan cara yang halus.

Atau, Mama bisa saja langsung membicarakannya. BIsa saja, Papa adalah seorang yang agak susah menerjemahkan kode-kode? Maka, meminta langsung adalah jalan terbaik.

Yang penting, ingat, Ma. Bahwa Papa pasti juga sepemikiran, pengin pernikahan berjalan dengan baik, hangat dan penuh cinta. Nggak cuma Mama saja.


3. Ingin mengubah kondisi? Mulailah dari diri sendiri


Jika Papa adalah tipe temperamen dan meledak-ledak saat ada masalah, janganlah melakukan yang sama. Cobalah untuk tidak ikut-ikutan untuk berteriak.

Mungkin memang agak sulit memulainya, tapi bayangkan hasil yang bisa Mama dapatkan, yaitu ketenteraman dalam pernikahan Mama.

Memang ini akan membutuhkan komitmen yang kuat, Ma, untuk melakukannya. Dan, satu lagi, mungkin memang bukan Mama sepenuhnya yang perlu dipersalahkan. Tapi paling tidak, Mama punya niat baik dan harapan baik untuk mewujudkan semuanya.

Atau, kalau perlu, demi perubahan ke arah yang lebih baik, bisa juga Mama ajak Papa untuk pergi berlibur bersama. Nikmati kebersamaan yang terjadi dalam suasana yang berbeda, lalu bicarakan bagaimana hubungan ke depannya.

Terkadang pembicaraan di suasana yang berbeda memberikan hasil yang berbeda pula.


BACA JUGA


9 Nasihat Pernikahan dari Seorang Perempuan yang Telah 2 Kali Bercerai Ini Patut Kita Renungkan

9 Nasihat Pernikahan dari Seorang Perempuan yang Telah 2 Kali Bercerai Ini Patut Kita Renungkan

Menerima nasihat tentang pernikahan dari para ahli atau pasangan yang sudah lama menikah tentu sudah biasa. Bagaimana jika menerima nasihat ...

Read more..


4. Cintai diri Mama


Tak ada yang bisa mencintai Mama sebesar Mama mencintai diri sendiri. Tak juga Papa.

Mungkin Mama merasai frustrasi karena pernikahan mama terasa hampa, datar, dan tak bahagia. Mama merasa menderita, sedih, juga marah.

It's ok, Ma. Namun, jangan lari, atau melampiaskan kekecewaan Mama pada hal yang buruk.

Setidaknya, jika Mama merasa tak dicintai oleh orang lain, Mama harus tetap merasa cinta pada diri sendiri. Terbukalah pada dan dengan perasaan Mama.

Tanyakan pada diri Mama sendiri, apa yang sebenarnya Mama inginkan? Bangun energi positif, karena bagaimanapun, Mama harus merasa bahagia.


5. Berhenti menunggu sesuatu terjadi


Kadang, dengan segala permasalahan pernikahan yang membuahkan ketidakbahagiaan itu, membuat kita akhirnya menutup diri dan merasa hidup tak ada harga lagi. Sehingga kita tak bersemangat lagi melakukan kegiatan kita.

Mama hanya berdiam diri saja di rumah, malas bertemu orang-orang (apalagi kalau sampai ditanya ini itu soal keluarga) , bersembunyi dari dunia, dan hanya berharap sesuatu keajaiban akan terjadi.

Ma, mengurung diri di rumah hanya akan membuat Mama semakin banyak kehilangan energi. Hanya akan membuat Mama lelah, bahkan tak menutup kemungkinan, akan stres dan depresi berkepanjangan.

So, apa yang harus Mama lakukan untuk mencegah stres dan depresi datang?

Berhenti menunggu, dan hanya berharap semua akan berakhir dengan sendirinya. Semakin Mama hanya pasif dan diam saja, makin besar peluang depresi datang pada Mama. Ayo, Ma, bergeraklah secara aktif. Cari kegiatan positif, lakukan hobi Mama, bergaullah dengan teman-teman Mama.

Diri Mama sangat berharga. Buatlah agar diri Mama semakin berharga.

Bahkan mungkin, dengan bersosialisasi, Mama akan mendapatkan sesuatu, saran atau ilmu lain untuk menyelesaikan permasalahan Mama dengan Papa.



Dengan 5 poin perbaikan hubungan pernikahan di atas, semoga Mama bisa memikirkan ulang, mengenai hubungan Mama dengan Papa.

Siapa sih yang ingin pernikahannya gagal? Maka, jangan pernah patah semangat. Selamatkan pernikahan Mama, namun jangan sampai melupakan kebahagiaan Mama sendiri.

Semangat, Ma.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pernikahan Sudah Tak Membahagiakan Lagi? Perbaiki Kondisi dengan 5 Hal Kecil Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nova Violita | @novaviolita

Simple Mom, Blogger, Worker,Buzzer,contet writer

Silahkan login untuk memberi komentar