Preeklampsia dan Fakta-Fakta yang Perlu Diwaspadai oleh Para Calon Mama

Preeklampsia dan Fakta-Fakta yang Perlu Diwaspadai oleh Para Calon Mama

410
Preeklampsia atau keracunan kehamilan menjadi salah satu faktor tertinggi kematian ibu saat melahirkan.

Terhitung 2 kali dalam bulan ini saya menerima permintaan donor ASI, karena ibu meninggal saat melahirkan. Maklum, Ma, profesi saya sebagai konselor laktasi memang membuat saya terkadang dimintai bantuan mencari donor ASI. Hal yang membuat saya sedih adalah dua kematian tersebut dikarenakan sebab yang sama, preeklampsia.

Yes, preeklampsia menjadi salah satu sebab utama kematian ibu saat melahirkan, Ma. Setiap tahunnya angka kematian ibu karena preeklampsia terus meningkat. Bahkan di tahun 2016 tercatat ada 36 kasus kematian ibu akibat preeklampsia.

Makanya, penting sekali untuk Mama ketahui lebih jauh lagi tentang, apa itu preeklampsia? Bagaimana preeklampsia bisa terjadi? Bagaimana cara menangani preeklampsia?

Begini penjelasannya, Ma.


BACA JUGA


Andien Aisyah Berbagi Tips Kehamilan yang Sehat di Instagram. Mama Ingin Mengikuti Jejaknya? Perhatikan 7 Tips Ini

Andien Aisyah Berbagi Tips Kehamilan yang Sehat di Instagram. Mama Ingin Mengikuti Jejaknya? Perhatikan 7 Tips Ini

Andien Aisyah telah lancar melahirkan anak pertamanya melalui proses waterbirth. Selama masa kehamilannya, Andien telah mempersiapkan ...

Read more..


Beberapa fakta tentang preeklampsia yang Mama harus tahu.

1. Apa itu preeklampsia?


Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu penyakit yang dalam bahasa awam disebut keracunan kehamilan yang dapat disertai dengan kerusakan organ (sistem pembuluh darah, jantung, paru-paru, ginjal, syaraf dan lain-lain).

Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu, dan terbagi menjadi dua, Ma, yaitu :

  • Preeklampsia (PE): yaitu bila tekanan darah lebih dari 140/90, disertai dengan adanya protein dalam urine.
  • Preeklampsia Berat (PEB): yaitu bila tekanan darah lebih dari 160 dengan disertai gangguan organ.


2. Faktor penyebab preeklampsia


Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab utama dari preeklampsia, Ma.

Namun, beberapa ahli percaya bahwa preeklampsia mulai berkembang dari plasenta. Plasenta adalah organ yang menghubungkan suplai darah ibu hamil dengan suplai darah janin yang dikandungnya, dan nutrisi selama janin di dalam kandungan diberikan melalui plasenta.

Pada ibu hamil dengan preeklampsia, pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah plasenta terganggu, sehingga lorong pembuluh lebih sempit daripada yang seharusnya, serta melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan hormon.

Kondisi itu menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Beberapa ahli lainnya menduga bahwa kurangnya nutrisi, tingginya kandungan lemak tubuh, faktor keturunan, dan kurangnya aliran darah ke uterus menjadi penyebab terjadinya preeklampsia.

Beberapa faktor risiko preeklampsia yang perlu Mama waspadai antara lain:

  • Hamil terlalu muda (usia kurang dari 20 tahun) atau hamil di usia lebih dari 35 tahun, atau hamil anak pertama setelah lebih dari 4 tahun menikah.
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Jarak dengan kehamilan sebelumnya lebih dari 10 tahun.
  • Riwayat hipertensi
  • Kehamilan ganda

Preeklampsia bisa timbul kapan saja, dan tanda-tanda awalnya bisa diketahui saat usia kehamilan 34 minggu.

Preeklampsia biasa diakhiri saat kehamilan berusia 37 minggu, dengan melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap 1-2 minggu sekali. PEB diakhiri saat usia kehamilan 34 minggu, dengan sebelumnya melakukan perawatan konservatif di rumah sakit.


BACA JUGA


Kehamilan Risiko Tinggi - Antara Kegalauan dan Kenikmatan yang Menyertainya

Kehamilan Risiko Tinggi - Antara Kegalauan dan Kenikmatan yang Menyertainya

Saya mengalami kehamilan risiko tinggi. Siapkah saya menghadapi kehamilan ketiga

Read more..


3. Peluang selamat dari preeklampsia


Hingga saat ini belum ada penelitian pasti tentang besarnya peluang ibu bisa selamat dengan preeklampsia, Ma, karena semua tergantung jenis preeklampsia yang diderita.

Bila hanya PE atau PEB biasa tanpa komplikasi organ, maka kemungkinan besar akan selamat. Namun bila terjadi komplikasi ke gangguan pembekuan darah atau otak atau jantung, nah, ini dia nih yang berat.


4. Penanganan preeklampsia


Langkah preventif yang dapat Mama lakukan untuk menangani preeklampsia adalah memeriksakan diri bila mama yang memiliki faktor-faktor risiko seperti yang sudah saya paparkan di atas.

Mama harus segera dilakukan skrining preeklampsia saat usia kehamilan 12-16 minggu. Bila positif preeklampsia, maka Mama akan diberi aspilet dosis rendah dan kalsium elemenatal. Namun, pengobatan ini tidak menjamin 100% akan terhindar dari preeklampsia. Selama hamil, maka kemungkinan preklampsia akan tetap ada.

Bila Mama divonis mengidap preeklampsia, maka Mama harus sering kontrol rutin ke rumah sakit setiap 1-2 minggu sekali. Semakin lama usia kehamilan maka semakin sering kontrol. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, laboratorium dan USG Doppler (aliran darah dalam rahim dan jantung). Bila Mama mengalami preeklampsia, maka janin akan dilahirkan ketika usia kehamilan telah mencapai 37 minggu.

Jika Mama mengalami preeklampsia berat, maka Mama harus menjalani rawat inap di rumah sakit hingga usia kehamilan mencapai 34 minggu, agar bisa dilakukan monitoring ketat cairan, pemberian obat anti kejang, dan antihipertensi.

Kalau Mama mengalami preeklampsia berat, maka janin akan dilahirkan pada usia 34 minggu, sebab semakin tua usia kehamilan maka komplikasi akan semakin banyak, Ma.

Pada intinya, Ma, cara mengatasi preeklampsia sebenarnya adalah dengan mengakhiri kehamilan. Namun, pengobatan di Indonesia masih menganut metode untuk mempertahankan janin apabila kondisi Mama masih cukup baik. Kemampuan NICU di Indonesia rata-rata mampu merawat bayi sekitar 2000 ram. Hal ini memungkinkan bagi Mama yang mengalami preeklampsia untuk tetap bisa melahirkan saat usia kandungan 34 minggu.

Bila Mama terkena preeklampsia, ada beberapa pengobatan dan gaya hidup yang bisa Mama lakukan di rumah, yaitu:

  • menjaga diet sesuai anjuran
  • istirahat total dengan posisi miring ke kiri
  • memeriksa urin sesuai anjuran
  • memberi tahu dokter jika tangan, kaki, wajah membengkak, atau perubahan penglihatan, sakit kepala atau nyeri perut
  • hubungi dokter jika berat badan Mama naik lebih dari 1,4 kg dalam 24 jam


BACA JUGA


Ini Dia 9 Kondisi yang Sering Dikeluhkan oleh Mama Hamil - Wajar Kok, Tak Perlu Khawatir!

Ini Dia 9 Kondisi yang Sering Dikeluhkan oleh Mama Hamil - Wajar Kok, Tak Perlu Khawatir!

It is the most powerful creation to have life growing inside of you, there is no bigger gift. - Beyonce

Read more..


Nah, Mama, pelajari gejala dan penangananan preeklampsia sejak dini sebelum terlambat ya. Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kehamilan.

Stay healthy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Preeklampsia dan Fakta-Fakta yang Perlu Diwaspadai oleh Para Calon Mama". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dian Kusumawardani | @diankusumawardani

Silahkan login untuk memberi komentar