Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

1.3K
Pola makan sehat menjadi hal yang dilakukan oleh orang-orang sekarang ini. Manfaat pola makan sehat tentunya untuk kesehatan.

Setelah melalui serangkaian kejadian yang tak menyenangkan perihal kesehatan, saya memutuskan untuk menerapkan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh.

Bicara pola makan sehat yang sudah saya terapkan, ingatan ini terlempar ke beberapa tahun silam di mana saya melakukan operasi pengangkatan tumor di salah satu bagian tubuh saya. Tak pernah melintas di pikiran ini bahwa saya akan menjadi seorang survivor.

Siapa sih yang tidak takut mendengar kata kanker atau tumor? Bayangan mengerikan selalu mengikuti saat menyebut penyakit yang satu ini.

Vonis yang menyatakan bahwa ada tumor ganas di salah satu bagian tubuh ini sempat membuat saya patah semangat. Tak ingin berdiam lama, saya pun mencari informasi seputar penyakit ini. Sayangnya, informasi yang saya terima tentang bagaimana bahayanya penyakit ini, tak pelak membuat saya ketakutan dan tubuh ini sering dilingkupi kecemasan.

Saya percaya tiap kejadian pasti ada hikmahnya, pun dengan yang saya alami. Saya menjadi lebih peduli terhadap informasi seputar kesehatan terutama yang berhubungan dengan penyakit tumor, kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Ini sangat membantu saya dalam menjalani dan melewatinya. Saya pun sadar usia sudah tak muda lagi, kalau sekarang tidak peduli, terus kapan lagi?


Perawatan pasca operasi

Tahu nggak, Ma, ketika saya menjalani operasi pengangkatan tumor, pengetahuan saya akan penyakit berbahaya ini nol besar!

Pasca operasi tumor, beberapa teman memberikan support dan saran bahwa sebaiknya banyak mengonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung antibodi tinggi, antioksidan tinggi dan saran lain yang berhubungan dengan stamina.

Beberapa bulan pasca operasi, saya meningkatkan porsi makan. Kalau sebelumnya saya sering malas untuk makan, maka kali ini saya menjaga betul agar bisa makan sesuai kebutuhan dengan harapan asupan protein dan gizi terpenuhi.

Di awal-awal, saya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti kentang goreng, roti, kue dan nasi dengan porsi besar. Efeknya Ma, berat badan saya naik drastis!

Ternyata saya keliru memahami akan pola makan sehat yang disarankan oleh teman-teman apalagi perihal stamina tubuh. Di pikiran saya, makan banyak otomatis akan memeroleh stamina yang kuat.

I'm so wrong! Ternyata pola makan sehat terlebih untuk menjaga stamina bukan hanya perkara karbohidrat yang berperan utama melainkan juga perlu keseimbangan asupan nutrisi.


Memulai pola makan sehat

Saya akui, untuk 100% menjauhi makanan 'terlarang' bagi penyintas tumor dan kanker, saya masih belum bisa. Namun, bukan berarti saya tidak mencoba. Saya sudah menerapkan pola makan sehat terutama saat berada di rumah, di mana saya dengan bebas mengatur menu.

8 pola makan sehat ini rutin saya terapkan setiap hari.
  1. Mengawali pagi dengan minum segelas air hangat dicampur perasan jeruk lemon atau biasa dikenal jeniper.
  2. Sarapan buah-buahan hingga menjelang makan siang.
  3. Mengganti nasi berkarbohidrat tinggi dengan nasi beras merah atau nasi beras hitam, sesekali juga nasi jagung.
  4. Memperbanyak asupan air ke dalam tubuh.
  5. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  6. Mengonsumsi sayuran mentah (tidak semua sayuran ya, Ma, tapi sayuran yang bisa dimakan mentah saja seperti kol).
  7. Mengolah makanan dengan cara dikukus atau direbus entah itu sayuran, lauk maupun camilan.
  8. Menjauhi makanan dengan bahan dasar terigu.

Sebagai penyintas, memang lebih baik berusaha ketat dan keras terhadap diri sendiri, karena kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang mau memerhatikan makanan kita.

Dulu sebelum sakit, soal makan saya akan mendahulukan rasa enak. Namun, setelah menjadi penyintas dan seiring bertambahnya usia, saya mulai mengubah pola itu. Saya tidak lagi menggunakan ukuran enak atau tidak enak dalam hal makan. Meski bukan berarti saya menolak atau tidak suka makanan enak juga sih. Saya tidak bisa berbohong jika sesekali saya juga menikmati gorengan dengan cabai rawit. Iya, terkadang saya masih belum bisa menahan diri dari semua godaan berupa gorengan itu.

Hanya saja, kembali lagi ke pertanyaan yang selalu melintas di pikiran ini, hal apa yang lebih penting dari kesehatan? Bagi saya, tak ada yang lebih penting dari hal tersebut. Kesehatan adalah harta yang paling berharga, bahkan tak ada bandingannya

Dengan memiliki tubuh sehat, kita bisa melakukan apa saja. Bener nggak, Ma? Walau harta berlimpah, namun kalau tubuh sering sakit-sakitan, mau diapakan coba harta tersebut? Yang pasti kita tidak bisa menikmatinya.

Pada akhirnya, saya kadang lebih memilih makanan tidak enak di lidah, tapi memberikan manfaat yang besar untuk tubuh. Dengan tubuh sehat, kita pun bisa bermanfaat bagi orang lain.


Sepiring tumis daun kencur untuk pola makan sehat

Salah satu masakan favorit saya dalam menerapkan pola makan sehat sekarang ini adalah tumis daun kencur.

Barangkali Mama sudah familier dengan bumbu dapur satu ini, ya. Daun kencur ataupun kencur memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, Ma, salah satunya sebagai anti kanker, antioksidan dan sumber serat yang saya butuhkan.

Daun kencur ini memiliki aroma yang khas. Ketika pertama kali menemukannya di Bogor, saya langsung menyukainya.

Nah, untuk tumis daun kencur ini, rasa pedas khas rempah memang terasa, tapi efeknya bikin badan terasa hangat. Barangkali Mama mau coba juga?

Berikut adalah resepnya. Mudah kok, Ma, memasaknya.


Resep Tumis Daun Kencur



Bahan-bahan :

1 Ikat daun kencur muda, cuci bersih, iris sesuai selera. Di resep ini, daun kencur saya iris tipis.

1 ons teri Medan

4 buah cabe merah

4 siung bawang merah

2 siung besar bawang putih

1 batang sereh

Garam dan sedikit gula pasir

Satu sendok makan minyak untuk menumis

1 sendok sayur air untuk meratakan bumbu


Cara memasak :

1. Iris cabai, bawang merah, bawang putih, lalu ditumis.

2. Setelah muncul aroma harum, masukkan serai yang sudah digeprek.

3. Masukkan daun kencur, tumis hingga matang atau sesuai selera.

4. Masukkan air, garam dan gula.

5. Diamkan sebentar agar bumbu rata, lalu angkat.

6. Tumis siap disantap bersama nasi.


Catatan :

- Bagi yang suka pedas, akan lebih nikmat bila ditambahkan cabai rawit.

- Tingkat kematangan juga sesuai selera masing-masing, ada yang suka setengah matang, ada yang memilih sampai matang benar.

- Serai selalu saya gunakan setiap kali mengolah masakan ikan, selain aromanya harum, juga bisa menetralisir aroma amis ikan.


Well, Mama, jangan tunggu saat Mama sakit baru menerapkan pola makan sehat ini. Dalam keadaan sehat pun, hal ini sangat penting kita lakukan. Mencegah lebih baik daripada mengobati, setuju nggak, Ma?

Semoga kisah saya tentang penyakit tumor, cara menerapkan pola makan sehat, dan resep mudah ini bisa menjadi pertimbangan dan inspirasi Mama untuk memulai hidup sehat.

Sehat selalu, ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nefertite Fatriyanti | @nefertitefatriyanti

Silahkan login untuk memberi komentar